
Vina bukan nya marah mendengar nada mengejek dari sahabatnya itu tetapi malah tersenyum bahagia,berharap jika Asya paham dengan perasaanya kini.
" kamu itu ternyata orangnya sangat setia kawan ya aku sampai-sampai meleleh dibuatnya tapi lain kali jangan seperti begitu juga dong, tinggal mematikan ponselmu tanpa bilang-bilang dulu aku kan jadinya tidak punya persiapan buat membujuk kamu lagi!" Vina tidak terima dengan kelakuan sahabatnya itu tetapi Asya mah bodo amat karena menurutnya orang seperti Vina itu pantasnya harus diberi efek Jera agar sadar dengan kesalahan yang telah ia lakukan.
" ya mau tidak mau aku harus melakukan hal ini soalnya kalau tidak kamu tidak akan peka dan juga sadar kalau Sebenarnya kamu itu punya salah, Makanya jadi orang itu jangan terlalu keras kepala akhirnya kan suami kamu juga jadinya tidak betah dan marah-marah kamu! padahal kalau dibilang sih Kalian itu kan pasangan pengantin baru otomatis masih hot-hotnya gitu, tapi kamu lihat sendiri kan yang ada bukan hot tapi malah Kedinginan tidak ada yang memberikan kehangatan!" ujar Asya yang terkesan begitu kesal dengan sikap Vina yang begitu keras kepala dari dulu sampai sekarang bahkan bisa dibilang tidak pernah berubah sama sekali.
mendengar nada sinis dari sahabatnya itu membuat Vina hanya bisa menghela nafasnya kasar, ingin sekali membela diri tetapi melihat sikap Asya yang tegas dan juga tidak ingin dibantah membuat dirinya juga sedikit segan.
" kamu seharusnya paham dengan sikapku yang selama ini selalu saja ingin didengar jika apa yang aku pikirkan itu benar tidak ada yang salah, maka dari itu aku selalu mengharapkan pengertian dari orang-orang terdekatku dengan sikapku itu! aku memang terkesan seperti orang yang egois tidak pernah memikirkan perasaan orang lain Tetapi kan aku punya alasan juga, setiap manusia biarpun orangnya itu selalu bersabar tidak suka marah-marah tetapi ketika terus diuji setiap saat setiap waktu pasti bakalan hilang juga kan kesabarannya itu?" apa yang dikatakan Vina itu bukan karena ingin dikasihani atau juga mungkin mengharapkan rasa beras kasih dan juga iba dari Asya agar tidak memarahi ataupun memojokkan dirinya hanya saja dirinya hanya ingin mengeluarkan unek-unek yang sedang ia rasakan agar Asya paham kenapa sampai dirinya memilih jalan seperti begitu.
" kalau memang semuanya tidak sesuai dengan yang dipikirkan Ya sudah terserah kamu saja aku kan Hanya mengingatkan kamu, kalau risiko punya rumah tangga di umur yang seperti kita begini harus memiliki ekstra sabar meskipun selama ini kesabaran tidak pernah kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. aku hanya ingin kamu sadar kodrat seorang wanita itu tidak pernah bakal bisa melebihi suaminya meskipun pendidikannya tinggi keluarganya kaya sekalipun, karena saat kita mengurus sesuatu saja pasti bakalan yang ditanya nama kepala keluarganya bukan nama ibu rumah tangganya kan?" tanya Asya memastikan karena ingin mendengar apa yang ada di dalam pikiran Vina saat ini kalau memang sesuai dengan harapannya maka bisa dibilang Vina ternyata sudah siap untuk menikah bukan hanya ingin mengikuti tren menikah muda ataupun ingin balas dendam atau apalah itu.
" Aku tahu aku salah karena main pergi begitu saja padahal masalahnya masih menggantung di udara begitu saja tanpa ada kejelasan, hanya saja Aku hanya ingin membuat dia sadar dengan kesalahan yang telah ia lakukan dan juga tidak mengulanginya lagi. karena Biar bagaimanapun Aku tidak ingin segala sesuatunya itu memakai emosi Semata, oleh karena aku ingin kejelasan Apa kesalahan yang kulakukan dan juga keinginannya Seperti apa dalam kehidupan rumah tangga kami bukan malah mendiamkanku tanpa memberitahu apa yang ia inginkan!" Vina tetap Kukuh pada pendiriannya karena biar bagaimanapun jika tidak melakukan hal ini otomatis Andi bakalan tetap dengan sikap kekanak-kanakannya itu yaitu memang marah sekali-sekali saja tidak terus tetapi sekali-sekali itu lebih bahaya daripada yang terus-menerus.
Asya tidak mungkin memojokkan sahabatnya itu terus karena biar bagaimanapun Vina juga butuh dukungan bukan kata-kata nasihat tetapi malah menjatuhkan mental seseorang, dirinya tahu dari dulu sampai bahkan sekarang ini Vina Jika ada masalah tidak pernah mengadu kepada orang tuanya tetapi hanya kepada dirinya saja.
jika dirinya memarahi sahabatnya itu entah mungkin besok lusa Jika ia mengalami masalah yang lebih runyam daripada ini masih mengadu seperti saat ini atau tidak, maka dari itu jika ingin sahabatnya itu tetap dekat tetapi tidak juga membenarkan kesalahan yang ia lakukan Asya hanya memilih Jalan Tengah tidak ada orang yang ia buang karena Biar bagaimanapun keduanya merupakan sahabatnya juga.
" di sana sudah jam berapa sekarang?" tanya Asya memastikan.
__ADS_1
" di sini sudah jam 08.00 malam. Emangnya kenapa kamu menanyakan waktu di sini, jangan bilang kalau kamu mau pulang dan menyuruhku untuk menjemput kamu di bandara?" tanya Vina antusias bahkan bisa dibilang ada sendunya tadi itu sudah berubah menjadi nada yang begitu ceria.
" Ih kamu itu kalau ngomong sembarangan saja main asal terka padahal semuanya tidak ada yang benar, aku itu bertanya Sekarang jam berapa di situ karena ingin menyuruh kamu lebih baik istirahat dulu di hotel malam ini jangan kemana-mana Karena berbahaya. Nanti kalau kamu sudah berubah pikiran bisa menghubungi Andi agar menyusul ke situ, Tetapi kalau memang kamu belum ingin bertemu dengan dia Ya sudah Biarkan saja dia juga pasti capek bakalan menginap juga di hotel!" jelas Asya membuat Vina yang tadi begitu semangat mendadak langsung lemas karena ternyata harapannya itu sia-sia.
" yah Kamu kok gitu sih padahal tadi aku sudah senang banget loh kalau kamu bakalan datang dan menemuiku di sini soalnya aku kangen, Kamu tahu kan kata Dilan kalau kangen itu berat sekali loh tidak akan ada yang bisa menandinginya?" lirih Vina yang terdengar begitu lebay membuat Asya tertawa karena memang terlalu bagaimana begitu sikap Vina yang seperti anak ABG labil yang sedang melepaskan rindu kepada kekasihnya yang sedang berada di jauh.
" Idih aku yang jauh Kamu suruh pulang sedangkan suami kamu yang berada di situ kamu malah cuek kepadanya, Lagian kalau aku ke situ tidak mungkin juga menemani kamu ngobrol orang tuan suamiku ini posesifnya minta ampun!" ledek Asya membuat keduanya pun tertawa bersama-sama karena biar bagaimanapun momen saling mengejek itu merupakan hal yang paling langka untuk sekarang ini.
" Ya aku kan bakalan Buat permohonan ke suami kamu agar kali ini berbaik hati lalu hanya sedikit saja untuk membiarkan kamu berduaan denganku saja, Soalnya kamu tahu kan kita sudah lama loh tidak bertemu dan itu merupakan hal yang membuat aku tersiksa karena hanya kamu yang mengerti keadaanku dan juga sikapku selama ini!" ujar Vina membuat Kenzo langsung merebut ponsel dari istrinya membuat Asya yang di sampingnya menatap tak percaya ke arah suaminya karena ternyata dari tadi pria itu sedang menguping pembicaraannya dengan Vina.
" ingat ya saat kami pulang nanti kalau kamu sampai mau monopoli istriku maka bisa dipastikan Kami tidak akan pernah kembali ke situ sampai kamu kembali ke Indonesia, Dan asal kamu tahu saja ya istriku itu merupakan milikku tidak akan aku biarkan orang lain mengganggunya meskipun itu seorang wanita sekalipun!" setelah mengatakan hal itu Kenzo pun mengembalikan ponsel kepada Asya dan melenggang pergi begitu saja meninggalkan istrinya yang sedang menatap kebingungan ke arahnya.
"Sya, itu tadi suami kamu ya? Kok bisa sih orangnya posesif seperti begitu, Padahal kita saja belum bertemu nanti kalau sudah bertemu gimana responnya? " tanya Vina yang benar-benar tidak paham dengan Sikap yang ditunjukkan oleh suaminya Asya yang terlalu berlebihan padahal sekarang mereka berbicara masih lewat via telepon.
" Yah kamu tahu sendiri Kan aku tadi kan sudah ngomong ke kamu bagaimana Suamiku itu sikapnya jika sampai aku berbicara terlalu lama dengan orang lain termasuk seorang wanita sekalipun, jadi nanti saat bertemu kamu jangan terlalu kaget ya soalnya nanti aku paling benci lihat wajah kamu yang sangat jelek itu!" ujar Asya yang yakin jika segini pasti Vina sedang kesal kepadanya.
"Ah Asya , Kamu itu kenapa sih dari dulu sampai sekarang selalu mengatakan Aku jelek padahal wajah kita berdua kan tidak beda-beda jauh? bahkan dulu kamu tahu kan kalau di kampus itu kita selalu dibilang Kembar tapi beda soalnya kan 11 12 wajahnya, Jadi kamu jangan ngomong aku jelek lagi dong karena itu sama saja mencerminkan diri kamu sendiri!" ujar Vina.
Asya tersenyum mendengar nada bicara sahabatnya yang sudah tidak terdengar begitu galau seperti tadi dan itu pertanda jika Wanita itu sudah sedikit rileks, Mungkin dengan cara seperti ini Vina bisa kembali menghubungi sang suami dan menyuruhnya datang ke tempat di mana ia berada agar masalah tidak terlalu berlanjut-lanjut ke arah manapun.
__ADS_1
" gimana sudah mau menghubungi suami kamu atau belum, Apa kamu tidak kasihan membiarkan dia sudah seperti orang stres di negaranya orang lain? padahal bisa dibilang kan kalian itu orang asing dan juga belum terlalu mengenal begitu letak tempat-tempat yang bisa dimintai tolong di situ, jadi tolong jangan kamu bersikap seperti orang yang tidak punya hati nurani dan malah menyusahkan orang lain dan orang lain itu adalah suami kamu sendiri"!Bujuk Asya membuat Vina hanya bisa menghela nafasnya kasar soalnya apa yang dikatakan sahabatnya itu tidak ada yang salah sebab memang benar dirinya terasa begitu keterlaluan kepada suami sendiri .
" Iya nanti besok pagi baru aku hubungi dia kalau aku baik-baik saja dan nanti bakalan kembali ke rumah, tapi sebelum itu nanti sebentar lagi aku bakalan chat dia untuk menyuruh jangan mencariku malam ini dan lebih baik istirahat saja!" jelas Vina yang akhirnya mengalah dan tidak ingin terlalu keras kepala karena bisa berakibat Asya bakal memarahi dirinya dari sekarang sampai nanti.
" Nah kalau begitu kan bagus terkesannya kamu itu sudah seperti seorang wanita dewasa yang mulai berpikiran jernih walaupun harus dibujuk dulu, Ya sudah kalau begitu karena masalah kalian sudah kelar Aku mau tidur dulu soalnya capek dari tadi nasehatin orang yang lagi mau belajar dewasa tetapi memaksa kawin cepat!" setelah mengatakan hal itu tanpa tedeng aling Asya langsung mematikan panggilan itu secara sepihak.
mendengar nada ejekan dari Asya tadi membuat Vina mendengus kesal karena ketika dirinya diangkat begitu tinggi dibuat terbang melayang lalu dihempaskan jatuh ke bawah, Percayalah saat ini terjadi merupakan sesuatu yang sangat menyakitkan karena Terasa seperti sesuatu yang diucapkan tetapi tidak ada keikhlasan di dalamnya.
" Asya keterlaluan sekali loh tadi itu aku pikir dia sedang memujiku eh tahu-tahunya dia sedang mengejek, untung juga aku bukan tipe orang yang baperan kalau tidak ih sangat memalukan akibat tingkahnya dia itu!" omel Vina tetapi Asya otomatis tidak tahu menahu soalnya kan mereka berdua tidak berada di tempat yang sama.
lalu wanita itu membuka kembali blokiran nomor suaminya dan buru-buru mengetik chat untuk suaminya Kalau mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja dan sedang beristirahat di tempat yang aman, serta menyuruhnya untuk jangan mencari seperti orang gila karena sama saja Vina tidak bakalan memberitahukan keberadaannya di mana karena nanti besok pagi dirinya yang bakalan pulang ke rumah sendirian tanpa perlu harus dijemput seperti anak kecil.
Andi yang sedang sibuk berperang dengan pikirannya sendiri dikejutkan oleh pesan masuk dari istrinya, pertama-tama dirinya merasa begitu bahagia Tetapi ketika membaca secara keseluruhan membuat dirinya langsung menghela nafasnya saja sebab ternyata sang istri benar-benar sedang marah kepadanya.
" Ya ampun Sayang Kok bisa sih marahnya sampai segininya, Padahal aku kan tidak serius juga mengatakan semua itu tetapi kenapa kamu malah memperbesarkan sesuatu masalah pakai acara minggat lagi?" gumam Andi pelan dan menyuruh Sopir itu untuk memberhentikan dirinya di depan hotel yang sudah terlihat di depan matanya karena ia juga butuh istirahat dan juga sebenarnya ada rasa khawatir tetapi mengingat pesan Vina tadi membuat dirinya sedikit lega karena tidak mungkin orang di negara asing mengetik pesan menggunakan bahasa Indonesia.
" semoga saja memang benar keadaannya baik-baik saja dan juga sedang beristirahat sekarang soalnya aku juga sangat membutuhkan hal itu, nanti kalau besok tidak ketemu baru aku bakalan mengabari orang tuanya Asya agar bisa membantuku mencari keberadaannya!" gumam Andi lagi lalu segera turun dari mobil itu setelah membayar.
rasa cemas karena kehilangan orang terkasih kita itu merupakan perasaan yang tidak bisa digambarkan, sebab terasa begitu menyakitkan apalagi Terasa seperti jalan buntu tidak bisa mendapatkan titik terang yang jelas.
__ADS_1
Bukannya tidak ingin berusaha tetapi jika apa yang kita usahakan itu malah membuat kita yang kesulitan sama saja bohong kan, maka lebih baik istirahatkan dulu pikiran agar bisa berpikir lebih jernih Biar tidak terlalu memakan waktu untuk menyelesaikan masalah itu.