Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 23


__ADS_3

Valdi menatap tak suka ke arah yang dari tadi berbicara tidak berhenti seolah dirinya yang menjadi korban teraniaya, padahal jika dipikirkan dengan baik maka yang salah di sini adalah mereka berdua.


" kamu kalau ngomong sadar diri dong, tadi tidak lihat jalan itu aku atau kamu? enak saja main menyalahkan orang lain padahal diri sendiri Lebih salah lagi, coba saja kalau kamu itu laki-laki sudah aku ajak duel biar masalahnya langsung kelar! " kesal Valdi akibat dari mulutnya Vina yang tidak bisa berhenti bicara.


" jadi kamu Pikir aku takut gitu sama kamu, Woi tidak selamanya biarpun dia adalah seorang wanita bakal takut dengan cowok!" ujar Vina tak kalah kesal.


karena keduanya tidak ada yang mau mengalah membuat orang lain harus memanggil pihak keamanan untuk menghentikan mereka, Sebab semua pengunjung sudah tidak fokus lagi dengan belanja malah Banyak yang mengabadikan keduanya lewat kamera ponsel untuk di upload ke media sosial.


dengan berjuta caption yang hendak ditulis, mulai dari putus cinta bisa membuat orang gila kemudian Selingkuh itu ternyata tidak enak Bro.


" permisi mbak sama masnya, kalau mau berantem jangan di sini soalnya mengganggu pengunjung yang lain. kalau memang masalah kalian tidak bisa diselesaikan dengan baik baik silakan ikut ke pos kami untuk menjelaskan disana, Tapi tolong jangan di sini sebab sangat tidak layak untuk ditonton oleh anak dibawah umur! " ujar pihak keamanan yang datang ke situ untuk melerai pertikaian antara Valdi dan Vina.


" maksud Bapak tadi ngomong begitu apa ya, saya juga malas Kok berantem sama manusia seperti dia Jadi tidak perlu membawa kami ke pos apapun. Maaf kalau sudah mengganggu pengunjung yang lain tapi jujur deh dia yang lebih dulu cari masalah, jadi kalau mau ngomong supaya otaknya jadi benar ya itu harus ngomongnya sama dia jangan sama saya ya!" Ketus Vina lalu segera pergi dari situ karena tidak ingin lagi berdebat dengan Valdi atau pun siapapun yang bakalan mengira keduanya sedang bertengkar karena masalah sepele.


" Eh dia kok main pergi begitu saja, Pak maaf ya yang dari tadi mencari masalah itu dia bukan saya! jadi menyangkut dia ini sudah pergi maka masalah ini pun menjadi kelar dan tidak ada yang perlu diselesaikan lagi, saya juga permisi dari sini dan janji tidak bakalan melakukan hal itu lagi tapi jujur wanita itu yang mencari masalah lebih dulu! " Valdi pun berjalan ke arah yang berlainan dengan Vina tadi sudah cukup dirinya berdebat jika bertemu lagi untuk apa bakalan terjadi otomatis mungkin perang dunia ada jalan keluar yang bakalan mereka pilih.


" ini semua kan gara-gara manusia aneh itu coba saja kalau dia tadi mengarah pasti tidak bakalan ada keributan, enak saja kalau mau Memangnya dia pikir aku pengen apa dipermalukan seperti tadi? semoga saja kedepannya tidak bertemu lagi manusia seperti begitu, sudah cukup rasa malu yang aku rasakan tadi?" gumam Vina monolog sambel menggedikan bahu.


di lain tempat keluarga Rio sudah sampai di kediaman adiknya Rianti di Den Haag, tampak yang masih cantik walaupun usianya sudah tidak muda lagi Tengah menunggu kedatangan mereka dengan wajah yang tidak enak dipandang.


bukan karena tidak menyukai kedatangan Rio dan lainnya melainkan karena dirinya yang tidak sempat menjemput, sebab sedang menyiapkan makanan untuk mereka yang diyakini sangat kelaparan ketika melakukan penerbangan jauh.


" sore anti, Kenapa Wajah kamu seperti begitu?" tanya Rio kepada adik perempuannya.


" Sore juga mas, Maaf ya tadi tidak sempat jemput di bandara soalnya aku repot banget lho di rumah. sudah begitu si George sedang di kantornya jadi tidak sempat, anak-anak juga pada pulang Soalnya kemarin aku lupa memberi tahu kan kepada mereka soal kedatangan kalian." sahut Rianti merasa tak enak hati kepada saudaranya itu.


" Ya sudah enggak apa-apa yang penting kami sudah tiba dengan selamat kan di sini, sana bantu mbakmu yang lagi ngangkat barang-barang!" perintah Rio tidak memberitahukan kalau ada Asya di dalam mobil.


" Mas sama Mbak Dewi saja yang datang terus Asya mana, kalian ketika meninggalkan dia sendirian di sana nanti kalau ada apa-apa gimana coba?" tanya Riyanti yang ketika tidak menyadari keberadaan Asya di situ.


" ya makanya kamu bantuin sama supaya tahu Jangan hanya main tanya saja keburu pekerjaan mbakmu selesai, dari dulu kok jiwa kepo nya selalu saja diutamakan daripada yang lainnya Kapan sih berubahnya sudah punya anak segede gentong juga kok tidak berubah juga?" Sindir Rio yang tidak bisa menahan tawanya ketika melihat wajah adik perempuan nya itu yang sangat tidak sedap dipandang.

__ADS_1


" Ih mas Kok ngomongnya gitu sih yang bilang badan aku kayak gentong siapa coba, buktinya George saja klepek-klepek pada Aku tidak ingin berpaling pada bule-bule sialan itu?" Ketus Riyanti lalu memilih untuk ke mobil menyusul Dewi yang sedang mengangkat barang-barang turun dari dalamnya.


sedangkan Asya yang belum menyadari jika mereka sudah sampai malah asyik tertidur seperti orang yang sedang tidak ingin diganggu sama sekali, dan Dewi yang aslinya sangat menyayangi Gadis itu tidak berani mengusik ketenangannya biarkan dia menikmati keadaan.


" Sore Mbak, ada yang bisa aku bantu?" tanya Rianti kepada kakak iparnya.


" Sore juga Dek, kamu tolong angkat barang-barang di dalam mobil soalnya Mbak mau bawa yang ini masuk ke dalam!" perintah Dewi sambil menunjukkan ke arah dalam sebuah koper yang begitu besar.


" Oke sip!" ujar Rianti sambil tersenyum.


ketika wanita itu menarik koper turun dirinya ingin berteriak histeris melihat sosok yang sedang terbaring di jok belakang, namun niatnya itu diurungkan ketika melihat wajah yang begitu pucat seolah tidak ada aliran darah.


" Astaga cantiknya tante Rianti, Kok bisa sih malah menikmati tiduran di dalam mobil pasti tidak bakalan nyaman? apa aku bangunin aja ya soalnya pasien sopirnya pasti mau pulang, biar nanti dilanjutkan tidur saja di dalam rumah!".


setelah mengatakan hal itu Rianti menurunkan koper yang besar dan kemudian mendekati Asya yang tertidur pulas.


" Asya Sayang ayo bangun, Kamu sudah sampai loh di rumahnya tante Yanti nanti baru lanjutkan tidur di dalam saja." Panggil Rianti sambil menggoyang pelan tubuh agar segera sadar.


merasa ada yang membangunkan nya Asya pun membuka matanya secara perlahan, dirinya begitu terkejut ketika melihat wajah yang begitu Tak asing Tengah tersenyum ke arahnya.


Rianti yang belum tahu apa-apa mendadak kebingungan harus menjawab apa, sebab setahunya orang tua gadis yang ada di hadapannya itu sudah meninggal waktu dirinya masih kecil dan di sekarang diasuh oleh Kakak dan kakak iparnya.


" kamu sabar ya, jangan seperti begini kasihan loh nanti Om sama Tante kamu bakalan sedih karena kamu masih mengingat luka di masa lalu Padahal mereka sedang berusaha agar kamu selalu bahagia!" bujuk Riyanti membuat Asya tertegun karena merasa heran dengan maksud tujuan perkataan dari wanita paruh baya itu.


" Tante kok ngomongnya malah ngelantur aneh ya, aku itu tanya Om sama Tante yang kini sudah berubah jadi papa dan mama aku? mereka itu udah baik banget sama aku masa iya aku selalu mengecewakan mereka dengan mengingat orang yang sudah jelas-jelas tidak ada dan tidak bakalan kembali, Jadi mereka sudah masuk kedalam nih Ya sudah ayo kita masuk ke dalam?" tanya Asya memastikan.


Rianti hanya tersenyum sebenarnya dirinya merasa begitu bahagia karena ia tahu pasti jika Rio dan Dewi ingin sekali Asya memanggil mereka dengan sebutan papa mama, hanya saja mereka tidak pernah memaksakan kehendak jika Asya tidak menginginkan hal itu.


"Uncle, Thank you very much for bringing us here, please also convey to your master Thank you from me." ujar Asya kepada sopir yang ditugaskan Untuk mengantarkan mereka tadi.


" oke mevrouw!" sahut pria itu.

__ADS_1


Rianti menatap penuh tanda tanya ke arah Asya sebenarnya siapa yang menyuruh orang Untuk mengantarkan mereka pulang, padahal setahu nya mereka tidak punya kenalan di Nederland selain dirinya.


" ini Mobilnya siapa, tante gue baru sadar ya kalau ini bawa mobil pribadi bukan Taxi? Memangnya kamu punya teman di sini sehingga dia mau memberikan mobil Untuk mengantarkan kamu ke rumahnya tante, padahal Kalian kan baru sampai di sini tante yang sudah bertahun-tahun saja tidak ada temannya selain Om kamu George?" tanya Rianti penasaran membuat Asya hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena dirinya bingung harus menjawab apa sedangkan butuh sekali minuman untuk penyegar kan tenggorokan.


Dewi yang sudah masuk di dalam tapi menyadari bahwa Asya dari tadi belum muncul juga membuat dirinya pun keluar untuk menyusul mereka berdua, Betapa terkejutnya ketika melihat wajah tak menyenangkan milik Asya itu karena kebingungan harus menjawab pertanyaan Riyanti.


" Astaga Rianti Kenapa Asya tidak disuruh masuk kamu sudah Kayak wartawan saja deh, setidaknya anakku diberi minum dulu lah soalnya pasti kehausan sekali?" tanya Dewi sambil menggelengkan kepalanya hanya membuat Rianti cengengesan karena ketahuan sudah berbuat kesalahan.


" Hehehe maaf kan aku Mbak, Soalnya kalau lagi kepo sesuatu pengennya harus diselesaikan dulu agar lebih plong begitu!" sahut Riyanti membuat Dewi hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" ayo nak masuk ke dalam dulu, ditanyain lho sama papa dari tadi kok anak gadisnya nggak muncul. jangan-jangan Pasti lagi diinterogasi sama Tantenya, padahal benar apa yang ditakutkan oleh Papa kamu tadi,kalau anak gadisnya satu-satunya sedang dianiaya di luar secara tak langsung!" Sindir Dewi sambil menatap ke arah Rianti yang sedang menatap tak percaya ketika dirinya dikatakan sedang menganiaya anak gadis orang.


" ih Mbak kalau ngomong jangan terlalu kelewatan dong memangnya siapa juga mau menganiaya anak gadis kalian, yang ada itu tadi aku tuh perhatian banget loh tanya keadaannya dia terus kepo sedikit lah agak keluar dari jalur!" sahut Rianti membuat Asya ingin sekali tertawa ketika melihat wajah tak menyenangkan milik tantenya itu.


" Ya tetap saja kamu itu tidak kasihan sama dia yang sudah melakukan perjalanan yang begitu jauh bahkan memakan waktu yang berjam-jam lamanya, ya maka dari itu biarkan dia masuk kedalam rumah dulu terus kasih dia minum agar pikirannya lebih segar baru boleh kamu tanya tanya Siapa juga mau melarangnya?" Ketus Dewi membuat Rianti hanya bisa menghela nafasnya kasar karena sepertinya benar apa yang dikatakan oleh istri dari kakaknya itu.


" Maafkan tante mu yang cantik ini ya maaf karena tadi sudah tanya tanya, dan alhasil kena amukan tuh dari mamamu yang mulutnya kelebihan jujur!" Yanti memasang wajah memelas nya membuat Asya tak bisa menahan tawa.


" I am Oke, Auntie." goda Asya membuat semua langsung tersenyum karena begitu bahagia dengan kehadiran gadis itu yang selama ini sudah diasuh oleh keluarga mereka.


ketika masuk ke dalam terlihat Rio sudah duduk manis di ruang tamu sambil menikmati segelas air putih yang menyegarkan tenggorokan, ketika melihat Asya dirinya merasa khawatir ketika anak gadisnya itu terlihat begitu pucat.


" kamu baik-baik saja kan Nak, Soalnya Om khawatir banget sama kamu? Ayo Kamu langsung ke kamar saja untuk istirahat biar nanti mamamu yang mengantarkan makanan ke sana, soalnya itu wajah kamu pucat banget?" tanya Rio cemas karena melihat Asya yang tampak begitu seperti orang yang kesakitan.


" aku baik kok Pah, paling duduk merem sedikit pasti kembali normal lagi. Lagian tidak ingin membuat mama capek karena harus kesana-kemari mengantarkan makanan, aku bisa makan di meja makan Jangan bikin aku kayak orang sakit parah dong?" bujuk Asya yang menolak perintah dari Rio barusan.


" bukan begitu juga sih tapi fisik kalau tidak menunjang ngapain juga dipaksakan, ini semua demi keamanan dan kenyamanan kamu bukan untuk orang lain!" sahut Rio yang benar-benar bingung harus berbuat apa agar bisa kembali sehat dan ceria.


Dewi mendekati Asya lalu mengusap pelan bahu nya karena Biar bagaimanapun apa yang dikatakan oleh suaminya tadi itu sangatlah benar, dirinya juga sebenarnya dari tadi sudah merasakan khawatir Hanya saja karena tidak ingin membuat Asya tak nyaman maka memilih diam.


" Sebenarnya apa yang dikatakan papa kamu itu benar loh sayang, bukannya ingin kamu menjadi anak yang tidak sopan hanya saja kamu istirahat dulu sejenak mengingat tadi kita melakukan perjalanan jauh loh dan tubuh kamu kan kurang fit dari kemarin maka dari itu tidak ada salahnya kan menurut?" tanya Dewi sambil tersenyum membuat Asya menjadi Tak Tega Ketika Harus membantah mereka.

__ADS_1


" baiklah, kalau begitu semuanya aku ke kamar dulu ya maaf jika tidak bisa membantu!" pamit Asya yang sudah tahu kamarnya di bagian mana langsung menuju ke tempat itu sebab selama ini jika mereka datang ke tempat ini maka di situlah dirinya bakalan tidur.


semuanya menatap sendu kearah punggung Gadis itu yang sudah menghilang di balik pintu, mereka berharap dengan berada di tempat ini semua beban pikiran yang dialami oleh Asya bakalan menguap pergi begitu saja.


__ADS_2