
Kenzo begitu terkejut ketika permintaannya dengan begitu cepat diladeni oleh bayi yang masih berada di dalam kandungan Asya yaitu, seolah paham jika dirinya adalah pria yang bakalan ia panggil daddy dan juga orang yang bakalan selalu ada untuknya.
" Astaga sayang di bergerak lagi loh, ini anaknya Beneran deh mau diajak bercanda sama aku! kamu baik-baik ya di dalam sana Ingat jangan nakal ataupun menyusahkan mommy, karena kalian itu sangat berharga dalam hidupnya daddy jika kalian kesusahan otomatis Aku juga bakalan kesusahan jadi pertahankan bahwa kalian itu akan selalu bahagia!" mendengar keseriusan Kenzo berbicara dengan anak dalam kandungan Asya yang begitu terharu karena Biar bagaimanapun pria itu terlihat begitu tulus.
" Terima kasih Mas, entah Kalau tidak ada kamu gimana nasibnya kami kedepannya sepertinya bakalan hancur berantakan atau mungkin tidak tentu arah dan malah membuat semua orang kesusahan!" Lirih Asya sambil mengusap pelan kepala kekasihnya itu yang tepat berada di hadapan nya itu.
..."Memiliki kalian adalah tujuan hidupku,menjaga kalian adalah keharusan untuk ku maka dari itu jangan pernah merasa sendiri atau pun berniat untuk pergi!" Ujar Kenzo....
Setelah menikmati teduhnya taman itu keduanya kini sudah memilih untuk pulang,karena biar bagaimanapun wanita hamil tidak boleh berlebihan menikmati udara malam hari.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
kini tibalah kini tibalah saat yang dinantikan oleh anak manusia itu berdua, yaitu pemberkatan pernikahan mereka di salah satu gereja yang tidak jauh dari tempat itu dan juga merupakan tempat yang dipilih oleh Kenzo agar Asya tidak terlalu jauh keluar dari rumah.
Percayalah jika Hari ini adalah hari yang paling mereka nantikan dalam kehidupan mereka berdua,yaitu pemberkatan Pernikahan dihadapan para saksi dan juga orang tua dan juga semua pegawai perusahaan Kenzo.
Karena memang sesuai janjinya dirinya bakal mengundang semua karyawan nya tanpa terkecuali,maka hari ini segala sesuatu nya langsung terjadi dan sangat membahagiakan untuk mereka.
Siapa yang tidak bahagia melihat pasangan yang paling sempurna itu terlihat pengantin pria begitu tampan dengan tuxedo yang di pakai ,sedangkan Asya begitu elegan dengan gaun yang begitu pas dan tidak terlalu mengganggu keberadaan Baby El.
semua karyawan itu menatap takjub kearah mereka berdua sungguh sebuah pemandangan yang sangat membahagiakan sekaligus membuat semua orang merasa iri, karena mereka berdua tidak lama lagi akan menjadi orang tua dan merupakan penantian yang tidak terlalu memakan waktu yang begitu lama agar semua yang diimpikan oleh semua pasangan yang menikah di dunia ini bisa tercapai.
" ternyata melihat pernikahan orang yang paling memanjakan mata itu sangat membahagiakan ya, sampai-sampai bingung mau mengucapkan kata-kata pujian Seperti apa lagi soalnya sempurna adalah kata yang paling tepat untuk mereka berdua! " ujar Millen dalam hati karena memang sangat terharu dengan bosnya itu yang akhirnya menikahi wanita pilihannya dari dulu yang bisa dinikmati hanya lewat foto di dinding Tapi sekarang sudah bisa dirasakan secara langsung'
wanita yang dikenal diam dan paling irit bicara itu sempat-sempatnya memuji sesuatu yang memang pantas untuk dipuji, karena Biar bagaimanapun untuk menggambarkan sesuatu yang sangat sempurna itu hanya dapat dilihat dan Ucapkan dengan kata-kata.
bukan hanya sehari ataupun setahun dirinya bekerja dengan yaitu mungkin bisa dibilang mereka adalah orang pertama, yang bekerjasama dengan Kenzo ketika pria itu baru merintis usahanya.
melihat perjuangan pria itu yang hanya bisa melihat Asya dari jarak jauh tanpa bisa digapai ataupun disentuh karena takut wanita itu bakalan menjauh, dan alhasil setiap laporan yang masuk ataupun gambar yang dikirim kepadanya yang menjadi saksi bisu untuk disimpannya adalah dinding ruangannya sendiri.
Millen adalah orang yang selalu menemukan ketika ada sebuah foto baru yang masuk dan ditempel di ruangannya Kenzo itu, apalagi melihat wajah antusias majikan itu yang selalu saja berbicara seolah gambar yang ada disitu nyata dan Asya sedang merespon apa yang dia katakan.
ketika pemberkatan nikah itu sedang berlangsung terlihat seorang tamu tidak Diundang sedang menatap tajam kearah mempelai yang berada di atas altar pernikahan, tatapannya aku juga tajam bahkan kedua tangannya pun terkepal seolah ingin menghajar pria yang sedang mengambil Pujaan hatinya itu.
dirinya begitu tersulut emosi dan juga seolah tidak percaya jika Sebenarnya apa yang ia inginkan sudah tidak bisa didapatkan nya lagi, belum lagi sang mama yang selalu mencecar dirinya dalam berbagai pertanyaan konyol yang tentu saja akibat dari keteledoran nya mengatakan hal yang tidak-tidak beberapa waktu lalu.
__ADS_1
Asya,nama yang selalu ditanya kan oleh Lilian kepada Dev.
sebenarnya dirinya tidak ada niatan untuk datang ke tempat itu hanya saja akibat dari permintaan Rama dan juga kata-katanya yang tidak masuk akal itu membuat Dev akhirnya mengikutinya, padahal sebenarnya apa yang mereka harapkan itu tidak jadi kenyataan sedikitpun bahkan kini Asya dan Kenzo sudah tersenyum sambil menyalami tamu yang datang. pernikahan mereka bahkan berjalan begitu mulus tanpa ada gangguan sedikitpun, Padahal tadi mereka berdua sebelum datang kesini merupakan doa yang sebenarnya terkabulkan atau tidak tetapi dengan percaya diri tetap melakukan hal itu.
" tuan, Pokoknya kita harus datang dan melihat Apakah pernikahan mereka berhenti di tengah jalan atau lanjut sampai akhir. karena jika berhenti ditengah jalan otomatis ini adalah kesempatan anda untuk menggantikan yaitu dengan menunjukkan bahwa anda adalah seorang pahlawan, jadi daripada duduk di sini terus merenungi Nasib lebih baik pergi ke tempat yang kepastiannya sudah ada di depan mata." Ajak Rama.
Dev yang hari ini memang pula pemikirannya sedang tidak bisa diajak kerjasama memilih untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh Rama tadi, sebab menurutnya tidak ada yang salah juga dengan apa yang dilihat otak itu siapa tahu memang benar-benar menjadi kenyataan kan dirinya tidak rugi datang ke sana.
tapi sayang Harapan tidak sesuai dengan kenyataan sebab bukannya diri ini yang berbahagia malah dibuat Patah Hati, bukan senyuman yang ia berikan kepada semuanya yang ada malah nanti bakalan dikejar berbagai pertanyaan oleh mamanya yaitu Lilian Smith.
kalau memang manusia mempunyai kekuatan untuk menghentikan waktu ataupun Memutar Balik keadaan dirinya meminta untuk menjadi orang pertama yang mengenal Asya, karena dengan begitu otomatis tidak akan ada yang namanya jarak memisahkan mereka berdua tidak seperti sekarang ini mereka berdua hanyalah orang asing yang kebetulan bertemu di suatu tempat yang sudah secara kebetulan juga.
namun yang beruntung di antara semua orang yaitu Kenzo yang memiliki ikatan kekeluargaan dengan orang tuanya Asya, dan otomatis mereka berdua bakalan bertemu setiap saat sedangkan dirinya mah bisa apa.
" tuan, Apakah anda tidak ada niatan untuk pergi memberikan selamat kepada mereka berdua? soalnya saya juga mau pergi ke sana untuk memberikan ucapan selamat kepada mereka, siapa tahu saya ketularan kebahagiaan mereka dan setelah pulang dari sini langsung mendapatkan jodoh yang baru turun dari khayangan?" tanya Rama memastikan Lalu setelah mengatakan hal itu pria Don Juan sejati itu pun pergi menuju ke arah Asya dan Kenzo yang tengah menyalami para tamu.
karena tidak memperhatikan arah depan nya karena terlalu sibuk memandangi pesona Asya yang selalu saja tersenyum hari ini,Rama sampai tidak sadar jika ada seorang wanita yang dari arah depan yang juga tidak fokus pada arah jalan.
Dan Alhasil kedua manusia itu saling bertabrakan dengan posisi wanita itu tepat berada di hadapan pria itu,dan tangan Rama memegang pinggang wanita itu erat.
"Ehemmm,mau datang atau mau main drama FTV?" Tanya Dev dengan senyuman yang sangat membuat Rama sempat merasa nafasnya berhenti sejenak.
"Eh kamu menjauh sedikit dari ku!" Ujar Rama tapi masih sempat sempatnya memegang pinggang wanita yang berada di atasnya itu agar tetap pada posisinya.
"Eh brengsek tangan mu itu yang masih kurang ajar maka dari itu aku tidak bisa pindah,coba mulut sama otak kamu sinkron pasti tidak mengatakan hal yang mengenakan!" Sungut Millen lalu segera menghentakan tangan Rama dari pinggang nya.
Bughh Bughh
Satu pukulan maut tepat mengenai wajah Rama membuat pria itu antara percaya atau pun tidak,dan intinya cuma satu jangan pernah percaya Bahwa wanita cantik itu lemah karena terkadang penampilan bisa menipu semuanya.
" Lain kali kalau mulut kamu tidak bisa diajak kerjasama mendingan kamu pergi saja,atau aku bakal mematahkan batang hidung kamu lebih dari ini!" tegas Millen yang akhirnya berdiri dan mengibaskan bekas tangan Rama tadi.
Yap kebetulan Millen dan Rama yang tadi saling bertabrakan dan menyebabkan pria itu terkena demam Millen sedangkan Millen terkena Virus kematian yang membuat ia merasa tak nyaman.
"Jangan kan batang hidungnya kau patahkan jantungku pun aku ikhlas !" Ujar Rama yang masih antara sadar dan tidak.
__ADS_1
Sedangkan pasangan yang baru saja menikah itu kini memilih pulang tanpa mempedulikan keadaan Millen yang sedang berdebat dengan Rama,karena menurut Kenzo Asisten nya itu sangat bisa di andalkan.
"Mas,apa tidak sebaik nya kamu bantuin Millen dulu?" Tanya Asya cemas sebab mana bisa seorang wanita melawan pria yang tingkah nya sangat menyebalkan seperti Rama itu.
"Tenang saja,Istriku Sayang! Karena Millen itu adalah tukang pukul andalan di kantor,otomatis melawan pria yang rasa wanita itu tidak masalah!" Jelas Kenzo lalu menarik tangan istrinya agar ikut dengan nya sebab sama saja kan untuk apa melihat sesuatu yang sangat tidak penting.
Asya hanya bisa mendesah kasar karena sama saja sekuat apapun dirinya mendesak tetap Kenzo tidak akan peduli,karena pria itu selalu beralasan mereka harus pulang untuk beristirahat karena nanti malam adalah resepsi pernikahan mereka berdua.
Sesampainya rombongan pengantin baru itu di rumah terlihat Rianti sudah menunggu mereka sebab tadi saat masih ada acara foto bersama dengan Romo yang memimpin pernikahan,mereka sudah pulang lebih dulu karena biar bagaimanapun Asya tidak boleh melewatkan makan sebab ada nyawa yang sedang ia bawa.
"Welcome Back in Your Home,My Honey!" Ujar Rianti sambil menitikkan air matanya dan memeluk erat tubuh Asya itu.
Jika hari ini bisa terlaksana otomatis akibat campur tangan wanita paruh baya itu,karena segala sesuatu harus di persiapkan sebaik mungkin jika tidak maka apapun pasti tidak akan benar.
"Makasih Mama,karena sudah mau menerima kekurangan aku ini dan ...
"Stop It! Kamu itu datang kesini saja sudah buat kami bahagia apalagi dengan menjadi menantu Mama jadi jangan mengeluh atau mengatakan apapun!" Bantah Rianti sambil mencium kepala Asya sambil tangan sebelah mengusap pelan perut buncit menantunya itu.
George juga melakukan hal yang sama setelah Asya mencium tangan mertua nya itu,terlihat pria paruh baya itu menitikkan air matanya karena merasa bahagia.
"Baik baik di sana Ya Cucu nya Opa,nanti kalau sudah keluar ayo kita main masak masakan!" Ajak George membuat Rianti dan Kenzo menatap tak suka kearah nya.
"Papa,yang bilang itu cewek siapa? Anak ku itu akan main bola bukan main masak masakan,aku Ayah nya saja merasa yakin?" Sungut Kenzo tak terima.
"Tapi Mama juga setuju hanya saja jangan ajak main masak masakan lah, Pah! Ya setidak nya ngomong kalau bakal temani Oma nya belanja,apapun itu setidak nya harus main yang berkelas dong!" Tolak Rianti tak terima.
Asya tak tahu harus berbicara apa lagi karena ternyata semua orang pada berebut untuk bermain pada bayi yang masih beberapa bulan lagi baru keluar.
Dewi dan Rio yang kebetulan baru pulang karena harus mengurus sesuatu di gedung resepsi,menatap tak percaya kepada semuanya yang malah membiarkan puteri mereka menunggu di depan pintu tanpa di suruh masuk.
"Kalian mau menghukum putriku tanpa disuruh masuk,Ahhh kalian ini sungguh keluarga ajaib dan tidak ada dua nya?" Tanya Dewi sambil menatap tajam kearah Kenzo yang ikutan seperti orang bengong.
"Mah,biarkan saja soalnya mereka lagi berdebat soal Baby El,kira kira di dalam sini itu bentukan nya seperti apa?" Jelas Asya.
"Ya nanti sajalah saat keluar baru kita semua tahu,tidak usah USG segala karena nanti sama saja tidak bakal jadi kejutan
__ADS_1