
Asya hanya bisa menutup mulutnya menahan tangis agar tidak keluar,karena biar bagaimanapun dirinya tak bisa berteriak karena tak ingin semua orang menjadi panik.
Dirinya bahkan tak sadar jika ad kenzo yang sedang panik berdiri di depan pintu kamarnya,pria itu terlihat begitu gusar sampai bingung harus bersikap bagaimana.
"Astaga aku bisa gila jika seperti begini terus,kok visa bisanya tadi keceplosan ngomongnya?" Kenzo merutuki kebodohan yang telah ia lakukan tadi.
Pria itu seolah tarik ulur untuk mengetuk pintu kamar Asya seperti orang linglung,
Dewi yang kebetulan hendak mengecek keadaan Asya,ketika sampai di depan kamarnya ia sangat terkejut dengan keberadaan Kenzo Disitu.
"Lho Ken,kamu kok ada disini? Mau ngapain siapa tahu Tante bisa bantu,atau kamu mau ketemu Asya?" Tanya Dewi penasaran.
Deg
Kenzo kebingungan harus bicara apa lagi,sebab dirinya sangat terkejut dengan kemunculan Dewi yang tiba tiba itu.
Dirinya kebingungan harus berbicara apa agar tidak membuat Dewi menanyakan banyak hal,maka dari itu mengeluarkan jurus untuk membuat Dewi bungkam.
" Ah tidak Tante,tadi ada Jarum milik Aku yang jatuh jadinya aku bolak balik disini!" Bohong Kenzo sambil memasang wajah seriusnya berusaha untuk tidak gugup agar Dewi tidak mencurigai dirinya.
" Wah Memangnya jarum untuk apa, apa kamu sedang ingin menjahit sesuatu soalnya tante bingung loh kalau kamu sampai menyimpan jarum?" tanya Dewi penasaran membuat Kenzo merutuki kebodohannya tadi karena sudah memberikan alasan yang sangat tidak masuk akal.
__ADS_1
" Astaga Kenzo Kok bisa ya Kamu tadi sampai mengatakan hal konyol seperti begitu, sekarang rasakan akibatnya ditanya juga kan sama Tante Dewi?" gumam Kenzo dalam hati.
Asya mendengar ada yang berbicara di luar merasa heran sendiri Sebenarnya ada siapa lagi sih yang sedang kepo dengan urusannya, Apa susahnya sih membiarkan dirinya merenungi keadaannya ataupun menyendiri tanpa ada yang mengganggu sedikitpun?
Ceklek
Asya membuka pintu sambil memasang wajah cemberut nya tak peduli dengan siapapun yang berdiri di situ, dirinya tak ingin dikasihani ataupun dianggap sebagai orang yang kesakitan jadinya harus dikontrol 24 jam.
" tante Kok bisa ada di sini, Memangnya ada keperluan apa?" tanya Asya penasaran kepada Dewi Bahkan tak menghiraukan keberadaan kenzo sedikit saja.
Dewi menatap kearah gadis yang baru saja keluar dari kamar dengan matanya yang sembab, dirinya merasa bersalah karena dari tadi tidak menghiraukan keberadaan akhir hingga Mungkin wanita itu kembali menyadari keadaannya.
" Asya baik-baik saja kok Mah, hanya bisa tidak Jangan berdiri di sini terus ngomong yang ngelantur soalnya aku nggak bisa istirahat di dalam?" Sindir Asya yang mencoba untuk membuat Kenzo pergi dari situ sebab dirinya merasa tak nyaman dengan keberadaan pria itu.
namun Kenzo seolah menulikan telinganya tak ingin peduli dengan apapun, sebab ketika melihat wajah pucat Asya itu pikirannya pun buyar bahkan mungkin rasa malunya juga menguap pergi begitu saja.
" kamu baik-baik saja kan, wajah kamu pucat loh? kalau ada yang sakit kita ke rumah sakit sekarang ya, aku yang bakalan antar dan menunggu kamu sampai pemeriksaan selesai?" tanya Kenzo penasaran.
Asya mendelik kesal melihat wajah menyebalkan milik Kenzo itu, bahkan dirinya tak peduli mau ada Dewi atau tidak pergi meninggalkan Kenzo tanpa ingin menjawab pertanyaan dari pria itu.
Dewi yang merasa tak enak hati dengan sikap Asya mencoba untuk membuat Kenzo mengerti agar tidak marah ataupun tersinggung, sebab dirinya juga tidak tahu mengapa Asya yang biasanya baik dan santun kali ini terlihat begitu Ketus dengan Kenzo.
__ADS_1
" kamu tolong jangan salah paham ya nak soalnya tante juga bingung itu anak Kenapa sih, malam main tutup pintu segala tanpa membiarkan kita masuk dan memastikan keadaannya!" ujar Dewi tak enak hati kepada Kenzo yang sedang mencemaskan keadaan Asya tapi malah anaknya itu yang bersikap kasar.
Kenzo mencoba untuk bersikap biasa saja karena biar bagaimanapun Asya pasti merasa tidak nyaman dengannya, jika dirinya memaksa untuk membuat wanita itu nyaman maka bisa dipastikan Asya bukannya mendekat tapi malah menjauh.
" aku baik-baik saja kok tante Mungkin dia lagi sedang ada masalah, aku balik ke kamar dulu ya soalnya pengen mandi tadi tapi hanya sedang mencari hal itu makanya aku balik lagi!" pamit Kenzo setelah itu dirinya pergi dari situ mencoba untuk menghindar dari Dewi dan memikirkan waktu yang pas untuk bertemu dengan Asya dan membicarakan tentang masalah yang tengah dirinya ciptakan tadi.
dengan langkah yang pelan dan lemas Dewi kembali ke arah suaminya yang tengah berbincang dengan Riyanti, terlihat suami Rianti juga baru datang dari showroom milik keluarga mereka.
" Kamu kenapa kok wajahnya jadi kusut begitu, Memangnya Asya kenapa?" tanya Rio penasaran dengan perubahan wajah istrinya yang begitu tidak bersahabat.
" Asya nya ngambek tapi aku bingung itu karena apa sampai dia marah-marah tidak jelas, sudah begitu aku ajak ngobrol malah tidak digubris lagi! Mama kan jadi bingung harus mau ngapain Agar tuh anak kembali ceria seperti dulu, perasaan tadi baik-baik saja deh kok sekarang malah berubah dalam waktu beberapa menit saja? " tanya Dewi yang malah melampiaskan kekesalannya kepada suaminya.
" Mungkin dia nya tidak ingin diganggu atau Mama yang terlalu khawatir berlebihan sampai akhirnya merasa tak nyaman, lain kali jangan terlalu memaksakan kehendak kalau memang tidak ingin anak itu malah menjauh bukan mendekat!" jelas Rio yang mencoba memberi pengertian kepada istrinya agar tidak terlalu cemas berlebihan terhadap Asy'ari karena menurut pikirnya tadi saat tiba di rumah ini putrinya itu dalam keadaan baik-baik saja.
" Mas sama mbaknya sudah lama datang?" George akhirnya menyala perdebatan suami istri itu yang dari tadi bahkan seolah tidak menyadari keberadaannya.
Dewi akhirnya terkejut dan sadar diri jika Sebenarnya ada adik iparnya yang sedang berada di situ, dan lebih parahnya lagi dirinya bukannya menyapa Tetapi malah mengajak suaminya berdebat di tempat yang salah.
" Astaga dek Maaf ya soalnya tadi lagi bahas soal masalah anak muda sampai-sampai lupa dengan keberadaan kamu, kamu baru pulang kerja ya Kalau kami sudah sampai dari tadi Mungkin ada sudah 2 jam-an lah!" sahut Dewi sambil tersenyum.
" Iya aku baru pulang kerja, terus Kenzo nya sudah pulang atau belum ya Kok bisa-bisanya dia tidak menemani Paman sama bibinya di sini?" tanya George penasaran dengan putranya itu sebab selalu saja menyendiri Dan menganggap kamar adalah zona nyaman nya.
__ADS_1