Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 125


__ADS_3

Asya kini sudah berada di ruangan tempat Gerry berada terlihat pria itu tidak sadarkan diri dengan berbagai macam selang sedang terpasang di tubuhnya, sungguh pemandangan yang miris Padahal baru tadi sore mereka bertemu dan juga dirinya sempat menampar pria itu karena sudah mengatakan hal yang tidak tidak.


sedangkan Kenzo peserta yang lain menunggu di luar membiarkan dirinya sendiri berada di tempat itu, Asya menatap Intens sekarang pria yang sudah tumbuh besar bersamanya dahulu dan juga sudah menjaganya dari apapun yang mengganggu dirinya.


dirinya sebenarnya juga kalau mau bilang marah soal apa yang dilakukan oleh Gerry kepadanya bisa dibilang sudah sedikit berkurang merasa marah itu, hanya saja yang membuat dirinya kecewa pada saat pertama kali bertemu dengan Gerry pria itu tidak ada kata maaf untuk dirinya.


padahal kesalahan yang dilakukan Gerry itu bukan kesalahan yang dianggap sepele ataupun remeh, karena menghancurkan masa depan seorang gadis itu merupakan sebuah hal yang bisa dibilang merupakan tindakan kriminal.


hanya saja percuma juga kan dirinya yang marah untuk orang yang sedang tidak sadarkan diri seperti begitu, karena itu sama saja dirinya seperti orang gila dan juga orang yang melampiaskan sesuatu kepada orang yang bakalan tidak merespon ataupun mendengar apapun yang dikatakan.


" aku sudah muncul di hadapan kamu sekarang bahkan bisa dibilang sesuai dengan keinginan orang tua kamu Dan juga mungkin keinginan kamu, kalau kamu mendengar apa yang aku katakan maka dari itu Tolong dengarkan baik-baik! aku tidak ingin bertemu dengan kamu lagi sampai kapanpun, dan juga aku ingin kamu jangan pernah mengganggu hidupku lagi! aku sudah bahagia dengan hidupku yang sekarang dengan keluarga kecilku yang sekarang beserta dengan pria yang menjadi pilihan hidupku, Jika kamu muncul dan hanya ingin mengganggunya Tolong mengerti bahwa yang aku inginkan dalam hidup ini yaitu kebahagiaan bukannya sebuah kemustahilan yang selama ini kamu janjikan untuk diriku!" setelah mengatakan hal itu terlihat kedua tangan Gerry bergerak Asya sadar akan hal itu hanya saja dirinya membiarkan gara-gara sampai di mana pria itu bertahan untuk tidak sadarkan diri.


sebab dirinya tahu saat Tadi ia masuk ke dalam ruangan itu bahwa Gerry sudah sadar, hanya saja pria itu mungkin sedang bermain peran atau sengaja tidak membuka matanya agar Asya tidak pergi dari situ.


" Gimana kabarnya Mona? Apakah kalian sudah menikah sesuai dengan permintaan dia ke kamu dan juga syarat yang diberikan kepada kamu kan sudah dilakukan, karena kamu itu merupakan pria yang paling baik hati yang sudah mau menyakiti hati orang lain di atas kebahagiaan kalian?" tanya Asya dan terlihat Gerry menitikan air matanya.


Asya tersenyum sinis melihat kelakuan pria yang sedang berbaring tepat di hadapannya itu, jika dirinya merupakan seorang penjahat otomatis dirinya sudah menghabisi orang yang dengan tega membuatnya harus pindah dari tempat kelahirannya ke negeri orang asing.


" kalau memang kamu sudah berbahagia dengannya Kenapa tadi saat aku masuk ke sini tidak ada wanita yang kamu banggakan itu, bahkan lebih parahnya lagi nampak batang hidungnya pun saja tidak padahal kamu sudah menghancurkan gadis lain hanya demi mempertahankan dia kan?" tanya Asya lagi.


Asya yang sudah merasa bosan karena bicara sendiri dan juga sudah berhasil mengeluarkan unek-unek yang selama ini tersimpan di dalam benaknya, akhirnya memilih akan meninggalkan tempat itu dan juga tidak akan pernah mau bertemu dengan manusia-manusia di masa lalu.


" Ya sudah kamu lanjutkan tidurnya kamu saja aku mau pulang, soalnya bayi kecilku itu sudah rewel mungkin karena dia tidak nyaman saat berada di sini dan juga mungkin karena ada Kamu makanya dia ingin cepat pulang!" setelah mengatakan hal itu Asya pun membalikkan badannya dan hendak keluar namun Gerry memanggilnya.


"Asya,aku minta maaf karena sudah menyakiti kamu dulu! Percayalah kalau aku kembali ke sini hanya ingin menebus semua kesalahan yang telah aku lakukan, asal kamu tahu saja kalau setahun ini aku merasa bersalah atas apa yang telah kulakukan kepadamu!" lirih Gerry yang terlihat sudah melepaskan semua selang yang menempel di tubuhnya dan juga hendak bangkit dari tidurnya untuk menemui Asya.


Asya tersenyum sinis mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu, karena menurutnya Itu semua tidak ada sangkut paut dengannya lagi sebab sudah terlambat dan juga dirinya tidak ingin mengingat hal yang tidak perlu diingat seperti begitu.


hanya saja dirinya sedang malas merespon orang-orang yang menurutnya sukanya melakukan sesuatu tanpa memikirkan perasaan orang lain, entah perasaan orang yang disakiti Itu sangat terluka atau tidak mereka tidak bakalan peduli terhadap hal itu.


" aku tahu kalau dia itu memang suami kamu dan anak itu entah anaknya dia atau aku,karena aku sadar diri dan tak ada niat untuk mengambilnya dari kalian yang selama ini sudah menjaga dan merawatnya sepenuh hati!" Ujar Gerry .

__ADS_1


Netra Asya membulat sempurna ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Gerry barusan, Untung saja dirinya dalam posisi membelakangi pria itu sehingga tidak nampak oleh Gerry wajah keterkejutan miliknya.


" hanya Bisakah menuruti permintaanku kali ini saja untuk bertemu dengan dia walau hanya sekedar menatap matanya saja itu sudah lebih dari cukup, Lalu setelah itu aku janji tidak bakalan mengganggu kalian untuk selama-lamanya lagi hanya saja jika suatu saat kita bertemu Tolong jangan pernah menghindari aku!" permintaan Gerry yang satu itu sumpah demi Dewa apapun Asya tidak akan pernah menurutinya karena menurutnya pria itu bukan siapa-siapa dan juga tidak punya hak untuk bertemu dengan siapapun.


" kita bukan siapa-siapa dan kamu pasti tahu itu tanpa perlu aku jelaskan lebih detailnya, jadi untuk bertemu dengan anak kami aku rasa tidak perlu sebab itu hanya membuang-buang waktu dan kami juga berencana harus pergi dari negara ini saat ini juga!" Asya langsung pergi dari situ tanpa menunggu jawaban dari Gerry karena menurutnya dirinya sudah cukup berada di situ dan tidak ingin terlibat lebih jauh lagi.


Gerry tidak bisa berbuat apa-apa ketika permintaannya tidak digubris sedikitpun oleh Asya, karena memang dirinya tidak punya hak sama sekali untuk mencampuri urusan kehidupan wanita itu sekarang ini karena Biar bagaimanapun Asya sekarang sudah ada yang lebih berhak darinya.


" kamu pergi dengan tanpa memaafkanku seperti itu Mungkinkah dendamu di dalam hati bakalan abadi selamanya, aku tahu hanya manusia bodoh yang mau memaafkan manusia seperti itu yang tidak punya hati orangnya dan juga lebih menuruti keinginan daripada kemanusiaan." Gerry langsung turun dari tempat tidur dengan langkah kaki yang sempoyongan Ia pun tak memperdulikan hal itu karena dirinya ingin cepat pulang dan beristirahat setelah itu bakal mengikuti kedua orang tuanya untuk kembali ke Manchester City.


Norah menatap heran ke arah Asya yang saat keluar dari ruangannya kiri tidak ada ekspresi sama sekali yang ditampilkan oleh wanita itu, jangankan berbicara menoleh ke arah dirinya dan suaminya pun tidak dilakukan sama sekali oleh Asya.


hal ini membuat Norah bertanya-tanya dalam benaknya Sebenarnya ada masalah apa antara kiri dan Asya yang tidak dia ketahui sama sekali, karena dengan dirinya tidak tahu begini otomatis untuk bertanya ataupun menyimpulkan sesuatu itu merupakan hal yang mustahil.


" Ayo Mas kita pergi dari sini , karena urusan kita sudah selesai dan juga sudah ada yang tidak perlu dibahas!" setelah mengatakan hal itu Asya langsung meraih Elnara dari gendongan suaminya lalu pergi meninggalkan Norah dan Dito yang menatap sendu ke arah punggung wanita itu.


Kenzo yang selalu menghormati apapun keputusan Asya tidak ada niatan untuk menanyakan Sebenarnya apa yang terjadi di dalam ruangan itu, hanya saja secara tidak langsung ekspresi wajah Asya kini sudah mewakili setiap pertanyaan yang ingin ditanyakan itu.


"Ya sudah ayo kita pergi! Apa tidak ada barang yang ketinggalan, kalau memang ada biar aku pergi mengambilnya lebih dahulu. Kalian boleh menunggu di mobil dan aku bakal segera...


"Sya,boleh Tante bicara dengan kamu sebentar saja dan Tante janji tidak bakal lama?" Pinta Norah dengan wajah memelas.


Mendengar apa yang ditanyakan oleh Norah barusan, bukannya menjawab Asya malah menoleh ke arah suaminya itu sekedar untuk meminta izin kalau memang Kenzo mengizinkan dirinya bakal memenuhi permintaan wanita paruh baya itu.


" Ya sudah boleh kok Nyonya Tapi tolong jangan terlalu lama, soalnya mengingat kondisi bayi kami yang tidak bisa terlalu berlama-lama di tempat ini!" setelah mengatakan hal itu Kenzo kembali menggendong Elnara dan membawanya ke dalam mobil membiarkan sang istri membicarakan sesuatu entah apapun itu dengan Norah yang terlihat seperti sangat merindukan kehadiran Asya.


" Tante mau bicara apa, soalnya Tolong mengerti juga dengan kondisi Asya sekarang yang sudah punya tanggung jawab terhadap keluarga sendiri dan juga anak yang masih kecil?" tanya Asya memastikan.


" tante mohon ke kamu tolong jangan marah karena tetes selalu meminta lebih ke kamu padahal sebenarnya kamu berat melakukannya, hanya satu yang ingin kamu ketahui yaitu selama 1 tahun ini Gerry begitu tersiksa barangnya terpisah dari kamu." jelas Norah.


"Tante aku mohon,kalau ingin membahas orang lain jangan denganku!" Pinta Asya yang berusaha tetap menjaga nada bicaranya.

__ADS_1


Orang lain??


Norah tertegun mendengar dua kata yang diucapkan oleh Asya itu,karena selama yang ia ketahui kalau Gerry dan Asya itu sangat dekat.


" Apa memang tidak boleh sama sekali membahas soal Gerry sekarang ini, Memangnya apa yang terjadi di antara kalian sampai-sampai Terasa seperti orang asing begini?" tanya Norah memastikan.


Asya menghembuskan nafasnya kasar dan berusaha lebih sabar lagi,agar nanti nya tidak akan mengeluarkan kata kata kasar yang nantinya menyakiti orang lain.


" Tante Maafkan Asya jika apa yang Tante tanyakan mulai dari tadi sampai sekarang tidak bisa Asya jawab, itu karena apa yang terjadi antara aku dan juga Gerry bukanlah sesuatu yang pantas untuk diceritakan maka dari itu aku lebih memilih untuk menghindar." jelas Asya ambigu.


Norah Masih belum paham dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu, sebab semuanya masih terasa begitu ambigu dan untuk dicerna itu membutuhkan sebuah penjelasan yang lebih baik lagi agar dirinya paham dan tidak bertanya-tanya seperti begini.


" Apa memang kamu tidak ada niat untuk menceritakan kepada Tante Sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian, biar nanti Tante bisa ngomong ke Gerry dan juga tidak menuntut lebih ke kamu agar dia juga sadar diri kalau memang Sebenarnya kamu tidak bisa kembali lagi kepadanya?" bujuk Norah lagi namun Asya tetap pada pendiriannya untuk mengatakan hal yang menurutnya sebuah aib yang tidak pantas untuk diumbar-umbar kesana kemari dan alhasil membuat harga dirinya langsung jatuh ke bawah.


"Tante,Asya mohon untuk tidak menuntut lebih dari apa yang tidak bisa Asya kasih. karena Biar bagaimanapun dengan Asya meladeni tante seperti begini Itu artinya Asya sudah membuat kecewa suaminya Asya sendiri, meskipun dirinya tidak mengatakan secara langsung tapi pasti di dalam benaknya ada perasaan itu!" Ujar Asya.


Norah hanya bisa menghela nafasnya kasar oleh karena dirinya yang terlalu egois sampai-sampai melupakan bahwa ada hati yang lain yang bakalan tersakiti dengan sikapnya ini yang terlalu menuntut agar Asya bisa kembali kepada Gerry, Padahal selama ini dirinya tidak pernah melakukan hal itu bahkan untuk menyakiti seekor semut pun dirinya tidak mau tapi kenapa sekarang sikapnya malah berubah seperti begini hanya demi mempertahankan wanita yang selama ini sudah sangat ia sayang.


Belum lagi wajah penuh kekecewaan milik wanita itu,yang mungkin karena tak menyangka jika Norah sudah berubah seperti ini.


"Ya sudah kalau tidak ada yang Ingin di bicarakan Aku pamit,maaf jika sudah mengecewakan kalian tapi percayalah aku tidak ada niatan sedikitpun melakukan hal itu !" Asya sambil tersenyum mengatakan semua itu lalu pergi tanpa menoleh lagi.


Kenzo yang melihat istrinya sudah keluar dengan wajah yang begitu santai,langsung menghampirinya dan mengecup pelan pipinya.


"Mas,ini tempat umum Lho?" Bisik Asya malu bahkan dengan Wajah nya yang sangat memerah.


"Kalau mereka mau ikutan ya terserah,kan aku hanya ingin membuktikan ke dunia kalau aku sangat mencintai istriku yang paling manis ini !" Bisik Kenzo pula.


"Lebay deh kamu,ya sudah ayo kita pulang!" Ajak Asya sambil menarik tangan suaminya agar ikut dengan nya masuk kedalam Taksi yang sudah menunggu mereka dari tadi.


"Kita langsung ke Bandara atau mau menginap di hotel,soalnya jangan sampai kamu kepikiran Ingin merasakan suatu sensasi yang berbeda?" Tanya Kenzo sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Mas,jangan mulai lagi deh! ini itu tempat umum bukan tempat untuk melakukan ajaran sesat yang seperti kamu katakan tadi,jadi lebih baik langsung ke Bandara daripada terus mendengar ocehan kamu yang aneh aneh bin ajaib!" Omel Asya.


Bahagia itu sederhana tidak perlu harta yang mewah atau uang yang banyak,cukup saling memiliki dan itu sudah lebih dari cukup.


__ADS_2