
Kenzo bahkan sampai harus mengerjakan matanya berkali kali,sebab dirinya merasa tak percaya ketika ia menginginkan sesuatu malah di buat lemas seketika.
benda yang tadi berdiri tegak langsung lemas seketika hingga membuat sang empunya juga,segera menatap iba kearah Asya yang malah ter tidur santai tanpa beban.
"Sayang,apa kalau kamu cicip sedikit saja baru tidur menurut ku itu lebih baik?" Tanya Kenzo sambil berbisik.
"Aku ngantuk kalau situ mau bermain sana pergi ke dalam kamar mandi saja,aku tidak akan pernah mempermasalahkan nya. Karena menurut ku itu lebih baik,sebab kasihan juga si Om tentara kalau sampai tetap berdiri seperti itu saja?" perintah Asya santai bahkan menoleh kearah Kenzo pun tidak ia lakukan sama sekali.
"Tapi aku perlu teman duet bukan teman curhat,masa iya kamu merasa kasihan pun tidak?" Tanya Kenzo tapi sayang tidak ada sahutan sedikit pun dari wanita yang berada di samping nya itu.
Tidak lama terdengar dari nafas yang begitu teratur milik Asya,pertanda bahwa wanita itu sudah tidur sehingga membuat dirinya hanya bisa tertawa saja.
"Tega nya kalau punya istri seperti begini,setidak nya aku di kasihan sedikit eh malah dia nya seolah tidak peduli sama sekali?" Tanya Kenzo pelan.
Asya sebenar nya mendengar apa yang di katakan oleh Kenzo itu,hany saja dirinya juga tidak mungkin harus memaksakan diri ketika merasa sesuatu itu hanya membuat dirinya tidak nyaman.
"Maaf Mas,sepertinya kalau solo karir tidak masalah bila perlu menghasilkan satu album pun aku ikhlas!" Tawa Asya dalam hati mana berani bicara secara langsung karena nantinya di kira ia hanya pura pura dan alhasil menjadi korban kelanjutan dari pria itu.
Disaat Asya dan Kenzo bahagia,berbeda dengan Gerry yang malah sedang mengalami mual yang hebat. Dan lebih parah nya lagi ia sampai tidak ingin mencium bau apapun,membuat pria itu sudah seperti mayat hidup karena kelebihan pucat.
Belum lagi ditambah setiap makanan yang masuk selalu saja bertahan hanya beberapa menit,lalu setelah itu pasti akan di keluarkan tanpa sisa.
Hal yang tengah di alami Gerry membuat kedua orang tuanya jadi bingung,oleh karena semua dokter yang mereka datangi selalu saja mengatakan bahwa Gerry baik baik saja.
"Kamu ini sebenarnya kenapa si Ger,kok bisa setiap hari muntah muntah tidak jelas? Padahal kata dokter kamu itu baik baik saja,tapi malah pucat seperti mayat hidup?" Tanya Norah bingung.
"Kamu kalau ada apa apa tolong bilang yang jelas jangan hanya diam saja,memang nya kamu pikir kami ini siapa sampai harus di sembunyikan segala?" Tanya Norah yang sudah tak bisa menahan untuk tidak bertanya yang lebih jelas nya lagi kepada Gerry.
"Mah,bisa menjauh sedikit dari ku? Soalnya bau Mama itu sudah seperti nenek tua yang hobinya pakai minyak nyongnyong,sangat menggangu dan membuat aku ingin muntah lagi!" Pinta Gerry memelas.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Anak nya itu membuat Norah mencium seluruh badan nya,siapa tahu memang benar bau badan nya sedang tidak bagus.
" Bau Mama masih sama Kok tidak ada yang berubah. Penciuman kamu yang bermasalah kali sampai harus menyalah kan Mama segala,atau kamu yang sedang kena karma karena menghamili anak orang?" Tanya Norah dengan tatapan menyelidik.
"Mama,memang nya selama ini ada yang datang terus meminta aku buat bertanggung jawab,Mama kalau ngomong jangan sembarangan dong atau aku bakal marah karena sudah di curigai yang tidak jelas?" Tanya Gerry balik yang berusaha tetap tenang tidak ingin membuat Norah curiga.
__ADS_1
"Atau jangan jangan kamu sampai lari dari indonesia kesini hanya karena ada anak orang yang kamu rusak,awas saja kalau sampai Mama tahu dan kamu masih mengelak juga?" Tanya Norah dengan tatapan menyelidik.
Gerry langsung menghela nafasnya kasar karena bingung harus bagaimana Lagi untuk membuat Mama nya tidak curiga,dan semoga saja apa yang di curigai itu benar benar tidak bakal terjadi.
Sebab hanya sebuah nama yang sudah ia rusak dan juga ia hancurkan,kalau memang sesuai perhitungan jika Asya hamil pasti sekarang sudah berusia jalan bulan yang ke empat.
"Mama sih terserah mau anak siapa yang kamu rusak,tapi kalau sampai itu Asya. Demi Tuhan,Mama bakal potong benda beo nya kamu itu terus kasih makan Hiu di laut dan juga sengaja membiarkan anak kurang ajar seperti kamu itu puasa selama nya!" Tegas Norah yang benar benar tidak ingin dibantah.
Gerry merinding mendengar ancaman yang di berikan sang Mama,terasa sangat menakutkan dan juga tidak ada perikemanusiaan.
"Mama,lebih baik keluar dari kamarku! Karena Mama itu bukan buat orang tambah sehat tapi yang ada tambah parah,karena setiap kata katanya itu lho sungguh mengerikan!" Usir Gerry tapi tidak di gubris sama sekali oleh Norah.
"Oh Tidak bisa begitu Ferguso,karena Mama masih ingin dengar apa penyebab kamu ngotot pindah di sini? Tidak mungkin juga kan kamu merasa bosan di sana,pada hal setahu Mama kamu itu tidak bisa jauh dari Asya tapi kok sekarang malah melakukan hal itu seolah tanpa beban?" Tanya Norah membuat Gerry mendesah nafasnya kasar.
"Mama tahu tidak kalau tiap malam adalah waktu yang paling menyiksa sebab rindu yang aku rasakan untuk Asya,padahal tiap malam kami selalu saja saling Chat dan juga teleponan sekedar menanyakan aktivitas!" Lirih Gerry sambil menangis biarlah di bilang cengeng karena ia memang sedang tidak ingin menahan rasa tangisan itu.
Norah tak bisa menahan tangis nya ketika melihat wajah penuh penderitaan yang akhirnya keluar,padahal selama ini Gerry selalu bersikap biasa saja tidak ada yang ia tunjukan ternyata itu hanyalah topeng untuk menutupi semuanya.
"Kalau tahu kamu akhirnya tersiksa begini kenapa kamu malah pergi dari sini, padahal Kalian kan selama ini tidak pernah terpisahkan sama sekali tapi kenapa harus memaksakan diri dengan menyiksa tubuh kamu seperti ini?" Tanya Norah penasaran.
Norah mencoba mencerna semuanya karena tidak tahu harus berbicara apa,karena apa yang di katakan oleh Gerry itu sangat tidak bisa di percaya sama sekali.
"Kalau kamu tahu jika akhirnya tersiksa,kenapa malah pergi darinya kenapa juga harus memaksakan diri seperti ini?" Tanya Norah heran dan seolah tidak percaya.
"Mama tidak semua masalah itu jalan keluar nya bakal mudah,dan juga tidak semuanya bisa diceritakan secara gampang? Karena biar bagaimanapun aku punya cara sendiri untuk menyelesaikan semuanya,yaitu dengan caraku dan juga bisaku!" Sahut Gerry membuat Norah bungkam sebab ia tak mungkin memaksakan kehendak ketika orang lain tidak mengindahkan sama sekali.
"Ya sudah kalau itu mau nya kamu,Mama tidak akan pernah bisa memaksakan diri. Hanya saja kalau sudah tidak mampu tolong kamu katakan,karena Mama tidak bisa menjadi orang tua yang sangat tidak berguna sama sekali!" Lirih Norah dan pergi dari situ sebab ia juga tidak tega melihat wajah penuh permohonan milik putranya itu.
"Terima kasih Mah,aku janji tidak akan pernah mengecewakan kalian sedikit saja !" Ujar Gerry dan segera pergi dari situ.
Kini tinggal Gerry sendiri dengan hanya menatap kearah ponsel nya yang selalu memasang wallpaper memakai foto Asya,menurutnya itu adalah satu satunya gambar yang ia punya.
Dan juga gambar Asya merupakan harta yang sangat berharga,tidak akan pernah tergantikan oleh apapun di dunia ini.
Norah yang baru masuk kamar benar benar sangat tidak bersemangat membuat Rama menatap heran kearah nya .
__ADS_1
Sebab tidak biasanya sang istri bertingkah seperti itu jika tidak ada masalah yang berarti,dan itu semua pasti menyangkut soal Gerry putra mereka satu satunya di dunia ini.
"Mama kenapa?" Tanya Rama heran.
Terdengar Norah menghela nafasnya kasar mendengar apa yang di tanyakan oleh suami nya itu,sebab dirinya memang benar benar tidak tahu harus bersikap seperti apa lagi.
"Biasa Pah,kalau Mama lagi galau ya pasti tentang dua orang yaitu Papa dan juga Gerry. Tapi kali ini bukan soal Papa melainkan tentang Gerry,yng sedang sedih karena Asya yang tidak pernah ia jumpai!" Lirih Norah.
Rama menghela nafasnya kasar ketika mendengar apa yang dikatakan istrinya itu,sebab ia tahu Rasanya ketika orang yang sangat berharga untuk hidup kita langsung tiba-tiba menghilang pergi begitu saja tanpa ada kabar yang jelas.
belum lagi Siapa juga yang tidak tahu bahwa Gerry selama ini tidak pernah terpisahkan sedikitpun dari Asya entah apapun keadaan mereka, Sebab mereka berdua selalu saja kemana pun tidak pernah terpisahkan sampai-sampai harapan dalam hidupnya Nora dan Rama yaitu bahwa nanti suatu saat Gerry dan Asya bisa bersatu dalam sebuah ikatan perkawinan sehingga membuat hubungan keluarga mereka menjadi lebih erat dan tidak terpisahkan lagi.
Semua orang pasti bakalan berpikiran sama seperti kedua manusia paruh baya itu yang selalu saja menginginkan yang terbaik untuk putra mereka apalagi tentang pasangan hidup, tetapi mau bagaimana lagi Semua jodoh itu sudah ada yang mengaturnya Meskipun mereka terpisah jarak dan waktu jika memang sudah diatur otomatis bakalan kembali bersatu meskipun semesta menentangnya.
"Mama kalau bisa bicara secara perlahan kepada Gerry supaya biar kita yang pergi menemui Asya dan mengecek keadaannya, daripada nanti akhirnya anak kita itu yang bakalan Patah Hati dan muntah tidak jelas seperti orang hamil lebih baik kita membuat Rindunya itu bisa terobati agar aktivitasnya bisa kembali lancar dan tidak terganggu seperti sekarang ini! "tawar Rama dan memang tidak ditolak sama sekali oleh norak karena memang itu benar sama sekali dan memang harus dilakukan jika ingin yang terbaik buat Putra mereka.
di lain tempat terlihat Mona sedang kebingungan karena simpanan dalam Atm nya yang semakin menipis,padahal ia tidak punya apapun yang bisa di harapkan sebagai penyumbang dari penghasilannya sekarang ini.
Hanya saja tidak mungkin harus menjual diri lagi kan,karena terakhir kali saja ia sudah di perlakukan sampai segitunya membuat harga dirinya benar benar tidak bisa di selamat kan lagi.
Tapi kalau berdiam diri seperti ini saja mana bisa dan juga tidak mungkin air hujan yang turun bisa gantikan uang yang sedang ia sangat perlukan seperti saat ini.
" apa aku harus kembali menghubungi Om yang selama ini sudah memakai ku? Soalnya kalau hanya aku diam seperti ini ya lama-lama bisa mati kelaparan, Lagian aku juga sudah lama kok tidak melakukan hal itu sepertinya jiwaku sedang meronta ingin sekali merasakan hal yang begituan lagi! "gumam Mona monolog dengan begitu antusias padahal sebenarnya selama ini wanita itu selalu berhubungan dengan pria manapun baik tua maupun muda karena baginya mereka itu adalah ladang uang baginya tidak peduli dengan perut buncit mereka yang ingin Meledak itu.
kini wanita itu sedang bersiap-siap untuk pergi ke tempat biasa yang selama ini ia pakai untuk melakukan kegiatan laknatnya itu, segala sebab dan akibat tidak pernah IA pedulikan sama sekali karena memang menurutnya ia akan tetap seperti begitu dan tidak akan pernah berubah.
di lain tempat Andi yang sedang uring-uringan karena dari tadi dirinya tidak menemui Vina sama sekali dan juga wanita itu sok jual mahal kepadanya, Padahal selama ini mereka berdua selalu berkomunikasi baik-baik saja Tetapi semenjak kepergian Gerry dan Asya yang tanpa kabar perubahan wanita itu langsung ditunjukkan secara drastis membuat Andi jadi galau dan merana.
" dia itu kenapa sih dari tadi kok aku panggil dia tidak peduli sama sekali, padahal perasaan suaraku tadi itu begitu besar dan seluruh orang saja mendengarnya dan juga menoleh Masa dia tidak sama sekali. apa jangan-jangan dia punya sudah gebetan yang paling bagus selain aku dan akhirnya aku dilupakan begitu saja seolah tak dianggap kehadirannya, Wah kalau sampai hal ini terjadi bisa tergeser Posisiku sebagai pria yang ingin mencoba mendekatinya dari dulu sekarang dan sampai nanti! "sungut Andi karena memang merasa tak terima ketika Vina cuek kepadanya dan ia yakin itu pasti ada hubungannya dengan Faldi pria yang itu hari tertabrak dengannya waktu berada dalam supermarket yang sama dengan Vina.
sebenarnya perhatian yang selama ini akan diberikan dan juga segala macam ejekan hanya ingin membuat wanita itu selalu menatap ke arahnya, tetapi cara yang digunakan itu menurut Fina terlalu kuno kolot dan ia sangat tidak menyukainya jika suka dia langsung katakan saja tidak perlu harus memakai cara yang lain hanya untuk membuat dirinya merasa emosi dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.
lagi semenjak kepergian Asya, Vina mendadak menjadi galau dan tidak ingin berbicara dengan siapapun.
alhasil Andi juga menjadi sasaran utamanya sehingga membuat pria itu juga kadang-kadang segan mendekati Vina yang terlalu berani seperti macan betina yang sedang mengamuk, belum lagi dengan segala macam sikapnya yang terlalu kasar dan tidak suka diganggu itu membuat Andi juga terkadang mawas diri.
__ADS_1