Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 158


__ADS_3

Jika saja mungkin dalam pemikiran Vina jika suaminya sekarang pasti sudah lebih rileks dan tidak terlalu mengkhawatirkan keadaannya maka otomatis pemikirannya itu salah besar, suami Mana yang bakalan tenang Ketika istrinya pergi dari hadapannya dalam keadaan marah ketika keduanya sempat bertengkar walau itu hanya sedikit saja.


kalau saja Vina sedikit menekan egonya agar tidak terlalu keras kepala dan lebih menghargai Andi otomatis hal itu tidak akan pernah terjadi, tetapi begitulah pasangan muda yang masih Mencoba memahami karakter pasangan mereka tetapi terkadang bentrok dengan ego masing-masing yang masih selalu mengedepankan rasa ingin menang sendiri.


padahal sebenarnya segala masalah yang ada di dunia ini ada jalan keluar yang bisa dipilih jika menyelesaikannya itu dengan kepala dingin, setiap pasangan tidak ada yang namanya tidak pernah bertengkar Karena untuk menyatukan kedua orang yang berbeda karakter dan juga pemikiran di dalam satu rumah dan juga di dalam satu hubungan itu gampang-gampang susah.


maka dari itu mungkin bisa dibilang proses perkenalan yang lebih lama pendekatan masing-masing karakter dan juga saling memahami sebelum menikah itu kunci yang paling utama, maka dari itu Percayalah Jika segala sesuatu proses untuk menuju Bahagia itu sebenarnya tidak ada yang namanya kata mudah karena harus menemui kesulitan dulu Agar kita tahu bahwa apapun yang ada di dunia ini semuanya harus perlu diperjuangkan.


Vina yang masih sedikit egois tidak pernah mau membenarkan sikap suaminya, padahal sebenarnya Andi itu hanya manusia biasa yang mencoba untuk menjadi kepala keluarga Di Saat usianya masih muda karena tidak ingin melakukan dosa hanya karena terpengaruh dengan budaya lain yang lebih mengedepankan dosa daripada bertobat kepadanya.


Vina yang berada di hotel kini tengah terlelap dengan begitu Anggun dan juga tanpa beban sedikitpun berbeda dengan sang suami yang tidak bisa sedikitpun memejamkan matanya, berbagai macam pikiran negatif berkecamuk dalam benaknya mulai dari takut Vina kenapa-napa kemudian Bagaimana nanti kalau mertuanya itu tahu keadaan putrinya yang Andi tidak pedulikan sama sekali itu.


" Ya Tuhan sayang kamu bisa pulang tidak sih? Aku itu sangat mengkhawatirkan kamu tetapi kamu kenapa tidak peka walau hanya sedikit saja, apa aku benar-benar suami yang buruk di mata kamu sampai-sampai tidak ingin mendengarkan penjelasanku atau berusaha meminta maaf meskipun kamu tidak tahu Apa kesalahan yang kamu lakukan? " lirih Andi yang begitu frustrasi sampai-sampai tidak sadar jika sekarang sudah waktunya tengah malam dan pria itu masih saja tetap terjaga karena memikirkan keadaan sang istri dan juga kira-kira aman atau tidak dirinya di sana.

__ADS_1


dirinya bahkan mencoba berkali-kali menelepon sang istri memastikan apa nomor ponselnya masih aktif dan bisa dihubungi atau tidak, Ternyata apa yang ia inginkan itu salah besar karena sang istri sama sekali tidak bisa dihubungi membuat dirinya begitu gusar harus bersikap seperti apa.


di tempat lain Mona sudah sadarkan diri dari tadi dan harus mendapatkan tatapan tajam dari sang papa yang benar-benar membenci sikap putrinya itu, Jika saja uang bukan segala-galanya dan mereka bisa bertahan hidup walaupun tidak ada benda yang disebut Raja dunia itu mungkin putrinya tidak akan kenapa-napa seperti saat ini.


" sudah puas kamu bikin malu papa, atau kamu mau melakukan hal itu lagi? tidak masalah jika kamu memang ingin melakukannya Papa tidak pernah ada niat untuk melarang kamu hanya saja Itupun kalau kamu sudah bersiap dicoret dari kartu keluarga, karena Siapa juga yang mau punya Putri pembangkang dan susah sekali diatur seperti kamu ini?" pertanyaan Bambang itu tidak ada yang namanya mencoba bersikap manis kepada putrinya karena menurutnya sama saja tidak ada yang bakalan mendengarkan ataupun membenarkan perbuatan mereka yang sangat salah itu.


Nina sang istri yang mendengar suaminya itu memarahi Putri mereka tidak terima, ya Walaupun memang ia sadar jika Mona salah Untuk saat ini tetapi karena anak gadisnya itu merupakan ladang uang maka otomatis dirinya tidak mungkin dong membiarkan sang suami untuk memarahi putrinya mereka itu.


" kamu tuh kenapa sih Mas anak baru sakit sembuh kok malah kamu marah-marah seperti begitu? bisa kamu diam Tidak soalnya aku juga capek mendengarkan ocehan kamu yang dari tadi tidak pernah berhenti, sampai-sampai aku saja bingung gimana hati nurani kamu sehingga membiarkan anak yang baru sadar ini menjadi terganggu istirahatnya akibat ulah kamu sendiri? " tanya Nina yang berpura-pura membela Mona karena tidak ingin melihat putrinya itu tersakiti padahal sebenarnya ada motif yang lain.


" Jadi ceritanya kamu membenarkan sikap anak kamu yang membuat malu keluarga kita, Terus menurut kamu aku sebagai seorang kepala keluarga bakalan membiarkan anggota keluarganya bersikap semena-mena di luar sana bahkan bisa dibilang seperti orang yang tidak punya harga dirinya sama sekali?" tanya Bambang yang sangat tidak paham dengan isi pemikiran istrinya itu yang selalu saja terlihat begitu santai setiap kali Mona melakukan kesalahan.


" yah kalau memang harus seperti begitu Ya sudah kamu lakukan saja. kenapa harus pusing-pusing memikirkan hal lain yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan kamu orangnya sedikit saja, aku saja yang merupakan wanita yang telah melahirkan dunia ke dunia tidak tega memarahi dia seperti yang kamu lakukan barusan. " omel Nina yang masih tidak terima dengan sikap suaminya itu yang masih tetap mempertahankan kesalahannya padahal sebenarnya seorang ibu merupakan contoh yang paling terbaik buat anak-anaknya agar esok lusa tidak disebut bahwa orang tuanya tidak pernah mengajarkan sopan santun kepada anaknya.

__ADS_1


Percayalah setiap kesalahan yang telah anda kita lakukan di dunia ini pasti nama orang tua yang bakalan dibawa-bawa, maka dari itu didikan orang tua sedari Dini itu sangat penting agar anak mempunyai karakter yang bisa diatur dan juga tidak menjadi orang yang sangat membangkang.


" kalau soal melahirkan dia ke dunia ya aku akui karena itu memang tidak bisa terbantahkan karena kamu yang melakukannya, tetapi jangan kamu lupakan statusku yang merupakan ayah kandungnya dan tidak akan pernah membiarkan orang yang berada di bawah kendaliku melakukan hal yang bakalan membuat kita semua yang menjadi malu!" tegas Bambang yang tidak ingin dibantah sedikitpun oleh siapapun yang ada di hadapannya ini karena menurutnya jika dirinya tidak keras seperti begini otomatis Nina bakalan terus saja mengajarkan hal yang tidak tidak kepada Mona.


Mona yang sedang berusaha memejamkan matanya tetapi tidak bisa membuat Ia mau tidak mau harus bangun dan sampai terduduk menatap ke kedua orang yang berada di sampingnya itu, ingin dirinya berteriak untuk mereka menghentikan kegiatan mereka itu tetapi tatapan tajam dari sang Papa membuat ia urung melakukan hal itu.


" mama sama bapak itu sebenarnya ke sini mau ngapain sih sampai-sampai Kok suaranya kedengeran sampai di mana-mana tuh, Kalian ada di sini itu untuk menjagaku yang sakit bukan untuk berdemo jadi ingin berorasi Menurut kalian apapun yang sedang kalian pikirkan bakal melakukan hal itu! "Sindir Mona membuat Nina menatap sendu ke arah putrinya itu selalu sambil mengusapkan kepalanya biarnya mulai berpikir bagaimana caranya agar sang suami tidak terlalu mengekang putrinya itu supaya lebih bebas seperti biasanya dan dengan begitu uang-uangnya bakalan kembali ada.


" ini semua gara-gara kamu coba saja kalau jadi anak kamu itu merupakan orang yang paling penurut otomatis tidak bakalan terjadi seperti begini, Ah sudahlah kamu itu adalah anak yang paling susah dibilang seperti mama kamu yang malah menghancurkan anaknya sendiri padahal jelas-jelas dirinya juga wanita." ujar Bambang yang terlihat begitu marah kepada semuanya dan juga kepada nasib yang tengah dirinya alami sebab mempunyai keluarganya dua orang saja tapi susah sekali untuk diatur.


" kenapa malah menyalahkan aku sih Mas Ya jelas-jelas kamu sebagai kepala keluarga yang tidak putus mencari nafkah sehingga membuat anak hidup Ketergantungan dengan orang lain, coba saja kalau kamu bekerja dan memiliki perusahaan yang begitu besar pasti kami tidak bakalan melakukan hal yang aneh-aneh karena semuanya sudah terpenuhi!" apa yang dikatakan Nina itu membuat suaminya hanya bisa menggelengkan kepala karena menurutnya sang istri itu merupakan manusia yang tidak tahu bersyukur sudah dikasih makan secukupnya diberikan tempat berteduh yang layak tetapi masih saja meminta lebih.


" kamu jangan lupakan sesuatu bahwa harta di dunia ini merupakan hanya titipan saja entah kapan dan di mana kita tidak tahu bahwa ia akan diambil, Roda Kehidupan pun seperti itu tidak selamanya Dia berjalan di satu arah saja karena dirinya harus berputar menyesuaikan arah bumi maka dari itu jika sekarang kita susah Harusnya kamu bersyukur karena tidak sampai segitunya dan juga tidak menjadi gembel di luaran sana!" Percuma saja Bambang menjelaskan ini dan itu kepada sang istri karena jika hati nuraninya sudah menolak untuk mengerti maka bisa dipastikan Itu semua tidak akan pernah bakalan terjadi.

__ADS_1


" aku itu tidak pernah masa makan diriku dengan gembel karena menurutku tidak pantas sebabkan itu sangat berbeda bagaikan langit dan bumi, jadi kalau kamu mau menyamakan aku dengan mereka otomatis kita tidak akan pernah sama sebab yang aku tuntut itu dia itu kamu bisa membahagiakan aku dan juga menuruti semua yang aku inginkan Itulah ciri-ciri suami yang pengertian dan juga memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi! "Sindir Nina Yang sepertinya tidak tahu bersyukur dalam hidupnya selalu saja meminta lebih dan lebih padahal apa yang ia punya ini Bisa dibilang sudah lebih dari cukup.


__ADS_2