
Norah yang dari tadi berbicara terus langsung menghentikan niatnya karena melihat Gerry yang sudah mulai menutup mata secara perlahan.
Begitupun dengan respon semua orang yang ada di situ yang terlihat mulai mencemaskan keadaan Gerry yang terlihat seperti hendak tertidur tetapi nafasnya seperti baru habis lari maraton, maka dari itu Norah lalu mendekati putranya itu mengguncang pelan tangannya agar segera bangun dan berbicara dengannya karena jika Gerry tidur dirinya takut putranya itu tidak akan mau bangun lagi.
"Gerry, Ayo bicara sama mama! sekarang mama bakalan mengalah dan membiarkan kamu yang bakalan ngomong semua yang ingin kamu bicarakan, hanya tolong jangan diam seperti begini karena ini bukan dari kamu yang biasanya bawel dan suka sekali membantah Apa yang mama katakan!"ujar Norah yang masih berusaha tetap tegar karena menurutnya putranya itu hanya tertidur Saat ini.
Dokter yang ada di situ melihat gejala yang tidak enak dari pasiennya langsung mendekat dan memeriksa alat-alat vitalnya, dan memang benar sepertinya Gerry sudah memilih untuk berpisah dari dunia ini dan menurut pria itu mungkin Waktunya sudah selesai mengabdi di sini.
"suster tolong siapkan CPR sekarang, karena jantung pasien sudah berhenti berfungsi! "ujar dokter tersebut dengan ada yang begitu khawatir membuat semua orang di dalam ruangan itu tidak bisa berhenti untuk berpikir jernih Sebab mereka tahu alat yang disebutkan oleh dokter dan juga kata-kata yang digunakan.
CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation merupakan prosedur pertolongan pertama yang sangat penting, untuk menyelamatkan pasien henti jantung. prosedurnya terdiri dari kompresi dada, membuka jalur nafas dan memberi nafas buatan.
"Untuk keluarga pasien bisakah keluar karena kami harus menangani pasien ini dengan memerlukan ketenangan dan juga keheningan tidak ada gangguan sedikitpun, dan kami mohon kerjasamanya karena ini menyangkut nyawa pasien yang tidak bisa dianggap hal sepele!"ujar dokter tersebut dengan ada yang tidak bercanda membuat semua orang langsung bergegas keluar sedangkan Norah kaki Tangannya sudah tidak mampu lagi digerakkan sebab tubuhnya begitu lemas karena tidak menyangka dengan apa yang dilihat dan didengarnya barusan.
"dokter saya mohon Tolong lakukan apa saja yang anda bisa dan Tolong selamatkan nyawa Putra saya! saya bakalan membayar rumah sakit ini berapapun biayanya bahkan seluruh harta saya berikan pun tidak masalah, hanya saja tolong Lakukan yang terbaik untuk dia karena hanya dia yang kami punya dan hanya dia yang bakalan kami harap untuk meneruskan generasi Airlangga selanjutnya!"minta Norah dengan tatapan sendunya sampai-sampai dokter tersebut tidak tahu harus menjawab Seperti apa dari pertanyaan wanita itu.
"Serahkan saja semua pada yang kita kuasa Nyonya, dan juga berdoa yang banyak karena kita manusia hanya bisa merencanakan Tetapi semua sudah digariskan dari Yang Kuasa!"jelas dokter tersebut yang tidak ingin memberikan harapan kepada siapapun sebab dirinya Hanya bekerja sesuai kemampuannya dan semua itu terletak pada kehendak Yang pencipta karena jika dirinya mengatakan bahwa seberapa hebat seorang dokter yang menangani seberapa mahal obat yang diminum Tetapi kalau hari itu saatnya Ia dipanggil pulang tetap bakalan pulang saat itu juga tanpa banyak komentar.
Dito berusaha menguatkan istrinya karena memang dirinya tahu tidak mudah menjadi seorang Norah yang menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya Bagaimana keadaan putranya saat ini, apalagi Gerry merupakan anak mereka satu-satunya otomatis rasa Terpukul kehilangan bersalah serta perasaan yang lain campur aduk menjadi satu dan terkadang mungkin Ingin mengeluh dan juga berteriak hanya kepada siapa ditujukan hal itu .
__ADS_1
"Tante yang sabar ya! Aku yakin Kak Gery pasti kuat menjalani semua ini, Maafkan aku yang tidak bisa bantu berbuat apa-apa Padahal dia sudah membantu Putriku untuk segera sembuh!"ujar Asya lirih yang merasa tak enak hati sebab kejadian yang menimpa Gerry ini ada campur tangan dengan dirinya juga.
Norah tersenyum sambil menggapai tangan Asya sebab menurutnya tidak penting wanita itu meminta maaf saat ini karena semua sudah kehendak diri tidak ada yang memaksa sedikitpun, maka dari itu benar apa yang dikata dokter yaitu pasrah dan juga berdoa itu adalah hal yang paling dibutuhkan oleh pemuda itu saat sekarang ini.
"kamu jangan bicara seperti tadi dong, kamu tahu sendiri kan kalau hidup manusia itu sudah ada yang mengatur kita tidak bisa harus saling menyalahkan seperti begini! jadi sekarang kamu harus fokus dengan keluarga kamu dan juga suami serta anak kamu, karena kamu dengar sendiri kan apa yang kiri katakan tadi kalau dia pergi dengan tenang karena kamu sudah ada yang menjaga dan Putri kalian sudah berada di tangan orang yang tepat!"jelas Norah membuat suasana begitu sembuh karena mereka tidak menyangka jika pria yang sudah pernah menyakiti hati Asya harus pergi secepat itu dan tepat di hadapan mereka semua yang selama ini sangat membencinya.
Mungkin semesta sudah berkehendak jika sebenarnya meninggal tetapi dengan cara yang begini, karena ketika dirinya pergi di depan semua orang dengan sudah menebus kesalahannya dan membawa Maaf Dari semua orang beban hidupnya bakalan berkurang saat dia pergi nanti.
"Maafkan aku ya Norah, karena aku sudah memaki dan memarahi anak kamu dengan begitu sangat keterlaluan Tetapi dia hanya menanggapi dengan senyuman! Kalau aku tahu kejadiannya bakalan seperti begini Aku tidak akan pernah melakukan hal itu Dan mungkin sudah cukup pelajaran yang diberikan kepadanya, Aku sungguh-sungguh menyesal karena telah melakukan hal itu Dan juga tidak pernah menyadari Sebenarnya apa yang terjadi dan sedang tertutupi dari semuanya!"Dewi benar-benar tidak enak hati kepada Norah sebab menurutnya wajah wanita paruh baya itu begitu tertekan bahkan garis kerutan di matanya itu terlihat begitu jelas seolah-olah Tengah menyimpang begitu banyak beban pikiran yang hendak dibagi tetapi dirinya bingung memulainya dari mana.
"Aku tak masalah dan juga tidak pernah menyalahkan kamu untuk semua yang terjadi, bukankah kita sudah saling memaafkan karena memang semua manusia itu tidak pernah luput dari yang namanya kesalahan! Aku justru sangat berbangga hati dan juga bahagia karena kalian mau memaafkan anakku meskipun kesalahannya itu sungguh sangat-sangat besar, dan dengan begitu Aku yakin dia bakalan pergi dengan tersenyum karena kalian sudah ikhlas dan juga berbesar hati mau memaafkannya!"jelas nurah dan memang dirinya tahu itu ada di dalam pikiran Gerry saat ini yaitu merasa bahagia karena saat ia pergi tidak ada yang sedang menyimpan dendam kepadanya.
Keinginan kuat seseorang untuk sembuh membuat segala macam pengobatan dan juga penanganan medis bentak apapun itu pasti bakalan cepat berpengaruh pada kesehatannya, karena isi hati pasien tersebut ingin bangkit ingin sembuh dan juga ingin berkumpul dengan keluarga makanya tubuhnya merespon obat dengan begitu baik karena mungkin imunnya sedikit berpengaruh dengan jalan pemikirannya saat itu.
Akan tetapi berbeda ceritanya Ketika itu terjadi kepada orang yang memang benar-benar tidak ingin untuk sembuh, karena tubuhnya pasti menolak semua pengobatan yang diberikan, maka dari itu semuanya bakalan cuma-cuma saja dan dokter lebih tahu sebenarnya apa yang harus ia lakukan dan juga tidak.
"Suster tolong catat waktu kematian pasien karena saya akan langsung pergi menuju ke keluarganya, tolong bereskan semua alat-alat medis yang ada!"perintah Dokter tersebut sambil membuka keringatnya Karena memang tadi segala macam tindakan yang ia lakukan tetap tidak berpengaruh sama sekali.
Dokter tersebut langsung keluar dan pergi menuju ke keluarga pasien yang tengah menunggu di depan pintu kamar rawat kiri tersebut,Norah langsung menuju ke arah pria yang memakai jas putih itu berusaha ingin mendapatkan kabar lebih dahulu yang dirinya inginkan yaitu kabar gembira.
__ADS_1
"Dokter Bagaimana keadaan anak saya? Apakah dia baik-baik saja kan? tadi itu dia hanya lagi nge-prank saya pun biar jangan terlalu bawel dan juga memarahi Terus menerus, apa kami semua bisa menemui dia soalnya saya harus menceramainya sekali lagi karena sudah membuat saya jantung?" tanya Norah sambil tersenyum meskipun dirinya yakin pertanyaannya itu terdengar konyol sebab ekspresi dokter ada di hadapannya saat ini terlihat begitu menata penuh kasihan ke arahnya.
"Maafkan saya nyonya, dan juga semua ada di sini! kami sudah melakukan semua tindakan medis semaksimal mungkin, Namun sayang sepertinya pasien memilih untuk kembali pulang kepada penciptanya! Saya turut berduka karena Biar bagaimanapun Pasien adalah orang baik, sebab dirinya menerima segala macam konsekuensi akibat dari tindakannya sendiri dan itu tidak semua orang bisa melakukannya yaitu mengorbankan diri sendiri untuk keselamatan orang lain!" jelas dokter tersebut lalu pergi dari situ sebab penduduknya tugasnya sudah habis nanti Selanjutnya urusan pasien dan juga jenazah Gerry .
Norah hanya bisa mengusap dadanya secara perlahan sebab menurut nya jika dirinya menangis Meraung tidak ikhlas kepergian putranya maka itu sama saja dirinya ingin melihat Gerry kesakitan, Jika dengan pergi begini Gerry tidak akan pernah sakit lagi ataupun menolak segala macam tindakan medis dan juga pura-pura kuat di hadapan mereka Maka dirinya belajar akan belajar ikhlas mulai dari saat ini.
sedangkan Elnara Kondisinya sudah mulai membaik bahkan balita itu sudah mulai cerewet seperti biasanya dan juga segala macam alat medis yang tertempel di tubuhnya sudah mulai dilepas satu persatu, hanya tersisa selang infus itu pun akan dilepas karena Elnara sudah mulai makan secara teratur tidak rewel seperti biasanya membuat semua orang merasa bahagia meskipun kebahagiaan itu harus membuat satu nyawa pergi.
Begitupun Andi dan Vina yang tidak kalah kebahagiaan kebahagiaan sebab begini di dalam rahim wanita itu Tengah tumbuh buah cinta mereka berdua, yang membuat Vina mulai merubah sikapnya yang suka sekali merajuk dan main minggat sembarangan kini mulai sedikit terbuka ketika Apa yang dilakukan Andi tidak sesuai dengan keinginannya.
Mona Kini harus menanggung malu seumur hidup akibat dari pelaporannya kepada para pemerkosa yang tidak bertanggung jawab itu membuat masa lalunya mulai terkuak secara perlahan termasuk pekerjaannya, membuat Bambang begitu malu dan memilih untuk meninggalkan istri dan anaknya karena setiap kali dirinya menasehati mereka sama saja tetap tidak didengarkan.
Percuma mempertahankan suatu hubungan ketika hubungan itu malah menjadi Toxic untuk kita, lebih baik menyendiri agar tidak ada hati yang tersakiti dan juga tidak ada dosa yang bertambah karena mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak sopan.
Sedangkan Millen yang sudah capek karena terus-menerus didekati oleh Rama memilih untuk membiarkan pria itu menunjukkan keseriusannya, sebab tidak selamanya seseorang bakalan menjadi seorang Don Juan dan juga pasanova pasti suatu saat mereka ingin menjalin hubungan serius dengan wanita yang menurutnya bisa membuatnya bahagia.
Rama pun mulai merubah kebiasaannya yang selalu jelalatan melihat wanita cantik Karena menurutnya sekarang ada Milen di sampingnya, dirinya tidak ingin melepaskan wanita itu sebab sudah sangat susah untuk didapatkannya maka jika terlepas lagi akan sulit kembali untuk mendapatkan.
Jangan ditanya lagi dengan Dev saat ini mau tidak mau dirinya menerima perjodohan yang diatur oleh mamanya Lilian dengan wanita yang bernama Rebecca, sebab menurut Lillian perasaan yang awalnya sangat membenci suatu saat pasti bakalan berubah menjadi cinta akibat dari keterbiasan mereka yang selalu bersama.
__ADS_1