Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 161


__ADS_3

Dito hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat wajah istrinya yang terlihat begitu palut dan entah apa yang sedang ia pikirkan dirinya juga bingung, sebenarnya setiap masalah di dunia ini selalu ada jalan keluarnya hanya saja terkadang orang-orang memilih jalan pintas dengan cara Hanya berdiam diri dan ingin memikirkan hal itu sendiri dan akhirnya penyakit pikiran pasti bakalan muncul.


Norah sebenarnya pergi ke dapur itu hanya untuk menghindari pertanyaan suaminya sebab menurutnya Percuma saja membahas hal yang sedang ia pikirkan sekarang, jika anaknya saja yaitu Gerry tidak pernah ada pikiran buat berubah ataupun Ya setidaknya lebih terbuka kepadanya agar dirinya bisa tahu apa yang sedang dipikirkan oleh pemuda itu,


Gerry yang tadi sudah menghindari Bambang memilih untuk pergi ke taman tempat dirinya dan Asya biasa ketemu sekedar untuk menyelesaikan tugas kuliah mereka, karena di tempat itu banyak kenangan yang tersisa yang mungkin entah sampai kapan bakal ia lupakan tapi sepertinya sulit Karena kenangan itu sudah membekas di dalam nubarinya.


" aku sangat merindukan kamu dan aku juga tidak tahu kapan rindu ini bisa berakhir dan kapan juga kita bisa bertemu, Kenapa takdir seolah mempermainkan kita dan juga kenapa kita tidak bisa bersama hanya karena kesalahan yang aku lakukan? " lirih Gary yang terlihat begitu tertekan bahkan bisa dibilang pria itu sepertinya enggan untuk beranjak dari masa lalu untuk menggapai masa depan karena menurutnya Dirinya belum bisa move on dari masa lalu Jadi otomatis menggapai masa depan itu merupakan sebuah hal yang sangat mustahil.


" Ya Tuhan kenapa cobaan yang kau berikan kepadaku ini begitu berat Apakah Karma atas perbuatanku yang begitu gila itu sudah terjadi padaku saat ini, kalau memang iya ini merupakan sebuah Karma maka Aku pastikan bahwa sukses sangat cobaan yang kau berikan dan aku benar-benar berada di titik yang paling terendah saat ini! " gumam Gerry yang menyebabkan orang-orang kalau melihatnya pasti bawa pria itu sedang banyak pikiran sampai suaranya tidak keluar tapi mulutnya saja yang komat-kamit.


" permisi kak, lagi banyak pikiran atau apaan sih sampai-sampai duduk sendirian terus ngomongnya juga sendirian? " tanya seorang gadis cantik yang bernama Almira yang menurut pandangan semua orang dia merupakan sebuah gambaran makhluk Tuhan yang sangat sempurna seperti Asya tetapi di mata Gerry wanita itu terasa seperti pengganggu karena datang dan Bertanya kepadanya seolah mereka itu sudah kenal dekat.


bukannya menjawab pertanyaan Gadis itu yang hanya ingin perhatian dan juga mungkin tidak ingin lebih banyak manusia yang tidak waras di kota itu maka dirinya ingin mengembalikan kewarasan pria itu, tetapi bagi Gery apa yang dilakukan wanita itu merupakan sebuah kemustahilan dan juga tidak ada gunanya sama sekali.


wanita itu yang melihat Gerry tidak merespon sama sekali apa yang ia katakan bukannya marah Malah tersenyum dan duduk di samping Gerry tanpa permisi, sebab menurutnya itu merupakan taman otomatis Siapa saja boleh dong duduk di mana saja dan dekat dengan siapapun karena tidak ada peraturan yang melarang hal itu.


Gerry yang melihat ke agresif wanita itu membuat dirinya mendengus kesal sebab menurutnya ciri-ciri wanita seperti itu merupakan wanita murahan, yang tidak punya perasaan malu sama sekali bahkan bisa dibilang dengan begitu santainya tebar pesona kepada semua kaum pria seolah mereka itu merupakan sesuatu barang yang langka dan patut untuk dilestarikan.


" Kakak ada masalah ya sampai-sampai duduk di sini sendirian terus Terasa seperti berada di lingkungan sendiri dan diasingkan, padahal banyak cewek cantik loh di luaran sana yang bisa menemani kakak untuk berbicara ataupun jalan-jalan biar bisa dibilang kalau orang ganteng itu lakunya cepat loh?" tanya Almira lagi bahkan kali ini dengan memasang tatapan penuh tanda tanya ke arah Gery membuat pria itu menatap keheranan ke arah wanita itu.

__ADS_1


" saya sedang meminta kamu untuk memberikan nasihat dalam kehidupan, Terus menurut kamu Saya adalah orang yang haus akan sebuah perhatian? kalau tidak tahu apa-apa lebih baik Pergi menghindar dari hadapan saya sebelum kamu bakalan menyesali hal itu, Oh iya satu lagi jangan pernah menggangguku lagi karena kamu itu sangat membuat aku merasa oksigen aku bakalan habis!" Ketus Gerry membuat Almira tertawa karena menurutnya saat pria itu marah terlihat tambah manis dan kadar ketampanannya semakin memancar.


" Kakak kalau marah-marah seperti begitu tambah keren deh menurut aku, jadi Lain kali kalau ingin dilihat lebih ganteng harusnya pasang wajah cemberut nanti orang-orang pasti bakalan tambah gemes Soalnya aku kan juga merasakan seperti begitu!" bukannya takut Almira malah tambah mendekati Gerry dan terlihat begitu antusias mengobrol dengan pria yang sangat Acuh kepadanya.


" aku tidak berminat wanita sepertimu yang hanya bisa menyusahkan orang lain dan juga membuat orang lain kupingnya hendak lepas dari tempatnya karena mendengar ocehan tidak jelas Kamu, jadi lebih baik sekarang kamu pergi kalau memang kamu tidak mau pergi Ya sudah baiklah nanti aku yang bakalan pergi dari sini!" sinis Gerry yang benar-benar tidak menyukai kehadiran Almira yang menurutnya terlalu agresif dan dirinya memang tidak menyukai tipe wanita seperti itu karena nanti bakalan sama saja seperti Mona.


Almira yang mendengar kata-kata sindiran dari Gerry itu bukannya marah Malah menatap heran ke arah pria itu, sebab menurutnya apa yang dikatakan oleh Gerry itu sangat terkesan seperti pria itu tidak menyukai kaum wanita.


" Ya Tuhan Kakak jangan bilang kalau kakak itu tidak normal ya Jadi tidak suka cewek, Aduh kasihan loh masa iya makhluk Tuhan yang sesempurna kakak ini malah berperilaku yang menyimpang?" terlihat tatapan Almira begitu mengkasihani Gerry membuat pria itu tidak suka sebab menurutnya itu sama saja dengan wanita itu menghina dirinya tapi secara tidak langsung.


" saya bakalan bisa buat kamu tidak bisa jalan kalau kamu meragukan kejantanan saya, Jadi sebelum hal itu terjadi lebih baik kamu berpikiran positif dan juga buang jauh-jauh pikiran aneh kamu akibat terlalu kebanyakan korban drama!" setelah mengatakan hal itu Gerry pun mengambil tasnya yang ia letakan disampingnya lalu pergi tanpa menoleh lagi ke arah Almira karena menurutnya wanita itu datang ke situ kan sendirian tanpa ia minta dan juga tidak dikenalnya sebelumnya Jadi untuk apa menawarkan tumpangan ataupun menanyakan sesuatu yang sekedar basa-basi.


Almira menatap punggung Gerry sambil menggelengkan kepala karena menurutnya Gerry itu unik, karena selama ini tidak pernah ada pria yang bakalan menolak dirinya ketika ia agresif seperti tadi tetapi yang dilakukan Gerry malah berbanding terbalik dengan yang ia hadapi selama ini.


" Hei kamu kenapa kok malah bengong sendirian sudah begitu kumat kaget Kayak mbah dukun lagi bacain mantra, lain kali jangan seperti itu dong nanti kata orang apa sih masa iya cewek cantik kayak gini tapi tidak waras?" ledek sahabatnya yang bernama Vira itu.


" ih amit-amit jabang bayi, kamu kalau ngomong sadar diri dong masa iya aku yang normal seperti begini kamu bilang nggak waras? aku tadi itu melihat sesuatu yang mungkin kalau bisa dibilang merupakan salah satu keajaiban dunia, bahkan keajaibannya itu membuat duniaku pun jadi teralihkan Aku saja tidak bisa berpikiran jernih untuk saat ini!" Vira menatap heran ke arah sahabatnya itu yang terlihat seperti sedang membaca puisi tetapi untuk siapa dan mengapa karena secara tiba-tiba tingkah Almira berubah menjadi lebih manis padahal biasanya sangat Ketus.


" Aduh kamu nih Yang benar saja deh lama-lama benar-benar tidak waras loh masa iya ada keajaiban dunia di sini, Sudah ah jangan membalas hal yang aneh lagi tuh cemilan yang kamu pesan sudah aku bawa lebih baik kamu makan terus kita pulang Soalnya aku takut nanti kalau kelamaan di sini kamu tambah kumat parahnya!" ujar Vira sambil bergidik ngeri membuat Almira langsung menyentil jidat wanita itu agar sadar sebab sudah mendoakan hal yang tidak tidak tentang dirinya.

__ADS_1


" Awww Jangan pukul dong itu kan sakit emangnya kamu pikir ada nyamuk Apa yang sedang bersarang di otakku, kamu itu cantik-cantik tapi tingkahnya bar-bar sekali loh kalau aku jadi pria jangan harap bakalan suka lihat wanita seperti kamu?" Vira benar-benar kesal dengan sikap sahabatnya itu tapi mau bagaimana lagi dirinya itu sangat cocok bersahabat dengan Almira yang menurutnya orangnya tidak terlalu neko-neko dan juga tidak pernah memandang orang lain dari segi sosial ataupun sebagainya.


" Menurut kamu aku juga doyan kalau punya hubungan sama wanita seperti kamu yang jelas-jelas tidak selevel, gaya pikirannya saja lemot seperti kamu Masa Iya membuat aku jadi klepek-klepek karena itu sangat tidak masuk akal!" ujar Vira yang juga tidak mau kalah dari Almira karena menurutnya jika wanita itu sedang ingin mengejek maka bisa dipastikan seharian bakalan ia lakukan maka dari itu lebih baik Vira mengimbanginya agar impas.


" Ya sudah daripada memikirkan kamu lebih baik aku memikirkan pria tampan tadi yang baru saja aku ajak berbicara dan responnya itu loh sangat manis banget, sampai-sampai mungkin kayaknya ini malam aku bakalan tidak tidur tenang soalnya masih terbayang di dalam ingatanku senyumnya yang sangat sangat manis bahkan bisa dibilang Manisnya Gula pun kalah daripada senyumannya dia!" Vira mendengus kesal mendengar kata-kata sahabatnya itu yang menurutnya terlalu lebay.


" kamu itu dari tadi duduk sendirian saja kok malah sekarang berbicara tentang pria tampan, jangan bilang kamu memang benar-benar sedang berhalusinasi memikirkan kalau ada pria tampan di sini? ya Tuhan tolong Almira sadar dong jangan seperti begini nanti apa kata orang tua kamu kalau sampai kamu sudah menjadi orang yang tidak waras, kasihan kan mereka selama ini sudah membiayai hidup kamu mendaftarkan kamu ke tempat kuliah yang begitu elit eh tahu-tahu anaknya sekarang sengklek?" Almira membulatkan matanya sempurna mendengar kata-kata dari sahabatnya itu yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat baru.


padahal sebenarnya Memang sih Almira tadi itu terlalu berlebihan Sejak kapan Gerry merespon setiap ia katakan yang ada kan pria itu malah menatap sinis ke arahnya, karena pria itu bahkan meninggalkan dirinya seorang diri tanpa merespon sama sekali apa yang ia katakan bahkan kalau dirinya merespon pun pasti hanya kata-kata sindiran yang ia lontarkan tanpa memikirkan perasaan wanita yang sedang mencoba untuk akrab dengannya.


" kamu Beneran melihat pria tampan, tapi kapan dan di mana Soalnya tadi kan aku ke sini kamu hanya sendirian saja? " Vira yang melihat wajah Almira begitu meyakinkan membuat dirinya berpikiran kalau memang sahabatnya itu benar-benar bertemu dengan seseorang yang sangat berbeda daripada biasanya.


Almira memonyongkan bibirnya ketika mendengar pertanyaan dari Vira barusan, sebab dari tadi dirinya sudah berbicara secara baik dan juga halus tapi tidak direspon sama sekali namun sekarang mendadak jiwa keponya muncul di permukaan itu kan namanya terlambat.


" dari tadi kamu ke mana saja Saat aku ngomong nah sekarang aku lagi males ngomong kamu malah membahasnya, Memangnya kamu pernah mendengar kalau seorang Almira Wijaya itu membahas seorang pria dalam kehidupannya?" tanya Almira dengan nada ketusnya karena memang Vira dari tadi itu seperti meragukan apa yang ia bicarakan.


" ya memang sih selama kamu Hidup itu tidak pernah membicarakan pria tampan soalnya kan selama ini aku selalu berpikiran kalau kamu itu rada-rada bengkok, tapi ternyata sahabatku ini seseorang yang sangat normal Jadi sepertinya tidur malamku bakalan tenang karena tidak memikirkan Jika kamu bakalan keluyuran yang tidak jelas!" Astaga ini Vira bukannya memberikan solusi kepada sahabatnya malah yang ada meledek balik wanita itu membuat Almira memilih untuk memakan cemilan yang dibawa oleh Vira tadi daripada membahas hal yang membuat dirinya bakalan emosi.


karena memang jika diam segala sesuatu masalah itu bahkan langsung kelar Kalau kita nyerocos terus tidak jelas dan di sebelah pihak malah ikutan ngomong otomatis masalah itu bakalan meluber ke mana-mana, dan itu sebenarnya sesuatu yang unfaedah karena jauh daripada kenyataan dan juga jauh dari pembahasan dan sama saja tidak bakalan ada kegunaannya sama sekali.

__ADS_1


melakukan sesuatu dalam hidup itu sebenarnya tidak perlu harus memikirkan yang lebihnya seharusnya yang kita pikirkan itu adalah kurangnya dahulu setelah itu baru kita bakalan menambahkan agar bisa lebih, begitu juga apa yang kita alami Janganlah menginginkan hal yang sangat mustahil jika hal yang mustahil itu tidak akan pernah bisa kita dapatkan karena kita terlalu menaruh target yang tidak sesuai dengan apa yang harusnya kita dapatkan..


Percayalah jika anganmu terlalu tinggi nanti tidak kesampaian rasa kecewa itu bakalan membuat kita menjadi tersiksa, dan dengan begitu otomatis ingin berjuang pun sudah tidak ada niat sama sekali karena sama saja nanti hasilnya bakalan nol besar.


__ADS_2