Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 129


__ADS_3

Vina tahu bagaimana saat tersulit yang pernah dialami oleh Asya dan kedua orang tuanya saat itu , saat di mana Segala sesuatu menjadi tidak terkendali dan hancur berantakan serta tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan.


maka jika pergi merupakan keputusan terbaik Vina sudah tidak mempermasalahkannya lagi karena segala titik terang sudah didengarnya, Jika saja waktu itu Asya jujur dan mengatakan yang sebenarnya mungkin dirinya juga bakal menyelesaikan studinya di tempat ini.


" tante jangan ngomong seperti itu karena Biar bagaimanapun aku bahagia jika kalian bahagia dan tidak kenapa-napa, aku datang ke sini karena sangat merindukan Asya yang sudah sangat lama kami tidak pernah bertemu!" jelas Vina membuat Dewi begitu terharu karena ada orang yang tidak pernah melupakan kehadiran putrinya di dunia ini.


Rio dari tadi tidak mengeluarkan satu kata pun karena tatapannya kini sedang fokus ke arah Andi, sebab menurutnya pria itu tidak asing dalam penglihatannya dan juga merupakan orang yang seingatnya merupakan teman dekatnya Gerry.


" kamu itu Bukankah temannya b******* itu, apa kamu datang ke sini untuk mencari tahu tentang kehidupan Asya yang sesungguhnya dan setelah itu memberikan kabar kepada orang tersebut?" Tanya Rio dengan nada yang begitu menyelidik.


Andi mengerutkan keningnya karena bingung dengan perkataan yang sangat tidak tidak ia pahami milik Rio tadi,sebab ia tak pernah ada niatan untuk melakukan semua itu sedikitpun.


" Om Dari lubuk hati yang paling dalam tidak ada niatan sedikit pun aku untuk melakukan semua yang Om katakan tadi, karena kami datang ke sini murni merupakan keinginan Vina yang benar-benar sangat merindukan sahabatnya itu." sahut Andi dengan Tatapan yang penuh kesungguhan tidak ada kebohongan di dalamnya sebab benar yang terjadi seperti begitu kenyataannya.


" Terserah dari kamu Mau mengatakan apa yang penting intinya hanya satu yaitu aku tidak bakalan tinggal diam ketika ada yang mengusik ketenangan putriku dan juga melakukan hal yang tidak tidak, jadi saranku jangan pernah kamu lakukan sesuatu hal yang nanti tidak bakalan dapat kamu pertanggungjawabkan dan juga bisa merugikan orang lain!" jelas Rio dengan nada yang begitu tidak bersahabat sebab menurutnya orang seperti Andi itu harus diberi pencerahan tentang jalan pikirannya yang sedikit menyeleweng,


Andi menganggukan kepalanya pertanda paham dengan permintaan dan juga teguran dari Rio barusan, karena menurutnya orang tua Mana yang mau ketenangan anaknya diganggu sedangkan anaknya tidak pernah mengganggu ketenangan orang lain apalagi berusaha membuat orang tersebut merasa tidak nyaman.


" aku memang berteman dengan Gerry sampai saat ini dan juga masih saling bertukar kabar, tetapi untuk mengakui bahwa kesalahan yang ia lakukan itu adalah sebuah kebenaran tidak pernah kulakukan! " Vina yang tadi sudah sedikit melupakan Tentang pembahasan menyangkut Andi dan juga Gerry langsung mendadak berubah menjadi kesal lagi.


" Ya sudah kalau begitu kamu pergi menginap di hotel saja aku pulang bareng sama tante dan om soalnya aku juga nggak pernah percaya sama kamu, karena bukan jaminan bahwa kamu bakalan diam saja ketika tahu bahwa Asya pergi liburan di Berlin dan kamu juga kan tadi mengatakan kalau Gerry juga ada di sana!" Dewi langsung Bongkar dan menatap ke arah suaminya itu sebab menurutnya apa yang dikatakan Vina barusan itu merupakan sebuah kejutan yang paling terbesar dalam hidup mereka.


karena ternyata selama ini Gerry masih mencari keberadaan Putri mereka yang sebenarnya sudah sangat berbahagia dengan keluarga kecilnya itu tanpa ingin diganggu oleh kehidupan masa lalunya, kalau sudah begini Haruskah mereka memberitahukan kepada Asya untuk lebih waspada atau bahkan segera pindah dari tempat itu.


" Papa Apa tidak sebaiknya kita memberitahukan kepada Asya tentang keberadaan Gerry yang di sana juga, Soalnya mama tidak ingin kalau sampai pria itu nekat dan melakukan hal yang bakal menyakiti Putri kita? "tanya Dewi dengan nada yang terdengar begitu khawatir.


mendengar nada yang penuh kekhawatiran dari Dewi itu membuat Vina menatap sinis ke arah suaminya yang menurutnya sudah melakukan suatu kesalahan yang tidak bisa dimaafkan.


" Kamu lihat sendiri kan buah dari sikap kamu selama ini coba saja kalau kamu melakukan sesuatu menanyakan kepadaku terlebih dahulu, pasti tidak bakalan kejadiannya seperti ini dan juga kamu tidak akan menjadi orang yang selalu disalahkan atas tindakan yang kamu ambil secara diam-diam itu?" Tanya Vina.


"Ya sudah nanti kita bahas dirumah saja soalnya kasihan kalian juga butuh istirahat,biar hal ini kita bahasnya dirumah saja." Dewi tidak ingin membicarakan sesuatu yang penting dan menjadi heboh ditempat umum.

__ADS_1


" Ya sudah lebih baik kita pulang sekarang, soalnya pasti Rianti dan suaminya bakalan bertanya kenapa kita sangat lama perginya Padahal tadi mengatakan bahwa hanya cuman sebentar saja!" Sahut Rio.


Vina benar-benar tidak habis pikir dengan isi otak suaminya itu sampai-sampai bisa berhubungan dengan orang yang sudah secara tidak langsung menyakiti Aisyah baik secara fisik maupun secara psikis, padahal orang-orang seperti begitu harus diberi efek jera agar tidak mengulangi perbuatannya lagi dan juga tidak ada orang yang bakal menjadi korban selanjutnya.


" kamu lihat kan reaksi mereka seperti apa ketika mendengar kamu tahu semua tentang Gerry , coba saja kalau kamu berpikir lebih dulu pasti tidak akan seperti begini kejadiannya?" bisik Vina yang berjalan di samping suaminya itu meskipun dirinya ingin marah tetapi sama saja Bukankah semua sudah terjadi.


" Ya tapi kan kami hanya sebatas memberi kabar saja tidak lebih dari itu, hanya kalian saja yang tidak mempercayakan setiap apa yang aku katakan karena menurut kalian aku itu merupakan mata-mata yang akan memberi kabar kepada Gerry sewaktu-waktu!" Andi benar-benar sudah tidak tahu lagi harus mengatakan apa agar semua orang yang berada di situ paham jika dirinya sebenarnya tidak ada niatan untuk membuat orang lain yang menjadi kesusahan.


" Ya sudah terserah kamu saja kalau masih mengelak dari tadi soal nya aku capek mendengar nya,hanya saja selamat menjelaskan segalanya kepada kedua orang tua nya Asya !" sindir Vina.


" kamu sebagai seorang istri Harusnya bantu suaminya dong agar tidak disalahkan dalam masalah ini,kamu pasti tahu kan selama ini kebanyakan aku memberi kabar kepada kamu?" Pinta Andi.


"Hehe bodoh amat,karena sebuah perbuatan otomatis ada kewajiban untuk mempertanggung jawabkan segalanya." ejek Vina.


Keempatnya kini sudah dalam perjalanan menuju kediamannya keluarga Delano, terlihat Andi seperti orang yang sedang stres karena mungkin dirinya sedang memikirkan kata-kata yang pas yang nanti bakal diucapkan saat bertemu dengan kedua mertuanya Asya .


Dewi yang merasakan Aura ketegangan yang tengah terjadi di dekatnya Andi hanya tersenyum saja, dan dari sikap pria itu terlihat jelas bahwa dirinya memang tidak pernah melakukan hal yang perlu dikhawatirkan!


" kamu baik-baik saja kan soalnya sepertinya keadaan kamu sekarang ini jauh dari kata itu, kalau memang ada yang tidak pas dan juga terganjal tepat di pikiran kamu nanti bicarakan saja di rumah jangan pernah mempersulit diri sendiri seperti begini!" Dewi berusaha membuat para tamunya itu lebih rileks karena biar bagaimanapun perjalanannya mereka tempuh itu bukan merupakan jarak yang bisa dianggap sepele sebab harus melanggar laut dan gunung tanjung dan segala macam ttbg-nya.


" Apa kamu sudah mendengar kabar Kalau Gerry sudah bertemu dengan Asya, dan apakah dia berencana menghancurkan kebahagiaannya lagi atau mungkin melakukan hal konyol lainnya?" tanya Dewi memastikan karena biar bagaimanapun dirinya tidak pernah menyangka bahwa bakal ada kejadian seperti begini'


" sebenarnya kami sudah tidak saling memberi kabar itu sudah lebih dari seminggu ini Semenjak dia bakal melakukan penelitian di sana, maka dari itu nanti aku bakalan berusaha untuk menghubunginya kembali agar mengetahui tempat yang pastinya Ia sekarang ada di mana." penjelasan yang diberikan oleh Andi itu sangat masuk akal dan juga menurut mereka tidak ada yang salah.


" Ya sudah tidak masalah mau seperti Bagaimana kejadiannya yang penting Intinya cuma satu yaitu Tolong jangan pernah mengganggu kebahagiaan putriku, karena sudah cukup Dia menderita dan menangis dan juga sudah begitu banyak air mata yang ia keluarkan sebelumnya maka dari itu sekarang biarkan senyuman selalu menghiasi wajahnya!" pinta Dewi membuat Vina tidak tega terhadap wanita itu dan mengusap pelan bahunya agar lebih sabar dalam menjalani semua cobaan yang terjadi dalam hidupnya itu.


" sabar Tante kalau ada yang ingin tante katakan saja kepadaku, karena aku juga tidak ingin Asya kenapa-napa dan juga bersedih maka dari itu aku ingin sekali bertemu dengannya dan memastikan keadaannya secara langsung!" Ujar Vina.


" Terima kasih nak karena tidak pernah melupakan Asya selama ini, dan dia juga tidak pernah melupakan kamu karena satu-satunya sahabat yang ia punya di dunia ini yaitu hanya kamu saja!" jelas Dewi membuat Vina tersenyum bahagia karena memang selama ini dirinya pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Asya itu.


kini mereka semua diam sambil merenungi Bagaimana kedepannya nantinya untuk berusaha mencerna semua kejadian yang ada, sebab Biar bagaimanapun berusaha untuk malas tahu dan tidak ingin tahu itu merupakan sebuah hal yang paling sulit yang terjadi dalam hidupnya manusia.

__ADS_1


hanya saja kita manusia akal pikiran yang lebih daripada semua makhluk hidup yang ada di dunia ini, jadi otomatis kita dituntut untuk tidak membuat orang lain merasa terbebani atau tidak nyaman dengan kehadiran kita di sekitar mereka.


Bukankah hidup itu hanya sekali dan tidak pernah ada kesempatan untuk yang kedua kalinya, Jika ada hal yang membuat kamu tidak nyaman atau pun membuat kamu tidak betah pada zona tersebut otomatis bisa menjauh dan menciptakan kenyamanan untuk kamu sendiri.


" Ya sudah kalau begitu menyangkut karena kita sudah sampai jadi ayo turun biar Kalian juga bisa istirahat dahulu, Nanti barang-barang kalian Langsung dibawa masuk sekalian biar tante Tunjukkan kamar yang kosong yang bisa kalian pakai!" jelas Dewi.


Vina tersenyum bahagia meskipun Asia tidak ada di situ namun Apa yang dilakukan oleh Dewi itu membuat dirinya dan Andi sedikit terbantu, soalnya tempat itu terasa begitu asing menurut mereka karena tidak pernah dikunjungi seumur hidup.


" Kamunya sudah sampai toh Ya sudah disuruh masuk saja Mbak soalnya mereka pasti kelelahan, kalian bisa pakai kamar di samping kamarnya Asya itu soalnya tidak ada yang menempati." ujar Rianti.


"Terima kasih banyak Tante, maaf jika kedatangan kami sudah merepotkan kalian semua." balas Vina tak enak hati kepada penghuni rumah itu sebab sudah menerima mereka dengan tangan terbuka.


" Bukankah temannya Asya itu merupakan anak kami juga jadi jangan pernah merasa sungkan berada di rumah ini, Lagian kalau kamu menyewa hotel yang ada itu pengeluaran kalian semakin besar!" sahut Rianti sampai tersenyum.


Andi dari tadi hanya bisa berdiam diri saja soalnya kebingungan harus membahas apa dan juga dirinya sedang merasa tidak keenakan hati terhadap keluarga Dirgantara, sebab dari tadi tatapan Rio itu seperti sedang mengintimidasi dirinya dan juga melihat setiap pergerakannya siapa tahu ada yang tidak sesuai dengan keinginan pria itu.


" Oh iya ngomong-ngomong ini siapanya kamu ya dari tadi kok diam saja seperti orang yang lagi mogok bicara,padahal Tante itu dari tadi penasaran kira kira dia mau bicara tidak ya?" Tanya Rianti penasaran.


Andi berusaha menampilkan senyuman terbaik yang ia miliki ,meskipun hati nya sedikit kurang nyaman dengan sikap Rio itu.


"Aku baik baik saja kok Tante,maaf sudah merepotkan kalian semua!" jelas Andi.


Semua orang yang berada disitu langsung tertawa karena mereka tidak pernah merasa keberatan jika ada yang berkunjung,dan juga bukan kah membantu sesama merupakan hal yang utama dan mutlak.


"Kalian jangan sungkan begitu karena bukan kah membantu sesama itu adalah keharusan,Lagian Tante juga senang kalau rumah ini makin rame Karena kita kumpul semua disini." Rianti terlihat begitu tulus dan juga tidak ada yang pura pura.


"Kalian jangan sungkan ya,anggap saja rumah sendiri!" George menimpali perkataan Istrinya itu.


Dewi begitu bahagia dengan sikap yang ditunjukan oleh Adik ipar sekaligus besan nya itu,sebab sikap mereka memang seperti itu tidak pernah ada yang di sembunyikan..


"Oh iya hampir lupa,perkenalkan kami ini merupakan Mertuanya Asya sekaligus Tante merupakan adik kandung Papa nya Asya!" jelas Rianti membuat Vina langsung bahagia karena terlihat jelas di wajah nya.

__ADS_1


"Ternyata Sahabat ku itu dikelilingi oleh orang baik selama ini,aku juga sangat penasaran dengan anak mereka itu kira kira imutnya seperti apa?" Vina terlihat begitu antusias padahal kali ini Andi yang gantian merasa heran.


Kalau Asya sudah punya suami itu ia sudah tahu dari Vina,tapi kalau punya anak hal itu baru saja ia dengar.


__ADS_2