
Asya mendengus kesal sambil menatap kearah Kenzo yang daritadi tersenyum penuh kemenangan, dirinya tidak menyukai Jika Dewi sang mama malah membela orang lain yang jelas-jelas adalah orang yang paling dirinya benci.
Padahal anaknya Dewi adalah dirinya tapi kenapa malah membela Kenzo, yang jelas-jelas dari tadi sedang mencari masalah dengan dirinya padahal Asya sedang tidak ingin di ajak bercanda sedikitpun.
ingin sekali dirinya melayangkan protes tetapi tidak tega juga kepada Rianti dan George yang berada di situ, Nanti dikiranya adalah bahwa Asya merupakan wanita keras kepala dan tidak tahu menghargai orang lain meskipun di situ ada banyak orang selain mereka berdua.
" makasih tante ku yang paling baik hati, karena sudah mau membela keponakan tersayang ini. lain kali kalau ada yang tidak menyukai keponakanmu ini lagi, tolong dibela ya agar semua orang tahu kalau aku punya tante yang paling baik hati." Puji Kenzo membuat Dewi hanya bisa menggeleng kepalanya karena sikapnya yang terlalu berlebihan itu.
" kamu itu kalau ngomong nya terlalu ketinggian bikin tante hidungnya sampai kembang nih, tetapi Makasih banyak ya karena sudah mau memuji tante Tapi lain kali anak tante jangan di gangguin terus ya soalnya nanti Tante Kayaknya tidak jamin deh bakalan membela kamu terus." Asya ingin sekali tertawa mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Mamanya itu ternyata Karma dibayar instan sedang berlaku kepada Kenzo sekarang ini.
" Wah mamaku memang paling the best soalnya tahu mana yang harus dibela dan yang tidak, masa iya anaknya yang secantik ini dibiarkan merajuk tanpa dipedulikan sama sekali itu kan mustahil benarkan Pah?" Asya meminta dukungan kepada Rio membuat pria paruh baya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" kalian ini kenapa sih masih pagi-pagi kok niatnya berdebat, padahal sebenarnya kalau kalian berdua itu akur kelihatannya itu sangat damai dan membuat orang-orang yang di sekeliling kalian tidak merasa terganggu dengan perdebatan kalian itu!" ujar Rio membuat semua orang di situ tertawa tetapi berbeda dengan Asya yang sangat tidak menyukai saran yang diberikan oleh Papanya itu.
" Papa Ih kalau ngomong tuh suka kadang-kadang bikin emosi masa anak sendiri Disuruh akur sama pria aneh seperti dia itu yang tidak pernah mau mengalah kepada seorang wanita, sudah ah aku mau jalan-jalan keliling Kompleks menikmati udara pagi siapa tahu bisa membuat pikiranku lebih jernih tidak suntuk terus." pamit Asya yang segera pergi dari situ karena memang dirinya sebenarnya tidak merasa nyaman jika duduk berduaan saja dengan Kenzo yang dari tadi menatap terus ke arahnya tanpa menoleh ke tempat lain sekalipun.
" Lho ini kan tempat baru buat kamu Masa Iya kamu harus pergi sendiri nanti kalau hilang gimana, pokoknya mama bakal temani kamu ke manapun kamu pergi karena mama tidak bakalan tenang di rumah kalau kamu keluar sendirian? "Tegas Dewi yang tidak ingin dibantah karena Siapa juga yang bakal mengijinkan Asya pergi padahal daerah ini masih sangat asing baginya.
Asya menatap tak percaya kearah Mamanya itu kenapa jadi berlebihan memperlakukannya seperti itu, padahal sebenarnya dirinya merasa tidak ada yang salah Ketika Harus berpergian sendirian karena memang besok dirinya bakal melakukan hal itu.
" mama Memangnya salahnya di mana Kalau aku aku pergi keliling Kompleks sendirian, Lagian menurutku Aku harus bisa menyesuaikan tempat di sini karena bakal ada disini dalam waktu yang cukup lama kan? "tanya Asya sambil menatap heran kearah Mamanya itu yang tidak pernah peka dengan kemauannya yang ingin dibiarkan kan memiliki waktu sendirian untuk berpikir dan mencerna Apa yang harus dilakukan kedepannya.
" bukan seperti itu juga nak kamu kalau pergi sendirian terus kalau ada apa-apa memangnya kita tahu bakalan memastikan hal itu, ini Den Haag Belanda Bro bukan kaleng-kaleng seperti di negara kita yang sudah bisa kita pastikan orang membuat jahat atau tidak orang-orang di sini kalau misalnya tampangnya manis tapi hatinya busuk gimana kita tahu?" jelas Dewi.
Asya hanya bisa menghela nafasnya kasar karena sepertinya mulai sekarang orang tuanya itu bakalan terlihat begitu posesif dan membatasi ruang gerak nya, Padahal sebelum mereka melakukan hal itu dirinya sudah sugesti untuk tidak lagi seperti dulu ya itu bebas bergaul dengan siapapun yang dirasanya cocok.
" Mama aku itu hanya keliling Kompleks ini tidak kemana-mana seperti yang Mama takutkan dari tadi, jadi aku mohon tolong biarkan aku bergerak sendirian kemudian menikmati apa yang ada di sini! tenang saja kalau terjadi suatu hal yang sangat tidak diinginkan aku bakalan Langsung kasih kabar orang rumah, biar semuanya tidak panik atau bertanya-tanya Sebenarnya aku ada di mana!" setelah mengatakan hal itu Asya langsung mengambil mantelnya yang kemarin digantungnya di balik pintu dan setelah itu keluar dari rumah itu.
__ADS_1
Percayalah Jika Dewi dan Rio sedang cenat-cenut memikirkan Putri mereka yang keras kepala itu, perasaan Kenzo lebih tidak bisa dijelaskan lagi dengan kata-kata karena dirinya sampai tidak bisa menelan makanannya yang ada dihadapannya itu karena mengkhawatirkan Asya yang sudah keluar rumah kira-kira 5 menit yang lalu.
" semuanya aku pamit dulu ya soalnya takut telat nantinya, kalau ada apa-apa tolong kabari aku ya soalnya aku harus pergi sekarang!" ujar Kenzo membuat Rianti menatap tak percaya ke arah putranya itu yang sudah seperti orang sedang dikejar setan melakukan sesuatu seperti terburu-buru bahkan mungkin bisa dibilang setengah berlari.
" Hei kamu bisa pelan-pelan saja kan Minum susunya, tidak perlu harus seperti begitu seperti dikejar setan?" tanya Riyanti penasaran tetapi kini sudah keluar dari rumah tidak menghiraukan pertanyaan orang di situ karena menurutnya apa yang ada dipikirannya sekarang itu lebih penting dari segala yang ada dimanapun dan kapanpun.
Kenzo Segera menaiki mobilnya yang sedang terparkir sempurna menunggu pemiliknya, setelah itu dirinya menyusuri jalanan yang berada di Kompleks itu dengan perlahan karena ingin memastikan bahwa orang yang membuat dirinya cemas itu berada di dekat situ.
Ketemu!!!!
Kenzo langsung tersenyum ketika melihat Asya yang sedang menatap heran ke arah nya, dirinya yakin sebentar lagi wanita itu pasti bakalan memarahinya karena dikira Kenzo sedang mengikuti dirinya.
" Ih itu orang ngapain sih harus pakai acara ikut segala apa dia tidak tahu kalau aku ini lagi sedang membuka mantel untuk menikmati udara pagi, matanya itu kan jelalatan selalu saja menggunakan Kesempatan dalam kesempitan untuk melihat seseorang yang tidak ada kepentingan sama sekali dengannya?" tanya Asya dalam hati karena tidak menyukai sikap Kenzo Yang sepertinya selalu saja mengikuti dirinya ke mana pun.
" Apa kamu bilang tadi? yang mau tebar pesona itu siapa Kenapa jadi kamu yang nyolot sih, ibu sama bapakku saja bukan kok malah terlihat lebih posesif dari mereka?" tanya Asya tak terima dengan sikap Kenzo yang selalu saja mengganggu privasinya.
" kamu tadi kan katanya mau jalan-jalan menikmati udara pagi di Den Haag, Jadi sekarang lebih baik kamu ikut naik mobil aku terus aku bakalan antar kamu kemanapun yang kamu mau?" tawar Kenzo membuat Asya menatap Jengah ke arahnya.
Siapa yang tidak kesal ketika dirinya merasa tidak nyaman dengan kehadiran orang tersebut tetapi orang tersebut malah nyolot ingin selalu dekat, jika Berlaku tidak sopan membuat semua orang berpikiran biasa saja maka siapa sesudah melakukan hal itu dari kemarin karena tidak menyukai sikap Kenzo yang seolah-olah ingin sekali mengganggu ketenangannya padahal yang dibutuhkan Asya sekarang ya hal itu.
" kalau aku bilang tidak mau emangnya kamu mau apa, Lagian aku itu bisa jaga diri sendiri tidak mungkin melulu harus bergantung pada orang yang tidak jelas seperti kamu? kamu jadi orang jangan sok baik ataupun Sok perhatian Karena Aku bukan anak kecil lagi yang membutuhkan hal itu, Kamu urus saja urusan kamu jangan pernah sibuk dengan urusan ku sedikitpun! " setelah mengatakan hal itu Asya pun bangun dari tempat duduknya dan memilih untuk berjalan kaki pelan untuk menyusuri Kompleks itu.
Kenzo yang tadi masih berada dalam mobil dan meraih tangan Asya agar ikut dengannya ke dalam mobil. Tak peduli dengan penolakan yang dilakukan oleh wanita itu Karena maksud tujuan Kenzo baik dan tidak meminta hal yang lebih ataupun ingin mencelakai nya.
__ADS_1
" kamu turunin aku nggak, Jadi orang kok tidak tahu sopan santun sama sekali Memangnya kamu pikir aku ini barang yang bisa kamu angkat sesuka hati kamu?" teriak Asya setengah teriak membuat Kenzo hanya bisa menghela nafasnya kasar karena bisa dipastikan dendam telinganya sedikit lagi Bakalan meledak.
" kamu itu bisa diam tidak sih Memangnya ada yang salah dengan ajakan ku, bukannya berterima kasih karena ada yang sudah perhatian kamu malah ngegas?" kesal Kenzo Tapi tetap saja tidak melepaskan tangannya ke Asia membuat wanita itu ingin sekali menghajar pria itu karena sudah kurang ajar sekali padanya.
" Kamu pikir aku ini wanita apaan yang bisa saja mengikuti apa yang kamu inginkan, Sedikitpun aku tidak Sudi menerima bantuan dari pria Kurang ajar seperti kamu yang tidak tau menghormati seorang wanita dan apapun keinginannya?" Sinis Asya.
Kenzo hanya bisa menghela nafasnya kasar karena sepertinya dirinya juga tidak tega harus membantah Asia hanya untuk ingin mengikuti kemauannya, ditatapnya sendu wajah Asya seolah menyiratkan jika dirinya tidak pernah ada niat untuk bermaksud kurang ajar apalagi menyakiti hati wanita itu.
" maaf Jika kamu kurang nyaman dengan kehadiranku selama ini di sisi kamu, hanya saja Aku melakukan ini bukan karena kasihan ataupun memiliki niat yang lain tetapi ini murni dari hatiku yang paling dalam mengatakan bahwa harus memberi perhatian untuk kamu." setelah mengatakan hal itu Kenzo langsung menyalakan mobil dan membawa Asya pergi dari situ tujuannya yaitu ke kantor nya karena dirinya sudah tidak ada niat lagi untuk membawa Asya jalan-jalan.
Asya juga sama memilih untuk bungkam karena sama saja dirinya berbicara panjang lebar tidak bakalan digubris sedikitpun oleh Kenzo, karena pria di sampingnya itu adalah ciri pria yang keras kepala dan tidak ingin kemauannya itu dirubah oleh siapapun dan kapanpun.
" dasar pria menyebalkan Aku mau komentar saja tidak peduli sedikitpun, Lebih baik aku diam dari pada kepalaku tambah sakit memikirkan perbuatannya yang tidak jelas kepadaku itu?" sungut Asya dalam hati.
" mau marah Bilang saja secara langsung aku ada di sini Kok yang bakalan mendengar kamu tanpa komentar, jadi daripada emosi kamu Terpendam Terus yang dengar hanya diri sendiri Lebih baik katakan saja atau orang lain yang bakal mendengarkan!" Asya mengerutkan keningnya Kenapa Kenzo bisa tahu bahwa dirinya sedang memarahi pria itu ya.
" Memangnya kamu itu orang penting apa yang harus aku pikirkan sepanjang saat walaupun hanya untuk marah marah saja, Lain kali itu kalau mau percaya diri jangan berlebihan soalnya jatuhnya memalukan?" tanya Asya sinis karena dirinya tidak menyukai apa yang dikatakan oleh Kenzo barusan padahal memang apa yang dikatakan pria itu benar sekali sebab dirinya sedang memaki-maki Kenzo dalam hati.
" oh Saya pikir kamu lagi ingin memarahi saya Makanya Saya tawarkan diri saja tidak masalah yang penting kamu yang memarahiku jangan orang lain, karena jika sampai orang lain yang melakukan hal itu bingung juga sih mereka bakalan jadi apa?" ujar Kenzo setengah tertawa.
melihat Kenzo tertawa Asya bukannya menikmatinya malah bertambah kesal di dalam hati, siapa yang tidak kesal ketika melihat orang yang kita benci malah tertawa bahagia diatas penderitaan yang kita rasakan.
" kamu rencananya Kapan mau kuliah biar aku yang bakal temani kamu buat mendaftar di sana, soalnya aku juga punya loh rekomendasi tempat kuliah yang paling bagus di negeri ini?" tanya Kenzo memastikan membuat Asya menatap heran ke arahnya.
" Memangnya kamu pikir aku tidak bisa melakukan hal itu sendirian jadi harus menerima bantuan dari kamu, enak sekali kamu jadi orang percaya diri kelewatan batas sampai sampai tidak sadar yang mana yang harus kamu lakukan dan tidak?" tanya Aisyah yang tidak menyukai sikap Kenzo yang begitu percaya diri seolah-olah mereka berdua memiliki hubungan yang spesial dan orang lain harus menyadari hal itu.
" aku itu ingin menemani kamu kemanapun agar orang lain sadar Sebenarnya kamu itu sudah ada yang punya, Biar mereka tidak melakukan hal yang aneh-aneh kepada kamu dan hasil akhir aku yang akan berhadapan dengan mereka?" jelas Kenzo membuat Asya bingung karena perkataan pria itu membuat dirinya harus travelling ke mana-mana untuk bisa mencerna.
__ADS_1
" Maksud kamu aku ini siapa yang punya ya soalnya Setahuku yang punya aku adalah diriku sendiri dan juga kedua orang tuaku, kalau orang dari luar sepertinya tidak ada dan tidak akan pernah ada Jadi tolong kamu sadari dengan apa yang kamu katakan?" tanya Asya sampai tertawa karena merasa heran dengan rasa percaya diri Kenzo yang mengklaim sesuatu yang bukan miliknya.