
Gery masih saja penasaran memilih untuk menelepon Andi daripada dirinya harus menunggu lama tanpa ada kepastian sedikitpun, mendingan langsung mencari tahu kebenarannya agar dia tidak terlalu dilanda rasa penasaran yang begitu besar.
Vina yang kebetulan sudah bangun karena hari sudah siang dan bersiap untuk keluar kamar menemui yang lain mendadak dibuat keheranan karena ponsel suaminya itu yang bergetar sedangkan sang empunya masih bergelung di bawah selimut, membuat dirinya mau tidak mau harus merespon benda persegi itu yang dari tadi mengganggu pikirannya.
" Ini siapa sih yang mengganggu orang di waktu seperti begini, Apa mereka tidak tahu kalau orang juga punya kesibukan lain dan tidak harus menerima telepon dari mereka?" Sungut Vina namun mau tidak mau dirinya harus mengangkat panggilan itu.
__ADS_1
ketika dipastikan kira-kira Siapa yang mengganggu di waktu jam kerja seperti begitu netra Vina langsung membulat ketika tahu bahwa Gerry lah yang menelpon, Padahal kata-katanya tadi malam itu sudah cukup jelas yaitu menyuruh pria itu untuk tidak menghubungi suaminya lagi tetapi sepertinya Gerry belum peka .
" Oh ini orang sepertinya mau cari masalah denganku karena ancamanku tadi malam dia tidak dengar sama sekali ya, Awas aja kalau sampai dia mengatakan hal yang tidak tidak dan menguji kesabaranku karena aku tidak bakalan tinggal diam!" ujar Vina sambil bergumam monolog dan menoleh ke arah Andi yang masih saja belum sadar dari tidurnya dan hal ini sangat menguntungkan dirinya untuk memakai Gerry sepuas hatinya.
" kamu itu dengar tidak apa yang aku katakan kemarin, apa aku harus ulangi lagi perkataanku agar kamu paham dan mengerti tentang semua yang aku katakan?"Tanya Vina sinis.
__ADS_1
" aku saja masih ragu Kamu itu sebenarnya benar istrinya Andi atau hanya kalian merupakan pasangan yang tidak sah dan sedang berbuat zina di tempat lain, maka dari itu lebih baik Berikan ponselnya kepada yang punya Sebab aku ingin berbicara penting dengannya!" sindir Gerry tak mau kalah.
" orang seperti kamu itu tidak penting sama sekali untuk dikasih tahu tentang hal yang baik Soalnya di dalam otak kamu itu semuanya hal yang buruk, jadi jangan ikut campur dengan urusan orang lain atau orang lain tersebut bakalan ketiban sial seperti yang terjadi kepada Asya!" jelas Vina dengan kata-kata yang begitu menusuk pendengaran Gerry .
Gerry bingung harus menjawab apa ada yang juga merespon Bagaimana dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Vina Meskipun tidak terlihat oleh netralnya sama sekali, karena terdengar jelas bahwa wanita itu benar-benar membencinya dengan semua yang telah ia lakukan kepada Asya yang notabe ini merupakan sahabat dekatnya Vina.
__ADS_1
" aku tidak Sedang membahas hal lain Jadi tolong jangan kamu mencampuradukkan dengan sesuatu yang bukan urusan kamu, karena urusanku itu semata hanya menyangkut soal Andi saat ini dan juga bukan soal kamu atau siapapun itu!" akhirnya kata-kata itu lolos dari bibir Gerry karena juga tidak bisa dipastikan Vina bakalan marah-marah tidak jelas kepadanya.
Padahal kalau boleh ya meminta mungkin pasti Vina bakal menjawab dengan baik juga dirinya bertanya soal keberadaan Asya saat ini, karena setahunya Asya datang ke Jerman itu hanya untuk liburan dengan suaminya tetapi tempat tinggal sesungguhnya Entah di mana Dirinya saja tak tahu.