Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 186


__ADS_3

Norah benar-benar merasa tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Dewi barusan, sebab menurutnya mantan tetangganya itu dulu sikapnya tidak seperti begini Mengapa sekarang harus berubah dan perubahan itu begitu drastis?


ingin sekali dirinya bertanya apakah gerangan perubahan sikap dari wanita itu tetapi itu merupakan sebuah kekonyolan jika sampai dirinya melakukan hal itu, sebab Dewi berubah karena perubahan sikap dan juga kelakuan yang ditunjukkan Gerry kepada putri mereka. Maka sebagai orang tua tidak mungkin mereka bakalan tinggal diam saja, ketika melihat ada orang yang menyakiti anak mereka dengan jelas bahkan sampai masa depan Gadis itu pun hancur..


Akan tetapi Sikap yang ditunjukkan Dewi itu sangat berlebihan bahkan sampai-sampai membohongi mereka semua dengan status Elnara, padahal jelas-jelas gadis kecil itu sebenarnya mereka juga punya hak kepadanya sebab biar bagaimanapun dia adalah darah daging Gerry yang tidak akan pernah bisa dipungkiri oleh siapapun.


"aku tahu anakku telah berbuat kejahatan kepada Asya, akan tetapi Kalian juga harus sadar kalau sebenarnya apa yang dia lakukan itu bukan karena sebuah kesan ajaan ataupun bisa dibilang sebagai tindakan yang tidak bagus! Bukankah setiap orang di dunia itu pernah melakukan kesalahan Karena memang manusia itu bukan merupakan makhluk sempurna? tetapi jika kalian selalu saja menundukkan Gerry maka bisa dipastikan Kapan anak itu bakalan membuktikan kalau sebenarnya dirinya sudah menyesal, Maafkan aku yang terdengar begitu memaksa tetapi aku juga ingin dekat dengan cucuku bukan hanya kalian saja yang memiliki hak terhadap dia!"jelas Norah yang benar-benar tidak paham dengan sikap semua orang.


Rianti yang dari tadi hanya berdiri dan mendengar semuanya merasa tak terima Ketika ada seorang lain yang mengklaim bahwa Elnara merupakan cucu kandung mereka dan juga merupakan hak milik mereka, padahal dirinya sudah sangat menyayangi gadis kecil itu layaknya cucu kandungnya dan tidak pernah ia beda-bedakan ataupun tidak menyukai kehadirannya di dunia ini.


"jika kalian memang manusia yang punya hati saya minta dengan sangat dan juga saya mohon kepada kalian dengan beribu-ribu permohonan, Tolong jangan membahas hal ini kepada siapapun dan juga tolong jangan mengambil cucu kami dari tengah-tengah kami semua! karena Biar bagaimanapun dia itu merupakan pelita dalam kehidupan kami ketika kami sedang kehilangan semangat buat hidup terutama bagi Asya, kalian tidak pernah melihat kan Bagaimana rapuhnya dia ketika tahu bahwa akan menjadi seorang ibu muda di usia yang begitu belia?" Tanya Rianti yang benar-benar tidak tega jika sampai Asya Harus terpisah dengan Putri kandungnya sendiri hanya karena menyembunyikan keberadaannya selama ini.


"Kalian ingin kami mengerti tetapi kalian tidak pernah mau mengerti dengan keadaan ataupun keinginan kami, setidaknya berikan kesempatan Gerry untuk membuktikan kalau dia juga bisa menjadi orang tua yang berguna untuk anaknya! Biarkan dia tahu bahwa Sebenarnya dia itu ada tanggung jawabnya di dunia ini bukan hanya dirinya sendiri, tolong jangan putuskan tali darah yang melekat sempurna diantara dia dan anaknya karena itu sebuah proses perbuatan yang sangat keji!" Norah yang tetap pada pendiriannya bahwa biar bagaimanapun Gerry masih memiliki hak penuh terhadap Elnara sampai kapanpun meskipun itu ditentang oleh negara sekalipun.


Rio berusaha menenangkan sang istri yang dari tadi sudah terlihat sangat tidak nyaman dengan posisi sekarang ini apalagi ada Norah yang begitu ngotot ingin mengakui keberadaan Elnara kepada Gerry, maka dari itu pria yang biasanya hobinya Diam tidak suka banyak berbicara dan selalu menyimak setelah itu baru mengambil keputusan mengambil alih semua percakapan di situ sebab jika tidak entah sampai kapan bakal berhenti.


"Permisi Nyonya Erlangga bisa anda mendengarkan saya sebentar? Karena perkataan saya ini tidak akan ada namanya pengulangan lagi dan saya juga tidak bakalan membiarkan siapapun menyanggah perkataan saya nantinya, jadi saya harap tolong di sini hargai posisi masing-masing dan saya juga bakalan menghargai posisi kalian jika kalian pun melakukan hal itu kepada saya!" ujar Rio dengan tatapan mengintimidasi membuat semuanya juga langsung terdiam sama pria yang memiliki aura kepemimpinan yang begitu besar membuat semua orang yang di situ merasa terhipnotis dan akhirnya langsung bungkam tanpa di aba-aba untuk yang kedua kalinya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Rio barusan membuat Norah yang ingin sekali menjawab Langsung mengurungkan niatnya hal tersebut, karena dirinya sangat paham betul dengan sikap pria paruh baya itu yang akan berbuat nekat ketika ada seseorang yang tidak menghargai keputusannya.

__ADS_1


"Untuk sekarang Tolong jangan membebani pikiran anak saya dengan berbagai macam polemik yang sedang ada di dalam benak Anda saat ini! Anda datang ke sini tanpa kami minta dan juga tanpa kami undang karena tujuan anda ke sini yaitu minta maaf, tolong gunakan tujuan anda itu sebaik mungkin jangan melangkahi aturan ataupun melebih-lebihkan sesuatu! Maka dari itu saya mohon dengan sangat tidak mengurangi pula rasa hormat saya jaga kenyamanan dan ketertiban pasien lain serta keamanan cucu kami, kalian ingin menuntut hak terhadap cucu kamu tetapi harus kalian ingat juga bahwa kami sewaktu-waktu bisa membinakan putra Anda ke kantor polisi dengan perbuatan yang ia lakukan dan juga pemaksaan yang sedang terjadi saat ini!" tegas Rio membuat Dito langsung memegang tangan istrinya itu sebab menurutnya apa yang dikatakan Rio itu tidak ada yang salah mereka datang ke situ tidak ada unsur paksaan ataupun ada permintaan dari pihak manapun itu murni atas kemauan mereka sendiri.


Oleh karena itu tidak mungkin juga mereka harus berbuat nekat seolah-olah mereka berada di posisi yang benar dan menjadi pihak yang tersakiti, apalagi ketika memberikan apa yang diinginkan oleh semuanya tidak ada unsur paksaan juga dari pihak keluarga bahwa Gerry harus mendonorkan apa yang ia punya untuk Elnara.


"Ya sudah mah kali ini biarkan saja semuanya menjadi tenang, Jangan menghadapi masalah dengan kepala yang begitu panas karena nanti pasti bakalan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan! Kita datang ke sini itu untuk meminta maaf bukan malah mengajak mereka berdebat, jadi daripada besok lusa langkah kaki kita bakalan lebih setengah mati untuk menemui mereka otomatis sekarang kita menunggu saja Gerry di ruangan operasi! "ujar Dito perlahan.


Norah menghela nafasnya kasar mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya itu padahal sebenarnya dirinya ingin sekali membuktikan kepada dunia bahwa dirinya saat ini memiliki cucu, dan cucu itu adalah orang yang diselamatkan oleh anaknya sendiri dengan memberikan apa yang ia punya kepada Elnara tanpa mengharapkan imbalan jasa apalagi yang namanya balas budi.


"Ya sudah semuanya Saya minta maaf jika tadi sudah membuat kalian tidak nyaman, tetapi percayalah saya itu hanya respon kaget saja yang membuat saya mau tidak mau mengatakan semuanya seperti tadi! Maafkan juga kesalahan anak saya entah Mungkin dia sengaja ataupun tidak dan karena pergaulannya pun aku kami tidak paham, tetapi yang ingin saya buktikan kepada kalian bahwa dia benar-benar menyesal dengan apa yang pernah dia lakukan terhadap Asya dan kehidupannya yang terdahulu!" jelas Norah.


Dewi memaksakan senyuman di wajahnya meskipun terkadang hatinya menolak untuk melakukan semuanya apalagi berdamai dengan keluarga Erlangga, namun ini dilakukan dan mencuci mereka yang sedang berjuang di meja operasi entah mampu melewati masa kritis ataupun tidak hanya keajaiban dari Tuhan saja yang bakalan membuktikannya.


"Tenang Mama yang penting kita tidak usir dari sini pun lebih bagus itu artinya mereka sudah mulai menerima keberadaan kita walau belum terlalu terlihat, Percayalah setiap habis hujan pasti ada pelangi dan kita sedang menunggu keajaiban itu karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan yang sangat melebihi kemampuan umatnya!"jelas Dito sambil tersenyum mencoba menguatkan istrinya yang terlihat begitu terpuruk dan juga Terpukul dengan kejadian yang bertubuh-tubi dihadapinya hari ini.


Norah tersenyum kepada suaminya sebab dirinya dari tadi itu diam karena tidak menyangka bahwa di usianya yang seperti begitu sudah memiliki cucu, sudah begitu cucunya itu terlihat sangat manis Jika saja dirinya bisa menggendongnya pasti hidupnya bakalan terasa begitu bahagia.


"Papah tahu tidak kalau mama hari ini tuh begitu bahagia sebab Akhirnya bisa ketemu dengan cucu kandung sendiri, padahal perasaan Mama selama ini Ternyata mungkin karena ikatan batin yang akhirnya bisa terjawab juga apa yang Mama pikirkan dari tadi!"jelas Norah membuat Dito tersenyum karena ternyata istrinya itu tidak terlalu yang namanya memikirkan perbuatan Riyanti dan juga Dewi serta suami-suami mereka.


"Syukurlah kalau mama tidak sampai putus asa seperti biasanya karena itu membuat Papa sedikit lega, kita tunggu saja Gerry di sini kalau setelah operasinya berhasil dan dianya sudah sadar lebih baik kita pergi menginap di hotel atau lebih bagusnya membeli salah satu apartemen di sini!"Dito mengemukakan pendapatnya tetapi Nora langsung menolaknya sebelum menurutnya itu sangat tidak perlu.

__ADS_1


"Lebih baik kita menginap di hotel sajakah soalnya Asia juga bukan berasal dari negara ini karena mereka setelah anaknya sembuh pasti bakalan Kembali, jadi nanti kita perginya ke Netherland baru membeli apartemen supaya bisa berusaha agar mereka kembali menerima keberadaan kita di tengah-tengah mereka!"Norah begitu yakin tidak mungkin kalau Dewi dan juga suaminya bakalan menolak keberadaan mereka sebab selama ini mereka itu sudah saling mengenal dekat dan pasangan suami istri itu merupakan orang yang paling tidak tega terhadap kesusahan orang lain.


"Ya sudah nanti papa bakalan ikut saja apa yang Mama inginkan! Tapi tolong jangan pernah bersedih karena kalau mama sedih Papa yang ngeblank tidak tahu harus berpikir apa, soalnya seorang raja itu tidak bisa hidup tanpa seorang ratu dan Begitupun sebaliknya!"Dito sempat-sempatnya menggombali istrinya di saat yang tidak tepat tetapi Norah bersyukur karena itu adalah yang ia butuhkan untuk saat ini.


...****************...


Setelah beberapa jam menjalani operasi akhirnya lampu yang tadi merah kini berubah menjadi hijau pertanda segala macam kegiatan di ruangan tersebut sudah selesai, membuat semua keluarga yang sedang menunggu di luar harap-harap cemas karena ingin sekali mendengar berita yang terbaru dari Dokter yang menangani operasi itu.


"Ya Tuhan Tolong selamatkan cucuku dan juga selamatkan pendonor itu agar dirinya yakin bahwa sebenarnya nyawa seseorang itu sangat berharga di mata Tuhan, Aku tidak mau minta yang muluk-muluk ataupun yang berlebihan karena aku adalah manusia berdosa yang tidak pernah luput dari salah Tetapi hanya menginginkan keajaibanmu ya Tuhanku!" lirih Rianti dalam hati bahkan wanita itu sampai menitikan air matanya karena merasa benar-benar sangat percaya ataupun tidak dengan apa yang tengah keluarga mereka hadapi saat ini.


Gadis kecil yang selama ini memberikan keceriaan di dalam rumah tengah tergolek lemah tak berdaya, bahkan alat medis begitu tertempel banyak di tubuhnya ketika mereka mengeluarkannya dari dalam ruangan yang begitu dingin itu.


Di samping berangkat tempat Elnara tidur saat ini terlihat kedua orang tuanya yang sedang mendorong berangkat itu secara perlahan bahkan dengan wajah Asya yang terlihat begitu memerah, Entah berapa banyak air mata yang dikeluarkan oleh wanita itu sampai-sampai penampilannya sungguh sangat mencemaskan semua orang dengan wajah yang begitu pucat pasti belum lagi dengan badannya yang terlihat begitu bergetar.


"Asya, kamu baik-baik saja kan Nak? Kenapa wajah kamu sampai segitunya apa terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, Tolong jangan membuat Mama cemas seperti begini karena kamu tahu kan Kami selalu tidak bisa kalau melihat kamu yang begini ? "tanya Dewi sambil memegang kedua tangan putrinya itu yang terlihat begitu lemas bestie.


Asya memaksakan senyuman di wajahnya karena sudah Cukup selama beberapa hari ini membuat orang lain khawatir tidak mungkin hari ini juga harus membuat rasa itu kembali muncul, maka dari itu dirinya merubah ekspresinya yang tadinya terlihat begitu Terpukul bahkan menunjukkan wajah kelegaannya entah itu kebohongan atau kejujuran hanya dirinya dan penciptanya saja yang tahu.


"terkadang apa yang kita inginkan itu belum tentu menjadi kenyataan! Karena manusia sejatinya sudah digariskan oleh Tuhan Harus berpikir dan juga berusaha, maka dari itu ketika sudah berpikir tetapi tidak menemukan jalan keluarnya maka haruslah berusaha karena pasti bakalan menemukan apa yang dicari! "ujar Norah dengan memaksakan senyuman di wajahnya ketika melihat putranya itu tengah masih terpengaruh dengan obat bius sampai-sampai Belum sadar diri sampai Sudah lewat beberapa jam lamanya.

__ADS_1


Sebab takut hal-hal yang tidak diinginkan bakalan terjadi terlihat Norah sudah pergi menemui dokter yang bertugas untuk memastikan kondisi putranya, karena tidak biasanya diri sampai tidak sadarkan diri selama itu dan itu dirinya yakin pasti ada hal yang tidak bakalan mereka inginkan.


__ADS_2