Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 43


__ADS_3



Guysss jangan lupa mampir😍😍😍...


Pasha menatap heran ke arah wanita yang dari tadi terlihat begitu dingin kepadanya, pertanyaannya letak kesalahan dirinya itu ada dimana sebab dari tari dirinya mencoba akrab tapi tidak diindahkan sama sekali.


" itu orang kenapa Aneh sekali ya masa iya tidak bantu buka pintunya dulu jangan sampai di kunci, setidaknya jadi orang itu peka dengan kesusahan orang lain kan enak wah yang ini aku Malah ditinggal begitu saja seolah-olah aku sudah sering datang ke tempat ini?" Sungut Asya yang bukan yang masuk ke arah ruangan Kenzo malah salah membuka handle pintu yang berada di hadapannya dan alhasil....


" ups, sorry tadi salah masuk soalnya lupa baca tulisan di atas pintu." ujar Asya yang merasa mengganggu kegiatan orang yang sedang duduk didepan berkas yang sedang susun di hadapan mereka itu dan juga ada Kenzo yang tengah menatap heran ke arahnya.


Asya yang dari tadi menundukkan wajahnya bahkan tidak sadar jika ada seseorang selain dari Kenzo yang tengah menatap Intens sekarang, pria itu bahkan tersenyum sumringah karena merasa kedatangannya ke tempat itu tidak sia-sia.


Tetapi ketika pria itu mencoba untuk akrab dengan Asya malah asistennya yang lebih dulu menyerobot Posisinya itu, ini lama-lama nanti aku ntar bakalan bikin judul cerita JODOHKU DIREBUT ASISTEN DIRUANG MEETING 😭😭.


" Nona Asia, Wah senang sekali akhirnya kita bisa bertemu kembali setelah sekian Purnama. eh Padahal baru kemarin dulu ya Kenapa harus banyak purnamanya, sebaiknya kalimatnya saya ganti menjadi Setelah sekian detik." sapa Rama ketika melihat Asya berada di ruangan itu.

__ADS_1


Asya mendengar ada nada bicara yang tidak asing di telinga nya langsung mengangkat wajahnya menatap kearah sumber suara yang tadi, wajahnya yang dari tadi emosi sontak langsung berupa 360° karena akhirnya dirinya bertemu dengan CS yang sepadan.


" Iya benar apa yang Anda katakan bukan Setelah sekian Purnama melainkan sekian detik, Kok bisa sih ada disini Emangnya lagi ngapain bukan sedang mengajak pria ini berduel?" tanya Asya menggoda Rama membuat keduanya tertawa ngakak.


jika Kenzo yang belum tahu apa-apa hanya memasang tatapan herannya berbeda dengan Dev yang malah ingin sekali mencabik-cabik asistennya itu, di mana-mana itu asisten yang menjaga tuannya saat berpacaran eh malah yang ini kebalikannya.


" pria laknat ini kenapa kurang ajar sekali dihadapanku sekarang, setidaknya dirinya membanggakan posisi bosnya biar cepat laku eh malah ini dia yang lebih agresif seolah ingin sedang mencari jodoh?" maki Dev dalam hati ketika melihat Rama yang begitu sok akrab dengan Asya.


" Kamu ngapain disini, jangan bilang kalau kamu kangen padaku ya ya? " tanya Rama begitu percaya diri membuat Asya hanya bisa tersenyum. ada


" Aku kangen sama kamu? Memangnya Apa untungnya merindukan pria aneh sepertimu yang selalu saja dimana-mana tebar pesona, mendingan aku tidak merindukan siapapun dan tidak ingin dirindukan siapapun." jelas Asya santai tapi berbeda dengan Dev yang tengah menatap heran tak percaya.


tatapan Kenzo semakin tidak menyukai sesuatu ketika melihat Dev yang begitu mendambakan Asya, sudah begini kejadiannya seperti dirinya harus bertindak secepatnya.


" kamu tadi aku suruh ke ruangan Aku kok tidak kesana, atau jangan-jangan kamu salah masuk ruangan Ya sampai-sampai bisa terdampar di sini? Ya sudah sini aku antar kembali lagi soalnya masih ada pertemuan sedikit lagi yang belum terselesaikan dengan mereka, nanti setelah itu aku bakalan menemani kamu seharian penuh. " Kenzo sengaja ingin menekankan semua orang di dalam ruangan itu jika sebenarnya dirinya adalah pemilik Asya yang sebenarnya.


" Kamu kenapa Ngomongnya aneh begitu memangnya aku urusan kamu kalau aku mau ngobrol sama siapapun, Lagian kalau kamu itu kalau mau kerja ya silakan saja aku kan juga tidak ada niat buat mengganggu siapapun Disini." setelah mengatakan hal itu Asya pun tersenyum kearah Rama dan memilih untuk meninggalkan tempat itu sepertinya dirinya memang benar-benar mengganggu semua yang ada di situ.

__ADS_1


" jangan tersenyum kearahnya!" teriak Dev dan Kenzo secara bersamaan membuat ruangan itu seketika langsung sunyi senyap karena semuanya pada terkejut dengan sikap kedua pemimpin'


" waduh, sepertinya saat keluar dari sini nanti aku bakalan di Unboxing sama Tuan Dev. soalnya tadi aku sempat melupakan kehadirannya sama sekali, padahal pria itu juga kan ingin sekali dekat dengan Tasya?" desah Rama frustasi dalam hati karena benar-benar melupakan apa yang diinginkan oleh Dev.


" maaf tuan soalnya saya sepertinya melupakan tempat, Asya kamu keluar dulu ya nanti sebentar baru kita ngobrol." jelas Rama akan tetapi Asya ia sudah tidak peduli lagi karena kini tatapannya hanya tertuju kepada Kenzo dan Dev yang sedang tidak bisa diajak bersahabat itu.


" Hei orang kalau lagi mau meeting itu wajahnya dibuat manis Sedikit kenapa, masa iya wajahnya ditekuk kayak setrikaan yang belum dipakai sama sekali? " Sindir Asya lalu segera pergi dari situ.


Kenzo yang sudah tidak fokus pada jalannya Meeting itu memilih untuk segera membubarkan semuanya, begitu pula dengan Dave yang memilih untuk segera menemui Asya karena biar bagaimanapun wanita itu merupakan calon penyelamat hidupnya di kemudian hari.


Yaelah Babang tamvan belum mulai Star aja sudah dicolong, Kalau sudah seperti begini mah Pasrah aja deh memilih yang yang original.


" Permisi semuanya sepertinya rapat kali ini bakalan kita tunda tanda Kau mah Soalnya ada urusan yang mendesak tidak bisa ditinggalkan sama sekali antara hidup dan matinya saya." pamit Kenzo setelah menundukkan badannya dirinya langsung pergi menyusul Asya yang diyakini pasti sedang berada di dalam ruangan.


sedangkan Asya hanya bisa berdiri termangu di depan pintu tanpa bisa mau untuk menampakan kaki ke dalam ruangan itu lagi, apa yang dilihatnya sekarang itu sungguh di luar Nalar dan akal kepercayaannya.


" Astaga kenapa di setiap sudut ruangan ini ada fotoku semua ya, yang dari aku berkepang dua sampai saat ini? "gumam Asya heran dengan apa yang sedang dilihatnya sekarang antara percaya dan tidak tetapi sudah nyata di depan mata.

__ADS_1


sedangkan Kenzo wajahnya hanya bisa memerah menahan malu karena ketahuan memajang foto seseorang tanpa izin dari pemiliknya, habis mau bagaimana lagi semua itu dilakukannya secara spontanitas tanpa bisa dipikirkan dengan jernih kedua orang tuanya saja tidak berani menyuruh yang untuk menurunkan semua pigura yang ada di ruangan itu karena menurut mereka Kenzo sudah besar dan bisa menentukan baik dan buruk.


__ADS_2