Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 78


__ADS_3

Asya merasa sangat terkejut ketika melihat ada yang sedang mengelus bahunya setelah ia merasa Lega,dan lebih ajaib lagi adalah bayi yang berada di dalam perut nya langsung tenang bahkan rasa mual itu pergi begitu saja.


"Sudah minggat nya,apa mau pulang atau masih mau pergi?" Tanya Kenzo pelan dengan tersenyum kepada Asya yang juga tak kalah kaget karena kehadiran pria itu yang secara tiba tiba.


"Mas,kok bisa tahu kalau aku ada disini?" Tanya Asya dengan wajah yang penuh tanda tanya.


"Dari awal kamu pasti tau dan sadar kan,kalau dimanapun kamu berada aku tetap akan bisa menemukan secara mudah. Lihat kan karena kelakuan kamu itu Baby El kena imbasnya,gimana masih Mual atau sudah Lega?" Tanya Kenzo pelan sambil tersenyum.


"Kan sudah ada Daddy nya!" Sahut Asya tapi sambil menitikkan air matanya karena benar benar terharu dengan sikap Kenzo.


Sepanjang perjalanan ke Mobil,Kenzo tidak melepaskan tautan tangan nya dengan Asya karena takut wanita itu bakal kabur lagi.


"Mas,bisa lepas tidak? Aku janji tidak bakal kabur,tapi aku juga malu kalau sampai semua mata hanya menatap kearah kita saja!" Ujar Asya tapi Kenzo tidak mengindahkan sama sekali.


"Aku tidak menjamin jika kamu bakal kabur lagi,jangan kan Sekarang pernikahan kita sudah terdaftar pun kamu sama sekali tidak peduli apalagi Tiket dan Paspor sudah ada di tangan Kamu?" Kenzo benar benar tidak peduli dengan tatapan orang sekitar karena baginya tidak ada harta benda milik orang lain yang sedang ia ambil tapi dirinya membawa harta benda nya yang sangat berharga.


"Aku Kapok,soalnya Baby El nakal sekali Mas! Masa iya aku di buat Mual parah tapi saat kamu datang dia nya lansung diam,itu kan sama saja membuat agar aku tidak bisa kabur kemana mana?" Sungut Asya membuat Kenzo begitu bahagia.


"Jadi ceritanya dia tahu jika Mommy nya berencana jahat dengan meninggalkan Daddy nya yang tampan ini,makanya lain kali Mommy jangan nakal lagi!" Kenzo mengatakan hal itu sambil mengusap pelan perut Asya.


Percayalah tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang ingin menangis tapi gengsi serta pria sejati dilarang menangis,mau teriak atau mengamuk takut nanti di bilang gila.


"Sabar Bos,saya doakan agar anda tetap menemukan jodoh yang terbaik,karena Bos adalah orang yang paling di cari di jagat raya ini!" Dev menatap sinis kearah Asisten kurang ajarnya itu.


"Kamu sadar kan jika penyebab rusaknya para wanita di dunia ini adalah Kamu,memang nya menurut kamu doa manusia laknat seperti mu bakal di kabul kan?" Tanya Dev sinis.


"Hehe sebenarnya saya juga sedang belajar insaf,maka dari itu masih mencari jodoh dengan keluar masuk makanan burung satu persatu!" Jelas Rama membuat Dev mendengus kesal.

__ADS_1


"Kalau begitu doakan untuk diri kamu lebih dahulu baru bisa kamu mendoakan saya,karena saya memang benar benar tidak ingin hidup jadi berantakan hanya karena doa dari manusia seperti kamu itu!" Ketus Dev tapi dengan nada yang menyindir membuat Rama langsung bungkam sebab ia juga tidak tahu harus menjawab seperti apa jika nanti akhirnya bakal di salahkan lagi.


"Kamu jangan melihat Kearah Asya seperti orang yang mau ditinggal kawin saja,karena dia itu hanya milik nya aku saja bukan siapa siapa termaksud kamu atau pun dia!" Ujar Dev sambil menunjuk kearah Kenzo yang sedang tersenyum kearah Asya.


"Tapi Tuan Maaf,bukan nya saya tidak sopan hanya saja saya ingin mengingatkan kepada Anda! Jika kebenaran sekarang itu bukan anda yang sedang di gandeng Asya melainkan pria lain yang beruntung,maka dari itu lebih baik kita pergi sebelum jadi Viral karena ketahuan naksir sama jodohnya orang!" Rama mengatakan hal itu sambil tersenyum karena memang wajah Dev tidak bisa berbohong jika sedang galau dan juga kalah sebelum bertanding.


"Bisa diam tidak kamu,memang kamu pikir aku adalah tipe orang yang bakal mengalah dengan keadaan? Oh itu tidak akan pernah terjadi karena aku tetap bakal klaim milik ku ya tetap milik ku,maka dari itu kamu kalau mau bicara harus pikir pikir dulu jangan asal nyeplak!" Sungut Dev sambil memasang wajah cemberutnya.


Rama tidak bisa bicara panjang lebar sebab itu tadi masalahnya,Dev adalah orang yang sangat tidak bisa untuk di ajak kompromi dan juga merasa paling benar dari semua yang ada.


"Kamu mau jalan jalan biar bisa hilang pikiran kamu yang aneh aneh untuk kabur,atau kamu mau pulang kerumah sekarang juga?" Tanya Kenzo pelan tapi penuh penekanan agar Asya paham.


"Mas,sudah dong aku kan tadi hanya jalan jalan buat cuci mata,soalnya bosan dirumah saja!" Sahut Asya karena dari tadi Kenzo hanya memarahi dirinya secara tak langsung.


"Wah enak juga ya pake acar cuci mata sampai di bandara,memang nya apa yang kamu dapatkan dari melakukan hal itu?" Tanya Kenzo lagi.


"Bodoh sekali bicara kamu hari ini ,awas saja kalau sampai terulang lagi?" Sungut Kenzo.


"Hehe maaf hanya bercanda jangan diambil hati dong,Nanti tidak jadi Papa muda tapi Papa yang sudah tua!" Bujuk Asya membuat Kenzo jadi tidak tega untk memarahi dirinya.


"Tidak masalah yang penting kamu yang bakal kugarap habis habisan, karena sudah berani kabur tanpa mau untuk pulang kembali jika belum dijemput. apa Kamu pikir aku ini adalah seseorang yang tidak bakalan mencari kamu sampai ke manapun Jadinya kalau kamu mau pergi tidak perlu bilang-bilang nanti juga tuh aku akan males tahu?" Kenzo meluapkan kekesalannya ketika mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju ke arah mobil yang sedang terparkir tetapi dengan jari jemari yang masih saling bertautan.


" Ya Tuhan Mas jangan marah-marah gitu terus dong Aku kan jadi bingung harus menjawab apa kalau begini terus mendingan aku pergi saja deh, Soalnya dari tadi perjalanan dari dalam bandara ke arah parkiran kamu tuh seperti sedang memarahi aku dengan tidak ada Kasihannya lho ketika semua orang marah menatap Iba?" tanya Asya merasa kesal dengan sikap Kenzo itu.


" Habisnya aku tuh sangat merasa kesal kamu itu selalu saja mengambil keputusan tanpa ngomong dulu, untung juga aku gerak cepat sehingga bisa datang ke sini dia tidak terlambat Coba kalau aku terlambat mau jadi apa nanti aku disini?" tanya Kenzo lirih karena memang pria itu tidak tahu lagi harus mengucapkan kata seperti apa dari kemarin ataupun sebelumnya tidak pernah didengarkan setiap permohonan hatinya kepada wanita itu.


" Aku tahu aku salah tapi tidak perlu sampai memarahiku seperti anak kecil begini kan, Lagian wajah Kamu itu kenapa sih ditekuk seperti begitu Emangnya kamu pikir ada bagusnya Kalau menurutku itu sangat menyebalkan? " kesal Asya yang tidak mau kalah untuk memarahi cancel yang menjadi orang terlalu Mendendam sehingga alhasil dimanapun orang berada selalu saja memarahinya secara langsung.

__ADS_1


" ini semua kan gara-gara kamu yang tidak pernah ada rasa sayang dan juga kasihan ketika memarahi aku di tempat umum seperti begini, Awas aja kalau nanti kamu bakalan terus melakukannya aku tidak bakalan ngomong ke kamu selama-lamanya!" ancam Asia membuat Kenzo Yang tadi ingin memarahinya langsung mengurungkan niatnya itu sebab merasa Sayang dari tadi kayaknya dirinya sudah keterlaluan memarahi wanita itu.


" Ya sudah kalau begitu aku minta maaf karena sudah memarahi kamu di tempat umum seperti begini, tapi aku mohon ke kamu tolong jangan melakukan apapun tanpa memikirkan perasaan orang lain seperti itu lagi! " pinta Kenzo membuat Asya merasa Tak Tega tapi tidak juga berani menjanjikan sesuatu yang tidak dapat dia janjikan.


" Ayo kita pulang atau kamu ingin Kita menginap di hotel saja soalnya sepertinya kepalaku masih sedikit pusing, maklumlah baru sejam yang lalu aku diinfus dan sekarang sudah harus mengendarai mobil untuk mencari kamu kesini?" tanya cancel memastikan apa yang diinginkan oleh Asya agar dirinya juga tidak bersusah payah untuk menyetir mobil dalam kondisi yang tidak stabil seperti itu Takutnya bukan dirinya bakalan kenapa-napa tetapi Asya dan baby El yang bakalan kena imbasnya.


" aku itu tidak masalah mau dimanapun dan kapanpun yang penting barangnya sama kamu soalnya aku juga tidak tega melihat kamu kesakitan, maaf jika kelakuanku yang tadi membuat kamu pingsan di kantor Tapi aku harap sekarang kondisi kamu baik-baik saja kan? " tanya Asya memastikan.


" aku bakalan selalu baik jika kamu selalu ada di sampingku dan tidak melakukan hal konyol lagi, tetapi aku bakalan hancur ketika kamu pergi meninggalkanku bahkan tanpa pamit sedikitpun! " Asya memilih bungkam karena sama saja jika seseorang ingin meluapkan isi yang dalam hatinya tidak ada pernah kata diam untuk sedikitpun.


kini keduanya sudah dalam perjalanan menuju ke salah satu hotel yang letaknya tidak jauh dari bandara, Asya tidak mungkin menolak apa yang diinginkan oleh Kenzo karena biar bagaimanapun kesehatan pria itu sedang tidak stabil hari ini.


dirinya yakin jika memang chansoo bakalan meminta sesuatu yang lebih dari apa yang ia pikirkan maka ia tidak bakalan menolak hal itu, karena memang untuk apa apa ya takut kan hal yang memang sudah tidak ada dari awal.


saat mengendarai mobilnya Kenzo tidak pernah melepaskan tautan tangannya dari Asya, dalam hatinya ia begitu bersyukur karena masih bisa diberi kesempatan untuk menemukan wanita itu dan membawanya pulang sehingga kini sedang duduk manis di sampingnya.


Coba saja tadi saat mencari Asya dan tidak menemukannya sama sekali Entah apa yang tengah ia lakukan sekarang ini, pasti dirinya bakalan terlihat seperti orang gila dan tidak tentu arah mencari orang yang ingin Ia cari dan pertahankan.


" sayang, aku mohon kamu Jawab dengan jujur sebenarnya Bagaimana perasaan kamu ke aku sampai-sampai ingin pergi meninggalkanku pun tanpa beban seperti itu?" tanya Kenzo penasaran sebab memang selama ini hal itu saja yang ingin Ia tanyakan.


Asya hanya terdiam saja mencoba memilah kata-kata yang pas agar ketika dirinya menjawab Kenzo tidak tersinggung ataupun marah, karena Biar bagaimanapun yang dibutuhkan pria itu adalah sebuah jawaban yang pasti yang membuat semua menjadi clear dan tidak saling mencurigai.


" Aku melakukan semua ini ini bukan karena merasa tertekan atau pun terpaksa melakukan semua yang kamu inginkan dariku, hanya saja aku tidak ingin membuat kamu terbebani dengan kehadiranku apalagi sekarang ada baby El yang jelas-jelas bakalan membuat kamu kesusahan nantinya. Aku juga merasa tidak enak hati kepada kepada kedua orang tua kamu, karena anak bujang mereka satu-satunya malah kepincut sama wanita hamil tanpa suami?" setelah mengatakan semuanya itu Asya memilih hanya menatap ke arah luar sebab sama saja jika membahas apapun di saat seperti begini bakal membuat keduanya Bertengkar Lagi.


" Terima kasih kamu sudah mengkawatirkan hal yang tidak pernah aku pikirkan dan terima kasih juga membuat aku sudah terlihat seperti orang bodoh, Dan aku harap ini adalah kepintaran terakhir yang kamu Tunjukkan kepadaku dan juga tidak bakalan mengulanginya lagi! " Sindir Kenzo secara halus membuat Asya tidak tahu lagi harus menjawab seperti apa.


karena jarak yang tidak terlalu jauh keduanya tidak memerlukan waktu yang lama untuk segera sampai di hotel, semua orang Tentu saja tidak mencurigai jika pasangan itu belum menikah hanya karena melihat perut Asya yang sudah sedikit membulat sempurna pertanda bahwa mereka sedang menunggu kedatangan Bayi Mereka ke dunia ini.

__ADS_1


apalagi melihat keromantisan mereka yang selalu saja bergandengan tangan meski saat cancel sedang Mau booking kamar hotel, karena tidak masalah mereka melakukannya tuh tidak ada ada hubungan orang lain yang hancur karena sikap mereka itu atau ada hati yang patah karena mereka berduaan begini.


__ADS_2