Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 73


__ADS_3

Asya yang sudah keluar dari dalam lift memilih tanpa banyak bicara ataupun menjawab sapaan semua orang langsung menuju ke ruangannya Kenzo, karena baginya dirinya datang kesitu untuk bertemu Kenzo bukan untuk ngerumpi.


Ceklek


Asya membulatkan matanya sempurna ketika melihat apa yang sedang di lakukan oleh Kenzo itu,bagaimana tidak Kenzo terlihat tengah menyakiti dirinya sendiri dengan membenturkan kepalanya ke atas meja.


"Astaga Mas,kamu kenapa sampai begitu?" Tanya Asya sambil berlari menuju ke dekat Kenzo sambil memegang kedua pipi pria itu supaya menghentikan hal konyol itu.


"Nah Tuh kan aku sudah gila,hanya karena marah marah tidak jelas sekarang dia datang saat aku sadar tidak sedang tertidur?" Ujar Kenzo yang mengira jika Asya datang dalam mimpinya.


"Memang nya kamu gila kenapa,hemmm?" Tanya Asya sambil mencium Wajah Kenzo agar menghentikan gaya nya yang sudah seperti orang gila itu.


"Sayang,ini beneran Kamu?" Tanya Kenzo memastikan.


" Ah bukan ,aku hanya lah reinkarnasi Asya saja." Bohong Asya.


Kenzo langsung memeluk Asya dengan begitu erat sebab begitu bahagia,karena dikiranya wanita itu marah atas sikap nya tadi yang secara langsung mematikan ponsel tanpa memberitahukan padanya dahulu.


"Aku tidak dimarahi lagi kan?" Tanya Kenzo cengengesan.


"Menurut kamu hukuman yang cocok untuk orang yang kurang ajar karena mematikan ponsel secara sepihak itu apa ya,soal nya aku dari tadi pengen sekali mengeksekusi tapi momen nya belum pas?" Tanya Asya membuat Kenzo tersenyum.


"Gimana kalau kamu hukum aku di dalam kamar ku saja,terserah mau pake gaya apa aku ikhlas bila perlu rollkeep sekalian pun tak masalah!" Ujar Kenzo membuat Asya berdecih heran.


"Dasar otak mesum akut,cepat kerja sana tapi sebelum itu aku obati dulu hasil karya kebodohan kamu tadi!" Asya sambil menunjukan kearah kepala Kenzo yang memerah seperti mau meledak.


" Ya itu kan sebagai bukti kalau aku kan menyesal karena sudah menyakiti kamu tadi,jadi seharus nya kamu bersyukur karena aku selalu memikirkan kamu dimana mana." Kilah Kenzo.


"Pantesan karena terlalu memikirkan secara berlebihan sehingga apapun yang aku katakan selalu saja salah paham,padahal maksud nya hanya bercanda saja?" Omel Asya.


"Siapa suruh cintaku berat nya cuman sama kamu saja akhirnya tingkah aku pun jadi berlebihan kan,soalnya kamu itu terlalu indah untuk di bagi!" Ya Tuhan bukan kaleng kaleng rayuan cap kapak milik Kenzo itu.


'Kerja sana jangan ngegombal!" Usir Asya jengah dengan sikap Kenzo itu.


"What is gombal?" Tanya Kenzo penasaran.


"Itu artinya kamu sangat tampan hari ini." jelas Asya.

__ADS_1


Biarlah sedikit berbohong jika dengan itu masalah bakal selesai,karena berbohong untuk kebaikan tidak masalah yang penting hidup bisa happy.


Gerry,pria tampan yang sedang termenung memikirkan dia yang entah juga sedang memikirkan dirinya juga atau tidak.


Bodoh,itulah kata yang sedang pria itu tempel diwajah nya karena kesalahan yang sadar dan di sengaja ia lakukan.


Belum lagi dengan rasa mual yang selalu menyiksa dirinya selama ini,entah sudah berapa dokter hebat ia datangi tetap saja mereka semua mengatakan hal yang sama.


"Tidak ada penyakit serius yang sedang anda alami,hanya saja apa istri anda sedang hamil karena gejala yang anda hadapi itu mengarah kearah sana?" Tanya para dokter yang di datangi oleh Gerry.


Dan setiap kali jawaban itu ia dapatkan maka berkali juga dirinya membantah,tapi bukan kah yang mengatakan hal itu adalah orang yang berpengalaman di bidang nya jadi belum tentu bisa salah mendiagnosa orang.


"Apa benar jika Asya hamil,karena aku selama ini melakukan hal itu baru pertama kali hanyalah dengan nya saja?" Gumam Gerry frustasi.


Untung juga saat bersama Norah dan juga Rama,gejala itu tidak muncul sehingga mereka tidak memikirkan hal yang aneh aneh lagi.


Sungguh bayi yang sedang di kandung oleh Asya sangat tahu siapa yang pantas ia hukum,bayi yang selalu membuat Kenzo dan Asya merasa nyaman saat kemanapun.


Gerry yang sudah mulai kuliah melanjutkan study kedokteran nya selalu saja memasang tampang datar,bahkan dirinya membatasi diri bergaul dengan yang namanya wanita jika tidak ada hal yang penting.


"Haii boleh aku duduk disini?" Tanya Indah yang merupakan mahasiswa satu fakultas dengan Gerry.


"Hemm." Sahut Gerry cuek dan langsung pergi ketika melihat Indah sudah menaruh bokong nya diatas bangku taman.


Indah menatap tajam kearah punggung yang semakin menjauh itu,pria yang jual mahal tapi memiliki daya pikat yang tidak bisa di anggap remeh.


"Aku Indah Jonathan tidak pernah di tolak,apalagi oleh pria unik itu!" Gumam Indah sambil tersemyum smirk.


Gerry bukan nya tidak tahu jika wanita seperti Indah itu pasti bakal melakukan berbagai macam cara untuk mendekati nya,hanya saja jika dirinya pandai membawa diri dan tetap pada prinsip otomatis berbagai rintangan pasti bakal beres seketika.


"Dasar wanita aneh dia pikir aku sama seperti pria bodoh lain nya yang bakal masuk jurang yang sama pula,Asya ku tetap terbaik dan tidak akan pernah tergantikan." Lirih Gerry dalam hati dan terlihat sangat tersiksa.


"Heii Brother,Are you Okay?" Tanya Mark yang merupakan mahasiswa disitu yang juga merupakan murid pindahan dari salah satu universitas terkenal di surabaya.


"Always Ok!" Sahut Gerry dengan senyuman terpaksa.


" Kamu sepertinya berasal dari Indonesia ya,soalnya cara bicara mu tidak asing menurut ku?" Tanya Mark.

__ADS_1


"Benar!" Gerry tidak ingin dekat dengan siapapun.


"Wah akhirnya bisa punya teman satu negara,soalnya aku juga murid pindahan karena Nenek ku yang bawel itu memaksa untuk harus menyelesaikan kuliah di sini." Jelas Mark tanpa di minta oleh Gerry sedikitpun.


Mark yang sangat antusias selalu bercerita tidak jelas bahkan sampai tidak peduli dengan tidak ada respon sama sekali dari Gerry itu,karena intinya cuma satu yaitu yang penting ada yang mendengarkan saat kita sedang berbicara.


"Kamu kalau mau berpidato jangan disini,pergi ke tempat lain karena aku tidak ingin di ganggu!" Ujar Gerry dengan nada yang datar tapi penuh intimidasi membuat Mark tidak dapat berbicara panjang lebar lagi karena wajah Gerry sangat tidak bersahabat.


namun Intinya cuma satu yaitu pria itu merasa begitu senang karena akhirnya ada orang yang bisa ia ajak berbicara, karena dirinya yang mulai dari kecil hidup upti Indonesia otomatis lebih fasih berbicara bahasa di sana ketimbang bahasa Inggris.


Gerry yang sudah bosan dengan dosen yang hari itu tidak bisa masuk karena ada urusan pribadi membuat dirinya memilih untuk meninggalkan kampus sebelum jam pulang, karena sama saja jika dirinya menunggu di situ otomatis nanti bakalan ada begitu banyak gangguan yang datang dan membuatnya merasa tidak nyaman karena melewati hari dengan tidak melakukan kegiatan apapun.


pria itu memilih untuk pergi ke danau buatan yang berada di belakang kampus,karena menurut nya menyendiri di tempat itu lebih bagus daripada hiruk pikuk banyak orang.


" kalau mau duduk di sini itu jangan sendirian harus butuh teman biar nanti tidak pesan Beb soalnya setan Bule itu semuanya pada mesum dan juga kurang ajar, nanti bisa urusannya tambah ribet kalau sampai kamu menghamili anak orang tanpa ada ikatan sama sekali Pasti orang tua nya bakal ngamuk!" Gerry di buat terkejut dengan kemunculan Mark yang tiba tiba itu.


" kamu menguntit ku sampai ke sini, yang menyuruh kamu melakukan hal itu siapa?" Tanya Gerry yang refleks ingin menghajar Mark.


Sebenar nya apa yang di katakan oleh Mark itu tidak salah dan juga danau itu merupakan tempat umur otomatis siapa saja boleh datang,hanya saja kata kata pria itu yang membuat Gerry tidak nyaman.


"Maaf aku hanya ingin berteman!" Ujar Mark ambil menundukan kepalanya.


"Tapi aku tidak ingin punya teman!" tegas Gerry .


Mark hanya bisa menghilang nafasnya kasar karena sebenarnya ia tidak punya maksud apapun selain ingin mencari teman di tempat yang asing,tapi apa daya harapan tidak sesuai dengan kenyataan.


"Kamu tidak suka karena aku cerewet,baiklah mulai dari sekarang aku bakal menjadi pendiam sesuai dengan keinginan Kamu?" Ujar Mark sambil menundukan kepala membuat Gerry menghela nafasnya kasar.


"Jangan membuat ku tidak nyaman atau terganggu,jika ingin hidup mu aman!" Ancam Gerry .


Mark begitu bahagia di harinya pertama kuliah akhirnya langsung punya teman,dan otomatis sesama teman ia harus mencari tahu dulu kehidupan teman baru nya itu.


"Kamu punya pacar?" Tanya Mark penasaran.


Deg


Gerry yang tadi hendak pergi mendadak langsung menghentikan langkah kaki nya,diri nya sungguh tidak percaya ada orang yang begitu lancang menanyai kehidupan pribadinya pada hari pertama saling kenal.

__ADS_1


Hanya saja mungkin dengan cara ini agar para wanita tidak mengejar dirinya lsgi,toh berbohong untuk masa depan tidak masalah kan?


"Aku sudah punya istri dan anak yang sedang menunggu ku di rumah,jika ada yang bertanya katakan saja seperti yang kau dengar saat ini!" setelah mengatakan hal itu Gerry segera pergi sebelum berbagai pertanyaan kembali muncul akibat ulah dari Mark itu.


__ADS_2