
yang namanya Kenzo Sejak kapan bisa memupus rasa cemburunya yang berlebihan jika hal itu belum ia lampiaskan kepada orang yang bersangkutan agar bisa sadar dan mengerti posisinya harus seperti apa, tipe suami yang posesif seperti begitu sebenarnya sangat tidak membuat Asya rasa nyaman karena yang ada gerakannya bakalan dibatasi dan dengan siapa dirinya berkomunikasi pun harus mengatakannya kepada suaminya itu.
"Jadi ceritanya kamu sedang cemburu ini karena tadi ada orang yang sudah mencoba untuk menyapa aku, sebenarnya masalah itu tidak akan terjadi jika istrimu ini tidak terkenal dulu tetapi karena ya memang sudah terjadi lebih baik kamu maklumi saja deh? "ujar Asya yang terlihat begitu percaya diri padahal sebenarnya maksud wanita itu ingin menggoda suaminya yang menurutnya terlalu serius.
Kenzo mendelik kesal ketika mendengar apa yang dikatakan oleh sang istri karena menurutnya itu sama saja Asya secara tidak langsung mengatakan jika sebenarnya penggemarnya itu banyak, dan mungkin salah satunya adalah pria yang tadi yang merupakan dokter entah Kapan dan bagaimana bisa berada di rumah sakit itu dan juga bisa sampai ketemu dengan istrinya.
"Ya jelas aku cemburu lah masa tidak orang istri aku sendiri dipuji dan juga diajak berkenalan di depan mataku sendiri, suami Mana yang mau melihat hal itu terjadi kecuali suami itu mati rasa kepada istrinya sampai-sampai tidak bisa membedakan mana yang namanya modus dan juga mana yang namanya kebetulan?"tanya Kenzo yang benar-benar merasa kesal karena Asya sepertinya tidak peduli jika dirinya itu dipuja oleh begitu banyak orang.
melihat wajah suaminya yang tengah merajuk seperti begitu merupakan kesenangan tersendiri bagi Asya saat ini, sebab Siapa sih yang tidak tersanjung ketika ada pria tampan yang berstatus sebagai suaminya terlihat begitu takut kehilangannya.
"Ah kamu Kalau cemburu seperti begini rasa-rasanya aku itu mau terbang melayang soalnya kelebihan gr-nya dan juga tiba-tiba ada muncul sayap di belakangku, Kayaknya aku harus bertemu dengan orang-orang yang aku kenal dulu supaya kamu cemburunya tiap hari dan dengan begitu kepercayaan diriku bakalan lebih bertambah berkali-kali lipat. "ujar Asya yang terus saja menggoda sang suami padahal Kenzo sudah tidak ingin membahas tentang hal-hal yang membuat dirinya emosi.
"Sayang pokoknya cukup tadi saja aku bertemu dengan orang yang aneh dan juga kenal dekat dengan kamu, tidak ada pertemuan yang lain lagi untuk sebentar besok dan juga seterusnya karena aku bakalan menyekap kamu tanpa ada orang yang tahu di mana keberadaan kamu! "terlihat Kenzo memberikan ultimatum kepada istrinya itu agar jangan dilanggar tetapi bukannya didengar Asya malah tertawa terbahak-bahak sebab sangat lucu.
"Astaga ya ampun ya Tuhanku, Sayang Kamu itu kenapa sih kelihatannya sangat menggemaskan lagi cemburu seperti begitu? aku kan rasa-rasanya mau klepek-klepek nih soalnya benar-benar merasa begitu bahagia dan juga tidak menyangka, Oke aku janji tidak ada pertemuan yang selanjutnya Tetapi kalau misalnya pertemuan itu hanya kebetulan saja ya aku bisa apa? "Kenzo merasa gemas dengan sang istri lalu segera mencium lembut bibir merah merona milik Asya meskipun tanpa dipoles dengan pewarna bibir sedikitpun.
"Halo Asya Maaf aku...
dokter yang ingin memberikan hasil diagnosis penyakitnya Elnara langsung terhenti begitu saja di depan pintu karena langkah kakinya seperti tidak bisa lagi untuk diajak kompromi, Ya jelas tidak bisa diajak kompromi orang pertunjukan live streaming sekarang sedang berada di hadapannya bahkan bisa dibilang lebih hot.
mendengar ada orang yang tengah menyapanya Asya langsung mendorong kuat tubuh suaminya itu, sebab menurutnya Kenzo itu jika sedang cemburu pikiran Sehatnya tidak bakalan berfungsi dengan benar apalagi orang yang sedang ada di hadapannya itu adalah sumber dari rasa cemburunya.
__ADS_1
"ah dokter Silakan masuk, Mas kamu jangan terlalu mepet dong biar itu dokter bisa masuk dan juga menjelaskan apa yang terjadi dengan adik!"Asya sebenarnya berusaha untuk tetap tenang meskipun rasa malunya itu bisa dibilang sudah mendekati batas akhir hanya saja melihat sikap Kenzo yang acuh membuat dirinya pun mencoba seperti suaminya itu .
"perasaan Kalau ada apa-apa tentang pasien Biasanya keluarga pasien bakalan dipanggil ke ruangan dokter bukan Dokternya yang datang menyambangi ruangannya pasien, Apa anda sedang melakukan sesuatu trik yang tidak aku ketahui?"tanya Kenzo dengan nada menyelidik membuat Asya hanya mendengus kesal.
"sebenarnya bisa saja Saya memanggil kalian ke ruangan saya tetapi mengingat anak Anda tidak ada yang menjaga dan kemudian dia juga belum terlalu mengerti jadi otomatis bisa langsung disampaikan di sini, atau Kalau mungkin Anda berminat ya sudah anda duduk jaga di sini dan Asya yang ikut saya ke ruangan untuk menjelaskan secara detail apa yang dialami oleh pasien kami ini?"ujar pria itu membuat Kenzo mengepalkan tangannya karena ternyata ada yang sudah dengan sengaja ingin memonopoli keberadaan sang istri dan itu merupakan sesuatu yang menginjak harga dirinya sebagai seorang suami sejati.
"Kenapa harus istri saya yang ikut anda kenapa tidak harus saya saja yang ke sana? atau mungkin anda ingin...
"Ya Tuhan kalian bisa stop berdebat tidak dan kamu bisa tidak langsung sampaikan diagnosis atau hasil dari laboratorium pemeriksaan putri kami, dan juga tolong jangan menambah suasana menjadi lebih tidak nyaman membuat orang lain menjadi rasa-rasanya ingin sekali pergi dari sini? "jika Asya tidak bersikap seperti begitu otomatis perdebatan kedua pria itu bakalan terus berlanjut entah sampai kapan.
"baiklah saya akan sampaikan hasil pemeriksaan yang sudah saya dapatkan barusan, Kalau Putri kalian itu menderita penyakit kanker darah atau leukimia dan membutuhkan donor sumsum tulang belakang sesegera mungkin karena Biar bagaimanapun dia masih kecil tubuhnya belum tentu mampu bertahan lama untuk rasa sakit yang bakalan datang secara tiba-tiba!"penjelasan pria itu dengan satu tarikan nafas membuat Asya rasa-rasanya sudah tidak mampu berdiri lagi bahkan kakinya sudah tidak mampu menopang berat tubuhnya karena itu menurutnya sebuah kabar yang sangat mengejutkan.
"Anda membohongi kami kan agar bisa bertahan lama di sini dan agar istri saya tetap berada di tempat ini untuk Anda bertemu terus dengannya tiap hari, saya bakalan membawa anak saya keluar dan memeriksa kondisinya di tempat lain karena tempat ini sangat membuat saya tidak merasa nyaman dan juga tidak ada kepercayaan di dalamnya? "Kenzo tidak dapat berpikiran jernih karena menurutnya kabar yang ia dengar itu rasa-rasanya seperti dunianya runtuh saat itu juga.
melihat dokter itu pergi Asya langsung memanggilnya karena menurutnya langkah untuk membuat putrinya sembuh itu lebih penting daripada memikirkan keegoisan suami, jika urusan menyangkut dirinya biarkan dipikirkan belakangan tetapi yang harus dipikirkan saat ini adalah kondisi Elnara.
"tunggu! menurut anda pengobatan apa yang harus dijalani oleh putri kami agar bisa sembuh, kalau memang harus melalui donor sumsum tulang belakang biarlah saya yang mendonorkannya saya Ikhlas!"ujar Asya yang terlihat seperti orang yang sangat putus asa membuat kenzo merutuki kebodohannya yang tadi sudah bertindak sangat jauh pasti istrinya saat ini sangat kecewa kepadanya.
"nanti kita bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut Tetapi kalau misalnya cocok maka operasi akan segera dilakukan setelah kondisi pasien sudah sedikit pulih, Tetapi kalau memang jika tidak cocok otomatis harus segera dicarikan dari pendonor keluarga dekat agar bisa segera dilakukan operasi dalam waktu dekat!"ujar dokter tersebut lalu pergi dari tempat itu sebab biar bagaimanapun ada pasien lain juga yang harus ia urus.
Duarrrr
__ADS_1
Bagaikan disambar petir di siang bolong itulah yang dirasakan oleh Kenzo dan juga Asya saat ini sebab namanya keluarga dekat itu merupakan hal yang mustahil, karena Asya sudah tidak mempunyai kedua orang tuanya Adik Kakak pun dirinya tidak punya dan jika Kenzo otomatis tidak akan pernah bisa karena dirinya bukan ayah kandung dari Elnara.
"Mas ini bagaimana Soalnya aku kan tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini aku Sebatang Kara tidak punya keluarga dekat, kalau Papa Rio sama mama Dewi itu juga merupakan hal mustahil karena mereka itu bukan orang tua kandungku? "lirih Asya yang sepertinya ingin sekali tenggelam di dalam lautan saat itu juga karena hatinya itu begitu sakit mengingat keadaan yang menimpa anaknya.
Apa yang dirasakan oleh istrinya begitu pula yang dirasakan oleh Kenzo saat ini karena pria itu sepertinya merutuki statusnya dengan Elnara, sesayang-sayangnya dirinya kepada anak kecil itu tetapi mereka tetap tidak mempunyai hubungan darah Jadi jika anak itu membutuhkan bantuannya otomatis dirinya tidak bisa membantu sedikitpun .
"Mas kamu kok diam saja Apa kamu menyesal Atau kamu tidak punya pikiran lain untuk mencari jalan keluar masalah kita saat ini, Aku tidak ingin adik kenapa-napa dia itu masih kecil tidak bagus selalu hidup di rumah sakit belum lagi nanti kalau mimisannya kembali datang aku mesti gimana ke depannya?"tanya Asya yang rasa-rasanya ingin sekali berteriak kepada dunia dan juga kepada Tuhan kenapa dari dulu sampai sekarang cobaan kepadanya itu sangat-sangat di atas batas kesabarannya.
(kakak-kakak yang paling cantik dan juga ganteng bisa toh saya minta tolong untuk like and comment dan juga vote lah kalau berbaik hati, Sorry bahasanya orang Merauke itu seperti begini tidak bisa untuk disamakan dengan tempat lain karena itu sudah menjadi kebiasaan tapi saya akan usahakan menggunakan bahasa Indonesia yang benar karena Biar bagaimanapun noveltoon itu sangat detail bener dalam mengecek soal review.
jadi yang selama beberapa hari ini saya tekankan yaitu likenya sudah tidak apa-apa soalnya pembacanya kan lumayan cerita ini, dan Mungkin akhir bulan Saya sudah kasih tamat karena biar bagaimanapun sebuah cerita dalam satu novel tidak bisa harus sampai banyak-banyak episode kasihan pembacanya nanti matanya jadi melek merem tidak nyaman)
Lanjut**
Asya sudah tidak tahu lagi harus berbicara seperti apa ketika anaknya yang masih sekecil itu harus menanggung sakit padahal dirinya sebagai wanita yang melahirkannya sehat walafiat, itu rasa-rasanya dirinya memberikan kehidupan kepada seseorang tetapi tidak ikhlas atau mungkin bisa dibilang tidak mau peduli lagi padahal sebenarnya bukan itu kenyataannya.
seorang ibu tidak ingin membiarkan anaknya sakit sedangkan dirinya sehat seorang ibu tidak ingin membiarkan sang anak tidurnya tidak nyaman sedangkan dirinya tertidur sampai bisa bermimpi yang aneh-aneh, karena itu merupakan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata cukup dihayati dengan hati dilakukan dengan perbuatan dan akhir kata pasti bakalan begitu menyiksa.
pasti kata-kata Jika sakit itu bisa dipindah otomatis biarkan berikan saja kepada ibunya jangan kepada anaknya karena anaknya masih kecil belum pantas merasakan sakitnya hidup di dunia, Namun semua itu hanya bisa angan-angan saja karena kehidupan manusia sudah ada yang mengatur kita sebagai ciptaannya hanya bisa menjalani saja tetapi Percayalah Tuhan tidak pernah memberikan cobaan yang begitu berat kepada hambaNya ketika dirinya tahu bahwa kemampuan hambanya tersebut hanya sampai di situ saja.
"aku bakalan cari jalan keluar Biar Elnara bakalan sembuh aku tidak akan membiarkan dia kenapa-napa karena aku ini Ayahnya, Aku tidak akan membiarkan air mata kalian keluar untuk kesekian kalinya Karena kalian itu tanggung jawabku dan juga duniaku!"ujar Kenzo mencoba menenangkan sang istri memang tidak bisa dirinya pungkiri bahwa ia juga merasakan sakit yang begitu besar.
__ADS_1
"tapi mas jalan keluar seperti apa yang harus kita cari jalan Kamu kan tahu satu-satunya pengobatan yang cocok yaitu mencari pendonor sumsum tulang belakang yang pas dan cocok, dan itu sangat mustahil dicari kepada orang-orang yang tidak punya hubungan dekat dengan dia terus kalau misalnya Sebentar aku cek terus kami berdua tidak cocok aku mesti minta tolong ke siapa lagi?"tanya Asya yang terlihat tidak tahu lagi bahkan sudah Entah berapa banyak air mata yang ia keluarkan Sebab di antara bingung dan juga Dilema menjadi satu itu merupakan sesuatu yang sangat tidak diinginkan oleh semua orang.
"Semua ada jalan yang penting Intinya kita mau berusaha tidak hanya duduk dan diam saja menunggu Kapan keajaiban itu datang, karena Biar bagaimanapun Tuhan memberikan kaki untuk berjalan tangan untuk meminta bantuan dan juga otak untuk berpikir!"Kenzo mencoba untuk mengatakan hal itu agar istrinya Tetap tenang padahal sebenarnya dirinya juga bingung Apakah kata-katanya itu bisa dipercaya dan menjadi kenyataan atau tidak.