
Kalau soal beginian Kenzo sudah tidak dapat menyangkal ataupun membela diri karena paman nya sudah berbicara,sebab ia pun merasa segan dengan Kakak laki laki dari Mama nya itu.
Yang memang jarang berbicara tapi jika sekali berbicara juga dirinya tidak mungkin menjadi orang yang pembangkang,sebab biar bagaimanapun anak mereka adalah wanita yang sangat di cintai dan tidak mungkin di tinggalkan begitu saja.
Papa nya dari tadi mana berani berbicara ataupun berkomentar,karena dirinya di situ hanya memiliki posisi sebagai adik ipar dan tidak lebih dari itu.
Kalau pun ia menimpali pasti hanya sebatas memberi saran dan tidak lebih dari itu karena ia juga merasa segan terhadap Rio yang kepribadiannya sangat susah untuk ditebak, hanya saja jika dirinya berdiam diri otomatis putranya itu bakal menganggap bahwa dirinya tidak bisa menjadi kepala keluarga yang menjaga dan mengayomi putranya di saat Genting ataupun diperlukan seperti begini,
" karena semuanya sudah selesai berbicara dan juga Kenzo kamu tidak boleh mengulangi Apa yang kamu lakukan semalam, sekarang papa mau tanya gimana urusan kamu dengan kantor catatan pernikahan gereja Apakah mereka sudah merespon atau belum?" tanya George memastikan.
Kenzo hanya bisa menghela nafas sebenarnya kemarin itu adalah hari yang membahagiakan untuknya, karena sudah berhasil mendaftarkan permohonan pengesahan pernikahan mereka di gereja dan juga sipil serta sudah berhasil juga membungkam Dev agar berhenti mengganggu Asya Yang sebentar lagi bakal menjadi istrinya.
Namun karena kelakuan Asya yang pergi dari tanpa pamit dan juga memberikan alasan yang jelas sudah begitu dirinya yang pingsan mendadak dan dibawa ke rumah sakit, membuat kebahagiaan itu buyar seketika berganti dengan Nelangsa yang tidak tertahankan akibat segala sesuatu problem yang muncul di saat yang tidak tepat.
coba saja kalau Asya lebih bersabar dan juga mengatakan apa yang ingin Ia katakan dan Keberatan apa yang penyebabnya, mungkin kejadian kemarin tidak akan pernah ada dan juga mungkin semalam keluarga mereka bakalan begitu bahagia.
" sebenarnya semua yang diinginkan itu sudah beres Hanya tinggal menunggu saat pernikahan itu digelar, dan juga nanti ada konseling sebelum pernikahan mungkin dalam dalam minggu ini. jadi otomatis semua yang kami persiapkan tidak ada kendala sama sekali semuanya berjalan sesuai dengan rencana, maka dari itu minta maaf kepada semuanya jika kami berdua memutuskan mendaftarkan pernikahan tanpa memberitahukan kepada kalian semua lebih dulu! kami berdua aku yang mewakilinya mohon restu agar besok lusa perjalanan kami lebih mulus tidak ada gangguan yang berarti, jika kalian pikir bahwa aku adalah pria plin-plan yang hanya menikahi Asya karena kasihan maka aku mohon kepada kalian untuk menghapus pikiran seperti iti karena dalam hatiku yang paling dalam tidak pernah ada pikiran seperti begitu aku tulus mencintai dan menyayangi dia segenap hidupku." lirih kenzo membuat semua orang yang berada di ruangan itu hanya bisa menghela nafas melihat ketulusan pria yang sudah berkepala tiga itu.
Dewi tanpa sadar menitikkan air mata karena merasa terharu,sebab anak yang selama ini ia jaga dan asuh sebentar lagi bakal menikah dan otomatis ada yang menggantikan nya untuk menjaga Asya.
Siapa yang tidak terharu ataupun bahagia ketika apa yang tidak pernah terpikirkan kini sudah ada di depan mata,seolah hanya mimpi yang datang tanpa diminta ataupun diharapkan'. ini merupakan sebuah keajaiban dari Tuhan jika anak yang dahulu menangis mencari kedua orang tuanya kini sudah bahagia,belum lagi dengan keberadaan cucu yang tengah ia kandung itu merupakan sebuah kebahagian yang tak terhingga.
Jika semua orang hanya menganggap jika dirinya hanya sebagai orang tua angkat,maka menurutnya pemikiran mereka itu salah besar.
__ADS_1
Sebab baginya Asya itu adalah anak yang tak di lahirkan secara langsung,tapi bisa dirasakan kehadiran nya secara langsung walau tanpa semua orang sadari itu karena memang kasih sayang yang ia berikan tanpa pamrih dan pengharapan balasan yang setimpal akan balasan yang setimpal.
Bagi Dewi anak kakaknya sama dengan anaknya juga Meskipun mereka yang melahirkan tetapi dirinya yang membesarkannya mulai dari kecelakaan ini terjadi sampai sekarang ini, tidak pernah membeda-bedakan memberikan kasih sayang dirinya dan sang suami begitu tulus menjaga Asya tidak ingin dia terluka ataupun sakit apa Lagi bersedih.
Karena bagi mereka berdua kesedihan Asya adalah penderitaan mereka,dan itu merupakan yang sangat mereka tidak sukai sama sekali sebab menurut mereka sebagai orang tua mereka gagal menjaga anak jika sampai anak yang hanya mereka memiliki satu-satunya tidak merasa kebahagiaan itu sama sekali,
" kamu yakin nak mau menikah dengan Kenzo, kalau memang kamu menolaknya ataupun keberatan ngomong saja sama kami semua yang ada disini kami juga tidak akan memaksakan kamu?" tanya Dewi berusaha membuat putrinya itu lebih berpikir jernih agar menjalani sesuatu tanpa unsur paksaan sehingga nanti besok bisa bakalan di sesali di kemudian hari dan dirinya tidak ingin hal itu terjadi.
mendengar apa yang ditanyakan oleh sang tante membuat Kenzo menegang Bagaimana tidak jangan sampai jawaban yang diberikan Asya tidak sesuai dengan harapan, otomatis pernikahan yang sudah di depan mata bakalan batal saat itu juga dan tidak bakalan bisa kembali lagi dan mungkin juga Asya bakalan dibawa pergi entah kemana.
" Ya Tuhan tolong kabulkan doaku walau hanya kali ini saja karena aku tidak ingin berpisah darinya dalam bentuk apapun dan kapanpun serta bagaimanapun, karena perjuanganku sudah sampai di titik ini tidak mungkin harus mundur ataupun mengalah hanya karena keputusan yang dilakukan secara tiba-tiba? Kalau memang dia bukan jodohku tolong kabulkan doaku dengan menjadikan dia jodohku yang baru,yang tidak akan pernah di ambil dari ku sampai kapan pun!" Lirih Kenzo dalam hati.
Hati mana yang tidak bakalan cemas ketika ada pertanyaan mendadak seperti begitu, Padahal selama ini pertanyaan itu tidak pernah ada dan juga mungkin tidak akan pernah ada. hanya saja entah ada hal apa yang sedang dipikirkan Dewi sehingga membuat wanita paruh baya itu kembali ingin mendengar keputusan putrinya, dan Kenzo tidak menampik jikalaupun Asya menolak pernikahan mereka dirinya tidak mungkin hanya diam saja dan pasrah karena Biar bagaimanapun sebagai seorang lelaki sejati dirinya harus berjuang demi perasaan dan juga cintanya.
Dewi hanya bisa menghela nafasnya kasar karena memang pemikiran Rianti itu juga pasti akan dirasakan nya ketika anak yang kita kandung diragukan oleh orang lain, hanya saja dirinya juga tidak mungkin hanya diam saja meskipun Kenzo itu adalah keponakan kandung suaminya tetapi Biar bagaimanapun ini menyangkut masa depan Tasya Anak yang tanpa orang tua sudah yatim piatu dibesarkan oleh Nya tidak mungkin dirinya harus melepaskan dia begitu saja tanpa harus memastikan lebih dahulu bagaimana perasaannya Apakah terpaksa atau memang sungguh-sungguh.
sore sobat semua jika tulisanku ini. komanya susah banget soalnya sinyal Kota Merauke lagi parah selama sebulan ini jadi otomatis ada yang hilang sepenggal atau malah di tambah separuh, jujur ini bukan merupakan sebuah kesengajaan akan tetapi keharusan yang harus dijalani dan otomatis Aku harap sama teman-teman semua untuk mengerti dengan keadaan sekarang dan mendoakan agar semuanya kembali pulih tidak membuat pekerjaan yang bersifat online menjadi berantakan.
Percayalah saat menulis novel ini author harus berjalan sekitar 3 km di rumah untuk mencari signal yang bagus untuk bisa mengirim naskah, maka dari itu aku terlalu memohon kepada teman-teman semua tolong menghargai pekerjaan apapun itu karena berat ringannya sesuatu tergantung dari diri sendiri bagaimana menjalani.
Lanjut **
Asya menghela nafasnya kasar kemudian menatap kearah Kenzo sambil tersenyum karena dirinya yakin pasti pria itu sedang menunggu jawaban yang ingin Ia keluarkan, dirinya merasa bahagia ketika Kenzo terlihat begitu khawatir pertanda bahwa pria itu memang sungguh-sungguh tulus kepadanya dan tidak ingin mempermainkan dirinya walau hanya sedikit saja.
__ADS_1
"Baiklah aku bakal jawab apa yang ingin kalian dengar,tapi sebelum itu aku boleh tanya gimana perasaan kamu Mas?" Tanya Asya sambil tersenyum kearah Kenzo.
Pria itu malah tambah heran dengan Asya yang bukan nya menjawab,malah menanyakan perasaan nya yang jelas jelas sedang tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
Siapa yang tidak bakal tegang ketika jawaban yang nanti akan di berikan oleh Asya itu merupakan sebuah keputusan yang bakal merubah segalanya,mulai dari rencana pernikahan mereka yang lanjut atau batal di tengah jalan.
Jika boleh Memutar Balik keadaan ataupun waktu dirinya tidak ingin Dewi melontarkan pertanyaan seperti begitu, yang ada hanya membuat dirinya merasa kebingungan dan juga gelisah yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata sebab pertanyaan Dewi itu sungguh di saat-saat yang genting seperti begini tidak bisa membuat orang lain berpikir dengan jernih lagi.
belum lagi Respon yang diberikan Asya begitu terlihat santai seolah memang jawaban yang diberikan Itu bukan sebuah perkara yang sulit, dan Kenzo mulai berpikiran negatif serta mencurigai hal-hal yang entah memang ada dalam benak Asya atau tidak.
sudah begitu menyuruh dirinya untuk memberikan jawaban tentang apa yang dia rasakan sekarang, padahal tanpa dirinya katakan pun Asya sih tahu apa yang ia rasakan tetapi Mengapa wanita itu sengaja mempermainkannya di hadapan semuanya.
" kamu tahu sendiri kan kalau aku serius menjalani pernikahan ini tanpa ada yang namanya namanya embel main-main ataupun sedang bercanda ataupun nge-prank semua orang, dan kamu juga tahu jika perasaanku saat ini tidak bisa diucapkan dengan kata-kata kalau sebenarnya aku itu sedang Menanti Jawaban kamu jantung aku saja serasa mau copot entah nanti bagaimana respon ku ketika kamu memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan harapan?" sahut Kenzo dengan nada yang tidak tegas tetapi ada keraguan didalamnya apakah dirinya masih bersikap seperti itu sebentar atau mungkin bisa pingsan seketika seperti yang terjadi kemarin saat melakukan penolakan di dalam ruangan kerjanya sehingga alhasil membuat pria itu pingsan mendadak dan tidak menyadari Sebenarnya apa yang terjadi selanjutnya.
Asya tersenyum karena memang dirinya tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Kenzo hanya kalau sedikit sengaja kan tidak masalah, semua gara-gara pria itu juga hari ini dirinya harus mendapatkan masalah dengan menjadi korban terdakwa dari semua orang. maka dari itu jika membuat Kenzo Jera tidak masalah kan yang penting Intinya cuma satu rasanya kepada pria itu tidak akan pernah berubah, kalau mengerjai nya sedikit saja kan tidak ada dosanya sebab tidak ada hati yang bakalan disakiti tidak pada hidup yang bakalan berhenti dan juga tidak ada nafas yang bakalan diambil.
" seperti kalian semua ketahui kalau saat mendaftarkan pernikahan itu atas kompromi kami berdua baru bisa dirinya menjalaninya, tidak mungkin juga kan dia pergi mendaftarkan pernikahan tanpa ada mempelai sedikitpun otomatis masa iya deh menikah dengan bayangannya sendiri? jadi kalau mau bertanya bagaimana perasaanku sekarang ini aku bakalan menjawab dengan tegas tanpa keraguan sedikit pun kalau aku setuju menikah dengan Mas Kenzo, dan juga tidak bakalan berubah pikiran lagi meskipun ada gangguan yang bakalan datang sebelum hari pernikahan kami. maafkan aku juga jika selama ini menjadi anak yang tidak berguna dan telah menyusahkan kalian semua, tapi percayalah dari lubuk hatiku yang paling dalam tidak ada niat dari dariku untuk melakukan semua itu sehingga membuat kalian kesusahan!" orang yang paling bernafas bernafas lega yaitu Kenzo karena akhirnya apa yang ia khawatir kan tidak terjadi sama sekali dan malah Asya mengatakan hal yang membuat ia begitu bahagia.
Meskipun tadi sempat harus di buat deg degan tapi syukurlah semua sudah berlalu,dan sekarang tinggal menunggu respon yang diberikan oleh Dewi dan semuanya.
Tidak mungkin juga kan mereka menolak sedangkan Asya sudah dengan tegas mengatakan kesiapan dengan kata kata yang penuh percaya diri tanpa keraguan,hanya saja ini semua salah nya karena melamar anak orang tidak pernah ia lakukan secara benar sehingga mungkin Dewi berpikiran jika dirinya hanya main main saja.
" kamu sudah dengarkan apa yang dikatakan oleh Asya jadi gimana kamu masih mau komentar lagi atau tidak, awas aja ya Mbak kalau kamu sampai tidak menyetujui pernikahan mereka berdua aku bakalan ngambek ke kamu sampai seminggu lamanya! soalnya apa yang mereka merencanakan itu kan tidak ada salahnya sama sekali jadi otomatis Kita sebagai orang tua harusnya mengaminkan saja, agar Jalan mereka kedepannya lebih mulus tidak ada kendala sedikitpun karena saat mereka awalnya melangkah sudah mendapatkan restu dari kita orang tua. Aku mengatakan hal ini bukan karena sebagai orang tuanya Kenzo melainkan sebagai orang tua mereka berdua, yang tidak mungkin menyakiti hati para anaknya hanya untuk mendapatkan apa yang dia mau." Rianti menimpali apa yang dikatakan oleh Asya dan mencoba untuk membuka jalan pikiran kakak iparnya itu.
__ADS_1