
"Ya sudah kamu pergi saja ke sana sekarang Jangan memikirkan perasaanku karena aku baik-baik saja, nanti kalau ada apa-apa kamu tinggal bilang saja aku bakalan menunggu kamu di depan pintu!"ujar Kenzo yang merasa yakin jika sebenarnya Asya itu tidak ingin bertemu dengan Gerry karena memikirkan perasaannya.
Asya tetap kokoh pada pendiriannya yaitu tidak akan pernah mau menemui Gerry , sebab menurutnya dirinya tidak punya urusan apapun dengan pria itu apalagi berbicara secara pribadi dengannya itu sungguh tidak ada niatan untuk melakukannya.
"Tapi aku bakalan ketemu dia kalau barengan sama kamu! jadi jangan pernah memaksakan aku untuk bertemu dengan pria lain tanpa kamu apalagi dengan orang yang tidak ingin aku temui, tolong hargai perasaanku dan juga permintaanku kali ini bahwa aku bakalan ketemu dengan dia kalau barengan sama kamu!"Asya tetap tidak ingin semua orang itu berharap yang lebih darinya Dan juga alhasil dirinya menyakiti perasaan suaminya walau secara tidak sengaja dan juga bukan karena keinginannya.
Kenzo mengusap pelan kepala istrinya itu ingin mencoba menguatkan wanita itu bahwa sebenarnya dirinya tidak akan pernah marah atau pun kecewa terhadapnya, sebab apapun yang terjadi itu semua bukan karena keinginan Asya melainkan takdir yang sudah menuntun mereka ke arah sana meskipun tidak dikehendaki.
Vina dan Andi yang tadi kebetulan memeriksakan kesehatan mereka berdua sebab Vina merasakan pusing sudah kembali ke ruangan tersebut, dirinya merasa aneh ketika melihat wajah tertekan milik sahabatnya itu.
"kamu baik-baik saja kan? kalau ada apa-apa kamu ngomong dong sama aku biar kita bisa Cari jalan keluarnya sama-sama, kalau memang ada yang tidak membuat kamu nyaman ya sudah tinggal katakan saja karena biar bagaimanapun kamu tidak boleh tertekan berlebihan seperti begini!"Vina benar-benar tidak terima ketika sahabatnya itu dipaksakan melakukan hal yang tidak ia ingin lakukan itu sama saja dengan kita tidak menghargai pendapat orang tersebut.
Asya tersenyum melihat dan juga mendengar kata-kata penuh perhatian dari Vina barusan, dirinya sebenarnya tidak ingin membangkang apa yang dikatakan oleh Kenzo.
"Ya sudah kalau begitu aku bakalan ketemu Gerry tetapi barengan sama Vina, dan kamu Mas kamu harus tetap Stay di depan pintu Jika ada hal yang tidak aku inginkan aku bakalan keluar saat itu juga!"Asya ingin mengingatkan kepada suaminya Kalau sebenarnya dirinya itu bukan merupakan wanita yang gampangan terpengaruh oleh orang-orang di masa lalu karena baginya masa depan adalah hidupnya saat ini masa lalu Biarkan Berlalu tidak perlu harus dibawa-bawa terus cukup Diingat dan dikenang saja.
Kenzo tidak mungkin menolak apa yang dikatakan oleh istrinya itu maka dari itu dirinya memilih untuk mengikuti Asya sampai di depan ruangan tempat Gerry dirawat, Lalu setelah itu ia hanya berdiri di depan pintu membiarkan Asya masuk untuk bertemu dengan orang yang pernah hidup dan juga berarti di masa lalunya.
walaupun itu bukan merupakan perkara yang gampang karena melepaskan seseorang yang sangat kita cintai untuk berbicara berdua dengan orang di masa lalu yang ada perasaan dengannya itu adalah sesuatu yang sangat menyakitkan, tetapi Kenzo tidak ingin menjadi pribadi yang egois karena dirinya yakin kalau Gerry itu adalah masa lalunya Asya sedangkan dirinya merupakan masa depan wanita itu.
__ADS_1
"Aku yakin kamu pasti bakalan tidak tidur selama 1 minggu full karena mengingat dan juga penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Gerry kepada Asya! hanya satu yang ingin aku sampaikan kepada kamu bahwa sahabat Istriku itu merupakan orang yang sangat Setia, jadi jangan pernah kamu meragukan dirinya aku lagi takut kalau sampai ia berpaling kepada orang lain karena itu tidak akan pernah terjadi selama kamu masih percaya dengannya!" Andi Mencoba tersenyum dan juga mengingatkan Kenzo agar tidak mudah percaya dengan apa yang ia lihat dan ia dengar jika tidak langsung mendengarkan secara langsung dari orang tersebut.
Kenzo tersenyum mengejek mendengar apa yang dikatakan oleh Andi kepadanya karena menurutnya pria yang baru menikah itu sepertinya belum terlalu mengenal dirinya dengan baik, sebab sudah gampang menilai hanya karena melihat responnya saat ini padahal Kenzo itu bukan anak kemarin sore yang ada apa-apa langsung mengambil keputusan singkat tanpa memikirkan matang-matang.
"Sepertinya kamu yang harusnya belajar lebih baik lagi untuk menjadi seorang suami yang terbaik buat istrinya, karena jika kamu itu menjadi suami yang baik otomatis istri kamu tidak bakalan kabur dan malah memilih Istriku yang menjadi teman curhat untuk masalah kalian!" Kenzo sengaja mengingatkan Andi tentang sikap yang Vina lakukan beberapa hari yang lalu sampai-sampai membuat dirinya terabaikan karena Asua sibuk terus meladeni curhatan wanita itu.
"ah sepertinya Apa yang kamu katakan itu benar sekali Bro aku yang harusnya menjadi suami yang lebih bagus lagi, tapi kamu tenang saja karena aku merupakan jalan Ayah yang terbaik jadi otomatis bisa membuat istrinya menjadi wanita penurut agar tidak mudah kabur!"Kenzo mengerutkan keningnya mendengar perkataan ambigu milik Andi tadi seolah-olah ada maksud yang tersirat tetapi dirinya bukan seseorang yang mudah sekali membaca pikiran orang lain jika orang tersebut bukan orang terdekat ataupun orang yang sangat spesial baginya.
"Maksud kamu berbicara seperti tadi itu apa ya?"tanya Kenzo penasaran.
"Oh maksudnya Istriku itu sekarang sedang hamil makanya jiwa sensitifnya selalu melalang buana di permukaan, dan juga lebih parahnya dia kalau ngambek itu susah sekali untuk ditenangkan dan alhasil aku bakalan bobo cantik di depan pintu kamar!"Andi ingin sekali tertawa mengingat perubahan sikap istrinya selama beberapa minggu ini dan sialnya dirinya yang merupakan seorang dokter tidak menyadari perubahan itu.
"Wah Selamat ya untuk kalian! akhirnya istriku tidak bakalan diganggu gugat terus oleh istrimu itu, dan terima kasih juga karena selama ini tidak melarang istrimu untuk memperhatikan istriku!"Kenzo sangat paham apa arti persahabatan di mata Asya dan juga Vina yang selalu saja saling pengertian.
"Terima kasih kamu sudah datang! Tapi aku kan meminta kamu datang sendirian bukan sama dia , Soalnya ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada kamu tetapi hanya berdua saja tidak ada orang yang ketiga! "lirih Gerry yang terdengar ada nada penuh kekecewaan di dalamnya karena melihat Asya yang malah masuk ke dalam ruangan itu bersama dengan Vina.
Vina menatap kesal ke arahnya sebab menurutnya pikiran Gerry itu terlalu pendek sampai-sampai tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk, coba saja kalau jadi orang lebih pengertian dan tidak neko-neko seperti begini pasti tidak bakalan ada pertanyaan yang aneh seperti begitu apalagi sampai-sampai melayangkan protes.
"kamu itu memang manusia yang tidak tahu bersyukur sampai-sampai sudah diikuti apa maunya kamu tetapi malah banyak komentar, Aku tahu kamu sakit tetapi mulut kamu juga jangan ikutan jadi sakit buang sampai-sampai tidak bisa berpikir lagi untuk ngomong! kamu mau minta seorang wanita beristri menemui kamu berduaan saja Terus menurut kamu pemikiran suaminya nanti seperti apa, Memangnya kamu ingin melihat mereka berdua bertengkar gara-gara sikap kamu yang sudah seperti bocah begini? "tanya Vina kesal membuat Gerry memilih bungkam karena memang apa yang dikatakan oleh wanita itu tidak ada yang salah sedikitpun.
__ADS_1
"Maafkan aku tetapi ada hal pribadi yang harus kami bahas, dan sebagai seseorang yang dewasa Harusnya kamu mengerti dengan apa yang aku maksud itu! "ujar Gerry.
"aku sudah ke sini kalau ingin menyampaikan sesuatu silakan sampaikan Tetapi kalau hanya ingin berdebat dengan orang lain aku bakalan pergi saja, soalnya datang ke sini pun aku sudah merasa tidak enak hati kepada suamiku apalagi harus membuang-buang waktu seperti begini! "Asya merasa Jengah dengan sikap semua orang yang tidak mengerti dengan kemauannya walau hanya sedikit saja Bahkan perdebatan Mereka pun merasa malah dijadikan bahan tontonan.
Gerry tidak tahu harus berbicara apa ketika Asia selalu membawa-bawa statusnya sebagai seorang istri dari pria yang sangat ia tidak sukai, membuat Gerry rasa-rasanya tidak ingin membuka matanya dan melihat kekejaman dunia ketika wanita yang ternyata ia cintai selama ini tanpa disadari malah diambil orang lain akibat dari kelalaian dan kebodohan yang ia lakukan.
"Aku hanya ingin meminta maaf kepada kamu secara langsung tentang kesalahan yang pernah aku lakukan dulu, tetapi asal kamu tahu bahwa wanita itu yakni Mona sekarang sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan apa yang ia lakukan. Aku harap kamu mempercayai semua yang aku katakan ini bahwa bukanlah sebuah kebohongan, kalau aku memang benar-benar berubah dan tidak ingin mengulang kesalahannya yang sama maka dari itu meminta kesempatan kedua kepadamu! "perkataan Gerry itu sontak membuat Vina dan juga Asya Saling pandang karena masih berusaha mencerna Apa maksud dari perkataan pria itu.
"Maksud kamu berbicara seperti tadi itu apa ya? Tolonglah bersikap bijaksana dan juga jangan meminta lebih jika ingin meminta maaf ya sudah cukup minta maaf saja jangan malah menyampaikan hal yang tidak-tidak, kalau memang kamu tidak ada niatan untuk minta maaf ya sudah lebih baik tidak usah sama sekali Biarkan kita hidup dengan mempunyai pemikiran masing-masing dan juga punya cerita masing-masing nantinya! "Asya tidak ingin berdebat dengan siapapun Saat ini apalagi di tempat yang sangat tidak tepat.
"Aku bukan meminta kamu menjadi pasanganku ataupun meminta kamu untuk meninggalkan suamimu yang sekarang, tetapi aku hanya ingin mengatakan kepada kamu bahwa semua yang kulakukan dulu itu murni sebuah kesalahan yang sangat kusesali seumur hidup maka dari itu aku hanya memohon ampunan darimu saja. "sahut Gerry membuat Asya menghela nafasnya lega karena ternyata apa yang ia pikirkan itu hanya sebuah kesalahpahaman dan terlihat dari ekspresi yang ditunjukkan oleh Gerry itu ada ketulusan di dalamnya bahwa pria itu tidak ingin menjadi orang yang bakalan menghancurkan kebahagiaan yang telah Ia raih saat ini.
"Ya sudah aku sudah memaafkanmu dari dulu hanya saja mungkin masih enggan bertemu dengan kamu, nanti setelah keluar dari sini usahakan Kembali ke indonesia terus carilah istri yang sesuai dengan keinginan kamu jangan hanya karena ingin melihat tampangnya doang! soalnya baru satu kali pacaran saja langsung memilih wanita yang aneh dan akhirnya masa depan orang lain yang kamu hancurkan, jadi Jangan sampai terulang kedua kali soalnya kasihan tante Norah kalau melihat anaknya memiliki masa depan yang sangat kabur Seperti awan yang mau hujan!" Asya terlihat sudah lebih santai berbicara dengan Gerry bahkan bisa dibilang bawelnya pun sudah kembali seperti dulu seolah-olah melupakan bahwa pria yang ada di hadapannya ini adalah pria yang sangat ia benci beberapa tahun ini.
Bahagia tentu saja itulah yang dirasakan oleh Gerry saat ini, sebab melihat Asya yang berbicara panjang lebar kepadanya terlihat jelas kalau wanita itu sudah melupakan semua kesalahannya.
"Nah kapok kan kamu nanti sudah seperti begini baru sadar, Oh iya aku penasaran kira-kira kabarnya Mona sekarang Seperti apa ya? Soalnya waktu masih di Indonesia aku sempat mendengar katanya dia menjadi korban pemerkosaan, Terima kasih dianya korban pemerkosaan Bukannya dia Ya senang soal-soal yang begituan?"tanya Vina memastikan.
Asya menatap heran ke arah sahabatnya itu sebab menurutnya sahabatnya itu terdengar seperti sangat membenci Mona, mungkin karena dulu wanita itu selalu mencari masalah dengannya makanya Vina pun ikut-ikutan kesel karena Biar bagaimanapun keduanya adalah bestie yang tidak pernah terpisahkan.
__ADS_1
"Tidak usah membahas orang yang tidak ada di sini kalau memang Karma sudah berlaku kepadanya Ya syukur agar semua orang besok dosa tidak melakukan kesalahan yang sama, Lagian Apa kamu tidak takut sama itu orang yang lagi tidur bukannya Mona itu kan merupakan Cinta Pertamanya jadi otomatis pasti bakalan membekas di dalam hatinya!"sindir Asya sambil tersenyum mengejek ke arah Gerry .
"Ah kamu kenapa malah membahas dia bukannya aku sudah melupakannya tetapi kamu malah mengingatkan kembali, coba setidaknya bahas artis-artis cantik mancanegara lah biar Maksudnya kami sepadan begitu tidak seperti wanita itu!" Gerry benar-benar menolak ketika membahas wanita yang merupakan racun di masa lalunya itu.