
Sedangkan Asya yang hendak mengambil minum di dapur,hanya bisa mengintip dari balik dinding karena tak sanggup untuk melangkah lagi.
Malu dan juga kecewa serta tidak percaya diri itulah yang dirasakan oleh Asya kini, ketika semua orang sudah mengetahui aibnya pasti rasa minder itu selalu ada'
namun dibalik musibah ini Asya menyadari sesuatu yaitu betapa tulus kasih sayang yang diberikan Rio dan Dewi untuk dirinya, mereka bahkan tak ingin membiarkan matanya mengeluarkan air mata membuat dirinya merasa terharu dan begitu bahagia di tengah penderitaan.
" Ya Tuhan maafkan aku jika selama ini selalu saja menyusahkan mereka dan membuat mereka sedih, Tapi percayalah dalam hatiku tidak ada niat untuk membuat mereka merasa hal itu Dan juga tidak ingin melakukan dosa yang tidak kau inginkan!" gumam Asya monolog lalu memilih kembali ke dalam kamar menahan rasa hausnya karena tidak ingin dipandang dengan wajah kasihan oleh Riyanti.
sedangkan di ruang tamu Rianti masih saja mencari tahu tentang segala sesuatu yang terjadi, agar dirinya tidak terlalu merasa penasaran dan juga bertanya banyak hal sebab belum mengerti sama sekali dengan keadaan.
" Jadi maksud kamu Asya itu kemarin dulu malam tidur di rumahnya Gerry, karena orangtuanya Gerry sedang pergi keluar kota? setelah itu Gerry melakukan hal yang tidak-tidak kepada Asya dan Asya pun langsung pulang tanpa menginap lagi, Memangnya setelah itu Gery kerumah atau tidak untuk menanyakan keadaan Asia ataupun meminta maaf?" tanya Riyanti penasaran.
Rio mendengus kesal mendengar pertanyaan dari adiknya itu karena jika sampai Gerry ke rumahnya sudah dipastikan dirinya mungkin sudah dipenjara, karena sudah melakukan hal yang tidak-tidak kepada pemuda itu.
" Kamu kalau tanya yang sesuai fakta dong Memangnya dia itu berani setelah melakukan kesalahan kepada Asya, Terus menurut kamu aku bakalan diam saja tidak melakukan hal-hal untuk balas dendam menggantikan sakit hati yang dirasakan oleh Asya?" tanya Rio sambil menatap kesal kearah adiknya itu.
Rianti cengengesan ke arah Kakak nya itu, memang benar sih apa Pemuda seperti Gerry bisa bertanggung jawab dengan apa yang dirinya lakukan terhadap anak gadisnya orang?
" aku pikir dia ada inisiatif buat minta maaf ternyata tidak ya, untung juga dianya jauh di sana coba kalau di dekat sini bakalan ku patah batang lehernya biar sekalian tidak usah hidup!" Ketus Rianti dengan Tatapan yang berapi-api seolah ingin sekali menerkam mangsanya ketika sudah berada di hadapannya.
" jangan lagi membahas pemuda yang kurang ajar itu karena aku sangat membencinya , selama ini perhatian yang diberikan kepada Asya itu ternyata hanya sebuah Kepalsuan karena dirinya menyembunyikan kedoknya yang sesungguhnya!" Dewi menatap kesal kearah kedua bersaudara itu yang malah membahas orang yang paling tidak ingin dirinya bahas.
ketika mereka sedang berbincang mengenai keadaan Asya muncul dari arah depan anak lelakinya Rianti yang bernama Kenzo, pemuda itu baru kembali dari kantornya yang dibangun sendiri dengan uang hasil kerja kerasnya tanpa mengandalkan kedua orang tuanya.
pemuda itu terkenal dengan wajahnya yang datar tanpa ekspresi dan juga tidak suka mencampuri urusan orang lain, maka dari itu ketika melihat Rio dan Dewi dirinya tidak terlalu ingin mencari tahu kenapa sampai pamannya itu berada di tempat ini.
" Kenzo pulang!" begitulah sapa Kenzo tanpa mau menyapa orang lain karena menurutnya hanya membuang tenaga dan pikiran.
" Ya Tuhan Kenzo, Kamu jadi anak kok tidak ada sopan santunnya sama sekali? yang sedang duduk Ini paman kamu loh Masa tidak bisa apa ataupun sekedar berbasa-basi, Mama selama ini tidak pernah mengajarkan kamu menjadi anak yang durhaka!" Ujar Rianti karena merasa kesal dengan sikap putranya itu.
__ADS_1
Sedangkan Kenzo hanya bisa menghela nafasnya kasar karena bingung harus bagaimana Lagi,sebab seingat nya dirinya tadi sudah menyapa semua orang.
"Kamu baru pulang kerja nak?" Tanya Dewi memastikan.
"Iya Tante,aku ke kamar dulu ya! Paman maaf tidak bisa menemani karena aku harus mandi,nanti baru menyusul kesini!" Jelas Kenzo lalu segera ke kamar.
Dirinya sampai di depan kamarnya tapi merasa heran dengan kamar di sampingnya,sebab terlihat pintu sedikit terbuka padahal selama ini selalu terkunci jika tak ada Asya yang datang.
Dirinya mendadak penasaran dan memilih kearah kamar itu,sekedar memastikan sebenarnya apa yang ada di dalam situ.
Ceklek
Kenzo tertegun ketika menatap sosok yang ada di hadapannya kini,bagaimana tidak jika saja tidak memastikan ulang penglihatannya maka ia mengira itu adalah Malaikat.
"Kamu?" Tanya Kenzo memastikan.
" kamu ngapain di situ, asal masuk ke kamar orang sembarangan?" Ketus Asya kesal.
Kenzo hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena akhirnya dirinya paham Siapa wanita yang tengah berbicara dengan kini, wanita yang dulu selalu ditemani kemanapun dirinya hendak pergi ketika berada di negara ini.
" kamu Asya kan?" tanya Kenzo pelan.
Asya mengerutkan keningnya karena merasa heran bisa-bisanya pria asing itu mengenali dirinya, padahal dirinya tidak mengingat pria itu sama sekali.
" kamu siapa , kok bisa-bisanya mengenali aku padahal aku sendiri tidak mengenal kamu?" tanya Asya sambil mengerutkan keningnya karena merasa heran.
Kenzo tersenyum bahkan terlihat senyumannya itu seperti orang yang sangat bahagia, Padahal selama ini jarang ia lakukan hal itu sebab menurutnya wanita itu merupakan makhluk yang paling ribet.
__ADS_1
" apa harus kujawab pertanyaanmu itu, apa juga harus ku Jelaskan siapa aku ini? kamu kok bisa bisanya ya melupakan aku yang dulu merupakan orang paling penting dalam hidup kamu, Padahal aku saja tidak pernah melupakan kamu Sepanjang Hidupku?" tanya Kenzo lalu segera pergi dari situ tapi langsung dicegah oleh Asya.
Tasya mendekati pria itu lalu keduanya saling tatap hingga beberapa detik lalu segera memutuskan tatapan itu karena terasa begitu canggung, Kenzo mencoba menetralkan degup jantungnya yang terasa seperti ingin mengajaknya berdisko.
" aku lupa mengingat siapa kamu, tapi kalau misalnya kamu tidak keberatan lebih baik kita berkenalan ulang!" tawar Asya lalu segera menyodorkan tangannya untuk meminta Kenzo berkenalan.
" Hai namaku Asya Malika Dirgantara, Nama kamu siapa?" Tanya Asya sambil tersenyum.
" baiklah kalau kamu melupakanku aku anggap ini adalah pertemuan pertama kita, kenalkan namaku Kenzo Dirgantara! "ujar Kenzo yang berusaha bersikap biasa saja tidak terlalu terlihat berlebihan ataupun mencolok di pandangan Asya dan akhirnya wanita itu menjadi risih kepadanya.
Asya Akhirnya ingat kalau pria ini dahulu merupakan teman yang semasa kecil yang suka mengajaknya berkeliling Kompleks ketika datang liburan di Nederland, ternyata daya ingatnya sudah serendah itu sampai tidak bisa mengingat keberadaan pria ini.
" Ya ampun kamu Kak Kenzo, Astaga aku itu pikir kamu sudah menikah jadinya sudah pindah dari sini makanya aku seolah melupakan kehadiran kamu? " tanya Asya sambil tersenyum membuat Kenzo mendengus kesal.
Bagaimana pria itu tidak kesal ketika Asya dengan sadarnya bertanya apakah dirinya sudah menikah atau belum, Bukankah itu secara tidak langsung sudah menghina dirinya yang sudah berumur tapi tidak menikah juga.
" memangnya aku sudah setua itu sampai harus kamu punya pemikiran jika sudah menikah, umur kita itu tidak terlalu beda jauh jadi bisa dibilang masih sepantaran lah! " ketus Kenzo lalu berbalik menuju ke kamarnya karena merasa kesal dengan pertanyaan yang dilontarkan Asya barusan.
Asya ikut berlari ke arah kamarnya Kenzo lalu masuk ke dalam tanpa meminta izin sedikitpun, membuatkan saya ingin membuka bajunya menatap heran ke arahnya.
" Kamu kenapa ikutan masuk ke sini, nanti kalau aku memperkosa kamu siapa yang disalahkan sekarang juga? " tanya kenzo dengan nada datarnya tetapi berbeda dengan Asya yang langsung tertegun mendengar satu kata yang diucapkan oleh Kenzo entah sadar atau tidak.
Deg
secara perlahan tapi pasti dia pun langsung berlari kembali ke kamarnya dan Mengunci pintu dari dalam, dirinya merutuki kebodohannya yang sudah dengan sadarnya masuk kamar seorang pria.
karena kebodohannya itu pula yang membuat sesuatu miliknya direbut sebab dirinya tidak pernah merasa takut Ketika masuk kamar seorang pria yang sudah dikenalnya, padahal belum tentu orang yang kita kenal itu bakal menghormati kita seperti yang kita pikirkan selama ini.
" bodoh Asya Kamu memang paling bodoh, Kok bisa-bisanya tanpa malu masuk ke kamar orang lain? ingat Asya karena kebodohan kamu itu pula yang membuat kamu sekarang berada di tempat ini, jangan sampai Papa dan Mama mengira kalau kamu lah Yang sebenarnya menjual diri kepada pria itu!" ujar Asya Lirih sambil memukul kepalanya pelan karena merutuki segala kesalahan yang telah dirinya lakukan barusan.
__ADS_1
Kenzo yang hendak mandi langsung mengubah haluan sehingga hanya mengganti pakaiannya saja dan keluar menuju ke kamar Aisyah, sebab wajah yang ditampilkan oleh Asya itu membuatnya jadi khawatir.
" itu anak Kenapa ya kok tiba-tiba wajahnya langsung berubah pucat, atau jangan-jangan dia benar-benar takut kalau aku bakal melakukan hal yang tadi ku katakan? " gumam Kenzo monolog.