Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 128


__ADS_3

Norah mendengung kesal ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Gerry tadi, padahal dirinya sedang tidak ingin bercanda dengan pemuda itu yang sudah membuat mereka begitu merasakan kekecewaan.


" Ya sudah kalau begitu pergi cari kedua orang tua yang kamu sebutkan namanya tadi soalnya kami berbeda tidak sesuai dengan yang kamu katakan, takutnya mungkin kamu orang tuanya masih hidup atau tidak terus sebenarnya anak yang diakui atau tidak kami juga tidak tahu jadi lebih baik kamu yang memastikannya sendiri!" sinis Norah membuat Gerry menatap tak percaya ke arah Mamanya itu.


karena ternyata amarah yang sering dirasakan oleh kedua orang tuanya itu bukan hal yang dianggap bercanda, sebab terlihat dari sorot mata keduanya ada keseriusan di dalamnya jadi otomatis kiri harus memilah kata yang terbaik agar tidak menjadi bumerang yang balik menyerangnya sewaktu-waktu.


Kalau boleh meminta dirinya ingin berteriak ke seluruh dunia bahwa ia menyesal dengan apa yang telah dilakukan, hanya saja dengan melakukan hal itu tidak bisa membalikkan keadaan ataupun waktu yang sudah Terlewatkan karena semua sudah terjadi.


" tapi sepertinya kedua orang tuaku itu sedang marah besar kepadaku makanya aku serasa seperti anak yang dibuang dan tidak dianggap sama sekali,bisakah kalian mewakili ku menyampaikan permintaan maaf kepada mereka berdua!" Pinta Gerry dengan wajah memelas.


Norah mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh putranya itu,karena terlalu berbuat seolah diri nya merupakan korban teraniaya.


'Eh bisakah kamu pergi dari sini dan jangan menggangguku karena aku lagi tidak punya anak dan juga sedang malas mempunyai anak sekarang ini,oleh Karena menurut ku punya anak laki laki itu sangat tidak berguna dan ingin mempunyai anak perempuan!" Oceh Norah yang membuat Gerry menatap tak percaya kearah nya.


"Astaga Mah,aku harus bergaya seperti apa biar Mama mau memaafkan aku?" Lirih Gerry frustasi.


"Ayo Pah kita jalan sepertinya pesawat yang kita tumpangi sudah sampai,soalnya kalau kelamaan disini nanti bikin kepala Mama tambah pusing!" Ajak Norah sambil menarik tangan suami nya itu agar jangan duduk lagi.


Gerry juga ikut berdiri dan mengikuti langkah kaki orang tuanya itu,sebab ia mana mau tinggal sendiri disitu sedangkan sudah tak punya siapa siapa lagi yang membuat dirinya harus bertahan di tempat itu.


Dito malah diam saja dan tak ingin memperdulikan keberadaan Gerry karena menurut nya pemuda itu sudah besar dan bisa menentukan pilihan dalam hidupnya,jadi untuk apa harus direpotkan dengan urusan pria itu karena yang ada hanya membuat dirinya bertambah kesal dan bakal menghajar nya di tempat umum.


Vina dan Andi yang sudah sampai di Den Haag harus menelan kekecewaan karena Asya yang tidak bisa datang menjemput nya,karena saat dirinya menelpon Asya ternyata nomor wanita itu sedang tidak aktif maka dirinya beralih menelpon Dewi.


Dewi mengabarkan kepada wanita itu bahwa Asya dan juga keluarga kecilnya sedang liburan di Berlin,maka dari itu nanti dirinya dan Rio yang akan menjemput mereka dari Bandara.


"Haloo Tante Syantik,sahabatku terseyeng dimana ya? Kok aku telpon tapi nomornya tidak aktif,apa dia ada disitu aku mau ngomong?" Tanya Vina penasaran..


"Makasih Nak atas pujian nya,Asya lagi liburan tuh bareng sama anak dan suaminya di Berlin!" Jelas Dewi.


"Alamak,kalau dia pergi liburan terus yang bakal menjemput aku dan suami di Bandara, siapa?" Tanya Vina lemas.


"Kamu memang nya ada dimana?" Tanya Dewi penasaran..

__ADS_1


"Ya ada di bandara xxv sini dong Tante!" jelas Vina.


"Kasihan anak Tante,ya sudah kamu tunggu disitu nanti kami yang bakal menjemput kalian!" Sahut Dewi.


"Ok Tante,aku tunggu ya!" Balas Vina.


Andi yang melihat wajah tak bersemangat istrinya itu merasa heran,pasalnya beberapa jam yang lalu wajah Vina begitu antusias namun kenapa sekarang jadi berubah drastis.


"Kamu kenapa,kok jadi cemberut begitu?" Tanya Andi penasaran.


Vina yang mendengar pertanyaan sang suami hanya bisa menghela nafasnya kasar,karena tidak mungkin juga kan dirinya memarahi pria yang jelas jelas tidak punya salah sedikit pun.


"Asya pergi dan aku tidak jadi bertemu dengan nya!" lirih Vina.


"Pergi kemana?" Tanya And9 penasaran.


"Berlin!" Sahut Asya membuat Andi langsung terhenyak karena sangat terkejut dengan jawaban terakhir yang diberikan oleh istrinya itu.


Percayalah yang lebih penasaran dari Andi adalah istrinya yaitu Vina,sebab ia tak menyangka jika sang suami ternyata mengetahui tentang Gerry selama ini dan ia tak tahu menahu.


"Kamu tadi bicara Apa,karena aku ingin memastikan nya?" Tanya Vina dengan wajah yang penasaran..


Andi langsung terdiam menyadari apa yang tadi tidak sengaja dirinya ucapkan,dan pasti sekarang Vina bakal sangat penasaran saat ini dan meminta jawaban darinya.


"Kamu salah dengar mungkin?" Tanya Andi berbohong.


Vina terkekeh karena mendengar jawaban yang diberikan oleh suami nya tadi,sebab hal itu secara tidak langsung Andi telah berbohong padanya dan ia sangat sesalkan hal itu.


"Kamu pikir aku ini telinga nya tidak normal jadi berani membohongi ku seperti anak kecil?" Tanya Vina sinis.


"Sayang,bukan begitu maksud ku tadi itu aku hanya...


"Ternyata kamu selama ini mengetahui keberadaan Gerry dan kalian selalu memberikan kabar masing masing tanpa memberi tahu kan padaku?" Tanya Vina lagi tapi kali ini dengan tatapan mengintimidasi.

__ADS_1


"Sayang,aku itu bukan nya tidak ingin memberitahukan semua ini kepada kamu,hanya saja aku tidak mau kamu marah dan salah paham karena sudah menyembunyikan semua nya pada kamu!" jelas Andi dengan nada memelas.


Vina tertawa sinis mendengar kata kata yang di ucapkan oleh Andi tadi,karena menurutnya pria itu hanya ingin membela diri agar ia tak salah paham dan juga tak marah marah padanya.


"Kamu lebih baik menyusul istri kedua kamu di Jerman sana,dan juga jangan pernah mengganggap aku ada sebab aku setelah ini bakal minta cerai saat kembali ke Tanah air!" Vina benar benar serius mengatakan hal itu.


Bukan karena egois dan lebih memilih untuk mementingkan orang lain,hanya saja Vina tidak menyukai Pria yang berhubungan dengan nya saling memberi kabar pada orang yang bersikap tidak sopan pada wanita dan lebih parah nya itu adalah sahabat nya sendiri.


Andi tak percaya dengan apa yang ia dengar sebab Vina dengan mudah mengucapkan kata cerai padahal mereka baru saja menikah.


"Sayang,aku tahu aku salah karena berbohong tapi itu semua kan tidak pernah memperngaruhi hubungan kita dan juga aku tidak pernah berlaku yang kurang sopan kepada kamu?" Bujuk Andi namun ketika ia hendak meraih tangan Vina wanita itu menepis nya..


"Tante aku disini!" Teriak Vina lalu berlari kearah Dewi dan Rio.


Dewi tersenyum kearah sahabat karib putrinya itu yang selama ini selalu saja menemani Asya kemanapun,dan juga selalu ada waktu ketika Asya membutuhkan.


"Kalian sudah dari tadi sampai nya,Maaf Om sama Tante lama soalnya jalan lagi padat sekali!" Ujar Dewi sambil tersenyum.


"Ah tidak apa apa kok Tante,ya sudah ayo kita jalan sekarang tapi kalau Tante boleh tahu ini siapa nya kamu?" Tanya Dewi sambil menunjukan kearah Andi yang berdiri di samping Vina.


"Oh dia itu..


"Aku suami nya Vina Tante!" jelas Andi sebelum Vina mengatakan hal yang tidak tidak.


Mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya itu membuat Vina menatap sinis kearah nya,sebab sudah berani memotong apa yang ia katakan..


"Wah kamu juga sudah menikah ya,kapan sih waktunya?" Tanya Dewi antusias..


Andi merasa bahagia karena akhirnya ada yang bisa mengalihkan fokus Vina hingga membuat wanita itu lupa sejenak akan pembahasan awal,karena ada Dewi yang membicarakan hal yang lain.


"Kami menikah belum lama ini dan sekarang mau bulan madu,terus sekalian bertemu dengan Asya yang sudah lama tidak berjumpa!" Jelas Andi.


"Makasih Karena kalian masih mengingat Asya,dan maaf kami pergi tanpa pamit waktu itu!" Lirih Dewi.

__ADS_1


__ADS_2