
Gerry Tentu saja tidak keberatan jika pun dirinya menggendong Elnara sepanjang waktu sebab menurutnya gadis mungil itu sangat imut dan menggemaskan membuat Siapa saja yang dekat dengannya pasti bakalan merasa betah, maka dari itu maka dari itu ketika mendengar penolakan dari Elnara barusan membuat Gerry tidak patah semangat.
"Siapa bilang saya bakalan capek orang yang ada saya bakalan tambah semangat karena kamu mau saya gendong ! jadi Bolehkah saya menggendong kamu Bila perlu kalau kamu mau mengajak saya bermain tidak masalah? Soalnya kamu itu sangat menggemaskan dan saya sangat menyukai anak kecil seperti kamu, Tolong ya jangan menolak saya soalnya nanti saya bakalan sedih loh! "ujar Gerry membuatbElnara tersenyum sambil menatap ke arah Papinya berharap Kenzo bakalan mengiyakan permintaan Gerry barusan.
"tapi, Bolehkah Uncle itu menggendong aku? soalnya kasihan wajahnya itu sama seperti wajah Papi waktu tahu aku lagi sakit, jadi biar semua orang tidak merasa sedih Biarkan saja ya kita mengikuti kemauannya? "tanya Elnara memelas.
Kenzo ingin sekali menolak permintaan Putri kecilnya itu hanya saja melihat wajah penuh permohonan membuat hati nuraninya merasa sedikit tidak tega Jika ia langsung menolak, maka dari itu tidak ada salahnya menolak permintaan itu sebab Bukankah dirinya dan juga Asya berada di tempat itu dan tidak bakalan meninggalkan anak mereka sendirian dengan Gerry.
"Ya sudah kalau begitu Kamu boleh digendong sama Uncle itu, tetapi setelah itu kamu harus segera turun Soalnya kamu harus di obat sama dokter biar cepat sembuh dan kita segera pulang ke rumahnya opa sama oma!"bujuk Asya yang sambil mengusap pelan bahu putrinya itu membuat Elnara menganggukan kepalanya.
"Terima kasih banyak untuk apa yang kalian lakukan kepadaku saat ini, percayalah aku menyayangi anak kalian seperti anakku sendiri! "ujar Gerry yang berulang kali mengecup kepala membuat wanita kecil itu menggeliat karena merasa geli sedangkan Asya langsung menitikan air matanya karena secara tidak langsung sudah merasa berdosa karena memisahkan anak dari ayahnya.
sedangkan Kenzo merasakan begitu perih di dalam hatinya ketika melihat putri kecilnya yang selama ini ia jaga sepenuh hati dan sudah dianggap seperti anaknya sendiri Langsung nyaman terhadap Gerry, Padahal jelas-jelas mereka berdua baru bertemu saat itu Tetapi entah mungkin karena ikatan darah itu lebih kental daripada air terlihat langsung keduanya seperti tidak ada kecanggungan sama sekali.
"Apa aku berdosa memisahkan dia dari ayah kandungnya? Apa aku ini merupakan orang yang tidak memiliki hati nurani sampai-sampai tidak memikirkan perasaan orang lain, hanya karena ingin mendapatkan apa yang aku inginkan selama ini tanpa diganggu gugat oleh siapapun? "lirih Kenzo dalam hati sebab pria itu terlihat hendak menangis dan buru-buru masuk ke dalam kamar mandi untuk menumpahkan segala gundah Gulana yang tengah ia rasakan saat ini.
Asya yang melihat suaminya begitu buru-buru masuk ke dalam kamar mandi membuat wanita itu merasa yakin jika suaminya pasti tidak kuat melihat kedekatan Gerry dan juga Elnara , Hal itu membuat dirinya langsung memberi kode kepada dokter agar mengatakan bahwa sekarang sudah waktunya operasi sehingga interaksi antara Elnara sedikit berkurang atau mungkin dihentikan saat itu juga.
"Apakah bisa kita memulai operasinya sekarang juga? Karena saya yakin dengan kondisi pasien yang sudah sedikit membaik begini bakalan tidak mempersulit jalannya operasi nanti, dan juga agar kondisinya tidak terlalu lemah sebab sekarang sudah sangat membaik dan merupakan waktu yang pas!"jelas Dokter itu membuat Gerry menghela nafasnya kasar karena sepertinya pertemuan dirinya dan juga Elnara bakalan berakhir setelah dirinya menjalani operasi untuk gadis kecil itu.
__ADS_1
Bisa saja dirinya Egois dengan merubah perjanjian dari awal yang sudah dirinya dan Kenzo serta Asya sepakat, hanya saja takutnya Asya bakalan kembali menjauh darinya Dan mungkin wanita itu lebih parah lagi Bakalan memusuhi dirinya daripada yang di awal.
"sayang sini sama Mami nanti kita tunggu Papi keluar dari kamar mandi baru kita pergi ikut sama Om dokternya ya ke tempat untuk adiknya diobati, nanti mami sama Papi bakalan temani kok di dalam sana tidak akan pernah membiarkan adik sendirian di situ!"Asia meminta Elnara dari gendongan Gerry membuat pria itu mau tidak mau memberikan Elnara kembali kepada Maminya.
ketika Asya mengambil Elnara harapan tak sengaja tangannya menyentuh tangan kiri membuat pria itu sedikit tercekat bahkan tubuhnya pun bereaksi begitu berlebihan, sebab menurutnya setelah sekian purnama akhirnya dirinya bisa kembali menyentuh Asya meskipun itu secara tidak langsung dan juga tidak disadari oleh wanita itu.
"Ya Tuhan ini perasaan apa ini kenapa tiba-tiba merasa seperti kami kembali bernostalgia seperti dahulu? Kenapa waktu itu aku melakukan hal konyol sehingga dia tidak bakalan kembali kepadaku lagi, apa setelah ini aku harus membawa dia pergi dari hadapan mereka semua Meskipun terkesan begitu egois tetapi aku juga Berhak Bahagia dan juga ingin sekali bahagia? "gumam Gerry monolog.
"Jadi gimana apa kita langsung pergi ke ruangan operasi, soalnya sepertinya tadi Mas sempat mendengar kalau disuruh untuk saat ini juga ke sana? "tanya Kenzo memastikan.
"Iya Mas tadi katanya seperti begitu! Ya sudah kamu gendong adiknya biar aku yang membawa perlengkapannya nanti di sana, Oh iya mama sama papa nanti tolong belikan minum ya Soalnya di dalam sini sudah habis!"pinta Asya sampai tersenyum ke arah kedua orang tuanya yaitu Dewi dan juga Rio.
"Ya sudah makasih banyak tante, maaf Kalau merepotkan! Nanti kalau sudah datang minumannya saja yang bawa ke depan ruangan operasi Tetapi kalau makanannya biar ditaruh di sini saja, Soalnya kan nanti bakalan kembali ke sini lagi kalau sudah semuanya beres!"minta Asya sambil tersenyum tetapi dirinya sambil menoleh ke arah Kenzo takut suaminya itu bakal salah paham kepadanya.
"Iya benar sekali apa yang dikatakan oleh istriku tadi!" Sahut Kenzo yang merasa yakin jika istrinya Sekarang pasti sedang merasa bersalah kepadanya namun Ini semua bukan keinginan Asya tetapi sudah keadaan yang harus mereka jalani tanpa boleh ada mengeluh sedikitpun.
Norah dan Dito tersenyum bahagia sebab wajah-wajah yang penuh penolakan tadi sudah sedikit tersamarkan dan terlihat sedikit ada perubahan, meskipun Dewi dari tadi belum mengeluarkan satu kata pun karena terlihat wajah wanita itu memang masih belum bersahabat mungkin karena masih memendam amarah yang begitu besar.
kini semua orang sudah berada di depan ruangan tempat Elnara dan Gerry dioperasi, dan juga Asya serta Kenzo yang tidak ingin meninggalkan Putri mereka sama sekali sebab takutnya gadis kecil itu bakalan menangis saat disuntik nanti jadi otomatis Asya harus ada di sampingnya.
__ADS_1
Terlihat Gadis kecil itu hanya tersenyum ketika perawat yang ada di situ sudah mulai menyuntikan obat bius kepadanya, membuat Asya hanya bisa memaksakan senyuman di wajahnya meskipun tubuhnya seperti merespon rasa sakit yang sengaja disembunyikan oleh anaknya itu.
"ya Tuhan Nak kamu kuat sekali, Mami yang ada di posisi kamu saja tidak mungkin bakalan bisa sekuat kamu itu! maafkan kami tidak bisa berbuat apa-apa ketika kamu harus diperlakukan seperti begitu, tapi Mami janji bakalan menjaga kamu sepenuh hati setelah ini dan tidak akan membiarkan kamu terluka ataupun menderita sedikitpun!" Lirih Asya dalam hati membuat Kenzo hanya bisa mengusap pelan bahwa istrinya itu.
"Aku tahu kamu itu adalah istrinya dia tetapi melihat kamu yang begitu bergantung kepadanya seperti itu sungguh rasa-rasanya aku sangat tidak ikhlas, Bisakah aku memohon sampai saat aku membuka mataku nanti hanya ada kamu yang menemaniku tidak ada dia ataupun mereka?"Gerry Masih sempat melihat interaksi antara Asya dan juga Kenzo membuat pria itu yang masih di alam bawah sadarnya merasa seperti tersayat dan juga tidak terima padahal itu sebenarnya bukan haknya lagi untuk mengatur kehidupan orang lain.
"papa, Gimana kalau nanti mereka tahu bahwa Elnara itu merupakan anak Gerry? Kamu tahu sendiri kan segala sesuatu antara mereka berdua sangat cocok bahkan bisa dibilang hampir mendekati 100%, Mama yakin cepat atau lambat pasti mereka bakalan menyadari semuanya dan Mama tidak ingin mereka mengambil cucu kesayangan Mama itu!"ujar Riyanti yang terlihat begitu Dilema dari tadi sampai-sampai wanita itu tidak mengeluarkan suara sedikitpun ketika berada di dalam sebab menurutnya apa yang terjadi ini sungguh sangat-sangat tidak pernah diharapkan bahkan bisa dibilang dalam mimpi pun tidak pernah ia minta itu terjadi.
Brakk
Semua orang yang berada di situ menoleh ke arah sumber suara ketika mendengar ada benda yang terjatuh, dan ketika mereka menoleh begitu terkejut ketika melihat ternyata Norah dan Dito sedang berdiri menatap heran ke arah mereka berdua bahkan bisa dibilang terlihat wajah Norah yang sudah sangat tidak biasa.
"jadi maksud kalian anak yang ada di dalam itu yang sedang Gerry tolong itu adalah anaknya sendiri? Akan tetapi kenapa kalian malah berbohong dan tidak mengatakan hal ini dari awal, meskipun pada saat menghadirkan anak ke dunia itu caranya yang mereka lakukan itu salah tetapi Bukankah dirinya juga berhak terhadap darah dagingnya sendiri?"tanya Norah dengan Tatapan yang tidak percaya.
"Maksud kamu berbicara seperti tadi itu apa? Memangnya siapa yang kamu sebut sebagai anaknya Gerry, kalau yang kamu sebut itu adalah cucu kami itu artinya pendengaran kamu yang bermasalah?"tanya Dewi dengan tersenyum mengejek padahal sebenarnya wanita itu sangat sadar dengan apa yang ia lakukan tetapi tidak mungkin juga kan mengikhlaskan Elnara secara langsung kepada keluarga Erlangga.
"Aku tidak tuli Dewi! Bahkan kedua telingaku ini bisa mendengar dengan jelas apa yang kalian katakan tadi, Memangnya begitu terhina kah Putraku sampai-sampai kalian tidak mau mengakui dia sebagai Ayah kandung dari Anaknya sendiri?"tanya Norah yang ingin sekali menangis tetapi sepertinya ia urungkan karena menurutnya sekarang itu putranya sedang berjuang antara hidup dan mati untuk menyelamatkan anaknya yang tidak pernah Ia ketahui kehadirannya ke dunia ini selama ini.
"Jadi menurut kamu manusia seperti anak kamu itu masih pantas disebut seorang pria sejati setelah apa yang ia lakukan kepada anakku, jadi menurut kamu perbuatan Putra kalian yang terhormat itu terpuji dengan cara merusak anak gadisnya orang? Bisa kalian bayangkan jika semua orang tua di dunia ini memiliki pola pikir yang pendek seperti kalian entah jadi apa generasi ini kedepannya, lebih baik kalian enyah dari hadapanku dan juga Tunggu saja Putra kalian itu keluar dari ruangan itu dan bawa dia pergi sejauh mungkin Jangan pernah muncul lagi atau aku bakalan melaporkan dia kepada polisi dengan kasus perbuatan yang tidak menyenangkan!" Ancam Dewi dengan Tatapan yang begitu serius bahkan selama ini wanita itu tidak pernah melakukan hal itu.
__ADS_1