Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 33


__ADS_3

Mona menatap tak percaya kearah Andi yang tadi secara tidak langsung sudah menjatuhkan harga dirinya, padahal pria itu yang datang kepadanya secara sukarela untuk menanyakan keberadaan Gerry kenapa malah mengejek balik dirinya?


" dasar manusia tidak tau Terimakasih sukanya mencari masalah kepadaku, untung juga aku sedang menjaga image Coba kalau tidak bakalan ku ajak ribut Biar dia tahu siapa itu Monalisa." Sungut Mona.


sedangkan Andi yang tidak mendapatkan jawaban yang diinginkan jadi kebingungan sendiri sebab di seluruh penjuru tempat itu satu pun tidak ada yang cocok dengannya, jika memilih bertahan di situ itu merupakan sebuah keharusan yang tidak bisa dibantah.


" bingung mau ngapain kalau pulang nanti Bakalan ditanya yang aneh-aneh, kalau bertahan disini juga sangat membosankan!" gumam Andi monolog.


dirinya memang selama ini selalu saja berdua dengan Gerry jika anda kemana-mana, dan juga karena sudah menjadi kebiasaan maka saat ditinggal pergi seperti begini anak muda itu belum bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.


padahal tujuan masuk ke situ yaitu untuk belajar kalau kita main yang cocok itu salah satu bonusnya, jadi tidak perlu juga kan terlalu berlebihan seperti begitu reaksinya.


di lain tempat Dev sedang kebingungan Soalnya dari tadi Mamanya menelpon menyuruhnya untuk kembali, padahal dirinya tidak ingin sama sekali untuk kembali jika hanya untuk dijodohkan dengan wanita yang tidak jelas seperti Rebecca.


Lilian merasa kesal kepada putranya itu yang pergi tanpa pamit bahkan tempat yang ia tuju pun bisa dibilang sangatlah jauh di belahan bumi yang lain, padahal dirinya sudah berusaha keras untuk mengenalkan begitu banyak wanita yang cantik dan seksi kepada putranya agar segera menikah dan dirinya bisa menimang cucu.


" jadi anakku be*o banget bukannya Terima kasih sama orang tua, tapi kok malah ngeyel pergi begitu saja meninggalkan anak orang kebingungan di sini. kalau sampai orang tuanya urusannya kan bakalan lebih ribet lagi, tapi dia bukannya peka malah membiarkan masalah ngurus sendiri! " kesal Lilian.


namun mau bagaimana lagi dirinya tidak mungkin juga kan ikuti Dev dan menyeretnya pulang, karena biar bagaimana Dev bukan anak kecil lagi harus diatur-atur hidupnya.


" Eh tapi tunggu dulu bukannya kemarin dia bilang Asya lebih cantik daripada Rebecca, Jadi kenapa tidak ku tunggu saja di bawah wanita yang sesuai kriteria nya! daripada sudah berusaha capek capek tapi tidak dihargai sama sekali lebih baik kan menunggu biar ada kepastian! " sambung Lilian lagi.

__ADS_1


Sekarang yang menjadi pekerjaan berat yaitu Dev yang sudah mengaku hal yang aneh kepada mamanya hingga membuat wanita paruh baya itu percaya begitu saja, padahal faktanya tidak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Dev.


Rama sedang kebingungan harus berbuat apa agar yang dikatakan oleh tuannya itu benar-benar terjadi, karena jika tidak pasti dirinya yang bakalan menjadi sasaran dari Dev karena tidak memenuhi permintaannya sedikit pun.


sedangkan Dev yang sebenarnya tidak ada pekerjaan sama sekali di kota itu hanya duduk dan menunggu kabar selanjutnya dari Rama, untuk memastikan sebenarnya Asya itu tinggal di mana agar dirinya bisa lebih mengenal dekat wanita itu.


" semoga saja Rama datang memberikan kabar yang bagus, sebab ini sangat berpengaruh dengan masa depanku nanti! jika tidak Mama pasti bakalan tetap ingin menjodohkanku dengan wanita setengah jadi itu, karena setengah jadi maka apa yang dipakainya pun selalu setengah jadi membuat mataku sakit melihat benda yang ingin muncrat keluar itu!" Masih jelas di dalam pemikiran Def bagaimana awal pertemuannya dengan Rebecca yang Kata mamanya cantik dan seksi padahal menurutnya tidak ada yang bagus sama sekali untuk dibanggakan sebagai seorang wanita.


Entah mengapa saat bertemu dengan Asya dirinya merasa langsung memiliki keterikatan dengan wanita itu, padahal tanpa ia ketahui bahwa sebenarnya saingan nya di luar sana itu sedang berterbangan dimana-mana.


" aku kok bisa lupa Soal Gery ya padahal katanya dia sedang kuliah di Manchester City, nanti setelah dari sini aku bakalan menyusulnya ke sana Biar Mama di sana semakin bertambah kesal denganku!" Dev yang tidak ingin pulang sama sekali dan bertemu dengan mamanya yang selalu saja memaksakan kehendak untuk menyuruhnya menikah dengan wanita pilihannya.


biarlah dirinya dikatakan anak durhaka tak masalah, jika hal itu membuat dirinya merasa lebih rileks bahagia pasti Tuhan juga paham.


Dev Sebenarnya bukan ingin menjadi anak pembangkang tidak tahu berterima kasih kepada orang tuanya, hanya saja dirinya tahu apa yang benar dan salah semua percuma doang sudah dewasa Jika segala sesuatu masih diatur'


Rama sudah menyewa seorang detektif yang handal di situ untuk bisa menemukan jejak Asia dan keluarganya, sebab jika menyangkut masa depan tuannya yang super duper Arogan itu maka apapun bakalan ia lakukan demi masih ingin melihat matahari Keesokan paginya.


" Astaga ini orang Belanda katanya kalau punya detektif itu selalu handal Al massa sampai sekarang belum nongol juga batang hidungnya, apa dia tidak tahu kalau pekerjaan menunggu itu adalah sesuatu yang sangat membosankan dan dengan entengnya Dia berbuat seolah aku ini adalah orang yang paling sabar untuk menunggu kabar darinya!" Sungut Rama yang dari tadi bahkan ponselnya itu tidak bergerak barang 1 senti pun tidak sama sekali apalagi telepon masuk lebih tidak lagi.


" kenapa ya tadi tidak aku minta saja alamat lengkapnya dari Asya langsung agar tidak mencari seperti begini, semua sudah terjadi alhasil jadi kebingungan sendiri? Lagian Tuan Dev aneh-aneh saja masuk orang belum dikenal dengan baik tapi sudah disebut sebagai calon istri, pada asas aja tidak tahu namanya siapa?" begitulah punya majikan yang merupakan seorang Sultan melakukan sesuatu itu tanpa memikirkan keadaan dari anak buah nya.

__ADS_1


jika Asya sedang dicemaskan oleh orang lain maka orangnya sendiri tidak mempedulikan diri sendiri karena dirinya bahkan tidak sadar jika ada orang lain di atas tempat tidurnya kini, Entah mengapa Asya merasa nyaman sekali tidurnya seperti ada yang menjaga dan memperhatikannya dan memberikan kehangatan.


Kenzo menatap sendu kearah wanita yang tengah tertidur lelap dalam dekapan yang itu, wajah polos tanpa sentuhan make up sama sekali terlihat begitu cantik membuat dirinya betah berlama-lama menatap kearah ciptaan Tuhan yang maha sempurna itu.


" Maafkan aku jika sudah lancang menyentuh kamu tanpa permisi Tapi percayalah kedepannya aku bakalan selalu ada untuk kamu, kamu Jangan pernah merasa sendirian apalagi lagi meratapi nasib yang sama sekali tidak pernah kamu bayangkan dalam hidup!" lirih Kenzo dalam hati karena dirinya tidak ingin melakukan pergerakan sama sekali takut membangunkan Asya.


dengan memaksa masuk kedalam sini tanpa permisi saja hatinya begitu harap-harap cemas apalagi kalau sampai ketahuan dengan apa yang dilakukannya, cukup dirinya saja yang tahu Asya tidak pernah tahu dengan apa yang ia lakukan.


ketika sedang asyik melamun Kenzo menatap ke arah layar ponselnya yang tidak lama menyala dan setelah itu langsung mati seperti berkedip-kedip, dan dirinya yakin itu adalah panggilan masuk dari Dimas yang sudah diperintahkannya untuk mengecek keberadaan pria yang sudah menghancurkan masa depannya Asya.


" kenapa, kamu katakan secara terperinci aku bakalan mendengarkan?" Kenzo sebisa mungkin berbicara sambil berbisik tapi masih bisa didengar oleh orang yang di seberang karena dirinya tidak ingin membangunkan Asya dengan terganggunya tidur wanita itu karena suaranya.


" Saya ingin melaporkan kepada Anda tuan kalau sebenarnya Gerry dan keluarganya sedang tidak ada ditempat, dan menurut dari sumber orang terdekatnya yang sangat bisa dipercaya kebenarannya mengatakan jika pria itu pindah kuliah di luar negeri!" jelas Dimas tapi belum digubris sama sekali oleh Kenzo karena dipikirnya bahwa masih ada laporan yang penting yang mesti harus dia dengar.


Dimas yang merasa tidak ada tanggapan sama sekali dari seberang merasa bahwa laporan nya itu cukup, dan langsung mencoba untuk menanyakan Bagaimana tanggapannya Kenzo selanjutnya yang harus dilakukan.


"Jadi bagaimana Tuhan dengan laporan saya tadi apa masih ada yang kurang?" tanya Dimas memastikan membuat Kenzo ingin sekali menghajar pria itu jika jaraknya dalam hitungan centi saja.


" kamu Untung juga jauh Coba kalau dekat saya sudah saya pastikan Tidak berbentuk, dan juga malam ini kamu selamat dari amukan saya karena ada seseorang yang sangat spesial masih saya jaga tidurnya! menurut kamu laporan yang kamu kasih ke saya tadi itu sudah pas dan hal penting yang sangat penting bahkan terpenting menurut kamu itu biasa saja, percuma saya bayar kamu mahal-mahal kalau sampai hanya sebegitu saja laporan yang kamu kasih ke saya!" tegas Kenzo membuat Dimas langsung bungkam karena ternyata dirinya sudah melakukan kesalahan yang tanpa sadari sedikit saja.


" Maafkan saya tuan nanti bakalan saya cari tahu lagi tentang apa yang anda inginkan, tapi tidak mengurangi rasa hormat dan juga kata maaf saya Boleh saya tahu apa yang menjadi kekurangan dari laporan saya tadi? " tanya Dimas pelan dan sedikit bersyukur karena ternyata dirinya terbentang jarak dan waktu dengan Kenzo hingga tidak secara langsung melihat wajah marah pria itu.

__ADS_1


" kalau kamu tahu dari orang terdekatnya dia pindah kuliah ya Ya setidaknya kamu tanya itu kuliahnya dimana, kok bisa-bisanya laporan yang masih setengah tidak ada kepastian sama sekali itu kamu berikan ke saya? terus-menerus kamu harus mencari tahunya sendiri itu artinya kamu makan gaji buta dong, enaknya di kamu ancur nih jadi saya jika semua pegawai saya melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan tadi?" tanya Kenzo yang masih saja berbicara dengan setengah berbisik karena melihat pergerakan Asya yang sudah mulai tidak nyaman.


__ADS_2