
Para Bandit brengsek itu tertawa lepas mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo barusan,karena menurut mereka apa yang di katakan pria itu sangat lucu dan pantas untuk ditertawakan.
" kami itu merasa lucu dengan apa yang Anda katakan soalnya memang wanita yang ada dalam mobil itu yang dimaksudkan oleh majikan kami, jadi kami tidak peduli Mau dia istri Anda atau bukan karena urusan kami yaitu membawa dia pergi tidak peduli mau anda melarang atau tidak!" Jelas Pria pria itu sambil tersenyum mengejek.
Kenzo mengerutkan keningnya karena bingung dengan perkataan yang sangat tidak masuk akal itu,sejak kapan Asya menjadi milik orang lain padahal jelas jelas yang menjadi suami wanita itu ya dirinya.
"Apa kalian sudah tanyakan kepada majikan kalian, Sebenarnya dia masih waras atau tidak karena sudah dengan sembarangan mengklaim milik orang lain sebagai miliknya?" Tanya Kenzo dengan nada yang lebih tenang karena tidak mau terintimidasi sebab biar bagaimanapun Asya dan Elnara sedang menunggu dirinya di dalam mobil.
Kalau sampai dirinya kenapa napa nanti bagaimana nasib keluarga kecilnya itu,dan juga ia yakin pasti Asya bakal panik sebab tidak ada lagi tempat untuk meminta tolong di jalan yang sunyi begitu.
Masuk akal jika mobil itu berhasil menyalip dirinya karena ia yang salah perhitungan,dan mengira jalanan yang akan di lalui itu bisa membuat dirinya cepat sampai di Apartemen.
Namun terkadang apa yang di harapkan tidak sesuai dengan kenyataan,maka dari itu lebih baik memilih untuk mengalah tapi bukan untuk kalah.
"Lebih baik anda jangan menghalangi pekerjaan kami jika tidak ingin kami berbuat kasar,karena kami tidak suka dengan orang yang sangat mempersulit diri sendiri!" Ujar pria itu dengan gaya pongah nya membuat Kenzo mendengus kesal dengan apa yang dilakukan serta diucapkan oleh orang orang yang tahunya hanya mencari uang dengan melakukan kejahatan.
"Aku akan memberikan semua barang berharga yang aku punya,bila perlu kalian akan kubayar 10× lipat dari apa yang dikasih oleh majikan kalian itu!" Jelas Kenzo yang masih berusaha berbicara secara baik baik.
"Hah,jangan banyak bicara!" Ketus salah satu pria yang bertato diseluruh wajahnya yang sudah terlihat seperti Zombie yang berjalan.
Terlihat beberapa orang dari mobil yang berada di hadapan Kenzo sudah turun dan memukul kaca mobil,membuat Asya dan Elnara yang berada di dalamnya terlihat mulai menangis karena terkejut.
"Mas,tolong!" teriak Asya panik.
Kenzo berlari mendekat kearah mobil tapi para pria yang dari awal sudah berada di hadapannya langsung memukul dirinya,membuat Kenzo yang dari awal sudah tidak ingin main tangan mau tidak mau meladeni apa yang mereka inginkan..
Bugh
Bugh
Bugh
__ADS_1
Terlihat Kenzo berusaha menahan serangan demi serangan yang diberikan para orang suruhan itu,sebenarnya dirinya Sedikit kesulitan karena biar bagaimanapun satu lawan lima itu adalah hal yang mustahil.
hanya saja Kenzo sedang memperjuangkan keluarganya sedikit lengah ketika melihat Asya sudah di bawa keluar mobil dan Elnara sedang berada di gendongan salah satu pria asing,melihat hal itu Kenzo langsung menghajar semua orang disitu dengan membabi buta.
Tapi Kenzo sempat ingin melemas ketika melihat Asya ditarik masuk kedalam mobil sedangkan Elnara dibiarkan begitu saja diatas jalan beraspal.
"Mas,tolong aku!" teriak Asya.
"Lepaskan istriku!" Sarkas Kenzo kasar dan langsung mengganjal kelima orang yang dari tadi selalu menghalangi dirinya.
Setelah berhasil melumpuhkan semua orang itu Kenzo segera berlari mendekati Elnara dan meraihnya setelah itu ia mendekat kearah mobil yang hendak membawa Asya,dirinya mencatat dengan pasti wajah pria kurang ajar yang sedang memegang tangan istrinya dan juga membekap mulut Asya agar diam.
"Lepaskan Istriku,atau aku bakal membuat kalian menyesal!" Teriak Kenzo..
"Haha,apa kamu bilang tadi?" Tanya mereka sambil tertawa mengejek.
"Oh iya kamu itu merupakan manusia paling beruntung di bumi ini karena sudah mendapatkan salam manis dari Tuan kami,katanya Terima Kasih karena su dah menjaga Jodohnya selama ini!" Ujar pria itu membuat Kenzo ingin sekali merobohkan orang yang sudah mengatakan hal itu.
Kenzo tidak bisa tinggal diam tapi mau bagaimana lagi sebab dirinya tidak bisa berbuat banyak ketika Elnara berada di dalam gendongannya,ingin meminta tolong tapi itu mustahil apalagi ketika mobil yang membawa Asya sudah pergi.
Kenzo sempat mengejar ketika dirinya mendengar ada panggilan masuk pada ponselnya,dan itu membuat dirinya langsung menghentikan langkah kakinya.
Tapi satu yang pasti jika nomor Plat mobil itu sudah terekam jelas barulah dirinya mengangkat panggilan yang masuk,terlihat sang Papa mertua yang menelpon.
"Hallo Kenz,tadi kenapa Asya menelpon Mama kamu tapi tiba tiba panggilan itu mati. Lalu setelah kami menelpon kembali,ponselnya sudah tidak aktif? Kalian baik baik saja kan,soalnya perasaan kami sudah tidak enak disini?" Tanya Rio yang tidak menunggu kata kata apapun dari Kenzo karena ia merasa itu tidak perlu.
"Asya Pah,dia diculik!" Lirih Kenzo membuat Rio langsung menatap kearah Istrinya yang terlihat sudah menangis.
"Kalian sekarang ada dimana terus Nara dimana?" Tanya Dewi yang sudah menyerobot ponsel dari tangan suaminya.
"Kami di jalan xzzx,El ada bersamaku hanya Asya yang dibawah!" Jelas Kenzo.
__ADS_1
Pria itu melemah dan duduk dijalanan aspal sambil memangku Elnara yang dari tadi seolah mengerti dengan perasaan Papi nya sehingga tidak rewel,walau tadi sempat menangis sedikit karena terkejut ketika kaca mobil di pukul dari luar.
"Maafkan Papi Nak,karena tidak bisa menjaga Mami. Tapi Papi janji akan mencari dan menemukan Mami segera mungkin,El jangan menangis ya biar Mami tidak pikiran disana!" Lirih Kenzo sambil mengecup puncak kepala bayi yang baru berusia beberapa bulan itu.
Sedangkan Asya yang berada di tengah tengah pria sangar hanya menangis dalam diam,jika bisa menghilang maka So pasti ia akan melakukan hal itu.
Ibu mana yang akan kuat terpisah dari anaknya yang baru beberapa bulan,dan sang suami yang sangat dicintainya.
Meski dirinya tahu jika nanti Kenzo pasti bakal berusaha mencari dirinya bagaimanapun caranya,hanya saja ia tahu betapa sulitnya melakukan semua itu karena ada bayi kecil yang harus diurus.
Namun yang harus ia syukuri jika tadi sudah sempat menghubungi sang Mama meski ponselnya langsung diambil,namun ia yakin mereka pasti akan langsung menghubungi Kenzo kembali.
"Untung juga wanita asing ini miliknya bos,coba kalau belum aku juga mau karena terlihat sangat cantik!" Ujar salah satu pria yang berada di dekatnya membuat Asya langsung beringsut sedikit menjauh karena biar bagaimanapun berada di dekat pria bule ya tatapannya selalu mesum kearahnya membuat dirinya selalu mawas takutnya apa yang tidak kita inginkan terjadi.
Lagian dirinya juga tidak tahu menahu Majikan yang selalu mereka sebut sebut itu,entah pria darimana dan juga kenapa bisa mengenal nya.
"Nanti kalau Bos sudah bosan baru kita gilir satu persatu,karena rasanya pasti tidak akan beda jauh!" Sahut temannya menimpali yang juga menatap penuh minat kearah Asya.
"Ya Tuhan tolong aku,jauhkan aku dari para manusia Iblis ini yang tidak tahu menghormati wanita!" Tangis Asya dalam hati.
Mungkin semua wanita jika di posisi seperti itu pasti bakal ketakutan dan juga tak henti menangis,soalnya ini semua adalah hal yang tidak pernah ia duga sebelumya jika bakal ada kejadian gila seperti ini.
Rio dan Dewi serta George dan Rianti sudah sampai di tempat Kenzo dan Elnara berada,terlihat pria itu masih tetap di posisi yang sama sambil memangku anak nya dan menangis.
"Nak,jangan seperti ini kasihan anak kamu!" Ujar Rianti sambil menepuk pelan punggung Kenzo.
Kenzo langsung mengangkat wajahnya dan memberikan Elnara kepada Mama nya itu,karena ia sudah menahan diri dari tadi untuk langsung bergerak mencari Asya.
"Mah,tolong jaga El,aku akan pergi mencari istriku sebelum mereka melakukan hal yang tidak tidak !" pinta Kenzo dan hendak pergi dari situ.
"Nak,Papa ikut! Apa kamu tahu kearah mana mereka pergi dan juga nomor kendaraan yang digunakan?" Tanya Rio yang tidak ingin ketinggalan menyelamatkan anaknya yang tadi bawa kemana dirinya saja bingung sebab memang tidak ada kabar ataupun berita ya tiba-tiba Asia diculik begitu saja Padahal selama ini mereka tidak punya musuh ataupun orang-orang yang tidak menyukai kehadiran mereka di situ.
__ADS_1