Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 24


__ADS_3

Rianti menatap ke arah kedua Kakaknya itu seolah meminta penjelasan Sebenarnya apa yang terjadi kepada Asya, karena wajah Gadis itu tidak seceria biasanya kali ini terlihat lebih memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja.


" Asya Kenapa, dia Kok kelihatannya seperti sedang tertekan? Memangnya ada hal besar yang sedang ia pikirkan atau ada masalah Yang tengah kalian hadapi, tolong kasih tahu aku jangan sampai nanti aku yang bakalan tahu dari belakangan?" tanya Riyanti memastikan karena dirinya benar-benar merasa ada yang aneh dari kedatangan saudaranya yang secara tiba-tiba itu.


Dewi dan Rio Saling pandang karena bingung harus memulai pembicaraan dari mana, sebab hal yang dialami Asya itu merupakan sesuatu yang sangat tidak ingin mereka bahas untuk sekarang ini. hanya saja jika mereka berdiam diri dan kedepannya bakal terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada Asya, pasti lari anti bakalan kurang hati karena merasa dirinya tidak dihargai sama sekali.


" tentang kami bingung harus mulai dari mana berbicara soal hal ini, jadi tolong Jika kamu sudah mendengarkan apa yang kami katakan nanti jangan pernah memperlakukan Asya seperti orang yang tengah terpuruk karena dirinya pasti bakalan menjadi kepikiran!" pinta Dewi dengan wajah sendunya karena biar bagaimanapun apa yang terjadi kepada Asya itu merupakan kesalahan mereka karena terlalu mempercayakan anak gadisnya kepada orang lain.


sumpah demi Dewa Neptunus Rianti ingin sekali berteriak ke arah kakaknya untuk jangan mengulur waktu agar dirinya penasaran setengah Mau mampus, Siapa yang tidak bakalan emosi ketika dirinya sudah merasa greget dengan sesuatu tetapi seolah di tarik ulur keadaannya.


" kalian itu sebenarnya sedang menyembunyikan hal penting apa sih, sampai-sampai tidak mau mengatakan hal itu yang terasa seperti beratnya berton-ton?" tanya Riyanti merasa gemas dengan sikap suami istri yang berada di hadapannya itu.


Dewi menghela nafasnya kasar sambil menatap kearah suaminya itu meminta izin Haruskah mengatakan semuanya, sebab sesungguhnya dirinya antara bingung harus memulainya dari mana.


" Kamu kenal kan sama temannya Asya yang satu tingkat darinya, yang rumahnya tidak jauh dari rumah kami?" tanya Dewi memastikan Apakah Rianti Ingat tidak orang yang dimaksud.

__ADS_1


Rianti mengerutkan keningnya mencoba mengingat seseorang yang dimaksud, karena memang selama ini dirinya selalu pulang balik indonesia-belanda mengunjungi saudaranya satu-satunya itu tetapi dalam ingatannya satu-satunya orang yang selalu dekat dengan Asya yaitu Gerry .


" bukannya kakak tingkatnya Asya ituGerry ? yang selalu kalau mau kemana-mana datang ke rumah untuk menjemput Asya, agar pergi bersama-sama?" tanya Rianti memastikan.


mendengar jawaban Riyanti itu Dewi dan Rio hanya bisa menghela nafasnya kasar karena memang tidak ada yang salah dari jawaban itu, hanya saja ketika mengingat perbuatan Gerry itu jangankan mengingatnya menyebut nama pun mereka rasanya begitu enggan.


" ya karena kamu sudah tahu Jadi tidak perlu lagi kami menyebutkan panjang lebar soal pria itu lagi, hanya Intinya cuma satu yaitu pria itulah yang merusak masa depan yang dimiliki oleh Asya!" jelas Rio dengan wajahnya yang begitu memerah karena emosi jika mengingat hal yang sudah dialami oleh Asya.


Rianti mencoba untuk mencerna apa yang dikatakan oleh kakaknya itu karena Terasa seperti sangat ambigu, Tetapi semakin dipikirkan menjerumus kearah lain itu semakin nyata tetapi dirinya masih berusaha untuk selalu positive thinking saja.


" maksud kalian itu apa ya? soalnya aku bingung harus mencerna Seperti apa lagi, karena menurutku pria itu baik dan bertanggung jawab kepada Asya Buktinya dia selalu antar jemput Asya tanpa mengeluh sedikitpun?" tanya Rianti yang meminta lebih spesifik apa yang dikatakan oleh Kakaknya tadi.


" apa kamu bilang barusan dia itu pria baik, Kalau memang dia itu pria baik tidak mungkin merusak masa depannya Asya tanpa diminta dan diinginkan sama sekali? "tanya Dewi yang ingin sekali berteriak pada dunia bahwa Asya itu bukan wanita yang murahan memaksakan diri hanya untuk mendapatkan sesuatu.


Sumpah demi apa? tapi yang Intinya cuma satu yaitu Rianti sampai mengusap dadanya perlahan, karena dirinya serasa seperti salah dengar tapi benar-benar kenyataan yang tidak ingin dipercaya nya sama sekali.

__ADS_1


" Ya Tuhan, jadi Asya merupakan korban...


Rianti menutup mulutnya karena tidak mampu lagi melanjutkan pertanyaannya, sebab itu sesuatu yang sangat tidak ingin dirinya sebut tenggorokannya pun bahkan serasa seperti tercekat karena merasa berat untuk mengatakan hal itu.


"kok bisa, Memangnya kejadiannya kapan sampai kalian bisa seteledor itu? Apa gunanya kalian coba selama ini menjaga dia jika hanya untuk menjauhkan dari orang-orang yang kurang ajar saja kalian tidak bisa, masa depannya mau jadi apa kalau harus seperti begini? terus nanti kalau ada kejadian yang bakalan tidak terduga kedepannya kita mesti bagaimana, Memang sih negara ini itu tidak pernah mencampuri urusan satu sama lain tapi beban moralnya loh kakak itu sangat berat?" tanya Rianti sambil mengusap wajahnya kasar karena kebingungan harus berbicara apalagi untuk menggambarkan kondisi hatinya sekarang.


" yang mana kamu bisa tahu atau mengantisipasi lebih dulu Jika sesuatu yang tidak diinginkan bakal terjadi, Kamu kan tahu kan kedekatannya mereka seperti apa selama ini? hanya saja kami pun bingung kenapa pria itu sampai melakukan hal yang sangat-sangat menyakiti perasaannya Asya, Padahal selama ini keselamatan Asya sudah kami percayakan kepadanya 100%?" jelas Dewi sambil berusaha meredam tangisan.


" Jadi kalian pindah ke sini hanya untuk menghindar dari masalah ini, tapi bagaimana dengan Asya kalau besok lusa dia nantinya....


Rianti tidak tahu harus melanjutkan ucapannya mulai dari mana lagi, apalagi mau lihat aja Dewi dan Rio yang begitu Terpukul dengan kejadian yang pernah menimpa Asya.


" ini sebenarnya permintaan Asya untuk pindah kuliah disini dan tinggal bareng kamu, akan tetapi kamu tahu sendiri kan kalau kami tidak bisa berpisah jauh darinya? maka dari itu kami berusaha untuk selalu ada disampingnya saat dirinya butuh penghibur, tapi kamu Tenang saja ya karena kami bakal mencari tempat tinggal yang bisa membuat Asya nyaman nantinya!" jelas Dewi membuat Riyanti menatap tak suka kearah kakak iparnya itu.


" kalian itu kenapa sih baru datang langsung menyebut tempat tinggal yang baru, Memangnya kalian anggap aku ini apa sampai-sampai ingin pergi cepat-cepat dari rumahku?" tanya Riyanti kesal karena mendengar apa yang dikatakan oleh Dewi barusan

__ADS_1


" tapi kami kan tidak enak hati sama suami kamu kamu, rasanya seperti kami sedang berlari dari masalah kami dan menyusahkan kalian yang selama ini tenang mengalun tidak ada masalah sama sekali!" jelas Rio membuat Riyanti hanya bisa menghela nafasnya kasar.


" setiap orang itu punya masalah yang bilang tidak punya masalah itu siapa, hanya saja tergantung orangnya mau membawa membawa masalahnya ke arah yang mana. kalau soal George sama anak-anak itu nanti bakal menjadi tanggung jawabku menjelaskan, yang penting intinya hanya satu yaitu kalian mengembalikan rasa aman dan nyaman untuk Asya agar dirinya kembali ceria. apapun keadaannya kedepannya kita bakal selalu bersatu agar dia kembali tenang, karena memang fisiknya sepertinya sedang tidak ingin diajak berkompromi !" jelas Rianti dan di angguk kepala oleh Dewi dan suaminya.


__ADS_2