Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 103


__ADS_3

Terlihat Asya sangat tidak ingin di ganggu sama sekali apalagi untuk keluar dari dalam mobil,dirinya bahkan memegang erat kursi yang ia duduki karena memang tak ingin bertemu siapapun.


"Kamu mau turun atau tidak ?" Tanya para pria itu yang sangat tidak ada sopan-sopan nya sama sekali ketika melihat gerak-gerik Asya yang menolak untuk masuk ke dalam rumah itu.


" Kamu kenapa masih di situ memangnya kamu pikirkan tidak punya pekerjaan lain lagi selain menunggu kamu untuk mau masuk ke dalam sini, atau kamu ingin kami menarik kamu secara paksa agar bisa masuk ke dalam?" tanya pria bertato yang sepertinya adalah orang yang tidak ada namanya kata sabar dalam hidupnya dirinya ingin melakukan sesuatu itu secara terburu-buru dan cepat mendapatkan uang agar bisa bersenang senang.


"Aku tidak ada urusan di tempat ini,kenapa kalian malah membawa aku kesini?" Tanya Asya yang sudah dilepas bekapan pada mulutnya tadi.


"Itu urusan kamu dengan bos tapi urusan nya dengan kami tidak ada sama sekali,jadi jangan macam macam ataupun banyak bicara lagi!" jelas Pria itu lagi dan langsung menarik paksa tangan Asya tidak peduli jika kepala wanita itu terbentur hingga memerah karena lecet.


Asya meringis kesakitan tapi tidak bisa berbuat banyak sebab dirinya tidak mungkin juga kan melawan para pria,karena mereka sangat banyak dan juga tidak mempunyai belas kasihan.


Tangan Asya ditarik begitu saja hingga pergelangan tangannya pun kulitnya serasa mau lepas dari tempatnya,bahkan bisa dibilang seumur hidupnya ia baru mengalami hal yang segila ini.


Namun ketika ia sibuk dengan berbagai pikiran yang sangat tidak masuk akal,tiba tiba Suara seseorang yang sangat dikenalnya membentak semua orang yang berada di dekatnya.


"Apa yang kalian lakukan? Kalian semua mau cari mati karena berani berani nya menyakiti wanitanya Tuan,kalau sampai dia melihat hal ini bisa habis kalian ditangan nya!" bentak Pria yang sangat Asya tidak duga berada di tempat itu.


"Rama!" Bisik Asya lirih.


Mendengar namanya disebut,Rama langsung menoleh kearah Asya dan menatap sendu kearah wanita itu entah apa maksudnya.


Mungkin karena merasa bersalah sebab tidak bisa mencegah kegilaan Tuan nya atau karena orang orang yang sengaja menyakiti Asya secara fisik,padahal wanita itu tidak melawan sama sekali.


Rama yang merasa bersalah tidak bisa atau menyapa Asya seperti biasanya,karena ia merasa berat untuk melakukan hal itu.


Asya menatap Rama berharap ada bantuan tapi sayang itu sama sekali tidak ia dapatkan,bahkan pria itu terkesan menghindari tatapan nya bertemu dengan Asya.


"Bawa dia masuk kedalam ruangan itu karena Tuan Dev sudah menunggu di sana,dan ingat jangan pernah menyentuh dirinya walau hanya seujung kuku saja !" tegas Rama lalu pergi dari situ.


Dev

__ADS_1


Asya sangat kenal dan hafal orang yang memiliki nama itu karena orang itu yang pernah menawarkan tumpangan padanya ketika menuju negara ini,dan juga orang yang sempat bersitegang dengan suaminya hanya karena dirinya.


Jika saja Kenzo sampai tahu entah apa yang bakal ia lakukan pada pria itu,karena pasti tidak ada kata ampun maupun pembelaan yang bakal mau ia dengarkan.


"Mas,tolong aku!" lirih Asya.


"Sayang,Mas pasti bakal datang menolong kamu. Tunggu Mas dan jangan menangis Sayang!" Lirih Kenzo yang sepertinya mendengar jeritan hati istrinya itu.


"Kamu tenang Nak,kita pasti bisa menemukan dia!" Ujar Rio yang tidak ingin membuat menantunya itu patah semangat.


"Iya Pah,aku baik dan juga siap menghajar orang yang sudah berani kurang ajar pada istriku!" Ujar Kenzo dengan tatapan yang begitu mengerikan.


Rio yang juga merasakan hal yang sama seperti menantunya itu juga ingin balas dendam kepada orang yang sudah membuat mereka kewalahan mencari Asya.


"Papa juga ingin menghajar orang yang sudah berani macam macam pada putri kesayangan kami,bila perlu sampai mereka lupa caranya bernafas!" Ujar Rio gemas.


" Apa kamu tidak ada memasang GPS di salah satu barang yang merupakan miliknya Asya?" Tanya Rio lagi.


" Baiklah ikuti saja feeling kamu itu dan aku yakin kita pasti bisa menemukan Dia segera mungkin, semoga saja para Bandit kurang ajar itu tidak melakukan apapun kepada istrimu!" harap seorang ayah tentang keselamatan putrinya sangatlah besar karena biar bagaimanapun tidak ada orang tua di dunia ini yang menginginkan anaknya disakiti oleh siapapun.


" Aku pun tidak akan pernah memaafkan orang yang sudah lancang menyentuh istriku karena orang itu sama saja mau mencari mati, dan wajahnya sudah terekam jelas dalam ingatan ku tinggal sebentar saat bertemu aku bakalan menghabisi dia tanpa sisa!" Jelas Kenzo.


sedangkan Asya kini sudah dibawa ke salah satu ruangan yang tadi katanya majikan kurang ajar mereka itu sedang menunggu, wanita itu sebenarnya jika dibiarkan memilih maka ia lebih memilih untuk pulang daripada berada di tempat yang menurutnya seperti daerah Anta beranta yang tidak tersentuh.


namun dirinya bisa apa ketika orang-orang di sekelilingnya itu memiliki tampang yang sangar dan susah sekali untuk diajak kompromi, jika dikatakan uang merupakan raja dunia itu merupakan sebuah hal yang penting karena gara-gara uang orang-orang bisa kehilangan hati nurani


mungkin mereka sampai ke sebuah ruangan yang sebenarnya tidak terkunci dari dalam sebab pintunya pun dibiarkan dalam keadaan terbuka, mereka berhenti di depan situ dan mendorong tubuh Asya agar masuk karena Biar bagaimanapun yang ditunggu adalah dirinya bukan mereka karena urusannya mereka berhenti sampai di depan pintu itu memastikan Asya masuk ke dalamnya.


" Ayo kamu cepat masuk kedalam untuk aku malah berdiri bingung disitu Emangnya kamu pikir pekerjaan kami itu hanya menunggu kamu yang berdiri bingung seperti itu, asal kamu tahu berada didekat wanita lemah dan cengeng seperti kamu itu hanya membuat kepala pusing!" perintah pria bertato yang dari tadi selalu menatap sinis ke arah Asya entah dirinya mempunyai dendam pribadi ataupun apalah itu Asya saja bingung.


"Aku mohon kepada kalian semua untuk membawa ku kembali pulang,aku yakin jika suamiku pasti akan membayar kalian berkali lipat banyaknya bahkan mungkin melebihi Orang yang memberikan kalian semua uang!" bujuk Asya yang bisa dibilang itu adalah tawaran terakhir yang di Sedang dicoba olehnya Siapa tahu mungkin disaat-saat seperti begitu mereka berubah pikiran.

__ADS_1


mendengar apa yang dikatakan oleh Asya membuat pria yang sedang duduk di dalam ruangan itu dan menunggunya langsung Segera berdiri dan bertindak, karena jika tidak maka bisa dipastikan hal penting yang sudah berada di depan mata tidak akan pernah bisa ia dapatkan jika hanya duduk dan menunggu tanpa kepastian seperti begitu.


" kalian semua cepat pergi dari sini dan biarkan dia masuk, nanti kalau urusan soal bayaran silakan hubungi asistenku karena aku tidak ingin berurusan yang seperti begitu! " tegas Dev membuat semua orang yang berada di situ langsung pergi meninggalkan Asya tanpa menghiraukan tawaran yang diberikan oleh wanita itu tadi.


" Kalian pasti menginginkan uang yang lebih kan aku jamin Kalian pasti bakal mendapatkan itu jika membiarkan aku pergi dari sini, kalian Tenang saja aku tidak bakalan melaporkan kalian kepada polisi jika mau membantu ku kali ini saja! " masih berusaha untuk lolos dari situ kalau untuk menggunakan tenaga jelas itu merupakan hal yang mustahil tetapi jika menggunakan uang otomatis pasti bakalan diperhitungkan.


Dev yang melihat para Bandit itu sepertinya sudah berubah pikiran karena Biar bagaimanapun uang yang ditawarkan Asya itu bukan main-main, hanya saja otomatis seperti seorang pria tidak mungkin dirinya membiarkan hal itu terjadi.


" Kalian pergi kepada asistenku dan katakan bahwa aku menyuruhnya untuk membayar kalian 4 kali lipat dari yang aku janjikan di awal, tapi ingat Nanti saat ada yang menemukan kalian jangan pernah membawa-bawa Namaku dalam hal itu karena jika sampai hal itu terjadi maka bisa dipastikan kalian tidak bakalan selamat beserta anak istri kalian! " setelah mengatakan hal itu Dev segera menarik tangan Asya agar ikut dengannya.


" kamu bisa lepaskan tanganku sekarang karena aku tidak ingin disentuh apalagi berdekatan dengan pria sepertimu, yaitu pria yang tidak punya hati nurani memisahkan istri dari suaminya dan juga Ibu dari anaknya! " sarkas Asya tajam karena jika dirinya berdiam diri saja otomatis deh bakalan besar kepala karena mengira dirinya tidak bakalan berkomentar atau menolak Apa yang dilakukan oleh pria itu.


Dev hanya bisa tersenyum karena tidak mungkin dirinya tega memarahi wanita pujaannya, dirinya memilih untuk mengajak Asya agar duduk disampingnya dan menurut pikirnya mereka berdua bisa membicarakan masa depan mereka yang katanya bakalan lebih bahagia dibandingkan bersama dengan Kenzo.


" Apa kamu tidak capek berdiri saja bisa kita duduk agar ngobrolnya lebih rileks dan juga lebih santai serta tidak tegang seperti itu, Aku tidak bakalan marah jika kamu mau memakiku atau mengatakan apa saja tapi untuk mengembalikan kamu kepada suamimu Maafkan aku tapi tidak akan pernah aku lakukan! " jelas Dev membuat Asya menatap kesal ke arahnya.


" Terserah kamu mau bicara apa tapi intinya hanya satu tolong pulang kan aku sekarang juga karena aku tidak ingin berada di tempat ini sampai kapanpun, dari awal saat bertemu dengan kamu aku sangat tidak menyukai orang seperti kamu yang sudah sembarangan mengatakan hal yang tidak-tidak! " Asya masih dalam posisi berdiri dan memang tidak ingin sama sekali menyentuh barang-barang yang ada di situ karena menurutnya itu bukanlah miliknya.


" itu Anggap saja sebagai perkenalan yang tertunda Sebab aku pun belum minta maaf secara langsung ke kamu karena sudah membuat kamu merasa tidak nyaman selama ini, tapi Tenang saja setelah kita menikah aku bakalan memperlakukan kamu layaknya seorang putri raja yang setiap kemauannya pasti bakalan diikuti oleh orang sekitar kamu! " ujar Dave penuh percaya diri dan merasa yakin jika Asya tidak bakalan menolak ide gila yang telah Ia sampaikan tadi.


" apa kamu bilang tadi, menikah? kamu manusia normal atau orang yang gila tapi berbuat seolah merupakan manusia waras, Aku ini sudah menikah dan tidak mungkin menikah yang kedua kalinya sedangkan Suamiku itu masih hidup dan masih bernafas dengan sehat sekarang? "Asya benar-benar bisa gila jika berdekatan dengan pria seperti Dev yang sama sekali tidak mempunyai perasaan bersalah atau pun merasa jika apa yang ia lakukan itu merupakan sebuah kesalahan terbesar bagi rumah tangga pasangan itu.


Dev tertawa lalu segera menuju ke dekat Asya dan menarik secara paksa agar wanita itu duduk di sampingnya tanpa berkomentar panjang kali lebar lagi, sebab jika dirinya Hanya berdiam diri layaknya patung otomatis Asya bakalan terus membangkang dan tidak akan mendengarkan apa yang ia katakan.


" kamu bisa tidak menurut kepadaku Hanya Sekali Ini Saja tanpa membantah membuat aku tidak akan melakukan hal yang kejam kepada kamu, aku itu hanya ingin melakukan hal yang simple yaitu mengajak kamu menikah Kenapa kamu sekolah keberatan seperti itu? "tanya Dev yang masih sepertinya tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Asya dari awal.


" Kamu itu sebenarnya mendengar apa yang aku katakan atau pura-pura tidak mendengarkan hal itu, kalau aku itu sudah menikah dan tidak mungkin juga untuk menikah lagi karena suamiku masih sehat walafiat? " sumpah demi Dewa Neptunus jika Asya mempunyai jurus untuk menghilang otomatis sudah dilakukannya dari tadi.


" disini merupakan negara bebas dan juga menganut berbagai macam peraturan pernikahan yang tidak dilarang, otomatis sistem poliandri pasti bakalan bisa dilakukan asalkan kamu mau dan juga tidak keberatan terus seperti tadi! Emangnya apa sih Hebatnya suami kamu dibandingkan aku yang jelas-jelas mempunyai segala-galanya dan juga tidak bisa dianggap remeh, jadi tidak ada salahnya dong kalau kamu mempertimbangkan apa yang aku katakan tadi sebelum semuanya terlambat? " Dev benar-benar tidak menyukai jika Asya masih tetap saja mempertahankan Kenzo padahal yang jelas-jelas menurutnya sekarang yang berada di hadapan wanita itu adalah dirinya bukan pria itu.


" dia itu punya kelebihan dan kamu tidak mempunyai hal itu, yaitu dia merupakan suami ya aku dan juga merupakan ayah dari anak kami. kalau memang kamu merasa negara ini bebas menganut sistem pernikahan apapun itu yang ada dalam pikiran kamu, ya Kenapa tidak kamu saja yang menikah lebih dari 2 istri dan menganut sistem poligami yang seperti kamu inginkan itu?" sinis Asya yang benar tidak menyukai dengan pemikiran seseorang yang menganggap pernikahan itu hanyalah sebuah hal yang bisa dipermainkan.

__ADS_1


Dev hanya bisa menghela nafasnya kasar sebab sepertinya sangat susah sekali membuat Asya menurut kepadanya jika didalam pikirannya selalu saja ada Kenzo di sana, Percuma saja jika dirinya bayar mahal-mahal jika hasilnya sama saja dengan 0%.


__ADS_2