Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 55


__ADS_3

kini semua orang sudah berkumpul di meja makan Hal itu merupakan rutinitas setiap hari di situ, karena Biar bagaimanapun ketika siang mereka melakukan pekerjaan masing-masing tidak dapat berkumpul jadi otomatis waktu kumpul keluarga itu hanyalah pagi dan malam itu juga terjadinya di meja makan bukan di tempat lain.


terlihat kedua pasangan suami-istri yang menikah itu wajah mereka berbinar seolah terjadi sebuah kesenangan yang luar biasa menurut mereka, tetapi ketika Dewi dan Rianti saling menatap keduanya langsung tersenyum malu-malu seperti sedang menyembunyikan sesuatu dan hal itu tidak pantas untuk dijelaskan cukup hanya dipikirkan saja.


" aku ke atas dulu ya Buat panggilan Asya untuk gabung di sini!" pamit Dewi.


" Iya sama aku juga mau ke atas Panggil Kenzo, soalnya itu anak kalau tidak dipanggil bakalan terus mengeram di dalam kamar tidak mau keluar!" Rianti menimpali perkataan kakak iparnya itu.


" kamu sore ini kok lebih Segaran, Sebenarnya tadi habis jogging itu apa sih?" tanya Rio kepada adik iparnya yang terlihat sudah keramas kemudian sudah mandi bersih.


" ya kan memang rutinitas setiap orang kalau sore hari mandi kan Mas? Jadi kalau aku ditanya kenapa terlihat lebih segar ya itu sudah jawabannya, tidak perlu harus dijelaskan secara detail mungkin! Lagian Mas juga sore ini kelihatan begitu beda seperti ada aura aura bahagia, apa ada menang lotre dadakan ya mungkin kami semua tidak tahu? "tanya George sambil menaik turunkan alisnya membuat Rio mengerutkan keningnya karena merasa aneh dengan tatapan adik iparnya itu.


" Memangnya urusannya sama kamu apa, kalau saya terlihat rapi seperti begini?" tanya Rio sinis.


" Hehehe Tidak ada sih, hanya maksudnya biar pertanyaan kita impas ya seperti itulah!" sahut George membuat Rio hanya bisa menggelengkan kepalanya ternyata isi otak adik iparnya itu sengklek dan susah untuk diajak kompromi atau berbicara secara baik-baik.


sedangkan di depan kamarnya Asia. Dewi terlihat sedang mengetuk pintu, karena ingin mengajak putrinya itu turun ke bawah nikmati makan malam yang sudah disiapkannya.


" Sya, ini Mama Nak! kamu tolong buka pintunya dong, Soalnya mama mau masuk!" teriak Dewi membuat Asya yang sedang berbaring sambil membaca novel online langsung bangkit dan menuju ke arah pintu.


Ceklek


Terlihat Asya menyembulkan kepalanya keluar Seraya menatap heran ke arah mamanya, Mungkinkah ada hal yang penting hingga membuat wanita paruh baya itu menyusulnya ke situ?

__ADS_1


" Iya Ma, Ada apa ya?" tanya Asya penasaran.


" Mama itu panggil kamu buat ke bawah untuk kita makan malam sama sama, nanti setelah itu kamu boleh lanjutkan istirahatnya atau melakukan kegiatan kamu yang penting intinya sudah makan." jelas Dewi.


" Oh ya sudah kalau begitu, Mama lebih dulu saja ke bawah soalnya aku harus matikan laptop dulu!" Dewi langsung pergi ketika mendengar jawaban dari Sang Putri sedangkan Asya memilih untuk kembali masuk ke dalam kamar.


" ah novel mencintaimu dalam diam, nanti sebentar baru aku lanjutkan membaca mu lagi ya karya MIMA Ah..


Rianti yang sudah selesai memanggil Kenzo ikutan menyusul Dewi ke bawah, sebab jika dirinya menunggu anak bujang nya itu mengikutinya bisa dipastikan kakinya bakalan berubah jadi kayu. sebab kerjaannya para anak-anak itu ketika disuruh selalu menjawab iya sedikit lagi, Tapi percayalah bahasa yang sedikit lagi itu mengandung begitu banyak makna seperti setengah jam lagi satu jam lagi lama-lama 1 hari lagi pun mereka sebut dengan kata sedikit.


oleh karena Riyanti adalah ibu-ibu yang sudah berpengalaman makanya dirinya tidak ingin menjadi korban dari perbuatan Kenzo itu, Bukankah menjaga itu lebih baik daripada mengobati.Nah itu yang sering diterapkan oleh wanita itu.


ketika Kenzo menutup pintu kamarnya terlihat Asya juga hendak keluar, beberapa detik tatapan keduanya bertemu tetapi Asya Yang memutuskan tatapan itu segera lalu memilih mendahului Kenzo untuk menyusul yang lain.


" terasa begitu sakit ketika dia yang sudah dekat tapi tak bisa digapai, lebih sakit lagi ketika senyuman yang diberikan Itu adalah sebuah keterpaksaan!" Gumam Kenzo memilih menyusul yang lain Seraya memasang senyum palsu nya.


" Halo semuanya, Maaf ya sudah menunggu lama!" sapa Asya tak enak hati kepada semua orang dewasa yang berada di hadapannya kini.


" sudah tahu lama baru sadar sekarang, Coba kalau tiap hari lama terus tidak sadar-sadar mau jadi apa orang yang menunggu!" sambar Kenzo yang ternyata sudah berada di samping Asya bahkan aroma pria itu juga sangat tercium jelas di indra penciuman wanita itu.


" Eh kenapa harus aku saja yang kamu salah kan, Memangnya kamu orangnya selalu on time?" Asya tak mau kalah.


" Oh jelas seorang Kenzo Delano itu adalah orang yang paling menghargai waktu, jadi saudari tidak perlu meragukan hal itu lagi!" ujar Kenzo penuh percaya diri.

__ADS_1


" Astaga kalian ini benar-benar keterlaluan deh. masa baru akur beberapa waktu yang lalu sekarang sudah berdebat lagi , bisa tidak kalian hentikan semuanya dan mulai menikmati apa yang ada jika tidak aku yang bakalan habisin!" sungut Rianti.


" kalau sampai Mama menghabiskan semuanya, Papa bakal mendaftarkan hal ini sebagai salah satu keajaiban dunia." Goda sang suami membuat Rianti mendengus kesal'


" Apa itu bukannya mendukung Mama agar lebih terdengar natural, eh malah meledek sang istri yang jelas-jelas membutuhkan semangat!" Ketus Rianti membuat semua orang di situ hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah absurd wanita itu.


" Bisa tolong ambilkan makanan untukku, soalnya aku harus membalas email yang masuk?" tanya Kenzo Seraya menyodorkan piringnya kepada Asya.


pria itu sengaja melakukannya agar secara tak langsung ingin mendapatkan perhatian dari Asya, Jika ditanya apa benar ada email yang masuk maka jawabannya adalah salah besar.


Asya yang tidak merasa curiga sedikitpun mengikuti apa yang dikatakan oleh Kenzo, sambil mengisi makanan yang ditunjukkan oleh pria itu sesuai dengan keinginannya.


sedangkan Riyanti hanya tersenyum dalam hati ketika menyadari modus yang sedang dipakai oleh putranya itu, ternyata akal bulus anak zaman sekarang itu lebih parah loh dari pada orang tua jaman dulu.


" ya sudah kita yang lain juga mulai saja menikmati semuanya, daripada hanya ngeliatin anak muda berdua itu yang jelas-jelas masa pertumbuhannya sudah off." ajak Rianti membuat semua orang yang berada di situ langsung tertawa karena mereka selalu mendapat hiburan yang tidak terduga akibat dari Guyonan wanita itu.


" stop ngomong yang aneh-aneh Nanti orang keselek baru kamu yang tanggung jawab, karena sudah membuat orang lain tidak fokus pada makanan melainkan menatap ke arah kamu?" sungut Dewi membuat semua orang langsung tertawa ketika melihat wajah cemberut milik Rianti itu.


" Kamu juga ambil makanan kamu Setelah itu kita makan sama-sama, atau kamu mau gantian aku yang melayani kamu?" Tanya Kenzo sambil tersenyum membuat George sang papa menatap tak percaya ke arah putranya nya yang perubahannya begitu terasa semenjak kehadiran Asya.


" Aku kan lagi lowong tidak berurusan dengan email seperti kamu, jadi otomatis aku bisa dong melakukan semuanya sendiri!" sahut Asya sambil tersenyum.


" Oh ya sudah kalau begitu, Aku sengaja menawarkan hal itu karena ingin balas budi dengan apa yang kamu lakukan tadi. supaya kedepannya tidak ada yang namanya hutang Budi ataupun tenaga, Biar aku tidak menjadi beban pikiran dan kamu juga tidak tambah keras kepala dan nyeleneh!" Kenzo sengaja mengatakan hal itu karena melihat tatapan semua orang di situ yang begitu menatap heran ke arahnya.

__ADS_1


" kamu tuh kenapa sih hanya soal gituan saja pakai bahasa balas budi, Aku tidak pernah terbebani Jika kamu menyuruhku setiap saat karena Bukankah itu tugas sebagai seorang saudara?" Sungut Asya membuat Kenzo langsung bungkam karena selera bercandanya sudah hilang ketika mendengar kata saudara.


__ADS_2