
setelah mendapatkan apa yang mereka mau lalu tanpa berbelas kasih ataupun memikirkan keadaan Mona yang bakal Seperti apa nantinya, Mereka pun pergi dari situ membiarkan tubuh wanita itu tergeletak di bawah tanah tanpa memakai sehelai benang pun bahkan bisa dibilang terlihat sangat mengenaskan.
Jika saja orang-orang tersebut memiliki hati nurani walau hanya sedikit saja pasti bakal menutup aurat Mona yang kelihatan, karena dengan begitu bisa membuat wanita itu masih memiliki harga diri walau hanya sedikit saja dan entah itu tersisa hanya beberapa persen.
" kita pergi dari sini dan Ingat tidak boleh ada satupun barang-barang yang ketinggalan atau nanti bakalan terlacak oleh Polisi nantinya, dan ingat Setelah dari sini kita harus berpencar pergi entah ke mana Jangan dulu berkumpul seperti biasanya agar tidak mudah diketahui!" perintah Nick yang memang tidak ingin berurusan dengan pihak kepolisian yang menurutnya bakal membuatnya repot.
sepeninggal mereka Mona yang sebenarnya sudah sadar dari tadi langsung membuka kedua matanya untuk memastikan apakah para penjahat itu masih berada di sekitarnya atau tidak, setelah diyakini keadaan mulai aman dirinya pun langsung bangun sambil meringis kesakitan karena seluruh tubuhnya Terasa seperti dihajar Palu godam yang begitu berat dan sakitnya sangat tak terperih kan.
dirinya menangis dalam diam dan hanya mengeluarkan air mata tanpa mengeluarkan suara hatinya begitu sakit tersayat bagi teriris Sembilu, menyadari betapa murahan dirinya karena dalam sehari sudah dipermainkan lebih dari satu pria dan semuanya tidak ada yang menghargai kerja keras dan juga tubuhnya yang sudah mereka nikmati tanpa belas kasihan itu.
terlihat sekujur tubuhnya penuh memar yang sudah mulai membiru entah apa yang para pria jahat itu lakukan kepadanya dirinya pun kebingungan, sebab dari awal sampai akhir permainan tidak ada kelembutan di dalamnya karena mereka semua memperlakukan dirinya seperti seorang penjahat yang pantasnya dibunuh secara perlahan.
__ADS_1
" Aku benci kalian semua aku benci kalian para pria yang tidak pernah menghargaiku walau hanya sedikit saja, kalian pikir aku ini wanita apaan yang bisa dipermainkan Sesuka Hati? Biarpun aku murahan tetapi aku juga membutuhkan uang untuk melanjutkan hidup bukan hanya asal dipakai dan dijadikan barang gratisan, aku doakan semoga kedepannya hidup kalian bakalan Terasa seperti neraka seperti yang aku rasakan saat ini!" lirih Mona dalam hati Sambil mencoba untuk memakai kembali Pakaiannya yang walaupun Bisa dibilang sudah tambah Tidak berbentuk karena memang dari awal wanita itu memakai pakaian yang kurang bahan jadi ketika dibuka secara paksa pasti bakalan terjadi sobekan di mana-mana.
setelah itu dengan langkah tertatih dirinya mencoba bangkit namun semuanya terasa begitu gelap, membuat dirinya pun linglung dan akhirnya jatuh tak sadarkan diri tepat di pinggir jalan yang begitu sunyi sebab hari juga sudah mau mendekati subuh.
apalagi tempat di mana Dirinya berada sekarang ini merupakan daerah perkampungan yang jauh dari perkotaan dan juga hiruk pikuk kendaraan satu kali 24 jam, Entahlah kalau memang ada malaikat pelindung yang selalu menyertainya pasti bakalan muncul bantuan sebentar lagi.
berbeda dengan Vina yang pagi ini memasang tambang datarnya ketika bertemu dengan Andi, rasa kecewa jelas masih ada kepada suaminya itu dan juga lebih bertambah rasa emosi ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Gerry tadi.
karena Gerry secara tidak langsung menyindir dirinya yang mengaku sebagai istrinya Andi padahal mungkin menurut pria itu fitnah hanya mengada-ngada dan berharap mungkin hal itu bakalan menjadi kenyataan, sedangkan dirinya merasa tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh pria itu karena merasa seperti seorang wanita yang memaksa ingin menjalani sebuah hubungan untuk berkomitmen seumur hidup padahal si prianya tidak merasakan hal itu.
" Kamu kenapa dari tadi kok Tante perhatikan mood-nya seperti lagi hancur berantakan, Kalau ada masalah itu cerita jangan dipendam sendiri atau nanti bakalan menjadi penyakit?" tanya Dewi memastikan membuat Vina hanya bisa menghela nafasnya kasar sebab antara kebingungan harus merespon Seperti apa pertanyaan wanita paruh baya itu.
__ADS_1
" aku baik-baik saja loh tante, mungkin karena efek perjalanan jauh jadinya moodnya sedikit hancur!" sahut Vina berbohong karena dirinya tidak mungkin juga kan memaksakan kehendak ataupun mengatakan masa lalu rumah tangganya Meskipun orang tersebut sudah dianggapnya seperti orang tuanya sendiri.
" Tante ini dulu pernah menjadi anak-anak kemudian remaja dan setelah itu dewasa dan menikah, awal pernikahan pun Tante sudah pernah merasakan jadi mood kamu sekarang ini Tante tebak pasti tidak jauh dari masalah itu? bukannya tante mau ikut campur ataupun sok tahu dan juga merasa diri paling bisa, hanya saja siapa tahu mungkin kamu menceritakan apa yang tidak kamu sukai dalam hati kamu sekarang mungkin beban pikiran kamu bakalan lebih berkurang!" bujuk Dewi karena Biar bagaimanapun dirinya sudah menganggap Vina seperti anak kandungnya sendiri sebab semua sahabat Asya itu artinya anaknya juga kan.
Vina tersenyum mendengar kata-kata penuh perhatian dan juga pengertian dari Dewi tadi membuat dirinya merasa seperti orang yang biarpun jauh dari kedua orang tuanya tapi memiliki orang tua pengganti tanpa diminta, maka dari itu tidak ada salahnya jika dirinya berbagi cerita tentang masalah yang dihadapi tetapi takutnya ketika menyebut nama orang yang masuk dalam masalah itu membuat Dewi bakal kembali kecewa kepada dirinya dan juga Andi yang secara tidak langsung sudah berhubungan dengan orang yang paling dibenci oleh mereka.
" sebenarnya masalah ini itu menyangkut dengan orang yang paling aku benci dan juga tidak ingin ku sebut namanya tante, karena Takutnya nanti Tante bakalan salah paham dan juga berpikiran kalau selama ini aku yang membantu dia untuk melakukan semua hal yang tidak pernah tante sama Om serta Asya ingin!" lirik Vina sambil menatap ke arah lain karena dirinya tidak tega melihat ke arah Dewi yang sepertinya penasaran dengan kelanjutan kata-katanya itu.
Dewi tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Vina barusan karena dirinya sangat tahu siapa orang yang hendak dibahas oleh wanita itu, sebenarnya itu merupakan sebuah kesalahan di masa lalu dan putrinya kini sudah menggenggam masa depan dengan pria yang tepat bersama dengan keluarga kecil mereka.
kalau ditanya Apakah dendam itu masih ada so pasti setiap manusia hidup bakal memendam dendam yang begitu amat dalam kepada orang yang sudah berhasil menorehkan lupa sampai sebegitu dalamnya, terasa begitu egois tetapi begitulah sikap manusia yang Terkadang ingin mengerti tetapi masih terjadi keraguan Akankah pendiriannya tidak akan berubah suatu saat nanti.
__ADS_1
" kamu jangan seperti begitu dong Memangnya pernah tante melarang kalian menyebut nama itu, aku lagi kalau masalah kalian menyangkut dia otomatis tante bakalan bantu tidak akan tinggal diam saja membiarkan dia begitu leluasa memerintah kalian!" jelas Dewi membuat Vina Begitu Terasa lega dalam dadanya sebab ternyata apa yang ia takutkan dari tadi itu merupakan bukan sebuah masalah yang besar bagi Dewi,
" Gerry semalam menelpon ke handphonenya Andi tapi karena dianya tidur makanya aku yang mengangkat panggilan tersebut, kata-katanya itu loh yang begitu kasar dan juga meragukan kalau sebenarnya aku ini bukan istrinya Andi melainkan orang yang menghayal ingin menjadi seperti begitu!" jelas Vina yang kembali kesal setiap mengingat kata-kata yang dilontarkan oleh Gerry tadi.