Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 53


__ADS_3

Asya memilih untuk tak peduli dengan perkataan yang di ucapkan oleh Pria yang berada di sampingnya itu,karena jika sampai hal itu terjadi bisa dipastikan dirinya bakal merasa sangat jengkel nantinya.


" kamu Kenapa diam jangan bilang kamu tidak menyukai apa yang aku katakan tadi dan ingin memberikan protes, kamu tahu sendiri kan maksud perkataanku tadi itu tidak ada yang salah karena hanya ingin mencegah sesuatu yang tidak baik terjadi lagi ke kamu?" tanya Kenzo yang tidak menyukai sikap diamnya Asya yang seolah ingin membatasi dirinya agar tidak terlalu ikut campur dengan urusan pribadi wanita itu.


Asya akui sebenarnya kehadiran Kenzo itu sedikit banyak membuat dirinya sedikit melupakan masalahnya akibat dari mulut pria itu yang selalu nyerocos ketika bersamanya, hanya saja dalam pikirannya sekarang itu bagaimana caranya agar Kenzo tidak terlalu mencampuri segala urusannya itu lebih dan lebih lagi.


" kamu tidak suka kalau aku terlalu sibuk dengan segala macam urusan kamu itu, atau kamu memang ingin agar tak pergi menjauh dari kamu dan tidak usah terlalu ikut campur dengan segala sesuatu yang bakal terjadi nantinya? tolong katakan apa yang kamu rasakan sekarang jangan membuat aku terlihat seperti orang bodoh, yang tidak tahu menahu dan juga terlalu memaksakan diri padahal sebenarnya kehadiranku tidak diharapkan sama sekali?" tanya Kenzo tegas bahkan pria itu sampai menghentikan laju mobil itu ketika mereka berada di pinggir jalan yang sedikit sunyi.


Asya hanya bisa menghela nafasnya kasar karena bingung harus bersikap apa dan menjawab bagaimana, jika dirinya memiliki untuk diam terus menerus otomatis Kenzo bakalan terus bertanya lagi dan lagi. Sampai mendapatkan jawaban yang puas menurutnya. Hanya saja Asya juga Masih memikirkan kata-kata apa ya pas agar pria itu paham dan juga tidak tersinggung, karena Biar bagaimanapun kedua orang tua Kenzo itu sangat berharga untuk mereka saat pertama kali datang di tempat ini yang terasa begitu asing bagi Asya.


" Aku kesini memilih untuk pindah ke kota yang begitu asing karena ingin menjauh dari masalah yang ada tetapi bukan untuk berlari menghindarinya, karena sebelum aku berlari pun masalah itu sudah ada dan entah nanti bagaimana kedepannya aku pun masih bingung memikirkannya. Jika kamu selalu bertanya apa Aku selalu memikirkan pria itu atau tidak aku bakalan Jawab dengan jujur kalau memang aku masih memikirkannya, bukan karena aku menginginkannya atau juga karena mencintainya tapi hanya mengingat kebersamaan yang telah kami lalui dan harus dikhianati dengan perbuatannya yang begitu tak manusiawi! Jika kamu jadi aku Pasti merasakan hal yang sama jika seseorang yang menjadi tempat bersandar selama ini ternyata adalah orang yang balik menyerang kita secara halus, itu artinya wajahnya perhatiannya selama ini adalah sebuah Kepalsuan yang dirinya sembunyikan atas nama persahabatan rasa saudara!" setelah mengatakan itu semua Asya diam berharap agar Kenzo paham kenapa dirinya selama ini ingin menjauh dari pria itu agar tidak terjatuh lagi ke dalam lubang yang sama.


" jadi menurut kamu dengan bersalahnya dia semua pria itu di dunia sama saja Menurut kamu, dan aku adalah salah satu pria yang tidak beruntung akibat perbuatan seseorang? coba kamu perhatikan sikapku selama ini, apa terlihat begitu memaksa agar kamu menganggap kehadiranku?" tanya Kenzo memastikan.


Asya tidak ingin menjawab apa yang ditanyakan oleh pria itu karena memang Apa yang dimaksud kan oleh wanita itu ya yang barusan dikatakan oleh Kenzo itu, jadi secara tidak langsung pemikirannya sudah diwakilkan secara langsung dan membuat dirinya tidak perlu harus bersusah payah untuk menjelaskannya lagi.


" Maafkan Aku, tapi bisa kah kita tetap sebagai saudara yang kamu dapat menemukan wanita yang lebih pantas daripada aku!" pinta Asya sambil menundukkan kepalanya karena terlihat dirinya seperti seorang wanita yang jual mahal padahal sebenarnya sudah tidak Suci lagi itu sangat tidak pantas dilakukannya menurut versi Asya.


" untuk apa kau meminta maaf jika kamu sebenarnya tidak punya kesalahan sama sekali, untuk apa juga pernah merasa bersalah kalau sebenarnya kesalahan kamu itu tidak pernah ada? Baiklah kita jalani semuanya seperti biasa Mengikuti alur yang ada, jika nanti Tuhan berkehendak lain kita tidak bisa menolak apa yang menjadi takdirnya"! Kenzo mengatakan hal itu dengan senyuman tetapi Percayalah di dalam hati pria itu sedang hancur remuk redam tapi tak berdarah akibat dari permintaan Asya dan jawaban yang diberikan olehnya tadi.

__ADS_1


Asya hanya bisa menghela nafasnya kasar karena ternyata pikirannya Kenzo begitu dewasa dan juga tidak memaksakan dirinya untuk harus mengakui apa dirasakan pria itu, Jujur saja trauma yang sedang menghantui pemikiran Asya itu membuat wanita itu sedikit segan untuk bersama dengan pria apalagi orang asing.


" Maafkan aku lagi meskipun kamu tidak ingin mendengar kata maaf dariku hanya saja Intinya cuma satu, Aku tidak ingin menjadi orang yang terlalu sombong dan merasa berbangga diri karena disukai oleh pria sekeren kamu!" Asya sambil tersenyum.


" Kenapa di saat aku pasrah seperti begini kamu malah memberikan senyuman tapi di saat aku memaksakan diri untuk dekat sama kamu malah memasang wajah marah setiap hari, Apa memang takdir kita hanya sampai disini atau masih ada hari esok yang sudah diatur Tuhan untuk kita berdua?" Lirih Kenzo dalam hati tapi mau bagaimana lagi.


perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan meskipun rasanya perasaan itu begitu kuat dan tidak bisa dihilangkan begitu saja, hanya saja terkadang perasaan itu balik menyiksa kita akibat dari rasa yang hanya sepihak saja atau bisa dibilang bertepuk sebelah tangan.


namun jika takdir dan alam sudah berkehendak maka sejauh-jauhnya engkau pergi ataupun menghindar Percayalah dia bakalan kembali untukmu, mungkin dengan cara yang lain dan ajaib Sampai engkau pun bingung mencerna semuanya itu dengan jalan pemikiran yang biasa saja.


jalan hidup dan selalu memberi perhatian kepadanya dan juga berbuat seolah-olah Engkau hanya datang dan bakalan pergi, hingga dia bakal merasa kehilanganmu ketika sudah tidak ada di sampingnya selalu dan di saat itulah dia bakalan balik mengejarmu dan engkau akan merasa menjadi orang yang paling spesial di Jagat ini.


" Jadi gimana kita jadi jalan-jalan atau tidak, soalnya tadi aku udah gatal banget nih mau keliling tempat ini?" tanya Asya begitu antusias tapi berbeda dengan Kenzo yang malah menatap sendu ke arahnya.


" Oh gitu ya kamu masih ada kerjaan lain ya sudah tidak masalah soalnya kan pekerjaan kamu juga sangat penting, nanti biar aku yang bakalan Minta Papa sama Mama yang temani aku buat jalan-jalan yang jarang terjadi karena kesibukan Papa!" Jelas Asya santai.


Kenzo sebenarnya merasa bersalah ketika sudah berbohong pada Asya itu,hanya saja dirinya juga ingin merasa terbiasa dulu dengan penolakan yang dilakukan oleh Asya itu agar tidak menjadi orang yang terlalu kentara memendam kekecewaan.


" Iya maafkan aku ya karena sudah mengingkari janji yang aku ucapkan sendiri tadi, hanya saja tiba-tiba saat ada di dalam perjalanan aku baru ingat kalau ternyata berkas yang tadi aku ambil dari apartemen itu masih ada yang ketinggalan yang harus dikasih besok ke bagian Keuangan agar mereka segera memproses hal itu." bohong Kenzo lagi agar Asya lebih percaya jika dirinya memang benar-benar sedang mengurus pekerjaan.

__ADS_1


" ih tadi kan aku sudah bilang tidak masalah kan masih ada hari esok Lagian aku kan masih punya Papa sama Mama bisa menemaniku buat ke mana pun yang aku mau, kamu jangan seolah-olah merasa terbebani seperti begitu doang aku kan jadi tidak enak kepada para karyawan kamu gara-gara aku sampai mereka yang kena imbasnya nanti!" jelas Asya antusias membuat Kenzo hanya bisa menghela nafasnya kasar ternyata senyuman wanita itu selalu saja mengalihkan pikiran yang ada di benaknya kini.


" Aku bisa gila Ya Tuhan kalau seperti begini terus kenapa dia selalu saja memasang senyuman seperti itu membuat aku tergoda dan tidak bisa melihat ke arah lain lagi, semoga kuatkan iman dan pikiranku sehingga tidak goyah karena nantinya dia bakalan pergi menjauh lagi seperti yang kemarin-kemarin karena sikapku yang terlalu gencar!" lirih Kenzo dalam hati yang berusaha untuk tetap memasang wajah santainya ketika melihat Asya yang begitu antusias.


Dev yang sudah sampai di apartemen nya langsung menyuruh Rama untuk pergi meninggalkannya, sebab dirinya sedang tidak ingin diganggu dengan melihat wajah menyebalkan asistennya itu.


" karena kita sudah sampai tujuan dengan selamat kamu silakan pergi mau tidur di hotel atau di pinggir jalan pun terserah kamu, karena aku tidak ingin diganggu oleh kamu sedikitpun apalagi melihat wajah kamu yang sangat menyebalkan itu!" usir Dev sambil mengibaskan tangannya bahkan dengan sampai hatinya pria itu tidak mengijinkan Rama untuk masuk ke dalam apartemen sekedar untuk beristirahat walau sejenak.


"Astaga Tuan,anda tega sekali mengatakan hal yang seperti itu?Padahal saya kan lagi capek butuh istirahat atau barangkali minum air sebentar begitu,sebab tenggorokan saya rasanya seperti padang gersang karena kekeringan." Bujuk Rama.


" itu mah derita kamu bukan dari tanya saya kan yang capek itu kamu bukan saya Lagian kalau mau minum air pasti banyak yang jual di luar sana, Emangnya kamu pikir apartemen saya ini panti sosial jadi dengan bebas orang asing keluar masuk untuk menikmati apa yang ada di dalam sini?" tanya Dev dengan nada menyindir membuat Rama menatap tak percaya ke arah tuannya itu.


" Ya Tuhan anda tega sekali tuh bos, kok bisa-bisanya menyamakan saya dengan orang asing di luaran sana yang selama ini tidak pernah membantu Anda sedikitpun! setidaknya jika tidak menganggap saya sebagai orang asing dianggap saya sebagai orang yang berjasa lah di dalam hidupnya anda, seperti selalu ada disaat membutuhkan kan dan di dalam masa darurat? "tanya Rama yang masih tidak percaya dengan sikap Tuan nya itu.


"Hei kamu itu selama ini mau membantu saya secara sukarela karena itu saya gaji kamu kalau tidak mah orang seperti kamu mana mau, kecuali kalau dikasih ************ secara gratis itu baru kamu bakalan melakukannya dengan begitu semangatnya sampai saya saja bingung? jadi jangan merasa diri berguna karena selama ini sudah mengikuti semua perintah saya, karena kamu melakukan semua itu tidak gratis Sebab saya membayar kamu menggunakan uang pribadi saya!" sindir Dev secara halus membuat Rama langsung bungkam karena memang apa yang dikatakan oleh pria itu tidak salah sebab Tidak mungkin orang di dunia ini mau dijadikan pesuruh jika tidak mendapatkan imbalan yang setimpal.


" ya karena setiap pekerjaan di dunia ya memang harus mendapatkan imbalan. Siapa juga mau melakukan secara sukarela jika nanti hasilnya bakalan menyusahkan diri sendiri, tapi kalau Tuan ingin saya menjadi seseorang yang lebih berguna lagi mungkin bisa menambahkan lagi satu digit angka!" Ujar Rama sambil tersenyum.


"Oh jadi kamu ingin meminta untuk naik gaji ke saya,wah sepertinya kamu makin ngelunjak ya karena saya terlalu santai? Ya sudah kalau begitu kamu pulang lebih dulu kesana,dan setelah itu jangan lupa untuk kasih surat resign kamu ke kantor pusat biar segera diproses Pak saat sepulang nanti!" Dev mengatakan hal itu dengan tersenyum mengejek membuat jantung Rama langsung Berhenti Berdetak seketika karena ini namanya sindiran secara halus dan membuat dirinya Memang mati kutu tidak bisa bertingkah banyak lagi.

__ADS_1


" ah tadi itu saya hanya bercanda saja Kok tidak meminta secara serius sebab Mana berani melakukan hal itu, gaji yang selama ini saya dapatkan sudah lebih dari cukup anda tidak perlu memikirkan lagi Bagaimana caranya untuk menambahkan satu angka lagi di gaji saya cukup memikirkan Bagaimana caranya agar memberikan saya pekerjaan saya sebanyak mungkin?" ini kenapa Rama malah kelihatan tambah bego ya Siapa coba yang mau membebani Pekerjaan seseorang diluar batas kemampuannya tetapi Rama malah meminta agar Dek memberikan dirinya kembali pekerjaan meskipun sebenarnya di luar dari jam kantor ataupun jam kerja yang seharusnya di lalui pria itu.


"Nanti besok lusa kalau kamu terima perintah usahakan selalu tersenyum ya,anggap saja itu adalah pekerjaan tambahan yang kamu inginkan dari saya. karena Bukankah kamu yang meminta supaya saya memberikan sebuah pekerjaan kapanpun dan dimanapun, Jadi kalau misalnya Saya menyuruh kamu untuk menguras kolam renang saya menggunakan gayung kamu tetap harus melakukannya karena itu adalah permintaan kamu sendiri dan saya memberikannya secara sukarela. kamu harus bersyukur memiliki majikan seperti saya yang selalu mengikuti apa yang dikatakan oleh anak buahnya, Coba kalau kamu punya majikan seperti orang lain Mereka pasti tidak bakalan mengikuti apa yang kamu katakan!" ujar Dev penuh percaya diri membuat Rama hanya bisa menangis dalam hati karena ternyata tuannya itu memang sangat keterlaluan dalam memberi hukuman kepada Nya.


__ADS_2