Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 173


__ADS_3

Asya menatap heran kearah sang suami yang tega sekali memarahi sahabatnya,padahal Vina hanya berniat curhat kepadanya tidak lebih karena biar bagaimanapun keduanya merupakan teman dekat dan juga memiliki hubungan yang tidak bisa dibilang sebagai teman yang hanya numpang curhat doang setelah itu menghilang.


"Ya habisnya dari kemarin dia hanya mau monopoli waktu kamu sampai-sampai Kamu sendiri pun lupa dengan kehadiran kami berdua di sini, kalau mau curhat itu tidak masalah karena memang biar bagaimanapun beban pikiran Seseorang itu harus dibagi tetapi jangan sampai berlebihan seperti begitu kan nanti jatuhnya mengganggu kenyamanan orang lain! "ujar Kenzo yang tidak ingin disalahkan oleh istrinya sebab biar bagaimanapun yang ia inginkan yaitu Asya selalu memberikan perhatian kepadanya.


mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya yang seperti tidak ingin dirinya selalu disalahkan membuat Asya hanya bisa menghela nafasnya kasar, padahal sebenarnya apa sih susahnya menerima perbuatan seseorang itu dengan lapang dada tanpa ada rasanya keterpaksaan karena jika dilakukan dengan penuh ketulusan otomatis rasanya tidak akan terlalu mengganggu.


hanya saja pemikiran setiap orang kan berbeda-beda tidak bisa kita harus samakan ataupun memaksa untuk sesuai dengan apa yang kita inginkan, jika Kenzo memang ingin melakukan apa yang ia ingin lakukan Ya sudah biarkan saja Asya memilih tidak terlalu ingin memaksakan kehendaknya karena nanti sama saja yang ada mereka berdua yang bakalan berdebat.


Mungkin kalian penasaran sekarang Kenzo dan Asya di mana Memang mereka berdua sekarang itu sedang ada di rumah sakit tetapi yang namanya ruang VIP otomatis tidak akan ada tamu yang bakalan datang berkunjung, Lagian keluarga mereka berdua kan sedang di Den Haag otomatis tidak akan datang ke Milan Italia untuk mengunjungi keberadaan dan juga keadaan El Nara saat ini.


setelah melihat anaknya itu tertidur pulas Asya pun tersenyum dan merasa bersyukur karena biarpun sakit gadis kecil itu tidak pernah rewel, membuat dirinya pun tidak pernah kesusahan mungkin El Nara sadar jika sebenarnya Asua itu sangat rapuh dan bakalan panik ketika anaknya itu kenapa-napa.


"semoga saja nanti sebentar hasil pemeriksaan darahnya adik keluar hasilnya bakalan tidak mengecewakan kita, Soalnya kalau sampai hal itu terjadi aku bingung harus merespon seperti apa!"lirih Asya yang benar-benar tidak tahu harus bersikap seperti apa lagi Mengingat bahwa Putri kecil mereka itu sedang di dalam tahap yang tidak boleh terlalu banyak melakukan kegiatan yang aneh-aneh.


Kenzo yang tadi kesal kepada Vina mendadak langsung merubah tatapannya karena memang dirinya juga sebenarnya sedang bingung harus bersikap apa Ketika nanti ada kabar berita yang tidak diinginkan, sebab selama ini Elnara tidak pernah mengalami sakit yang aneh bahkan harus sampai di rawat inap segala mungkin hanya demam itu pun juga tidak memakan hari Langsung kembali reda.


"kita berdoa saja meminta Tuhan agar memberikan cobaan tidak terlalu berat Soalnya bayar bagaimanapun dia masih kecil tidak pantas untuk harus disuntik sana suntik sini, aku jadi tidak tega melihat keadaannya seperti begitu Ingin rasanya menggantikan posisinya jika Tuhan menghendaki! "Ujar Kenzo.

__ADS_1


jujur kali ini cobaan hidup yang keduanya alami sungguh terasa begitu cepat dan juga tidak pernah terbayangkan sampai-sampai untuk berpikir pun Terasa seperti sulit, apalagi jika dipaksa untuk mengambil keputusan dalam waktu yang singkat sungguh itu merupakan pilihan yang tidak diinginkan oleh semua orang.


"Permisi semuanya Maaf mengganggu tapi saya ingin mengecek keadaan Nona kecil kita ini, apa semalam dia rewel ataupun mimisannya kembali lagi? "ketika suami istri itu sedang larut dalam pikirannya masing-masing keduanya dikejutkan oleh kedatangan seorang pria yang semalam tidak mereka ketemui mungkin karena dirinya adalah dokter yang bertugas di pagi hari itu.


Asya mengerutkan keningnya ketika menghafal dan juga sangat merasa begitu familiar dengan sosok yang sedang memakai jas putih itu yang tengah berdiri menatap ke arahnya, dirinya sepertinya mengenal orang itu Tetapi entah kapan dan juga di mana itulah letak permasalahannya karena sepertinya Ia lupa.


"dia dari semalam tidak rewel anteng saja tidurnya tidak ada keluhan yang lebih dan mimisannya juga tidak kembali keluar, silakan periksa dia dan kira-kira kapan yang kami bisa mengetahui hasil lab pemeriksaan darahnya semalam? "tanya Asya memastikan soalnya memikirkan sosok yang ada di depannya Mungkin ia mengenalinya itu rasanya seperti tidak mungkin karena otaknya sudah tidak bisa dipakai buat berpikir lagi.


"Baiklah Nyonya Asya Gerry Erlangga saya bakalan memeriksa anak kalian, tapi kira-kira papanya ada di mana ya Soalnya dari tadi saya masuk hanya uncle-nya saja yang menemaninya?"sumpah demi Dewa Neptunus ingin sekali Aisyah menghajar mulut pria itu karena sepertinya sudah mengundang masalah karena dengan tidak sengaja membuat emosi suaminya itu terpancing ke udara.


"Ya Tuhan ini orang apa tidak sadar kalau pria yang ada di sampingnya itu merupakan Serigala jantan yang bisa memakan korbannya sewaktu-waktu, apa dia tidak sadar tatapannya Mas Kenzo yang begitu menusuk rasanya ingin menenggelamkan dia ke Lautan Pasifik?"gumam Asya dalam hati karena memang merasa tidak tahu lagi harus berbicara apa soalnya sepertinya dokter yang ada di hadapannya sekarang itu sedang mencari perkara .


dokter itu hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sebab ternyata ia sudah salah paham soalnya selama ini kan Asya dan Gerry itu merupakan dua sejoli yang tidak pernah terpisahkan, Jadi wajar dong Jika ia bertanya demikian namun mungkin karena pertanyaan yang lontarkan itu salah sebelum mencari tahu kebenarannya makanya pria yang berada di samping Asya itu jadi marah-marah karena jadi dirinya pun akan melakukan hal yang sama.


"Maafkan aku jika tadi sudah keceplosan soalnya kan kami merupakan alumni di tempat kuliah yang sama dan juga satu fakultas, Jadi kalau memang aku tadi salah paham tanpa mengetahui kebenarannya dari lubuk hatiku yang paling dalam Aku ingin meminta maaf dan tidak punya maksud apapun itu ! "ujar pria itu sambil tersenyum ke arah Asya membuat Kenzo ingin sekali merobek kedua kantong mata itu lalu dijadikan mata kail.


berbeda dengan Asia yang dari tadi sedang berusaha mengingat kira-kira orang yang ada di hadapannya itu siapa dan juga kenapa bisa mengenalinya sampai Sedekat Itu, Mungkinkah dirinya yang sudah terlalu melupakan masa lalu atau karena faktor sudah mempunyai keturunan sampai-sampai daya ingatnya sedikit melemah.

__ADS_1


pria itu tersenyum ketika melihat wajah Asya yang penuh kebingungan padahal dirinya sudah mencoba untuk mengingatkan dari mana Dirinya mengetahui Asya, hanya saja tidak mungkin juga kan harus mengenalkan dirinya sampai sedetail mungkin padahal sekarang masih jam kerja dan bukan untuk bermain-main belum lagi pria yang berada di samping Asya itu sangat tidak bisa diajak berkompromi.


"Kamu yakin tidak mengingatku atau memang sengaja melupakan aku, padahal dulu itu kita selalu Nongkrong Bareng mengerjakan pekerjaan rumah juga bareng tidak pernah terpisahkan Soalnya kita kan bestie! "Ya Tuhan Asya tanpa bingung dengan perkataan pria itu soalnya Sejak kapan dirinya dekat dengan orang lain apalagi seorang pria di masa lalu Bukankah temannya itu hanya Andi dan juga Gerry.


"apa saya benar-benar mengenal kamu atau kamu yang memaksakan diri untuk mengenal saya, Saya tahu memang sudah lama pindah dari Indonesia tapi tidak sampai selemah itu juga kok daya ingat saya terhadap orang-orang di sana? Jadi kalau memang kita tidak pernah saling mengenal lebih baik tidak usah sok dekat deh soalnya nanti membuat saya bingung berpikirnya, atau mungkin kamu itu hanya bertemu dengan saya beberapa bulan saja setelah itu langsung pindah tetapi masih mengingat Saya mungkin karena wajah saya yang begitu familiar?"bukannya untuk sok percaya diri ataupun juga berlebihan tetapi jika tidak mengatakan hal itu maka bisa dipastikan pria yang bekerja sebagai dokter dan juga sedang memeriksa anaknya itu tidak akan pergi dari situ.


"Ya sudah nanti setelah tugas saya untuk memeriksa semua pasien saya bakalan kembali ke sini untuk menjelaskan sebenarnya siapa saja sampai bisa mengingat kamu dengan betul, nanti soal hasil laboratoriumnya setelah makan siang baru saya baru datang ke sini dan menjelaskan sekalian apa yang dialami oleh Putri kalian ya!"setelah mengatakan hal itu beliau itu pun segera pergi dari situ tetapi sebelum itu tersenyum sedikit ke arah Asya membuat Kenzo mendengung kesal sebab dari tadi sepertinya istrinya itu sudah digoda oleh pria.


sepeninggal dokter itu Kenzo memasang tatapan membunuhnya entah ditujukan kepada siapa Asya pun tak peduli soalnya menurutnya dirinya tidak punya salah sedikit pun, Jadi kalau misalnya dirinya memasang tampang ketakutan ataupun seperti Merasa punya salah otomatis nantinya Kenzo bakalan mencurigai bukan-bukan soalnya Siapa sih yang tidak tahu sikap suaminya sendiri yang kalau lagi cemburu sikapnya bakalan berbanding terbalik dengan yang biasanya.


"Oh iya nanti setelah aku selesai mengecek keadaan para pasien nanti bakalan balik dan memberikan penjelasan semuanya ke kamu! Memangnya dia pikir istriku ini Dinas Sosial apa harus mendengarkan keluh kesah yang tidak jelas satu itu, Awas aja kalau sampai di tunjuk muka ke sini aku bakalan menghajarnya sampai Bonyok dan tidak berbentuk mungkin bisa dibilang UGD pun tidak bakalan menerima kehadirannya!"awalannya Kenzo meniru gaya berbicara dokter tersebut Lalu setelah itu mulai mengatakan kata-kata umpatan yang bisa dibilang membuat Asya pun terkekeh geli.


"bisa tidak jangan terlalu mencurigai orang itu secara berlebihan soalnya kan kasihan jangan sampai memang kita itu kenal dekat dengannya Tetapi hanya lupa saja, Lagian dia itu dokter yang menangani Putri kita secara langsung setidaknya kita hormati pekerjaan dia Dan juga mungkin memang kami dulu pernah saling kenal tetapi aku yang melupakan hal itu! "Asya tidak ingin suaminya itu terlalu mencurigai orang-orang yang mengenalnya dekat padahal maksud mereka kan baik dan juga Sikap mereka pun tidak aneh-aneh.


"Oh jadi ceritanya kamu itu membela mereka dan menyalahkan aku yang sudah terlalu berlebihan dalam menanggapi sikap semua manusia-manusia kurang ajar itu? Ya sudah terserah kamu saja soalnya aku kan sebagai suami itu selalu tidak pernah dianggap, apa yang aku katakan itu pasti bakalan selalu salah di mataku soalnya menurut kamu Masa Lalu kamu itu kan lebih benar dan masa depan kamu itu merupakan hal yang paling suram dan penuh pemaksaan! "ujar Kenzo Ketus membuat Asya mengerutkan keningnya karena suaminya itu kena setan apalagi sampai mengatakan hal yang tidak jelas seperti begitu.


"Kamu itu sebenarnya sadar diri dengan apa yang kamu katakan, Kenapa jadi berbanding terbalik dan juga aneh seperti begitu? Lagian kalau memang aku tidak bisa mengingatnya dan juga tidak mengenalnya Ya sudah Biarkan saja dia mau ngomong seperti apapun tidak usah direspon, tidak usah deh selalu saja mencurigai orang yang tidak tidak kasihan kan orang yang kita curigai tidak tahu apa-apa kesalahannya eh malah kita menjadikan mereka seperti seorang tersangka! "Asya Bukannya ingin membela orang lain dan juga menjatuhkan harga diri suaminya tetapi jika sudah terlalu berlebihan yang mau tidak mau dirinya harus melakukan hal itu.

__ADS_1


"pokoknya aku tidak bakalan terima kalau kamu itu lebih membela orang lain daripada suami sendiri dan juga lebih dekat dengan orang lain daripada dekat denganku, kehadiran wanita aneh tadi saja sudah membuatku pusing apalagi kalau ada orang lain lagi sumpah demi dia wanita terus bakalan ku halau mereka satu persatu agar tidak muncul lagi!"kali ini terlihat tatapan Kenzo begitu frustasi entah apa yang dipikirkan pria itu padahal sebenarnya istrinya itu jika diuji kesetiaannya maka bisa dipastikan 100% merupakan angka yang kurang karena mungkin lebih dari itu.


"sebenarnya kalau siang malam pemikiran kita hanya mencurigai seseorang otomatis bakalan terus saja berpikir seperti itu, coba sekali-sekali kamu lebih rileks tidak terlalu memikirkan hal yang bukan bukan karena memang tidak ada kenyataan sama sekali pasti kamu bakalan lebih tenang. Kamu kan tahu sendiri bagaimana istri kamu ini yang merupakan wanita rumah dan juga tidak suka bergaul dengan yang berbau-bau tidak baik, dan itu semua juga kamu tahu bahwa setiap Aku melakukan sesuatu pasti harus izin dulu ke kamu tidak asalnya lawan pergi begitu saja sebab Posisiku sekarang adalah seorang istri Jadi harus patuh apa yang dikatakan oleh suaminya! "Asya mengatakan hal itu sambil menepuk suaminya itu agar lebih tenang tidak terlalu emosi sekarang yang mereka fokus pikirkan adalah keadaan anak mereka yang masih kecil itu.


__ADS_2