
Kenzo menatap tajam kearah Asya yang dengan berani menolak dirinya dihadapan semua orang,jika saja ditempat itu hanya ada mereka berdua sudah dipastikan bakal membungkam mulut Asya itu dengan caranya.
" Ini anak kenapa selalu membuat ku gemas, coba saja kalau di sini Hanya kami berdua bakalan sudah ku buat dia terdiam dengan caraku !" batin Kenzo sambil menatap penuh arti ke arah Aceh tak peduli dengan semua orang yang berada di situ karena dirinya sedang memikirkan apa yang Asya katakan tadi.
" Kamu bukannya berterima kasih karena sudah di tawarkan bantuan secara sukarela dan gratis, yah malah menolaknya seolah menjadi orang yang tidak tahu terima kasih sama sekali!" Sindir Kenzo yang Bahkan tidak menatap kearah Asya sama sekali dirinya malah fokus ke arah makanan yang tengah dirinya santap.
" ya kan mau diantar jemput itu kan aku jadi otomatis harus sesuai dengan keinginan ku dong, Kenapa jadi kamu yang harus memaksa kehendak seperti itu kalau begitu kamu pergi jemput saja wanita yang lain Jangan aku?" kesal Asya karena sepertinya Kenzo tidak mempedulikan keinginannya sedikitpun.
semua orang di ruangan itu kebingungan harus berkata apa agar kedua anak manusia itu menghentikan perdebatan mereka, sebab Asya yang keras kepala dan juga Kenzo yang susah sekali diajak kerjasama membuat keduanya terlihat tidak ada yang mau mengalah sedikitpun.
" kamu sudah paham soal seluk-beluk kota ini atau hanya bermodalkan nekat dan juga Google Maps, kalau belum tahu apa-apa mendingan Ketika seseorang menawarkan bantuan itu diterima sepenuh hati jangan Banyak mengeluh? nanti kamu terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan Siapa juga yang susah kalau bukan kita Kita ini, jadi orang itu bisa tidak jangan terlalu keras kepala?" Sindir Kenzo membuat Asya mendengus kesal nafsu makannya pun hilang pergi begitu saja karena digantikan dengan emosi yang hendak meledak sewaktu-waktu.
" eh semua orang itu mengandalkan Google Maps masih hidup kan tidak ada yang sudah meninggal, kalau semua orang sebelum melangkah selalu pesimis seperti kamu ya sama saja bohong!" Asya benar-benar tidak mengerti dengan arah pemikiran Kenzo Yang sepertinya terlalu ingin memaksakan kehendak.
" ya sudah terserah dari kamu saja tapi kalau ada apa-apa Jangan membuat semua orang menjadi panik, karena bukan ke kamu sendiri yang ingin mencari masalah dan juga keras kepala ketika diberikan nasihat yang baik?" tanya Kenzo sambil menatap Asya dengan Tatapan yang sulit diartikan.
" aku enggak jadi makan deh soalnya udah kenyang, kalian lanjutkan saja semuanya aku balik ke kamar dulu! Om sama Tante aku permisi ya, Bapak sama Mama enggak usah khawatir aku baik-baik saja aku hanya lagi enggak mood saja untuk berada disini!" pamit Asya membuat Kenzo yang tadi pura-pura menikmati makanannya langsung menghentikan kegiatannya.
" Kamu kenapa sih main pergi begitu saja tidak ada sopan santunnya sama sekali, sini kembali duduk jangan terlalu susah untuk dibilangin jadi orang? kamu mau buat paman sama bibi khawatir dengan keadaan kamu, Lagian ini makanan tidak ada salahnya sama sekali Jadi untuk apa tidak dihargai kalau Ternyata semua orang sudah bekerja keras hanya untuk mendapatkannya?" tanya Kenzo sambil menatap tajam kearah Asya yang Bahkan tak menatap ke arahnya sama sekali.
" Ken, kamu bisa tidak ngomongnya sedikit halus Jangan kasar begitu kepada Asya? Jangan karena kamu melihat dia selalu menjawab apa yang kamu katakan maka berpikiran Jika dia baik-baik saja, tolong jangan membuat dia menjadi jauh dari kamu dan akhirnya tidak punya tempat sandaran karena kamu berubah menjadi orang yang egois! " bujuk Riyanti karena sebenarnya dirinya tak tega ketika melihat Rio dan Dewi yang tidak tahu harus menjawab apa ketika perdebatan antara Asya dan Kenzo tadi.
Asya menyadari jika bakal banyak orang yang mengetahui keadaannya sekarang memilih langsung pergi tanpa berpamitan lagi, Jikalau memang masalahnya harus terbuka di depan umum tidak masalah yang penting saat dirinya tidak berada di situ.
__ADS_1
Kenzo yang tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Rianti mengerutkan keningnya karena merasa bingung, sebab Jikalau memang Asya ada masalah maka dirinya tadi sudah melakukan kesalahan dengan membuat wanita itu menjadi emosi.
" maksud Mama apa ya? " tanya Kenzo memastikan.
Dewi hanya bisa menghela nafasnya kasar warna ternyata masalah yang yang terjadi pada putrinya itu tidak bisa dijaga rahasianya, dirinya berdoa semoga kedepannya tidak terjadi hal-hal yang tidak mereka inginkan dan membuat Asya lebih terpuruk lagi.
" ada saatnya kamu bakalan tahu masalah ini Tapi tidak untuk sekarang, yang tante inginkan yaitu kamu kamu tidak mengatakan hal yang bakalan menyinggung perasaan Asya. karena Biar bagaimanapun dia sekarang itu mencoba untuk menutupi masalahnya dari semua orang, jadi tolong jangan membuat beban pikirannya bertambah lagi dan akhirnya membuat dirinya jadi putus asa!" pinta Dewi dengan wajah memelas agar semua pembahasan mengenai Asya dihentikan saat itu juga.
cancel bingung harus menjawab apa akhirnya hanya bisa menganggukan kepalanya pertanda menyetujui kemauan Dewi tadi, hanya saja dirinya berjanji bakalan mencari tahu semuanya yang telah terjadi kepada Asya agar dirinya tidak bertanya-tanya seperti begini lagi.
" kalian semua lanjutkan makan soalnya aku mau nganterin punyanya Asia, kasihan di harus minum obat tapi tidak makan sama sekali nanti nanti bukannya tambah membaik malah tambah memburuk!" jelas Dewi sambil mengangkat nampan untuk dibawa ke Asya namun segera dicegah oleh Kenzo.
" Biar aku saja bibi, soalnya kan dia pergi dari sini juga karena aku jadi otomatis aku harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi padanya!" tawar Kenzo lalu segera mengambil alih nampan yang berada di tangan Dewi itu.
" tidak masalah aku bisa melanjutkan makan dengan dia, kalian silakan lanjutkan saja aku pergi ke atas dulu! " setelah mengatakan hal itu Kenzo segera pergi dari situ daripada nanti bakalan ada perdebatan Lanjutan membuat dirinya pusing memikirkan semuanya.
semua orang yang berada di meja makan itu menatap tak percaya kearah punggung pria yang sudah berada di depan kamarnya Asya, sebab pria yang dahulu Arogan dan tidak pernah peduli dengan urusan orang lain tetapi malam ini sangat jauh daripada biasanya.
" papa, anak kita Kok bisa berubah seperti begitu ya? Padahal selama ini biar mama sakit tidak pernah Dia peduli sedikit pun, bahkan menawarkan perhatian yang lain tidak pernah?" tanya Rianti kepada suaminya.
George sebenarnya ingin berkomentar tapi dirinya juga tak enak hati terhadap pasangan suami istri yang tengah Duduk menatap kearah mereka, karena jika sampai hal itu terjadi maka bisa dipastikan kadar sopan santun nya sudah menurun di bawah ambang batas.
" entahlah Papa juga bingung dengan mood itu anak, Kadang baik kadang juga sangat menyebalkan!" sahut George asal karena tidak ingin menimbulkan berbagai macam pertanyaan lagi.
__ADS_1
tok tok tok
"Sya, kamu buka pintunya dong ini aku! kalau kamu tidak mau membuka pintunya sekarang juga aku bakalan dobrak nih dari luar, soalnya membawa nampan seberat ini membuat otot-otot serasa ingin copot dari tempatnya! " bujuk Kenzo yang berusaha untuk bersikap semanis mungkin agar Asya tidak bertambah kesal padanya.
Asya menatap kesal kearah pintu kamarnya Yang dari tadi ada saja orang-orang menyebalkan yang berdiri baliknya, kalau Rianti sih dirinya masih memaklumi hal itu karena maksud tujuan Wanita itu sangat baik tapi ini menyangkut soal Kenzo yang sangat menyebalkan itu.
" itu orang ngapain lagi sih datang ke sini sudah tahu kalau aku lagi kesal padanya, Kenapa hobi sekali mencari masalah seolah tidak punya pekerjaan yang lain lagi selain menggangguku?" sungut Asya kesal.
sedangkan Kenzo yang merasa tak di hargai sama sekali menjadi kesal sendiri, bagaimana tidak dirinya sudah berinisiatif meminta maaf malah tidak digubris kedatangannya.
" kamu jadi orang bisa tidak jangan terlalu keras kepala, Aku bahkan sudah sepenuh hati loh datang ke sini tetapi kamu tidak ada niat untuk menghargainya?" Sindir Kenzo membuat Asya mau tak mau harus harus membuka pintu kamarnya dan memasang tatapan tajam Nya kepada orang yang sedang berada di balik pintu itu.
" kenapa, bukannya aku ini adalah gadis keras kepala Jadi untuk apa kamu datang mencariku Yang pasti bakalan tidak pernah menghargai kedatangan kamu?" tanya Asya Ketus membuat Kenzo hanya bisa menghela nafasnya karena dirinya tidak ingin berdebat untuk saat ini.
" Aku hanya ingin membawakan makanan ini untuk kita berdua, soalnya tidak mungkin juga akan kamu harus balik ke bawah ulang ulang lagi sedangkan tadi kamu sendiri yang berinisiatif naik ke atas sini?" tawar Kenzo sambil menunjukkan nampan yang dirinya bawah agar Asya tidak menolak kehadirannya.
" Ya suruh kamu bawa ke sini itu siapa Kan aku tidak pernah meminta, kamunya saja kan yang terlalu percaya diri yakin bahwa aku bakalan menerima apapun yang kamu kasih? " Sindir Tasya membuat Kenzo bingung harus berbicara apa lagi agar wanita di hadapannya itu bisa paham dengan kemauannya.
Asya hanya bisa menghela nafasnya kasar dan memberi jalan agar Kenzo bisa masuk ke dalam, setelah itu dirinya juga ikutan masuk tanpa ada niat untuk mengunci pintu sedikitpun agar orang-orang yang berada diluar tidak berpikiran macam-macam,
" Kamu kenapa malah Bengong di situ, Memangnya kamu pikir aku sanggup menghabiskan ini semua seorang diri? " tawar Kenzo membuat saya kebingungan harus menjawab atau memilih diam.
" Iya aku tahu tidak perlu kamu mengatakan hal itu lagi, Ya sudah kalau sudah disimpan di atas nakas kamu boleh keluar sekarang!" usir Asya halus membuat Kenzo menatap tak percaya ke arahnya.
__ADS_1