
Dev menatap kearah Asya bukan karena marah melainkan heran dengan kata yang baru saja diucapkan itu, karena kata-kata seperti begitu baru didengarnya dari wanita seperti Asya yang notabene selalu saja mengucapkan kata-kata yang bisa dipahami tetapi kali ini sungguh sangat di luar Nalar.
" kamu tadi Bicara apa soalnya aku bingung tidak paham sama sekali, Apa mungkin itu merupakan kata-kata yang paling manis yang ingin kamu Ucapkan Untukku?" tanya Dev memastikan.
Asya memilih malas tahu dan tidak peduli dengan pertanyaan yang dilontarkan Dev barusan karena menurutnya tidak ada gunanya sama sekali, Biarkan saja pria itu mau berpikiran seperti apa Bukankah itu adalah kemauannya bukan kemauan dirinya.
" Dasar orang gila bicaranya asal sekehendak hatinya coba kaya orang stress,Sayang tolong buat mulut pria itu bengkok dadakan biar dunia lebih tenang!" Pinta Asya jengah bahkan lebih parahnya lagi Dev menahan tanganya agar tidak kemana mana.
"Kamu itu datang kesini bersamaku jadi otomatis harus kemana mana juga bersamaku,kalau urusan yang lain aku tidak peduli sama sekali!" Ujar Dev membuat batas kesabaran Kenzo habis.
Bagaimana tidak habis ketika melihat tangan istri nya di pegang pria lain bahkan dengan begitu eratnya, ingin sekali dirinya mematahkan tangan pria itu agar setelah itu Mungkin makan menggunakan kaki saja.
" kamu itu bisa tidak jangan main kurang ajar kepadaku seperti ini,lepaskan tangan ku sekarang atau aku bakal marah besar ke kamu?" Tanya Asya yang sudah tidak betah dekat dengan pria lain selain suami nya.
"Pokoknya aku tidak bakal melepaskan tangan kamu sebelum kita menikah dan juga...
Bughh
Bugh
Bughh
Kata kata Dev mengambang begitu saja di udara karena belum habis pria itu berbicara Kenzo sudah menghajar nya, Siapa suruh berani berani menyentuh istrinya Sampai sebegitunya membuat Kenzo yang dari tadi sebenarnya ingin berbicara tetapi tidak menggunakan kekerasan akhirnya memilih jalan itu.
__ADS_1
Dev yang awalnya tidak ada persiapan sama sekali begitu terkejut dan langsung jatuh tersungkur karena kuda kuda yang tidak kuat, melihat hal itu Asya bukannya membantu Dev dirinya malah tersenyum mengejek dan berlari ke arah suaminya.
" Mas Lain kali kalau mau pukul orang itu jangan kasihan atau tanggung-tanggung soalnya dia itu dari tadi banyak ngomong, kalau mau mukul dia itu harusnya sampai dia tidak bisa berbicara sama sekali!" Ujar Asya yang menjadi provokator dadakan.
Dev yang tadi ingin pingsan langsung kembali sadar,karena tidak menyangka jika Asya tidak ada rasa kasihan sama sekali padanya.
"Aku itu di pukul tapi kamu kok malah mengatakan hal yang tidak tidak seperti itu?" Tanya Dev tidak terima.
Kenzo yang mendengar istrinya dimarahi lagi langsung menendang Dev tepat dibagian perutnya membuat pria itu meringis kesakitan,karena Kenzo melakukan itu dengan masih memakai pantofel miliknya itu.
"Awww,Kamu itu jangan macam macam padaku!" Ujar Dev yang benar benar merasa kantong empedunya seperti hendak mau pecah..
((Sobat....Peleeee ini sinyal So bikin sa galau saja...Karena tidur malam so seperti pak Satpam saja yang selalu terbangun takut ada yang maling,kalau author beda tidak tidur malam hanya karena jaga sinyal untuk kirim Naskah.
Sayang cukup ko Sante Sante jangan bikin jadi Rame,Kalau orang bilang te bae cukup telan turun saja eee🌹🌹🌹
Ok Lanjut...
Kenzo menatap tajam kearah Dave karena bukannya menyadari kesalahan yang ia lakukan pria itu malah mengatakan hal yang tidak-tidak, seolah Disini yang sedang melakukan kejahatan adalah Kenzo dan juga dirinya itu tidak melakukan apapun yang bersalah.
" Menurut kamu aku yang mengganggu kehidupan kamu atau kamu yang mengganggu kehidupan ku,karena menurut ku yang membuat aku sudah seperti orang gila karena mencari istriku yaitu kamu!" Ujar Kenzo dengan tatapan yang begitu mengerikan.
Dev menatap kearah Kenzo sambil mendongak tampak pria itu ingin sekali melayangkan protes hanya saja ditahannya,apalagi ketika melihat wajah kinsu yang begitu tidak bersahabat seolah-olah ingin menghabisinya saat itu juga.
__ADS_1
" Hey Bro ini permainan yang tadi kamu minta, tolong digunakan dengan baik ya Soalnya gara-gara kamu kemauan kamu aku harus kembali ke kota untuk membelinya!" Maxwell tiba-tiba datang dengan alat kejut listrik di tangannya dan memberikannya kepada Kenzo yang sedang menatap tajam kearah Dev.
Dev yang melihat benda yang begitu ia kenali berada di tangan Kenzo,langsung mengubah ekspresi wajahnya.
"untuk apa kamu membawa benda aneh itu kedalam Villa ku?Jangan bil ang kamu akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak dan juga kegilaan yang tidak bisa diperkirakan, karena jika sampai hal itu terjadi Aku bersumpah akan membuat perhitungan ke kamu dan juga bakalan menghabisi kamu dengan tanganku sendiri! "Dev mengatakan hal itu karena memang dirinya tidak ingin disakiti dengan cara dikejutkan menggunakan alat yaitu.
Kenzo tertawa sinis melihat wajah terkejut dan juga ketakutan milik Dave itu, coba saja kalau dari tadi pria itu tidak mencari masalah dengannya untuk apa dirinya juga harus capek-capek menggunakan benda itu.
"coba saja kalau kamu tidak macam macam apalagi berani menyentuh istriku seperti tadi,pasti aku bakal pikir dua kali untuk menyakiti orang!" Ujar Kenzo.
Asya yang merasa kalau suaminya itu akan menyakiti orang,dirinya langsung mendekati Kenzo agar pria itu mengurungkan niatnya itu.
"Mas,kamu jangan menyakiti orang lain karena...
Netra Kenzo membulat sempurna ketika melihat kedua pipi Asya yang merah seperti bekas tamparan, dan juga ujung bibirnya terlihat mengeluarkan darah Hal itu membuat emosi kan saya tadi sudah sempat mereda kembali mendidih di permukaan dan tatapannya tajam kearah deh yang ia yakini jika orang yang melakukan hal itu merupakan perilaku orang ajar yang sedang berada dihadapannya itu.
" cepat katakan kepadaku berapa kali pria ini menghajar kamu tadi, dan juga di tempat mana saja dia telah menyentuh kamu karena aku bakalan membalas lebih sadis dan juga lebih parah 10 kali lipat? "tanya kensho dengan nada yang tidak begitu bersahabat membuat Asya Hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya itu membalaskan dendamnya karena apa yang dilakukan di Dev memang harus perlu diperbaiki agar tidak terulang yang kedua kalinya lagi.
"Terserah kamu mau melakukan apa Mas,tapi aku mau istirahat sekarang!" Lirih Asya yang langsung jatuh tidak sadarkan diri membuat Kenzo panik.
"Maxwell,kau urus manusia tidak punya kerjaan itu karena aku harus membawa istriku pergi !" perintah Kenzo membuat Maxwell tersenyum penuh kemenangan karena akhirnya diri nya dapat jatah buat mengeksekusi orang.
"Tenang saja Bro,aku akan melakukannya dengan caraku!" jelas Pria itu.
__ADS_1