
Hari ini Asya mau tidak mau harus mengikuti apa yang diinginkan oleh suaminya yaitu pergi untuk berbulan madu, dan percaya atau tidak kota yang mereka tuju yaitu Berlin Jerman.
padahal dari awal Asya sudah tidak ingin datang ke tempat itu sebab dirinya merasa berat meninggalkan Putri kecil mereka, karena Kenzo merupakan suami yang pengertian dan juga tidak tega kepada istrinya dirinya pun memutuskan untuk membawa Elnara ikut serta dengan mereka.
" pokoknya kalian kalau ada apa-apa di sana jangan lupa kasih kabar ke kami, Dan ingat satu lagi cancel kamu harus bisa menjaga Asya dan juga Putri kalian ini dengan sebaik-baik mungkin agar hal gila seperti kemarin itu tidak terjadi." Ucap Dewi.
' Lagian kamu itu sangat tidak masuk akal dalam melakukan sesuatu, masa iya bulan madu harus jauh-jauh ke Jerman padahal tiap hari di dalam kamar selalu unboxing?" sinis Rianti yang sebenarnya tidak ingin pisah dengan anak-anaknya apalagi dengan cucunya yang paling imut itu.
" ini kan rumah tangga aku kenapa jadi Mama yang repot ya, kami itu pasangan muda jadi otomatis membutuhkan refreshing dan juga kesegaran pikiran bukan seperti kalian yang sudah tua-tua?" ujar Kenzo membuat Rianti menatap kesal ke arahnya karena sudah berani mengatakan dirinya tua.
" Eh kalau ngomong sesuatu tuh pikir dulu Jangan asal langsung ngeplak saja , Memangnya yang kamu katakan tua itu siapa? memangnya kamu pikir kamu itu masih muda sadar diri dong kamu itu juga sudah tua Dan harusnya berterima kasih karena Asya masih mau sama kamu, karena kalau jadi Mama melihat orang seperti kamu jangan harap untuk kenal saja tidak mau apalagi menikah!" Sungut Rianti .
Rio merasa ajaib dengan sikap adiknya itu karena selalu saja berkomentar ketika ada hal yang tidak pas dibenaknya,dan seperti saat ini dimana dirinya terus memarahi Kenzo.
"Anak anak mau jalan,kenapa kamu malah menghalangi mereka untuk pergi?" Tanya Rio membuat Rianti langsung bungkam.
"Iya benar sekali Papa,kami bukan nya diizinkan untuk jalan malah dibuat menunggu!" Sahut Kenzo sambil tersenyum kearah Mamanya itu.
Asya hanya bisa geleng geleng kepala melihat sikap suaminya itu,karena Kenzo selalu saja berusaha mencari cara agar Mamanya itu marah marah.
"Mas,sudah dong! Apa tidak malu dilihat oleh Elnara,tuh lihat dia dari tadi lihatin Papi nya saat bicara?" Ujar Asya sambil menunjukan kearah Putrinya yang sedang digendong oleh Dewi.
"Anak Papi kok sampai segitunya lihatin nya,kan Papi jadi malu!" Kenzo menggoda Elnara yang malah tertawa..
__ADS_1
kini keluarga kecil itu sudah berada di dalam jet pribadi yang dibeli Kenzo pada saat ulang tahun pernikahan mereka yang ke satu tahun, dirinya mengatas namakan burung besi itu milik Asya dan ia tidak ikut campur sama sekali.
" Kamu kenapa jadi murung begitu,apa ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Kenzo pelan karena melihat perubahan sikap Asya.
Kenzo merasa jika istrinya itu tengah menyembunyikan sesuatu dan ia bingung apakah itu,maka dari itu dirinya harus mencari tahu tentang yang sebenarnya.
Asya tersenyum sambil menatap kearah suaminya itu,pria yang selalu peka dengan keadaannya jika ada yang tak beres.
"Memang nya aku kenapa?" Tanya Asya bohong.
Kenzo hanya bisa menghela nafasnya kasar sebab ini yang paling tidak ia sukai yaitu Asya berbohong,menyembunyikan sesuatu yang penting dan tidak ingin orang lain ketahui.
"Yang,ayolah jangan berbohong seperti itu bisakah?" Tanya Kenzo lagi tapi kali ini dengan nada yang lebih serius.
"Mas,aku sepertinya berat untuk pergi ke Jerman. Seperti bakal ada orang yang mengganggu hubungan kita,dan kamu tahu kan kalau aku tidak ingin itu terjadi!" jelas Asya membuat Kenzo mengerutkan keningnya.
"Ya mana aku tahu,lagian itu kan hanya pemikiran saja bukan hal yang lain? Bukan kah perasaan seseorang itu merupakan kenyataan dan aku tidak ingin hal itu terjadi,makanya aku memikirkan hal itu dari tadi dan tidak ingin berbicara ke kamu!" jelas Asya.
"Mungkin itu hanya pemikiran kamu karena selama ini kita baru berpergian jauh kali ini, tapi aku tidak akan pernah membiarkan kalian berdua kenapa napa meskipun nyawaku adalah taruhannya!" Sahut Kenzo.
"Ya enak saja kamu kalau bicara,Memang nya kalau kamu kenapa napa terus kami mau taruh dimana?" Tanya Asya tak terima.
Kenzo tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya itu,karena dirinya begitu bahagia ketika dianggap seperti begitu.
__ADS_1
Karena kebahagian seorang suami adalah ketika sang istri yang selalu merasa kehadiran nya berarti,bahkan kata berpisah itu seolah sebuah kata haram yang tidak bisa di ucapkan begitu saja.
"Kamu kenapa senyum senyum begitu,memang nya ada yang aneh atau bagaimana?" Tanya Asya heran dengan sikap yang ditunjukan oleh Kenzo itu.
"Aku itu lagi terharu karena ternyata kamu itu tidak ingin kehilangan ku!" Sahut Kenzo.
"Oh Maaf anda seperti nya salah sangka Tuan Ferguso,karena aku itu takut kehilangan kamu sebab nanti yang bakal kasih makan kami berdua itu siapa?" Tanya Asya dengan senyuman mengejek.
Kenzo menatap tidak percaya kearah Istrinya itu karena ibarat kata,ketika dirinya sudah dinaikan setinggi langit eh malah dihempaskan begitu saja.
"Daripada kamu bicaranya tidak jelas lebih baik kita istirahat saja,soalnya aku lagi pengen peluk dua bidadari ku yang paling cantik!" Bujuk Kenzo membuat Asya tahu bahwa suaminya itu sedang modus untuk mendapatkan sesuatu yang terselubung.
"Ah seperti nya kamu istirahat bareng Elnara saja,soalnya aku masih ingin berada disini terus melihat pemandangan!" Tolak Asya.
"Ya kok seperti itu? Padahal aku kan ingin sekali istirahat bersama kalian,masa kamu tega melihat kami sendirian?" Tanya Kenzo memelas.
Asya terlihat begitu santai seolah tanpa beban karena baginya apa yang dikatakan oleh Kenzo adalah kebohongan belaka,karena setiap perkataan suami nya itu merupakan modus terselubung.
"Ah nanti saja,karena aku capek mau menikmati apa yang ada di luar soalnya setiap hari bosan melihat pemandangan yang begitu saja!" Ujar Asya yang sengaja menyindir suaminya itu.
"Memang nya tiap hari apa yang kamu lihat,karena aku juga sangat penasaran?" Tanya Kenzo memastikan.
"Ada pencuri yang selalu tiarap diatas tubuhku,makanya membuat aku kadang sesak nafas karena tiap hari begitu terus!" Ujar Asya membuat Kenzo langsung diam karena istrinya itu sedang menyindir dirinya.
__ADS_1
"Yang,yang suka tiarap diatas tubuh kamu itu kan aku bukan orang lain?" Tanya Kenzo.
Asya tertawa membuat Elnara juga ikutan tertawa,sebab gadis kecil itu seperti mendapatkan mainan dengan sikap orang tua nya itu.