
sesampainya di rumah sakit sudah dalam keadaan sepi maka karena hari sudah mau lagi malam maka otomatis yang tersisa di situ hanyalah para penjaga pasien dan juga para petugas medis yang mendapatkan tugas shift malam, Kenzo yang sedang panik langsung menuju ke UGD dan memanggil para petugas di sana untuk segera menangani putrinya Yang sepertinya Tengah tertidur tetapi yang membuat dirinya bingung ketika Asya menggendong Elnara dan bergerak ke sana kemari tidak bergerak ataupun membuka matanya. padahal anak bayi itu sangat cantik dengan gerakan ataupun suara walaupun pelan, Hal itu membuat dirinya sudah tidak ingin memikirkan yang namanya sopan santun atau apapun itu sebab menurutnya keadaan putrinya itu jauh lebih penting daripada urusan ***** bengek-nya segala macam yang tidak jelas itu.
" Permisi pada petugas medis yang masih menjaga di sini ataupun masih hidup setidaknya Tolong keluar dan tangan dan putriku, karena jika sampai dia kenapa-napa maka bisa dipastikan aku bakalan merobohkan segala sesuatu yang ada di sini tanpa tersisa sedikitpun!" ancam Kenzo dengan nada yang tidak ada bermainnya sebab menurutnya Jika ia Hanya berdiam diri menunggu bantuan maka otomatis Hal itu merupakan sesuatu yang sangat mustahil ..
semua orang yang sedang berada di situ menatap heran ke arah pria yang tengah berteriak dengan begitu kerasnya, padahal tanpa disuruh pun jika ada pasien yang gawat darurat mereka tidak mungkin hanya duduk diam pasti bakalan bergerak karena itu merupakan tugas mereka hanya saja mungkin karena keadaan panik Jadi Kenzo tidak memikirkan sampai di situ.
"silakan baringkan dia di atas brangkar ini dan kami akan segera memeriksa dan kalau bisa silakan Anda menunggu di luar karena kami tidak ingin jalannya pemeriksaan terganggu dengan kehadiran Anda di sini, percayakan semuanya pada kami karena bakalan berusaha sebaik mungkin dan nanti hasil pemeriksaannya Anda bisa menunggu besok Karena untuk sekarang petugas laboratorium sedang keluar!"jelas dokter yang bertugas di situ membuat Kenzo hanya bisa menghela nafasnya kasar sebab menurut pria itu sungguh ini merupakan sebuah cobaan yang tidak ingin Ia hadapi.
"anda tenang saja karena saya tidak bakalan mengganggu Seperti yang saya inginkan adalah kesembuhan dari anak saya bukan malah mempersulit kalian, maka dari itu tolong pertimbangkan apa yang saya inginkan dan juga kasihan kondisi istri saya ya dari tadi tidak tahu harus bersikap seperti apa karena saking paniknya!"bujuk Kenzo yang benar-benar tidak ingin meninggalkan putrinya itu sendirian sebab biar bagaimanapun Elnara sudah terbiasa bersama dengan mereka dalam keadaan apapun itu.
__ADS_1
dokter itu hanya bisa menghela nafasnya kasar sebab sepertinya keluarga korban yang berada di hadapannya ini memiliki sikap yang keras kepala, hanya saja selama ini ya begitu tata cara memperlakukan pasien yaitu Saat pemeriksaan keluarga disuruh menunggu di luar agar berbagai kemungkinan yang bakalan nanti terjadi bisa sedikit diminimalisir.
"mohon maaf tuan tetapi dari dulu sampai sekarang kebiasaannya sudah seperti begitu Jadi saya mohon tolong Anda menghormati peraturan di rumah sakit ini, dan juga tolong jangan pernah memaksakannya untuk berlaku kasar kepada anda dan juga Anda harus menggunakan kata-kata yang sopan demi kenyamanan semua orang yang ada di sini!"Kenzo menatap ke arah pria yang bisa dibilang usianya sudah tidak mudah lagi itu karena dirinya seolah menantang Kenzo yang sedang panik saat ini untuk berdebat Ataupun mungkin bisa dibilang berkelahi.
"Anda kenapa malah mengajak saya berbicara bukannya tadi saya sudah berbicara Kalau Anda harus mengurus putri saya dan jangan menghiraukan apapun, Kalau anda ingin dihormati tolong memberikan sebuah gerakan yang pantas bukan hanya berbicara saja tapi hasilnya kosong!"Kenzo benar-benar diuji kesabarannya saat ini hanya saja untuk ribut ataupun membuat Asya lebih panik dirinya tidak ada niat untuk melakukan semua itu.
setelah mengatakan hal itu Kenzo pun keluar menghampiri istrinya yang dari tadi duduk termenung sambil menundukkan kepalanya dengan dua tangan yaitu terpaut satu sama lain, wanita itu terlihat begitu memikirkan keadaan putrinya sampai-sampai tidak sadar jika berjalan dalam keadaan kakinya yang telanjang tanpa menggunakan sandal ataupun sepatu.
"apa dia baik-baik saja atau mungkin mereka belum selesai memeriksanya soalnya aku juga pengen melihatnya, apa tadi kamu sudah minta sama dokternya buat kita temani mereka memeriksa adik biar khawatiran aku dari tadi itu langsung hilang seketika?"tanya Asya yang sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan sama suami karena menurutnya yang ia pedulikan saat ini yaitu Elnara .
__ADS_1
Mencoba tersenyum di saat yang tidak tepat seperti begitu merupakan sebuah ujian yang terberat sedang dialami oleh Kenzo saat ini, hanya saja kalau untuk mengatakan sesuatu yang sesuai dengan kenyataan sepertinya sangat susah karena otomatis Asya pasti tidak akan menerimanya.
"dia baik-baik saja di dalam dan sedang ditangani oleh orang-orang yang profesional kamu Berdoa saja sama aku tidak ada serius, kan sudah aku katakan tadi Kalau dukungan kamu itu sangat diperlukan untuk saat ini jadi tolong jangan lebih bersedih seperti begini Memangnya kamu tidak kasihan sama adik yang masih kecil? "tanya Kenzo pastikan.
"Iya aku tahu hanya saja kan mencoba untuk merasa biasa saja seolah tidak terjadi apa apa itu merupakan hal yang mustahil, maka dari itu tolong kamu hanya diam saja dan jangan terlalu banyak mengeluh dan menyuruh aku untuk sesuai dengan keinginan kamu karena itu tidak akan pernah terjadi!"Asya benar-benar tidak menyukai jika Kenzo suka menyuruhnya untuk tetap tenang tidak usah terlalu banyak berlebihan padahal harusnya pria itu sadar'
"Ya sudah Maafkan aku jika terlalu menuntut yang berlebihan kepada kamu tapi Bukankah aku yang aku katakan tadi itu tidak ada salahnya jika mencoba, Siapa juga yang menyuruh kamu bakalan berpisah dari anak itu karena aku juga tidak akan pernah mau jika disuruh seperti begitu. untuk memantau secara langsung pemeriksaan adik, hanya saja mungkin aku sering tidak menerima apa yang kamu katakan!" lirih Kenzo.
setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo tadi sebenarnya Asya ingin sekali membantah, namun melihat respon dan juga sikap Asya dari tadi membuat dirinya juga merasa sangat tidak tega.
__ADS_1
"kita duduk saja di luar sini sambil menunggu mereka memeriksa keadaan adik saat ini, berdoa banyak supaya Tuhan tidak memberikan cobaan yang lain lagi karena anak itu masih kecil juga bisa digantikan maka aku bakalan bersedia melakukannya!"ujar Kenzo yang tidak karena ada bercanda di dalamnya karena memang dirinya begitu menyayangi orang sepenuh hati tidak keinginan itu kenapa-napa.