Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 167


__ADS_3

Andi terdiam sejenak berusaha untuk bersikap tenang dan mencoba untuk membuat Gerry tidak berkecil hati karena memang dirinya berusaha keras untuk membantu sahabatnya itu,hanya saja mungkin dengan sedikit berbohong kepada istrinya dan juga Keluarga Asya.


Sebab dirinya yakin bahwa ketika mereka mengetahui kebenaran akan Gerry yang mengetahui alamat yang sekarang otomatis bakalan marah besar, padahal masalah dirinya dengan Vina saja belum kelar sampai saat ini.


"Aku itu bukan tidak ingin membantu kamu,hanya saja kamu tahu sendiri kan bagaimana reaksi istriku nanti saat tahu kalau aku memberi tahu alamat Asya yang sekarang!" Ujar Andi yang merasa tak enak hati pada Gerry.


Pria yang dari seberang itu hanya bisa menghela nafasnya secara kasar bahkan membuangnya pun terasa begitu berat,sebab dirinya sedang berusaha menahan gejolak yang begitu besar karena merasa bahwa semua orang tidak paham dengan apa yang ia rasakan saat ini.


"Akhhh,kalian itu kenapa tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan saat ini,padahal aku itu hanya ingin memperbaiki kesalahan yang telah aku lakukan agar hidup ku lebih tenang?" Tanya Gerry frustasi sebab dari jawaban yang diberikan Andi tadi ia tau bahwa sahabatnya itu menolak keinginannya.


Andi mengusap wajah nya frustasi sebab memang benar apa yang dikatakan oleh Gerry tadi,hanya saja ia tidak mungkin melanggar janji yang sudah dibuat bersama Vina sang istri.


"Kamu juga harus mengerti dengan keadaan ku saat ini dong,karena aku itu punya hati yang harus dijaga bukan malah menambah masalah yang belum kelar?' Pinta Andi yang ingin agar Gerry juga paham akan apa yang ia alami saat ini.


"Aku janji bakal tidak akan membocorkan rahasia ini dan yang tahu itu hanya kita berdua saja,dan juga aku bakalan tanggung jawab akan apa yang terjadi kedepannya dan memastikan kalau kamu tidak akan pernah terlibat di dalamnya.' Jelas Gerry dan terdengar tidak ada kebohongan dari nada bicaranya itu.


"Aku bakalan kasih tahu tapi kamu benar benar tidak akan lepas tangan kan kalau nanti terjadi hal hal yang tidak diinginkan,sebab kamu juga pasti tahu keras kepalanya Vina jika sampai tahu aku yang mengatakan semuanya tentang hal ini?" Tanya Andi memastikan karena ia sangat tahu bagaimana sikap Vina nanti jika mengetahui hal ini.


"Kamu pikir aku ini suka bohong atau apa sih,sampai sampai seolah tidak percaya sama sekali dengan apa yang aku katakan barusan?" Tanya Gerry balik.


"Ya sudah syukur kalau begitu karena aku tidak perlu lagi memikirkan masalah yang sedang kamu alami,karena masalahku saja belum beres untuk apa malah memikirkan masalah orang lain!' sinis Andi.

__ADS_1


"Siapa suruh mau menikah muda ya akhirnya seperti itu kan,lebih enak itu aku kemana mana dan juga mau apa tidak ada yang komentar banyak!" Sahut Gerry percaya diri tapi bukan nya membuat Andi marah yang ada pria itu tertawa ngakak.


"Kamu itu belum beruntung makanya sampai sekarang belum kawin,siapa suruh b**o orang yang ada disampingnya kamu tidak akan berpaling malah kamu dekatnya sama Wewe Gombeel. Nah sekarang sudah ditinggal kawin kamu nya jadi jomblo karena tidak laku atau mungkin masih terpaku dengan masa lalu,jadi lebih baik kamu diam saja jangan banyak komentar!" sindir Andi.


Gerry hanya diam antara rasa malu dan juga tidak punya kata-kata yang pas untuk diucapkan agar Andi bisa bungkam dan tidak menyindir dirinya secara terus-menerus, hanya saja sepertinya sahabatnya itu punya suatu hal yang bisa membuat dirinya tidak berkutik maka dari itu ia Biarkan saja daripada nanti pembahasannya meluber ke mana-mana.


"Ya sudah terserah kamu saja aku mengaku kalah dan juga kali ini menjadi makhluk yang bersalah dan kamu merupakan orang yang paling Maha Benar di dunia, hanya saja Nanti sebentar Tolong jangan sampai kamu lupa mengirimkan alamat lengkap kediaman keluarga Asya sekarang! setelah kamu mengirimkan apa yang aku inginkan percaya padaku bahwa aku tidak akan pernah mengganggu kamu lagi agar istri kamu itu tidak marah-marah, tetapi sebelum istri kamu itu marah-marah dan memilih bercerai dengan kamu lebih baik kalian baikan saja dulu soal masalah yang lain biar dipikirkan belakangan! "ledek Gerry.


"kamu sedang meminta bantuanku Tetapi malah mengejekku Memangnya kamu pikir orang bodoh Mana yang mau saja melakukan hal yang kamu inginkan kalau kelakuan kamu saja seperti begitu? Ingat ya sekarang itu apa yang aku katakan merupakan hal yang paling berharga untuk kamu, JJadi kalau kamu terus membuat aku marah jangan menyesal kalau nanti alamat yang aku kirimkan itu palsu seperti lagu salah satu penyanyi dangdut yang terkenal itu!"ujar Andi yang terasa kali ini lebih besar kepala karena dirinya sangat tahu apa kelemahan Gerry dan tidak mungkin juga menjawab kata-katanya sebab Bukankah dirinya yang sedang dimintai tolong jadi otomatis menjadi raja.


"oke baiklah kali ini kamu menang tetapi jangan menyesal nanti besok lusa kamu yang bakalan merengek minta tolong kepadaku, dan kalau sampai hari itu terjadi bisa dipastikan sampai yang keluar itu air mata kamu yang berdarah pun aku tidak akan pernah mengiyakan apa yang kamu inginkan!"omel Gerry karena memang merasa kesal dengan sahabatnya itu seolah mempermainkan perasaannya dan juga memainkan harga dirinya yang sedang meminta bantuan itu.


"Oh jadi ceritanya kamu ngambek dan rencananya besok bisa bakalan balas dendam, Ya sudah kalau begitu aku juga tidak akan menolong kamu soalnya kan sama saja nanti besok lusa saat aku meminta tolong kan kamu tidak mau! padahal kan sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial saling tolong-menolong itu kan harus, jadi daripada hanya berat sebelah dan untuk kamunya tidak ada niatan untuk melakukan timbal balik daripada aku menyesalinya lebih baik tidak usah sama sekali!"ancaman Andi barusan membuat Gerry hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar soalnya sahabatnya itu sepertinya lagi sedang berada di atas angin saat ini jadi bisa mengancamnya.


"kalau mau minta maaf itu harus yang tulus untung juga aku jauh Coba kalau dekat aku ingin melihat gaya kamu meminta maaf dengan cara yang sedikit menyentuh begitu, Tapi karena kita jauh ya sudah ucapan kamu itu sedikit benar lagi boleh soalnya yang pertama tadi itu terdengarnya seperti kesan terlalu dipaksakan!"Gerry mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Andi barusan padahal dirinya sedang berusaha menjadi orang yang paling baik Kenapa pria itu malah mengerjai dirinya.


"kamu itu ada niat tidak sih untuk memaafkanku, Kamu kan tahu aku itu orangnya ke akunya Seperti apa Eh tapi kamu malah meminta hal yang aneh-aneh?"tanya Gery sewot karena apa yang ia inginkan belum tercapai Andi malah mengerjai dirinya dengan memberikan perintah yang aneh-aneh padahal dirinya sedang tidak ingin melakukan hal yang berbau aneh sebab dirinya hari ini sedang dalam kondisi waras 150%.


"ya aku ikhlas membantu kamu yang bilang aku tidak ikhlas itu siapa coba? hanya saja kamunya yang tadi mengancamku dengan berkata aneh makanya aku juga menjawab yang lebih aneh lagi, nanti kamu tenang saja aku bakalan mengirimkan alamat seperti yang kamu inginkan tapi tolong kamu pegang janji kamu dari awal tadi ya itu tidak akan membuat semua orang tahu kalau ini semua kamu dapatkan dari aku!"pinta Andi dan Gerry otomatis menyanggupinya karena memang pria di seberang itu tidak ada sangkut pautnya dengan masalahnya masa iya dirinya harus melibatkan berulang kali


"aku ini gentlemen otomatis apa yang aku katakan aku bakalan memegangnya dan tidak akan pernah mengingkarinya, jadi tolong kamu Jangan pernah meragukan apa yang aku katakan karena kamu mengenalku kan bukan baru sehari dua hari jadi pasti tahu semua perilaku ku selama ini?"jelas Gerry .

__ADS_1


"aku itu memang tahu perilaku kamu selama ini tapi yang aku tidak tahu itu sikap kurang ajar kamu itu yang tiba-tiba muncul di permukaan, masa iya wanita jadi-jadian seperti Mona kamu pacari ya akhirnya otak kamu juga jadi ikutan bengkok kan tidak ada yang baik sama sekali?"Sindir Andi.


"Astaga bisa tidak kamu jangan membawa-bawa wanita itu soalnya kan kami berdua tidak ada hubungan lagi sama sekali Jadi untuk apa menyebut orang yang tidak ada, sudah ah ini sudah malam aku mau tidur soalnya kelamaan berbicara sama kamu sepertinya bakalan membuat aku jadi kesal!"pamit Gerry membuat Andi menatap tak percaya ke arah ponselnya karena sudah dimatikan secara sepihak oleh sahabatnya itu.


"Kenapa dianya minta tolong tapi dianya yang mematikan ponselnya lebih dulu Tanpa ada kata pamit yang bagus, nonton juga aku orang baik tidak mempermasalahkan perilakunya yang kurang ajar itu Coba kalau aku merupakan orang-orang yang sangat Memegang teguh prinsip dasar Asas sopan santun pasti jangan harap dia bakalan aku bantu!"sungut Andi lalu menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya karena biar bagaimanapun ini hari adalah perjuangan yang paling berat yaitu mencari sang istri dan juga meminta maaf serta memperbaiki kesalahannya.


setelah keluar dari kamar mandi Wajah pria itu sudah kembali segar tidak seperti beberapa jam yang lalu yang dibuat uring-uringan karena guling hidupnya sedang minggat, dalam hatinya dirinya merapalkan doa berkali-kali berharap agar sang istri mau pulang dan juga tidak ngambek sampai berlarut-larut karena nanti keluarga Delano dan Dirgantara bertanya dirinya harus menjawab apa coba.


sedangkan Vina pagi ini merasa tubuhnya begitu rileks dan juga tidak ada tulangnya yang remuk berantakan, mungkin karena berjauhan dengan sang suami sehingga tidak diajak unboxing akhirnya dirinya Malam ini bisa tertidur dengan tanpa gangguan sedikitpun.


"ah tidur ku Malam ini terasa begitu nyenyak bahkan mimpi ketemu Oppa tampan pun bisa terlaksana, Padahal selama ini hanya angan belaka soalnya kan tidurku hanya beberapa jam saja karena ada yang selalu colek sana colek sini!"gumam Vina bahagia padahal sebenarnya itu merupakan sebuah hal yang harus tidak boleh ia syukuri sebab Biar bagaimanapun Statusnya sekarang yaitu seorang istri tidak mungkin harus berjauhan dengan suaminya terus dan ketika dirinya di Unboxing oleh suaminya itu merupakan sebuah kewajiban.


"Asya kenapa ya tidak menelponku lagi Memangnya dia pikir aku sedang tidak ingin mengobrol dengannya, dia kan tahu kalau selama ini aku lagi berantem sama seseorang selalu ngobrol sama dia tapi kok dianya malah cuek? "tanya Vina pada dirinya sendiri bahkan sampai membolak-balikkan ponselnya itu sudah seperti rupa apapun tetapi masih saja tidak ada notifikasi dari Asya.


"Apa aku yang menghubungi dia saja soalnya kan mungkin dianya lagi sibuk jadi tidak sempat menghubungiku atau lupa karena terlalu mengurus anak dan suaminya, daripada aku dilupakan terus dan tidak punya teman ngobrol itu kan merupakan sebuah hal yang sangat tidak aku sukai?"ini Vina memang keterlaluan sekali loh Sudah tahu orang kalau berumah tangga itu bangun pagi pasti mengurus dapur untuk kebutuhan perut suami dan anak tetapi kenapa malah mengganggu Asya seolah tanpa beban seperti begitu.


Asya yang kebetulan sedang berada di dapur membuatkan sarapan nasi goreng kesukaan suami dan anaknya merasa kesal sendiri ketika ponselnya itu berdering dan tertera nama Vina di situ, ingin sekali dirinya mengabaikan panggilan itu hanya saja jiwa baik hatinya tidak tega melakukan hal itu makanya ia mengangkat panggilan itu sambil melanjutkan masakannya!


"Halo Kamu kenapa kok malah menggangguku di pagi hari Memangnya kamu pikir aku ini masih gadis Jadi kalau bangun pagi selalu malas-malasan, Aku ini sudah punya suami loh jadi prioritas utamaku yaitu mengurus suami dan juga anak bukan malah meladeni kamu yang sedang ngambek sama suami sendiri?"ini bukannya sapaan yang ingin didengar oleh Vina karena yang ada Asya malah menceramahi dirinya.


"Ya Tuhan Sya, kamu kok tega sekali aku itu kan sedang merindukan kamu Makanya menelpon ke situ tapi kenapa Jawabannya malah seperti begitu?"tanya Vina yang pura-pura menjadi korban yang teraniaya saat itu padahal Asya sebenarnya tidak peduli juga jika wanita itu malah marah balik.

__ADS_1


"Ya habisnya kamu kalau tidak dibilang seperti begitu otomatis tidak bakalan paham-paham dengan apa yang aku inginkan, Masa iya orang lagi sibuk begini kamu malah menggangguku dengan telepon yang tidak jelas? kalau kamu merindukan seseorang yang patutnya kamu rindu kamu itu suami kamu Bukannya aku, Memangnya kamu mau aku dibilang jeruk makan jeruk padahal doyan sedikitpun Tidak memikirkannya saja tidak sama sekali?"sinis Asya lalu mematikan ponselnya itu.


__ADS_2