
Mona merasa Jengah dengan sikap kedua orang tuanya yang terlihat berdebat tepat di hadapannya padahal Ia sedang membutuhkan dukungan, setidaknya mereka harus mengingat keadaannya yang sebenarnya sering tidak bisa dianggap sepele. apalagi dirinya yang diperlakukan sama tidak adil oleh para pria yang sangat tidak bertanggung jawab itu yang menjadikan dirinya seperti piala bergilir, padahal Ia juga punya harga diri dan juga perjanjiannya bahwa mereka akan memberikan dirinya uang tetapi ternyata semua itu hanya kebohongan belaka yang ada namanya tercoreng dan seluruh masyarakat pasti bakalan menganggap dirinya merupakan wanita yang tidak benar.
memang dirinya juga tidak bisa mengelak dari semua tuduhan itu karena memang itu sesungguhnya hal yang kebenarannya nyata dan juga ada, tetapi harapannya Bahwa keluarga akan mendukung dirinya membangkitkan kembali semangatnya sepertinya tidak apa-apa pernah ada karena melihat Sikap kedua orang tuanya yang sangat bertolak belakang.
kemudian yang ia pikirkan sekarang yaitu sikap Gerry dan juga orang tuanya yang terlihat Acuh kepadanya malam itu, Coba saja mereka menerima keberadaannya maka bisa dipastikan para pria Kurang ajar itu tidak akan melakukan hal yang anda kepada dirinya apalagi membuat dirinya menjadi trending topik satu negara.
Ia berjanji dalam hatinya bakal membalas semua sakit hati yang ia alami dan membuat Gerry bakalan kembali bertekuk lutut seperti biasanya dulu, karena Biar bagaimanapun tidak susah menggaet Gerry dengan penampilannya yang super wow dan juga menggoda setiap Iman para kaum Adam.
namun satu yang tidak ia ketahui bahwa Gerry yang dulu dan sekarang itu sangat berbeda jika dirinya dulu sudah melakukan kesalahan dengan berhubungan dengan wanita itu maka sekarang otomatis tidak akan pernah terjadi, Siapa juga mau berhubungan dengan wanita yang sudah digilir oleh berbagai macam merk pria yang ada di bumi ini bahkan bisa dibilang tidak ada rasa jijiknya sama sekali ketika tubuh polosnya itu dilihat oleh ribuan pasang mata.
" pokoknya jika sampai dia keluar dari rumah sakit dan terus mengulangi perbuatannya yang kurang ajar itu maka kalian berdua akan saya usir dari rumah, karena saya tidak pernah menerima wanita kurang ajar yang tidak pernah menghormati suaminya dan juga papanya yang sudah banting tulang memberi nafkah meskipun itu tidak seberapa tetapi intinya yaitu apa yang saya kasih halal dan juga tidak membuat malu!" tegas Bambang membuat Nina meradang karena tidak terima dan perkataan suaminya itu bahkan wanita itu seolah tidak peduli Di mana keberadaan mereka dan sedang terjadi apa saat ini.
" Oh jadi kamu berani mengancam saya Padahal kamu harus sadar diri selama ini yang kamu makan itu merupakan uang dari saya dan juga anak saya bukan dari kamu, Memangnya kamu sadar diri tidak kalau selama setahun lebih ini kamu itu pengangguran dan tidak pernah memberikan nafkah sedikitpun?" tanya Nina sinis membuat Bambang Kenapa tidak suka ke arah istrinya yang terlihat seperti tidak pernah ikhlas memberikan sesuatu untuk dirinya padahal bertahun-tahun Ia banting tulang tidak pernah meminta lebih yang ia inginkan yaitu keharmonisan keluarganya dan anak istrinya tidak kelaparan tapi ternyata apa yang ia perjuangkan selama ini memang tidak ada artinya sama sekali.
" aku memang tidak pernah memberikan nafkah belakangan ini tetapi bukan karena aku malas berusaha hanya saja memang Tuhan belum memberikan aku sesuatu yang lebih, tapi intinya aku masih tetap kepala keluarga di rumah kita dan tidak akan pernah mendukung jika kalian berdua melakukan hal yang membuat aku malu. uang itu memang segalanya aku tahu itu dan tidak pernah memungkirim tapi uang juga tidak harus membuat hati nurani kita hilang merasa malu kita tergerus, ada banyak cara untuk mendapatkan uang yaitu dengan berusaha bukan untuk menjual diri karena itu sama saja memakan uang haram dan Tuhan tidak pernah mengijinkan hal itu terjadi!" Bambang masih berusaha mengingatkan anak istrinya itu tapi sama saja harta dunia sudah membuat mereka buta bahwa mana yang benar dan juga yang salah.
__ADS_1
" asal kamu tahu saja bahwa aku tidak pernah peduli apapun yang ada di dunia ini mau itu menuju neraka atau kena karma sekalipun Karena perut itu harus diisi bukan dibiarkan kosong, kalau makan angin bisa membuat orang kenyang ya untuk apa bersusah payah bekerja tinggal tidur di rumah semua kebutuhan tidak perlu diurus soalnya kan perut selalu terisi. kamu jangan sok mengajar soal hubungan yang benar ataupun hidup yang lurus karena itu sama saja tidak akan bisa membuat apa yang kami inginkan terpenuhi, jadi mulai dari sekarang kamu stop menjadi Hakim di dalam rumah kita kecuali kamu bisa datang dan memberikan seputar uang kepada aku untuk belanja semua kebutuhan kami berdua!" Nina benar-benar tidak peduli jika ada berapa banyak pasang mata yang sedang menatap ke arahnya.
Bambang mengusap wajahnya frustasi karena ternyata mempunyai istri yang materialistis itu sangat susah dibandingkan dengan punya istri cerewet tapi pengertian, karena istri yang materialistis itu lebih mementingkan uang daripada mengerti dengan keadaan suami meskipun dia lelah ataupun sedang sakit Tapi tetap bakal dipaksa untuk mencari uang hanya karena ingin memenuhi gaya hidup yang sudah glamour dan layaknya sosialita kelas atas.
" Papa Bisa tidak Jangan terlalu cerewet Aku ini tuh lagi sakit capek juga aku mendengarkan apa yang kalian omongkan dari tadi, Lagian apa yang aku lakukan itu tidak ada sangkut pautnya dengan bapak terus Papa juga tidak punya hak untuk melarangku karena aku besar dan tahu mana yang baik dan tidak! jadi aku mohon mulai dari sekarang Tolong jangan mencampur urusanku apapun itu, cukup Papa jadi saksi di kantor polisi agar manusia-manusia kurang ajar itu segera ditangkap karena aku ingin meminta bayaran atas apa yang mereka lakukan kepadaku!" ujar Mona.
Bambang mengusap dadanya secara perlahan karena ternyata putrinya itu terang-terangan berlaku seperti wanita murahan yang tidak menyesali apa yang dilakukan oleh pria itu, makan dirinya meminta bayaran seolah memang dia sedang menjajakan dirinya secara sukarela tanpa ada unsur paksaan sama sekali.
" Jadi maksud kamu para pria bejat itu melakukan hal yang tidak pantas ke kamu dan kamu sudah setuju dari awal, Astaga Mona kamu pernah pikir tidak Perasaan Papa seperti apa? Ya Tuhan papa padahal pikir bahwa kamu itu korban penculikan dan setelah itu para penculik itu melakukan hal yang tidak-tidak kepada kamu, ternyata pikiran papa itu salah kamu yang sengaja melakukan hal ini. nanti kalau para Polisi bertanya kepada para penculik itu dan mereka mengakui kebiasaan kamu selama ini, jangan harap kamu bakalan lulus dari incaran penegak hukum karena saat itu juga kamu bakalan dipenjara tanpa ampun!" ujar Bambang sambil menggelengkan kepala bahkan pria itu tuh berusaha mengusap dadanya agar tidak terkena serangan jantung mendadak.
" terkadang Apa yang kamu pikirkan bahwa itu merupakan sesuatu barang yang bagus belum tentu sesuai dengan kenyataan yang kamu inginkan itu, karena sejatinya sebuah bangkai yang kamu sembunyikan akan tercium juga begitupun juga dengan apa yang kamu lakukan selama ini meskipun kamu tutup rapat-rapat mungkin Percayalah bahwa Tuhan tidak akan pernah membiarkan umatnya selalu melakukan kesalahan. Papa memang akui jika papa itu bukan seorang yang bisa memberikan apa yang kalian inginkan, tetapi yang Papa ingin Ingatkan bahwa selama ini Papa tidak pernah meminta kamu dan juga mama kamu berlaku seperti orang kaya padahal sebenarnya tidak punya apa-apa!" lirih Bambang yang benar-benar putus asa dengan sikap istri dan anaknya yang tidak pernah mengerti dengan keinginannya bahkan bisa dibilang mereka berdua itu berlaku seolah dirinya sudah mati.
" Ya sudah kalau begitu Bapak kerja keras dan usahakan gajinya satu bulan itu ratusan juta Biar aku sama mama bisa belanja sepuas hati membeli barang-barang branded yang kami inginkan, tapi kalau Papa tidak bisa memberikan apapun yang kami inginkan ya makanya jangan protes lebih baik pulang ke rumah tidur dan diam dan setelah itu menikmati hasil yang kami kerjakan!" ujar Mona yang memang tidak ada namanya rasa bersalah ataupun trauma dengan apa yang ia alami saat ini karena menurutnya itu merupakan hal yang biasa.
" Demi Tuhan yang hidup kekal dan kuasa aku Bambang tidak pernah meminta kalian untuk hidup di jalan yang tidak benar, karena bagiku lebih baik hidup susah tetapi beban pikirannya kosong dan juga hati tenang daripada hidup berlimpah harta tetapi diperoleh dengan jalan yang tidak benar. karena hidup itu hanya sekali kesalahan yang kita lakukan hari ini belum tentu besok lusa bakalan ter maaf kan, Karena Tuhan tidak pernah tidur ketika melihat umatnya melakukan kesalahan dirinya bakalan memberikan Karma tanpa engkau sadari kapan datangnya!" setelah mengatakan hal itu Bambang pun pergi karena dirinya yakin mau cara berbicara model apapun Entah harus ataupun kasar tidak ada yang bakalan mendengarkan Karena hati nurani kedua Wanita itu sudah tertutup dengan yang namanya kehidupan jelas akibat dari pergaulan mereka yang salah.
__ADS_1
sepeninggal suaminya Nina bukannya mengikuti Bambang untuk minta maaf karena membuat suaminya itu marah dan kecewa kepadanya, dirinya malah mendekati Mona dan juga bukan menanyakan keadaan putrinya itu Tetapi malah menanyakan uang yang nanti bakalan diminta kepada para pria itu ketika polisi sudah berhasil menangkap mereka.
" jadi nanti kalau misalnya mereka ketangkap berapa ya kompensasi yang bakalan kita minta atau biaya ganti rugi biar Maksudnya kamu tidak bekerja Berapa lama dulu tapi kita bisa hidup dari uangnya mereka kasih itu? Soalnya kamu tahu sendiri kan Papa kamu itu kan sok suci dan juga tidak akan pernah mau bekerja karena kan Sepertinya dia itu lagi ketiban sial, maka dari itu Mama kasih saran ke kamu agar meminta uang yang begitu banyak sebagai biaya ganti rugi dan juga berobat karena kalau sudah berurusan dengan Polisi pasti mereka bakalan menuruti Apa keinginan kita!" Ujar Nina begitu antusias bahkan Mona pun begitu dirinya merasa seperti apa yang dikatakan oleh Mamanya itu merupakan sebuah ide yang paling Cemerlang.
salah seorang wanita paruh baya yang berada tepat di samping tempat tidurnya Mona langsung duduk meskipun dirinya sedang merasakan pusing yang begitu sangat, sebab dirinya merasa tidak nyaman ketika berdekatan dengan kedua wanita yang tidak ada rasa hormat kepada kepala keluarga mereka dan juga membicarakan segala sesuatu yang sebenarnya aib dan harus ditutupi tidak boleh dibeberkan apalagi di tempat umum seperti begitu.
" kalian berdua saya rasanya tidak cocok berada di situ sebab tempat kalian itu sepertinya dibawa emperan toko ataupun di mana saja, tempat ini adalah orang yang ingin mencari hidup dan akan bertobat ketika melakukan kesalahan bukan malah mencari dosa tambah banyak seperti yang kalian berdua lakukan!" Sindir wanita itu membuat Mona langsung menatap tajam ke arahnya karena menurutnya hidupnya adalah hidupnya dan hidup wanita itu tidak ada sangkut-pautnya dengan dirinya.
" Halo nenek lebih baik urus saja penyakitmu Kemudian pikir saja nanti kalau Tuhan sudah capek melihat wajahmu nanti bakalan diambil di umur yang berapa tahun ya, Tapi tolong jangan mencampuri urusan kamu kalau memang kamu mendengarkan apa yang kami bicarakan masukkan saja di telinga kanan tembuskan saja di telinga kiri!" sinis Mona membuat wanita itu hanya bisa menggelengkan kepala.
" semoga saja keturunanku tidak seperti wanita ular beludak seperti kalian dan juga Semoga Tuhan segera memberikan Karma yang lebih sadis agar ciptaannya itu tidak melakukan hal yang membuat dirinya menyesali karena sudah memberikan nafas kehidupan kepada mereka, hidup itu tidak pernah yang namanya senang terus pasti ada kesusahan dan saat engkau susah Percayalah Saat itu pula orang-orang di sekitarmu bakalan menertawakan engkau!" Ujar wanita itu lalu memilih untuk kembali tidur sebab menurutnya menasehati orang seperti Mona dan Mamanya itu butuh kesabaran ekstra dan juga butuh orang-orang yang super sabar.
" Kenapa sih orang-orang di dunia ini Sok baik dan juga Sok suci padahal sebenarnya mereka itu kan lebih parah lagi kalau kita mengatakan sesuatu secara langsung, tetapi mereka malah merancang dalam pikiran lalu dipendam di dalam hati dan setelah itu menghayal dalam mimpi!" sungut Nina yang tidak menyukai harinya yang sangat tidak mengenakkan sebab yang pertama diceramai habis-habisan oleh suaminya dan setelah itu malah ada orang yang tidak dikenal sok menasehati dirinya padahal Ia saja tidak ingin dinasehati oleh siapapun.
" biarkan saja mereka mau bicara apa soalnya kalau kita semakin meladeni nanti bakalan tambah ngelunjak, Anggap saja mereka lagi membaca puisi pengantar tidur soalnya kan tidak ada yang bakalan merespon!" Mona menimpali apa dikatakan sang Mama dengan tersenyum begitu santai seolah beban pikirannya tidak pernah ada sama sekali.
__ADS_1