Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 111


__ADS_3

Lumayan nih pikiran bisa dibawa sampai eps segini, padahal dari awal saat membuat cerita ini sudah sempat ragu-ragu kira-kira bakalan laku di pasaran atau tidak dan sesuai dengan genre yang diinginkan oleh para pembaca di aplikasi ini atau tidak.


Tapi ternyata....


Haha memang susah sih buat mengikuti apa yang di inginkan oleh pembaca,apalagi harus sibuk dengan urusan Real life sama dunia halusinasi.


LANJUT ***


Kini Kenzo dan Asya sudah pulang kerumah sedangkan Rio dan George sudah disuruh oleh Kenzo untuk pulang lebih dahulu,karena dirinya tidak ingin membuat kedua wanita paruh baya dirumah itu bakal merasa cemas dengan keberadaan Asya.


"Mas,kok tadi bisa tahu kalau aku ada disitu?" Tanya Asya penasaran.


Kenzo tersenyum karena memang tadi itu dewi Fortuna sedang bernasib baik padanya,sebab kalau tidak mana bisa ia mengetahui keberadaan istrinya.


"Aku lebih menggunakan Felling karena memang itu yang paling benar,lagian masa istri sendiri hilang tapi suami tidak tahu menahu!" Ujar Kenzo penuh percaya diri..


"Masa sih,aku pikir kamu itu ada dapat petunjuk jadi lebih mudah untuk menemukan aku!" ledek Asya membuat Kenzo mendengus kesal.


"Yang,jarang lho ada suami yang seperti aku ini! Sudah baik hati tidak sombong rajin menabung paling tampan pula,jadi kamu itu harus berbangga diri mendapatkan pria yang sempurna seperti aku!" Kenzo begitu percaya diri.


Kenzo yang sedang menyetir hanya bisa mengacak gemas rambut istri nya itu,karena dirinya merasa beruntung memiliki wanita seperti Asya itu.


"Yang,kita sepertinya perlu untuk bulan madu!" Asya mengerutkan keningnya karena bingung.


"Perasaan tanpa bulan madu kamu juga kan tetap bakal gaspooll,jadi menurutku hal itu terlalu berlebihan dan hanya membuang buang uang?" Omel Asya.

__ADS_1


Kenzo membeo karena bingung harus bagaimana Lagi untuk membuat Asya paham apa maunya,sebab dengan kejadian ini dirinya takut bakal terulang lagi..


"Ya maksudnya kan sepertinya anak kita itu sudah cocok untuk menjadi Kakak jadi kita harus berusaha membuat adik untuk El,soalnya kasihan dia kalau tidak punya adik selama bertahun tahun!" jelas Kenzo.


Asya sungguh dibuat takjub dengan permintaan konyol suaminya barusan karena itu seperti orang yang menginginkan sesuatu tetapi malah menjadikan hal lain sebagai kambing hitamnya,padahal jelas jelas Asya bukan anak kecil lagi yang bisa dengan mudah dibohongi.


Wanita itu bukannya menjawab apa yang dikatakan oleh Kenzo tetapi malah mematahkan semangat pria itu sebelum dirinya mulai beraksi,otomatis Kenzo yang tadi merasa apa yang di katakan oleh nya bakal dituruti seketika langsung lemas.


"Urus anak satu saja harus pake acara titip sana dan juga titip sini,eh sekarang malah mau tambah satu lagi. Itu nanti kira kira panti penitipan yang mana lagi bakal menjadi tujuan,soalnya bapak nya yang manisu tapi tidak bertanggung jawab!" sindir Asya.


"Kenapa malah Suami sendiri yang diragukan ya,padahal kan apa yang di minta itu merupakan hal yang wajar?" kali ini giliran Kenzo yang balik menyindir Asya.


"Oh jadi ceritanya kamu mau balas dendam begitu,karena aku yang sudah mengatakan hal yang tidak tidak?" Tanya Asya dengan tatapan menyelidik membuat Kenzo hanya tertawa kecil.


"Hehe,bukan begitu Yang! Tadi itu hanya keceplosan saja jadi jangan marah marah dong,kita kan baru berjumpa setelah sekian jam berpisah?" Bujuk Kenzo membuat Asya terkekeh geli.


Kini keduanya sudah kembali ke kediaman keluarga Delano,dimana Dewi dan Rio masih tetap tinggal disitu karena Rianti yang membujuk agar saudaranya itu mau kembali tinggal dengan mereka berdua.


"Mah,kami pulang!" Sapa Asya membuat Dewi yang sangat menantikan kepulangan putrinya itu begitu antusias ketika melihat Asya muncul.


"Ya Tuhan terima kasih karena sudah mau mengembalikan putriku dalam keadaan yang sehat,Terima Kasih Kenz karena sudah berusaha menemukan Asya!" Ujar Dewi yang benar benar terlihat sangat begitu terharu.


"itu so pasti akan aku lakukan,karena biar bagaimanapun sebagai seorang pria dan suami tentu nya aku harus bertanggung jawab untuk keluarga yang aku bangun!" jelas Kenzo.


Siapa yang tidak bahagia ketika putri yang kita percayakan kepada orang lain dijaga begitu baiknya hingga tidak ada cela untuk saling menyakiti,dan itu semua yang membuat Dewi begitu beruntung memiliki keponakan sekaligus menantu seperti Kenzo itu.

__ADS_1


"Ya sudah kamu pasti capek,sana istirahat dulu Nak!" Ujar Rio.


"Tunggu dulu,Mama mau tanya itu Pipi kamu kenapa Nak?" Tanya Dewi yang ternyata dari tadi belum menyadari ada bagian yang salah salah tubuh Asya itu.


Asya kelimpungan harus menjawab apa,sebab tidak mungkin juga kan dirinya berbohong sedangkan bukti sudah ada didepan mata.


Ingin mengatakan kalau dirinya jatuh ya itu merupakan hal yang mustahil,tapi kalau berkata jujur kira kira nanti bagaimana respon dari Dewi.


"Nak,kamu kok malah diam saja? Apa orang yang menculik kamu itu yang melakukan nya,ayo jujur biar Mama yang buat perhitungan dengan dirinya!" Paksa Dewi yang merasa Asya terlalu lama menjawab apa yang di tanyakan.


"Ah ini tadi aku yang kurang hati hati jadinya terjatuh,tapi semua aman aman saja kok!" Bohong Asya.


"Oh Tidak bisa begitu,kamu kalau mau berbohong sana sama Elnara jangan sama Mama. Itu memar dipipi kamu itu sangat jelas kalau kamu tadi disakiti oleh orang yang menculik kamu,terus kamu dengan tega berbohong kepada Mama agar tidak mengetahui apa yang terjadi?" Tanya Dewi.


Sumpah demi apapun tapi jika Dewi mengerti pasti dia akan paham kenapa sampai Asya melakukan hal itu,sebab semata tidak ingin membuat wanita paruh baya itu merasa cemas akan keadaannya.


'Mah,aku baik baik saja kok. Tadi sebelum kembali kesini kami berdua sudah singgah di rumah sakit,jadi sudah diperiksa dan hanya memar sedikit palingan besok sudah ada perubahan!" jelas Asya.


"Pokoknya Kamu harus antar Mama ketemu baj*ng*n yang sudah melakukan hal ini kepada anak Mama satu satunya,biar dia tahu kalau Mama tidak terima dengan apa yang di lakukan!" Perintah Dewi kepada Kenzo dengan nada yang begitu memaksa.


Rio memegang tangan istrinya dan memberikan isyarat agar lebih tenang karena biar bagaiamana pun mereka harus menghargai keputusan Kenzo,jika pria itu membiarkan orang lain mengurus Dev maka otomatis dirinya lebih tahu langkah apa yang harus di ambil.


Tidak mungkin juga kan kalau sudah mempercayakan sesuatu kepada orang lain kita malah membatalkan nya,itu sama saja dengan tidak mempercayai kinerja orang tersebut.


'Mama,semua sudah diurus oleh Kenzo. Masa iya kita harus ambil alih lagi,kalau begitu kenapa tidak dari awal saja?" Tanya Rio..

__ADS_1


Dewi mendengus kesal dan sedikit menyesal karena tidak ikut dari awal saat pergi mencari Asya,karena dengan begitu dirinya bisa punya kesempatan untuk balas dendam.


__ADS_2