
Setelah pekerjaan mereka selesai langsung meninggalkan Asya sendirian tanpa mempedulikan perasaan ataupun keadaan wanita itu, karena Biar bagaimanapun uang adalah segala-galanya di dalam hidup manusia. Jadi otomatis hati nurani itu Terasa seperti mati, sebab menurut pemikiran setiap orang berbuat baik itu bagus tetapi jika anda sedang mengalami kelebihan. Namun jika keadaan anda sangat kurang kekurangan, otomatis hal itu tidak akan pernah terjadi karena sama saja nanti bakalan dilakukan secara terpaksa dan juga akan mengeluh di akhirnya.
Asya kini tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menatap kearah gaun yang sedang ia pakai gaun yang tidak ingin Ia lihat beberapa jam ini, meskipun dirinya menolak mentah-mentah untuk itu Tapi tetap saja tidak ada yang peduli bahkan Jangan ditanya lagi Bagaimana keadaannya sekarang ini.
dari tadi ya mencari celah ke arah pintu karena ruangan yang sedang ia berada itu Tanpa Jendela sedikit pun, maka dari itu salah satu tempat yang bisa ia gunakan untuk kabur yaitu hanya dari arah pintu saja.
" Ya Tuhan kalau seperti begini terus apa aku bakalan benar-benar menikah dengan orang itu? Demi dia di atas segala-galanya aku tidak ingin hal ini terjadi apalagi sampai menodai pernikahanku dan Mas Kenzo, karena aku hanya ingin mempunyai suami dan juga menikah hanya satu kali seumur hidup tidak ada yang namanya kedua kali!" Lirih Asya.
sedangkan Dev yang berada di ruangan lain merasa begitu bahagia ketika memakai Tuxedo yang senada dengan Gaun pengantin yang dikenakan oleh Asya,pria itu tak bisa berkata apa apa lagi karena akhirnya apa yang ia inginkan akhirnya kesampaian.
"Akhirnya aku bisa memiliki wanita itu sebentar lagi dan membuat pria itu kebingungan mencarinya,siapa suruh mencoba mengejek ku dengan mengatakan hal yang tidak tidak!" sungut Dev tapi sambil tertawa dengan begitu mengerikan.
Pschycopat yang sangat memberikan dan juga tidak punya hati nurani,semoga saja Kenzo datang tepat waktu.
padahal tanpa pria itu ketahui ataupun ia sadari jika sebenarnya pemilik dari wanita yang sedang ia tahan itu sedang menuju ke arah situ, entar nanti kejadian apa yang bakalan terjadi mungkin Dev tidak akan memperhitungkan nya di dalam hidupnya bahwa Sebenarnya apa yang ia lakukan itu sudah menimbulkan macan di dalam hati seseorang muncul ke permukaan.
Kenzo yang mengenali mobil yang sedang terparkir di halaman tempat yang sedang ia tuju sekarang langsung merasa yakin jika memang istrinya dibawa ke situ, maka dari itu ia memberi kode kepada anggota Black Dragon agar segera mengepung tempat itu tetapi dengan tidak menimbulkan suara berisik sedikitpun.
__ADS_1
" Kalian pergi ke arah sana sedangkan aku nanti ikut ke arah sini jangan kamu berisik sedikit pun, Maxwell tolong siapkan alat kejut listrik yang seperti biasanya karena aku sedang merindukan alat itu untuk dipakai ke seseorang?"perintah Kenzo dengan nada yang tidak ingin dibantah.
"Kamu pergi sana! Sudah jangan mengurus hal yang ada disini, karena nanti aku yang bakalan mengurus semuanya dan kamu juga kalau dapat jatah bagi-bagi dong soalnya aku juga sudah lama tidak memukul orang!" Goda Maxwell agar Kenzo lebih tenang.
Kenzo mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu, karena menurutnya dirinya sedang emosi malah dipancing tambah emosinya untung juga Maxwell merupakan sahabatnya Coba kalau tidak bisa dipastikan bakalan dihajar sampai sukses.
Kenzo memilih untuk masuk dari pintu depan karena dirinya merasa gemas dengan orang-orang yang sedang tertawa kurang ajar dihadapannya kini, mereka bahkan tidak menyadari jika Sebenarnya ada orang lain yang sedang menatap tajam kearah mereka.
Siapa yang tidak merasa gemas ketika orang-orang itu melakukan kesalahan dan mereka tidak menyadari apa itu kesalahannya, Kalau sudah seperti ini mau tidak mau dirinya harus membungkam mulut mereka agar tahu siapa itu Kenzo Delano di mata dunia.
" Ya sudah kalau memang kalian tidak mau Baiklah aku yang bakalan menuju ke sana, tetapi yang paling utama aku ingin kau pria bertato yang berbuat seolah paling jago dan juga gayanya sudah seperti Zombie berjalan!" Ujar Kenzo.
pria yang secara tidak langsung sudah disebut namanya dengan tidak hormat membuat dirinya meradang,karena merasa harga dirinya sudah di injak injak secara tidak langsung.
"Hah,jadi kamu ceritanya mau menantangku!" Ujar pria itu tak terima.
Kenzo tersenyum sinis mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu karena menurutnya seseorang yang terlalu banyak bicara terkadang susah sekali dibuktikan kebenarannya, maka dari itu dirinya ingin membuktikan batas kemampuan pria itu.
__ADS_1
Perkelahian pun tak terelakkan karena sangat merasa gemas dengan pria itu sehingga satu kali pukulan telak tepat mengenai pelipisnya hingga membuat pria itu langsung tidak sadarkan diri, membuat semua orang yang berada di situ langsung Saling pandang karena tidak menyangka jika Kenzo dengan begitu cepatnya melumpuhkan lawan yang tubuhnya begitu besar.
" Wah pria itu sebenarnya kekuatannya terbuat dari apa Kok bisa melumpuhkan diesel yang memiliki tubuh sebesar itu, apa kita harus maju serempak agar dia kewalahan melawan kita ataukah kita menggunakan alat tajam saja?" Tanya mereka sambil saling pandang.
Kenzo menatap sinis kearah mereka sebab terlihat begitu Terlalu lama untuk mengambil keputusan menghadapi dirinya padahal Ia sudah tidak sabar ingin menemui sang istri, takutnya pria yang menculik Asya melakukan hal yang tidak-tidak dan alhasil istrinya itu bakalan sulit untuk ditemukan.
" Bagaimana Apa kalian sudah memutuskan Siapa yang bakalan bermain-main denganku lebih dahulu, atau mungkin kalau kalian takut bisa majunya secara serempak pun aku tidak masalah yang penting intinya lebih cepat lebih bagus!" ejek Kenzo dengan nada yang begitu menyebalkan tetapi mereka semua tidak bisa berbuat apa-apa ketika para anggota Black Dragon sudah muncul di belakang pemimpin mereka itu dengan Tatapan yang begitu mengerikan.
" kalian bereskan mereka Sebab aku sudah capek menunggu dari tadi sudah di kasih jalan keluar yang paling terbaik tetapi mereka malah tidak menggubrisnya, jadi lebih baik cepat dibereskan agar segala masalah bisa cepat terselesaikan dan aku bisa segera menemui istriku!" perintah Kenzo lalu berlari ke dalam melalui pintu samping.
pria itu sengaja berjalan sambil mengendap bukan karena takut melainkan ingin mengetahui Di mana posisi Asya dan juga di mana posisi penculiknya, karena biar bagaimanapun jika dirinya salah langkah maka ia juga yang bakal kewalahan.
"Kalian sudah mempersiapkan apa yang saya katakan tadi,karena saya tidak ingin menunggu lagi?" Tanya Dev penasaran dengan persiapan anak buahnya itu.
"Anda Tenang saja semua persiapan sudah beres tinggal langsung dieksekusi saja, yang penting Intinya saya satu nanti saya bakalan mengkoordinasi dengan yang di depan agar tetap terjaga." jelas orang yang ditanya oleh Dave tadi.
4
__ADS_1