
Vina tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Gerry tadi karena menurutnya kata-kata pria itu seperti meragukan statusnya kini dan juga apa yang ia katakan mungkin dikiranya bahwa itu berbohong , padahal menurut Vina apa keuntungannya jika dirinya melakukan hal itu tidak ada faedahnya sama sekali ataupun bakal menghasilkan banyak uang.
" pertanyaanku atas dasar apa juga kamu memberikan perintah kepada Andi seolah-olah kamu itu adalah orang tuanya yang bisa memerintahkan dirinya kapanpun kamu mau, kamu itu harusnya sadar diri di sini itu kamu hanya sebatas teman ingat ya sebatas teman tidak lebih dari itu terus saat dia memerlukan kamu Memangnya kamu pernah memberikan tenaga kepadanya secara cuma-cuma? " tanya Vina sinis meskipun Gerry tak melihat wajahnya saat ini tetapi dirinya yakin dengan nada yang dilontarkan pria itu pasti paham.
" aku memang hanya sebatas teman tetapi pertanyaanku juga kepada kamu Memangnya kamu itu sebatas apa, Jangan pernah menganggap remeh diriku sebab sebelum kamu mengenal dia aku sudah lebih dulu mengenal sahabatku itu!" tegas Gerry yang entah mengapa hari ini lebih cerewet daripada biasanya Padahal selama ini jika ada orang yang terlalu menganggap remeh dirinya maka ia pun akan langsung mematikan ponselnya sepihak tanpa mau merespon kembali lagi dengan semua yang terjadi.
" Ya sudah tidak masalah kalau memang itu kemauannya kamu karena aku juga tidak ingin merespon dengan semuanya, tapi yang penting kamu harus ingat sesuatu bahwa sebenarnya kamu itu hanya sebatas sahabat sedangkan aku adalah pemilik tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. nanti aku bakalan kirim foto pernikahan kami kepada kamu agar kamu sadar bahwa aku sebenarnya bukan orang yang suka mengambil keuntungan dalam kesempitan, karena itu sama saja membuat diriku seperti orang yang tidak punya pekerjaan dan juga menjadi wanita murahan padahal sebenarnya jelas-jelas di sini aku itu sedang berbicara dengan pria Kurang ajar tidak pernah menghargai harga diri seorang wanita!" setelah mengatakan hal itu Vina pun langsung mematikan ponsel Andi dan membuangnya asal terserah nanti pemiliknya mau cari Seperti apa urusannya dirinya bukan urusan yang ada sangkut pautnya dengannya.
" kamu bisa menghentikan setiap ucapan kamu yang membahas soal apa yang terjadi di masa lalu, karena itu sedikit pun tidak ada urusannya yang menyangkut soal kamu?" tanya Gerry Mau memastikan bahkan kali ini terdengar nadanya begitu tidak bersahabat.
__ADS_1
" orang seperti kamu itu harus selalu diwaspadai sampai akhir zaman agar besok lusa tidak ada korban lanjutan yang bakalan menjadi seperti Asya, harus ter Kandas cita-citanya dan juga pergi ke negeri orang asing hanya untuk memulihkan traumanya!" Sindir Vina karena tadi sebenarnya dirinya sudah hendak mematikan ponsel tetapi ternyata mungkin saking emosinya jadi salah tekan dengan akhirnya speaker lah Yang ditekannya.
Tut
Gerry hanya menatap ke arah ponselnya dengan ekspresi yang sulit sekali diartikan dan membuat dirinya begitu kecewa terhadap dirinya sendiri yaitu semua yang dikatakan Vina tadi itu tidak ada yang salah, coba saja kalau kejadian itu tidak pernah terjadi pasti Asya bakalan tetap di situ dan cita-citanya pasti tidak bakalan berhenti di tengah jalan serta mungkin sekarang masih bisa dihubunginya dengan bebas tanpa merasa takut ataupun canggung bakal direspon atau tidak.
ibarat gelas yang retak biarpun Diperbaiki dengan menggunakan lem yang merupakan merk terkenal ataupun mahal sekalipun tidak akan bisa kembali kepada bentuknya semula, karena itu sama saja tetap bakalan terlihat kejelekannya dan juga tidak bakalan mengembalikan keindahannya seperti dahulu.
sedangkan di tempat lain Mona bahkan sudah tidak sadarkan diri karena digilir oleh beberapa pria seperti piala bergilir yang diperebutkan oleh orang, wanita itu yang tadi berteriak histeris bahkan suaranya pun sudah tidak bisa dikeluarkan lagi apalagi matanya sudah tidak bisa lagi untuk terbuka saking hancurnya sesuatu miliknya di bawah sana.
__ADS_1
para pria yang tidak punya hati nurani itu seperti tidak mempunyai belas kasihan ketika melihat sang korban sudah tidak sadarkan diri dan sangat tidak berdaya, seperti orang yang tak ingin mati tapi hidup pun enggan karena merasa bahwa harga dirinya sudah hancur lebur tidak bisa lagi untuk diselamatkan entah mungkin nyawanya pun tersisa hanya beberapa persen saja.
mungkin itulah yang disebut dengan karma dibayar secara perlahan kalau memang orang tersebut menyadari hal itu pasti besok lusa tidak bakalan Mengulangi kesalahan yang sama seperti di masa lalu, Karena Tuhan tidak pernah tidur dirinya akan membuat orang tersebut berusaha untuk menyadari kesalahannya tetapi jika kesalahannya pun itu dianggap sebagai sesuatu hal yang biasa barulah Karma itu akan terasa begitu nyata.
ketika Asya hanya dirusak oleh seorang pria berbeda dengan dirinya yang entah sudah berapa puluhan orang yang menjamahnya, bahkan menjamani dengan tangan patah ataupun yang penuh cinta melainkan seperti orang yang kelaparan tidak diberi makan selama setahun.
" ini orang sebenarnya itu juga kita pakai dia soalnya sudah jebol terlebih dahulu tidak ada bagusnya sama sekali, hanya saja kapan lagi mendapatkan barang yang gratis jika tidak sekarang?" ujar Nick dengan tatapan sinis yang menatap ke arah Mona yang sudah tidak berdaya itu.
" Iya kamu benar sekali Bos, saya juga sempat menyesal tetapi mau bagaimana lagi Bukankah apa yang ada di depan mata itu harus digunakan daripada dilepaskan begitu saja tidak mungkin ada kesempatan yang seperti begini di hari esok?" ujar salah satu anak buahnya menimpa di apa yang dikatakan oleh pemimpin mereka itu.
__ADS_1