Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 42


__ADS_3

ternyata apa yang disesalkan oleh Asya begitu membuat seorang Kenzo bahagia, karena hal itu bisa membuat Asya tidak bisa menghubungi siapapun jadi otomatis mau tidak mau wanita itu harus bertahan dengannya.


Asya yang melihat wajah Kenzo begitu bahagia membuatnya mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan tingkah aneh pria itu, padahal dirinya sedang memikirkan hal yang sangat tidak dipikirkan oleh Kenzo sama sekali.


" tampang kamu sekarang itu begitu mencurigakan tahu tidak, seperti sedang tertawa diatas penderitaan orang lain yang sedang pusing memikirkan hidup sedangkan kamu bahagia?" tanya Asya penasaran membuat Kenzo langsung merubah wajahnya kembali seperti biasa Karena tidak ingin Asya menjadi curiga.


" Ah mungkin hanya perasaan kamu saja soalnya aku tidak ada sedang memikirkan hal lain kecuali kamu, jadi bagaimana kamu masih mau di sini atau ikut denganku ke ruanganku karena aku harus meeting sebab klien sudah menunggu?" tanya Kenzo yang berubah topik pembicaraan membuat Asya tak menyukainya.


" kan tadi aku sudah bilang kalau aku tidak bakalan kemana-mana selain disini saja, kalau memang kamu itu pemimpin perusahaan yang bersifat otomatis kamu pasti tidak membiarkan kalian kamu menunggu atau nanti bakal pergi dari sini. Lagian tahu tidak cari kerjaan itu susah masa iya tambang emas sudah datang kamu malah menyia-nyiakan begitu saja, ada saja kamu jadi orang itu pemikirannya terlalu pendek tidak memikirkan sesuatu yang jangka panjang." Sindir Asya membuat Kenzo hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal karena tadi pertanyaannya sebenarnya tidak ribet tetapi entah mengapa jawaban yang diberikan Wanita itu sangat ribet.


" tapi kamu bilangnya biasa saja kalau kamu menungguku di sini tapi aku yang tidak biasa, hati aku itu rasanya tidak pernah kalau membiarkan pria lain menatap penuh minat ke arah kamu." tolak Kenzo membuat Asya menatap Jengah kearahnya karena ada saja pembicaraan dengan pria itu yang tidak jelas satu.


" kamu itu kalau sikap kamu seperti begini terlihat seperti sedang mencemaskan istri sendiri, padahal jelas-jelas disini kamu itu kan jomblo kekal abadi yang belum pernah merasakan apa itu nikmatnya pernikahan Jadi ngapain sih terlihat begitu lebay?" sungut Asya membuat Kenzo ingin sekali tertawa karena wajah cemberut Wanita itu sangat menggemaskan untuk di Sun.


karena Asya terus-menerus saja mengusirnya dari situ membuat Kenzo Hanya bisa pasrah dan berjalan keluar dari taman itu, tetapi sebelum itu dirinya memberikan ultimatum dengan berbagai peringatan yang harus diikuti oleh Asya tanpa bantahan sedikitpun.


" ingat Kamu boleh membeli apapun yang ada di kantin ini dan juga hanya berbicara kepada penjualnya yang wanita itu saja, Terus kalau ada pria yang mengajak kamu ngobrol atau minta kenalan Jangan coba-coba kamu ladeni atau mereka bakalan aku hajar sampai patah tulang." ujar genzo penuh penekanan membuat Asya hanya bisa menghela nafasnya kasar.


" Oh iya Satu lagi Jangan pernah kamu senyum kepada mereka ataupun memberitahukan nama kamu apalagi nomor ponsel, karena kalau sampai hal itu terjadi ponsel mereka bakalan aku kasih remuk dan juga aku bakalan buat mereka tidak ada nama sama sekali di dunia ini." sambung Kenzo lagi membuat Asya merasa kesal dengan pria itu yang terlalu berlebihan dalam memberi batasan.


" Astaga kamu tuh kenapa sih dibilangin kok susah sekali, aku tadi kan ngomong sama kamu kalau kamu itu lebih baik pergi ke ruangan meeting sekarang Jangan pernah pedulikan aku karena aku ini bukan anak kecil?" Asya Menatap jengah ke arah Kenzo yang masih saja mengatakan hal-hal yang tidak tidak.


" Terserah kamu mau ngomong apa yang penting ingat apa yang aku katakan tadi Jangan pernah untuk melanggarnya, Lagian Apa susahnya sih mendengarkan orang lain walau hanya sekali saja ini juga demi kebaikan kamu? pria di luar negeri itu semuanya hidung belang menyukai daerah ************ Makanya kamu sebagai seorang gadis Jangan mau saja diajak kenalan atau apapun itu, karena semua yang sudah kukatakan itu sudah selesai maka dari itu aku pamit untuk pergi ke ruangan meeting." setelah mengatakan hal itu Kenzo pun pergi sebab dirinya juga tak enak hati ketika membiarkan kliennya menunggu.


" dasar pria aneh sukanya mengganggu kebebasan orang lain, Padahal tadi saat masuk ke sini banyak sekali karyawannya yang seksi-seksi tapi kenapa malah menggangguku?" tanya Asya sambil menggelengkan kepala melihat ke arah punggung Kenzo yang sudah semakin menjauh menghilang di balik pintu.

__ADS_1


tanpa Aceh sadari jika sedari tadi ada dua pasang mata yang sedang menatap gerak-gerik dirinya dan Kenzo yang sedang berbicara, mata salah satu dari mereka memerah karena menahan emosi yang tengah ia rasakan yang sudah siap meledak sewaktu-waktu.


" pokoknya ini tidak bisa dibiarkan aku harus mendekati wanita itu dan menanyakan apa hubungannya dengan Kenzo, karena jika tidak maka Posisiku sebagai calonnya pernah terus Aka Group bakalan tersingkirkan Selama masih ada wanita itu." Sungut Olivia dalam hati harus segera pergi mendekati Asya yang sedang menikmati Taman Mini yang berada di dekat kantin itu.


"Ehemm, Hei kamu sini aku mau ngomong!" Panggil Olivia sambil menjentikkan jarinya membuat Asya mengerutkan keningnya karena menatap heran kearah wanita itu yang bersikap sok mengatur.


" ini selingkuhan genderuwo dari planet mana lagi sih kok bisa-bisanya sih selalu mengganggu ketenangan ku, apa orang-orang di tempat ini hobinya cari masalah dengan orang yang tidak ingin bermasalah?" gumam Asya pelan karena tidak tahu lagi harus bersikap seperti bagaimana.


" Iya kenapa ladies, aku lagi tidak ingin diganggu kalau kamu ingin menggangguku lebih baik Lain kali saja deh?" tanya Asya Jengah dengan sikapnya yang tak ada rasa takutnya sama sekali.


Olivia yang setiap perkataannya didengarkan oleh semua pegawai di situ menjadi tidak terima dengan Sikap yang ditunjukkan Asya kepadanya, karena semua orang di tempat itu selalu berpikiran jika Olivia adalah bakal menjadi calon istrinya pemilik perusahaan itu.


" kamu berani sama saya, Memangnya kamu tidak tahu siapa saya di sini?" tanya Olivia dengan tatapan tajamnya tetapi bukan membuat Asya takut malah bertambah kesal karena menurutnya Olivia sudah mengganggu waktunya.


" Eh asal kamu tahu ya kalau dia ini adalah kekasihnya pemilik perusahaan ini, jadi kamu yang orang baru harus sadar diri sekarang posisi kamu ada di mana?" jelas Alana membuat Asya ingin sekali tertawa.


" Oh my God, aku baru tahu ya kalau Kenzo sebenarnya sudah punya pacar? soalnya dia itu dari pagi sampai pagi selalu menggangguku tiap saat, apa sebenarnya dia tidak sadar atau memang dia sudah melupakan statusnya sebenarnya punya pacar?" tanya Asya dengan nada sinis nya membuat Olivia ingin sekali menampar wajah wanita yang berada di hadapannya itu.


" kurang ajar asal kamu tahu ya Kenzo itu hanya miliknya aku seorang tidak ada miliknya orang lain, Kalau sampai ada yang mengambilnya dariku aku bakalan mengambilnya kembali dengan caraku?" teriak Olivia tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Asya barusan.


Asya yang sedang tidak ingin bermasalah dengan siapapun dan juga tidak ingin bakal nanti salah ngomong dan membuat dirinya yang ribet sendiri, memilih untuk keluar dari tempat itu menuju ke ruangannya Kenzo.


" maaf nona-nona yang terhormat menyangkut Saya tidak lagi tidak ingin diganggu dan juga mengganggu siapapun, maka dari itu saya pamit untuk menikmati udara yang bebas tanpa gangguan polusi sedikitpun!" ujar Asya ini selalu pergi dari situ tak peduli dengan tatapan Olivia yang ingin sekali menerkam dirinya hidup-hidup.


" Olive, Kenapa perasaanku jadi tidak enak ya ketika melihat wanita itu? soalnya Bukankah dia itu yang fotonya dipajang di dinding ruangannya Tuan Kenzo, Bahkan bukan hanya satu sampai-sampai tidak terhitung jumlahnya?" Olivia yang mendengar perkataan alanna menatap tajam kearah wanita itu yang secara tidak langsung sudah menyiratkan hal yang sangat tidak ingin dirinya dengar.

__ADS_1


" kalau hanya foto tidak masalah yang penting intinya tubuh Kenzo masih bebas selama bertahun-tahun, aku bakalan melakukan apa saja karena tidak ingin kehilangan pria dengan kekayaan yang begitu banyak yang bakal membuat masa depanku mengalahkan wanita sosialita lainnya." jelas Olivia dengan penuh rasa percaya dirinya karena ia yakin jika Kenzo tidak bakalan menolak pesonanya.


Asya memilih untuk bertanya kepada resepsionis sebenarnya di mana ruangannya Kenzo, karena dirinya dari tadi itu melihat ke arah papan nama yang gantung di pintu tetapi satu pun tidak ada yang menunjukkan ruangan Kenzo.


" Permisi miss, Kalau boleh tahu ruangannya Kenzo di mana ya? "Tanya Asya kepada resepsionis membuat wanita cantik itu menatap heran ke arahnya karena tadi dirinya melihat Asya masuk tempat itu dengan Kenzo disampingnya tetapi kenapa sekarang malah menanyakan ruangan pria itu.


" Anda yakin tidak mengetahui ruangannya Tuan Kenzo?" tanya wanita itu dengan senyum ramahnya membuat Asya begitu beruntung karena masih ada orang lain yang tidak menyebalkan.


"Hehe, kalau saya tahu dimana ruangannya pasti sudah bakalan Saya menuju. hanya saja tadi dia lagi ketemu sama kliennya terus saya lagi di taman samping makanya kami berdua pisah arah, tapi karena saya sudah bosan di sana makanya saya ingin ke ruangannya untuk beristirahat tapi bingung di mana tempatnya." jelas Asya membuat resepsionis itu mengangguk pertanda mengerti dan memberi jalan agar Asya mengikutinya.


" Ya sudah Mari ikut saya!" ajak resepsionis cantik itu sambil tersenyum dan Asia pun mengangguk paham.


karena Asia yang bosan tidak punya teman ngobrol memilih untuk mengajak resepsionis itu berbicara, meskipun akhirnya hanya di sahut dengan jawaban yang begitu singkat.


" miss, sudah lama ya bekerja di sini?" tanya Asya Penasaran atau tepatnya basa-basi daripada tidak ada topik buat mengobrol dan alhasil hanya diam melompong.


" sudah tiga setengah tahun," jelas wanita itu yang terus berjalan.


" Memangnya ini beneran perusahaan Kenzo yang yang didirikan?" tanya Asya lagi.


" Iya benar!" sahut wanita itu.


Asya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal karena kebingungan juga sih jika teman mengobrol nya cara menyahut nya begitu singkat, karena hal itu sudah tersirat secara tak pasti kalau sebenarnya temanmu ngobrolnya itu tidak ingin diajak berbicara sedikitpun.


" ini ruangannya dan di situ adalah ruangan meetingnya." jelas resepsionis itu lalu segera undur diri karena biar bagaimanapun dirinya tidak bisa berlama-lama meninggalkan meja kerjanya karena takutnya ada tamu yang bakalan datang dan bertanya tanya.

__ADS_1


__ADS_2