
Kenzo menatap kesal kearah Asya yang sepertinya sedang mengajaknya buat berdebat saat ini, tapi dirinya bisa berpikir dengan jelas bahwa semua juga ada campur tangannya hingga membuat wanita itu marah-marah.
hanya saja Terkadang seseorang tambah besar kepala jika didiamkan begitu saja segala macam pendapatnya menyinggung perasaan orang lain, bukannya memilih untuk memarahi orang yang salah secara langsung tapi hanya ingin membenarkan yang salah. manusia bego mana yang ingin memarahi orang yang tidak punya kesalahan sama sekali, tapi apa mau dikata semua sudah terjadi tinggal menjalani saja.
Asya bertambah heran ketika dari tadi Kenzo tidak menghentikan laju mobilnya, perasaannya pria itu tadi mengatakan ingin mengajaknya jalan-jalan ke tempat yang benar tetapi kok malah berhenti di sebuah bangunan yang megah.
" ini di mana Kok bisa ada di sini, Memangnya kamu pikir aku Indonesia tidak ada bangunannya semoga ini sampai mengajakku melihat-lihat hal ini? kami Indonesia meskipun OTW ke negara maju tapi tidak sempurna juga akan sampai tidak tahu membangun gedung bertingkat, Jadi kalau kamu mengajakku ke sini hanya ingin memamerkan keadaan disini lebih baik tidak usah aku mau pulang". kesal Asya sambil menatap tajam kearah genzo yang juga tak kalah heran darinya.
" Kamu itu ngomong apaan sih dari kemarin hobinya hanya marah-marah saja, Emangnya Sejak kapan Saya ingin memamerkan sesuatu yang disini? saya itu kan hanya ingin menawarkan ke kamu Biar jangan suntuk ya makanya menikmati suasana yang baru, lagian anak kuliahan mana pernah masuk ke gedung kayak begini yang ada namanya nya gedung perkuliahan tempat belajar mengajar?" jelas Kenzo membuat Asya bertambah kesal dengannya.
" Ih dasar pria menyebalkan sejagat raya kita ngomongnya apa dia responnya apa, Ya sudah terserah kamu saja mau ngapain juga aku nggak peduli. yang penting Intinya cuma satu kamu harus mengantarkanku pulang sekarang juga, karena aku tidak ada kepentingan dengan tempat ini apalagi dengan kamu!" tegas Asya yang tidak ingin dibantah sama sekali oleh Kenzo tapi tanpa dirinya sadar jika Kenzo adalah pria yang paling suka memerintah bukan diperintah.
" aku bakalan antar kamu pulang tapi nanti setelah pekerjaanku beres hanya sekarang tugas kamu yaitu menemaniku bekerja, Terserah kamu mau ngapain aja di perusahaan ku karena ini nantinya bakal Menjadi Milikmu juga." goda Kenzo membuat Asya mendengus kesal karena pria itu senang sekali membuat dirinya tak bisa menahan emosi.
" amit-amit jabang bayi Aku kalau sampai menikah dengan kamu itu artinya dunia ini sudah bakalan mau kiamat, Aku mau malam mau menikah dengan pria yang tidak tahu sopan santunnya seperti kamu." setelah mengatakan hal itu Asya memilih turun dari mobil karena sama saja jika dirinya duduk di situ Kenzo bakalan tetap mengajaknya berdebat.
melihat Asya yang sudah turun dari mobil Kenzo pun menyusulnya dengan senyum sumringah di wajahnya, ternyata Asia itu sikapnya saja yang Ketus tapi sebenarnya dia adalah orang yang penurut jika kita selalu membantah apa yang dia katakan dan tidak menuruti nya sama sekali.
karena Asia yang merasa bahwa dirinya datang ke kantor dengan menggunakan mantel segera dibukanya mantel tersebut, dirinya ingin mengatakan kepada semua orang bahwa Dia bukan anak kecil lagi.
sedangkan Kenzo yang melihat gerak-gerik Asya itu hanya bisa menahan nafasnya karena dirinya yakin sedikit lagi pemilik hati nya itu bakalan menjadi tontonan pria hidung belang, Sebab pahatan Tuhan yang berada di hadapannya itu adalah sesuatu yang sempurna dan sangat memanjakan mata.
__ADS_1
" Kamu kenapa membuka mantel dan membiarkan tubuh mulus mu itu dilihat oleh semua orang, kamu cepat pakai mantel mu lagi Atau aku yang bakalan memakaikan untuk kamu?" tanya Kenzo setengah berbisik karena biar bagaimanapun mereka berdua kini menjadi bahan tontonan semua karyawan yang berada di situ.
" Good morning Mister Kenzo."Sapa para karyawan disitu tapi hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Kenzo.
Apa yang dilakukan di Kenzo itu membuat ia mengerutkan keningnya Kenapa tiba-tiba pria yang berada di sampingnya itu menjadi irit bicara, padahal mereka menyapa karena memiliki sopan santun dan menghormati di namun Kenapa yang disapa seolah malas tahu dan seolah tak peduli sama sekali.
" kalian itu sadar tidak kalau sebenarnya majikan kalian itu sangat sombong dan Arogan nya minta ampun, kalau kalian punya wedges yang bisa dilempar ke wajahnya Ayo kita lakukan bersama-sama biar dia kapok dan nya sekalian karena sudah macam-macam." teriak Asya menggunakan bahasa Indonesia membuat semua orang yang berada di situ menatap heran ke arahnya Sebab mereka tidak mengerti sama sekali dengan apa yang ia ucapkan barusan.
" Kamu kenapa melakukan hal itu Memangnya kamu pikir mereka bakalan mengerti dengan permintaan konyol yang kamu katakan itu, sudah diam jangan banyak bicara sebab jika kamu melakukan hal itu aku bakalan melakukan hal yang tidak tidak ke kamu sekarang juga." ancam Kenzo membuat Asya langsung bungkam wajahnya bahkan Berkeringat dingin sebab sangat takut jika ada yang mengatakan hal-hal yang sudah berbau seperti Begitu Terasa seperti ada yang mencekik batang lehernya.
ketika melihat Kenzo yang berbisik begitu dekat dengan Asya semua pegawai wanita di situ menatap sinis kearah wanita yang terlihat begitu berharga untuk Kenzo, karena mereka yang semuanya berada di situ sudah pernah tebar pesona dalam berbagai hal yang sampai tidak masuk akal sekalipun tapi tidak direspon oleh Kenzo sama sekali.
negara di Eropa terkenal memiliki perilaku berhubungan yang bebas tanpa ada peraturan yang melarang nya ataupun membatasinya, setiap wanita di sana berhak memakai pakaian yang mereka sukai meskipun berbikini melewati jalan umum.
begitupun berbagai cara mereka lakukan untuk seorang Kenzo Delano, tetapi setiap cara yang mereka lakukan itu tidak ada yang berhasil sama sekali karena pria itu tidak dapat terjangkau sama sekali.
" Kok bisa sih wanita itu terlihat begitu berharga di dekat Tuan Kenzo, sedangkan kita yang sudah bergaya sampai semaksimal mungkin tidak dihiraukan sama sekali?" sungut Olivia yang merupakan pegawai ter-hot di situ dan digadang-gadang merupakan calon pendamping Kenzo yang paling cocok sejagat.
" kamu tenang saja apa yang menjadi milik kamu pasti tidak bakalan diambil orang lain, soalnya sepertinya wanita itu masih anak kecil deh dan tidak pantas disebut sebagai pesaingnya kamu." bujuk Alana yang merupakan teman dekatnya Olivia.
" Kamu benar juga sih lagian Kenzo itu sengaja ingin memanas-manasi aku agar merasa cemburu dan berbalik mengejarnya, jadi Biarkan saja dia mau melakukan apa pun karena hasil akhir pasti kembalinya denganku lagi." ujar Olivia yang begitu percaya diri jika suatu saat Kenzo bakalan berbalik padanya padahal sebenarnya di dalam mimpi pun Kenzo tidak akan melakukan hal itu sebab semuanya kan sudah diatur oleh penulis.
" kamu itu bisa tidak jangan dekat-dekat denganku soalnya aku risih, jalanan di samping kamu itu kan masih luas Kenapa harus selalu meped kesini Memangnya kamu pikir aku juga tidak punya ruang gerak?" katanya Asya kesal karena Kenzo dari tadi itu seolah ingin menjaganya dari tatapan semua orang Padahal dirinya tidak menyukai hal itu sebab Kenzo seperti sedang menjaga miliknya yang paling berharga mereka berdua bukan siapa-siapa.
__ADS_1
Kenzo hanya tersenyum memasang wajah polosnya tanpa dosa sebab memang apa yang dikatakan oleh Asya itu betul sekali dirinya memang ingin sekali menempel dengan wanita itu, agar semua pria hidung belang yang berada di tempat itu sadar jika Asya merupakan miliknya Kenzo dan tidak akan berani ada yang menatap ke arahnya.
" kamu Jadi orang kok kenapa sih dikasih perhatian tidak mau sama sekali padahal aku lakukan ini karena peduli dengan kamu, Ayo ke ruanganku saja Ngapain kamu malah berdiri menatap ke arah lain?" tanya Kenzo yang merasa heran dengan Asya malah melihat ke arah ruangan meeting yang sepertinya ada sosok yang tidak asing menurut pemandangannya.
" dia Itu kan bukannya...
pertanyaan Asya menggantung begitu saja di udara karena dirinya juga bingung pria itu seperti pernah ditemuinya tapi di mana, begitupun Kenzo yang merasa heran dengan pertanyaan Asya mengikuti arah pandang wanita itu dan mengerutkan keningnya sebab orang yang berada di ruang meeting itu adalah salah satu kliennya.
" dia itu salah satu klienku Memangnya kamu kenal dengannya, tapi sebenarnya kalau kamu mengenalnya aku tidak bakal mengijinkan hal itu sama sekali karena kamu itu hanya boleh mengenalku saja." Jelas Kenzo yang terlihat begitu posesif ketika melihat Asya yang begitu penasaran dengan sosok yang hanya terlihat dari balik punggungnya saja.
" eh kamu mah enak saja Kamu pikir aku juga nggak sudi mau kenalan sama orang begituan, kenal sama kamu saja sudah membuat pikiranku jadi mumet apalagi orang-orang yang lain lagi bakalan lebih ribet jadinya'." Ketus Asya segera pergi ke kantin karena dirinya tidak ingin menuju ke ruangan Kenzo sebab menurutnya untuk apa juga mendatangi tempat itu jika tidak ada keperluan sama sekali.
Kenzo menatap heran kearah Asya kenapa malah memilih berbalik arah dan menuju ke arah kantin padahal dirinya sedang terburu-buru sebab klien sedang menunggu, dirinya mau meninggalkan Asya itu tidak mungkin sama sekali karena wanita itu masih asing di tempat ini tetapi kalau terlalu memperdulikan Asya Bagaimana nasib kliennya.
" Millen, tolong kasih tahu ke client kita untuk menunggu sebentar karena saya masih ada urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan." ujar Kenzo ketika melihat sekretarisnya itu baru datang.
Millen menatap heran ke arah tuannya itu, karena selama ini Kenzo tidak pernah meninggalkan kliennya dalam kondisi apapun.
" aneh, Kenapa Tuhan mungkin bisa berbuat seperti itu karena selama ini tidak pernah begitu?" gumam Millen dalam hati tetapi tetap saja mengikuti kemauan Tuannya itu.
" Asya ke mana sih kok tidak kelihatan perasaan tadi dia menuju ke kantin, jangan bilang kalau disuruh pulang tanpa pengetahuan aku sedikitpun?" gumam Kenzo frustasi karena sepanjang matanya memandang tidak sedikitpun dirinya melihat keberadaan Asya di situ.
senyuman langsung terpancar di wajah Kenzo ketika melihat sosok yang dicarinya Tengah menikmati mawar putih yang ditanam di taman kecil di samping kantin, tempat yang selalu dinikmati oleh semua orang yang datang ke situ hanya untuk melepaskan suntuk dari pekerjaan.
__ADS_1
" kamu kok ada disini tahu tidak dari tadi aku mencari itu kemana-mana, takutnya kamu sudah pulang terus tanpa mengatakan apapun kepadaku?" tanya Kenzo cemas membuat Asya mengerutkan keningnya merasa heran ke arahnya.
" Kamu kenapa terlihat begitu Memangnya Apa hubungannya dengan kamu kalau aku berada disini, Lagian ini tempat kerja kamu kan Ya sudah kamu pergi bekerja aku disini saja? mana bisa juga mau pulang Orang tempat tinggalnya saja aku bingung ada dimana, sudah begitu tapi aku tidak mau ponsel lagi akibat dari melihat wajah kamu yang sangat menyebalkan itu!" mendengar apa yang dikatakan oleh Asya membuat Kenzo langsung tersenyum ternyata ada untungnya juga tidak membawa ponselnya karena dengan begitu wanita itu bakalan menunggunya seharian penuh.