Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 69


__ADS_3

Dewi yang melihat Kenzo sudah turun ke lantai bawah langsung segera menemui pria itu karena dirinya dari tadi sudah capek bolak-balik hanya ingin mengecek kira-kira Asya ataupun Kenzo sudah ke lantai bawah atau belum.


" Astaga Kenzo syukurlah kamu muncul di saat yang tepat dari tadi itu nungguin kalian tidak nongol terus, kamu itu lama-lama bisa buat Om sama Tante jantungnya copot dari tempatnya karena sikap kalian yang selalu membuat pusing kepala . " ujar Dewi yang merasa lega dengan kemunculan Kenzo.


" Emangnya ada masalah apa ya Tante sampai kelihatan panik begitu, perasaan aku sama Asya baik-baik saja tidak kenapa-napa juga dan juga semuanya masih aman terkendali tidak ada yang perlu dikhawatirkan? " tanya Kenzo heran dengan sikap semua orang di ruangan itu yang seolah dirinya dan Asya baru pulang dari medan tempur.


" Eh kamu mau bertanya aneh yang seperti begitu menurut kamu orang tua mana yang tidak bakalan cemas ketika kamu tadi bersikap seperti itu kepada Asya, Memangnya kamu pikir mama sama papa tidak tahu apa yang kamu lakukan barusan? "Ketus Rianti karena tidak menyukai sikap Kenzo yang terlihat begitu santai pada sikapnya tadi itu menurutnya terlalu berlebihan.


" Mama Kalau mau marah-marah nanti saja setelah aku pergi mengurus keperluan ku dengan Aisyah, karena jika tidak maka bisa dipastikan hari ini Mama bakalan kehilangan calon menantu! "setelah mengatakan hal itu Kenzo pun pergi segera mungkin karena jika seorang manusia sedang ingin menanyakan sesuatu pasti dari ujung sampai pangkal lanjut ke akar maka bisa dipastikan pekerjaan lain bakalan terbengkalai.


Dewi dan Rianti yang dari tadi ingin bertanya panjang kali lebar langsung mengurungkan niat mereka itu karena merasa tak digubris sedikitpun kehadirannya oleh Kenzo, ingin mengganggu Asya agar segera menceritakan apa yang terjadi tetap di hati nurani mereka menolak untuk melakukannya sebab biar bagaimana pun seorang ibu hamil itu lebih memerlukan banyak istirahat ketimbang berbicara.

__ADS_1


" Aku sebenarnya masih penasaran soal mereka tapi pertanyaannya kita tanya ke siapa Coba sekarang, masa iya kita harus bertanya pada rumput yang bergoyang bisa dibilang orang stres dong jadinya?" Sungut Rianti.


"Ya sudah tahan saja yang penting jangan sampai punya pikiran untuk mengganggu Asya sedikitpun karena dia itu lagi butuh istirahat bukan untuk meladeni penasarannya kamu itu, lebih baik kamu juga pergi istirahat sana soalnya aku juga tidak mungkin nungguin kamu di sini terus! " Dewi saja mengatakan hari itu persetan jika nantinya Rianti paparan tersinggung karena Biar bagaimanapun sebagai seorang mama dirinya berwajib untuk menjaga kesehatan putrinya.


"Ya Tuhan aku juga tahu kali Mbak tanpa dibilang,biar begini itu yang bakal lahir kan akan menjadi cucuku bukan milik orang lain!" Ketus Rianti.


"Siapa tahu kamu bakal tetap melakukan apa yang kamu anggap benar,padahal selama ini hanya bikin Kenzo sama Papa nya merasa pusing dengan sikap kamu!" Sinis Dewi lalu menuju akar Kenzo sekedar memastikan keadaan putrinya itu apa ada yang atau tidak.


Tok tok tok


Ceklek

__ADS_1


"Mama mau masuk atau Asya yang keluar saja?" Tanya Asya memastikan.


"Mama masuk saja deh daripada kamu yang keluar kan bakal capek!" Ujar Dewi sambil tersenyum.


"Tapi kan orang hamil juga perlu untuk refresing bukan hanya tiduran doang,membuat aku bakal lupa caranya berjalan sebab saking manja nya!" Sahut Asya.


"Sini Duduk dulu Biar Mama ngomong agar kamu lebih paham dan juga tidak salah sangka dengan apa yang diinginkan oleh semua orang yang berada di rumah ini,dan juga kalau Kenzo posesif berlebihan harap kamu maklum karena itu bentuk perhatian!" Ajak Dewi agar Asya duduk di samping nya sekarang.


"Tapi aku kan hanya hamil bukan sakit keras jadi segala sesuatu tidak perlu sampe kelebihan juga kan,bisa tidak semua orang lebih santai tidak terlau sampai yang bagaimana begitu?" Tanya Asya pelan.


"Tapi ini adalah kehamilan pertama kan buat kamu. Mama yang selama ini tidak pernah hamil tapi pernah mencari tahu seputar kehamilan,maka dari itu ingin melakukan yang terbaik buat kamu agar tidak menyesal nanti nya!" Sahut Dewi sambil mengusap pelan kepala putrinya itu.

__ADS_1


"Huft,Mama sama Mas Kenz sama saja suka larang ini dan juga itu padahal aku bosan,bayangkan tanpa melihat udara bebas pasti bakal menderita lahir batin!" Sungut Asya sambil medesah kasar.


"Itu tandanya dia sayang sama kamu dan juga bisa mewakilkan Mama kalau nantinya tidak bisa menemani kamu dimana mana,maka dari itu menurut lah kepada dia yang notabene merupakan pengganti kami berdua." Jelas Dewi sambil tersenyum dan Asya tidak membantah hal itu karena benar.


__ADS_2