Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 64


__ADS_3

Nomor yang anda hubungi tidak dapat di jangkau,silahkan periksa kembali nomor tujuan anda!"


Apa yang di dengar oleh Gerry membuat pria itu langsung lemas seketika,bahkan ponsel nya itu di buang asal karena sudah tidak ada guna nya lagi benda persegi itu.


"Ahhhhhh,kamu itu sebenar nya ada dimana Sya!!Apa kamu tidak tahu kalau aku lagi cemas dengan Kamu,ingin sekali bertemu dan memeluk Kamu!" Lirih Gerry sambil menatap keatas langit langit kamar berharap Asya hadir dalam mimpi nya supaya bisa sedikit mengobati rasa rindu yang tengah ia rasakan.


"Aku mau dia Tuhan,walau hanya kali ini saja biarkan aku melihat senyuman yang selalu ia berikan ketika bersamaku!" Lirih Gerry dalam hati.


Begitulah sikap seseorang ketika dia ada di samping pasti bakal tidak peduli dan menganggap kehadiran Orang itu sebagai penggangu,tetapi percayalah ketika dia sudah pergi dan tidak mungkin kembali barulah rasa kehilangan itu hadir kembali dan entah kapan bakal hilang semua rasa penyesalan yang ada.


Ketika setiap kali rasa mual itu datang Gerry selalu merasakan ada bayangan Asya yang sedang tertawa dengan pria lain,dan tentu saja itu bukan dirinya yang mungkin sudah di anggap mati oleh wanita itu yang sudah terlalu dalam memendam kekecewaan.


"Kamu hari ini ingin makan apa Yang?" Tanya Kenzo sambil mengusap pelan kepala Asya yang sedang menikmati sarapan.


"Kamu itu bisa tidak memanggil namaku saja,soal nya kita itu bukan siapa siapa jadi jangan sok romantis begitu deh?" Sungut Asya kesal karena Kenzo yang tidak pernah mau dengar setiap penolakan yang ia lakukan.


"Siapa bilang kita ini orang asing,memang nya kamu lupa kalau si Utun yang sedang kamu bawa kemana mana itu adalah anak ku juga?" Tanya Kenzo sembari terkekeh geli membuat semua orang yang berada di meja makan hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah kedua manusia beda jenis itu.


"Heh dia itu punyaku bukan punya kamu,jadi jangan percaya diri seperti itu dong?" Sungut Asya lagi.


"Ya sudah kalau begitu dia punya kamu tapi kamu itu punyaku,jadi masalah beres kan jangan banyak membantah lagi calon Mommy!" Ujar Kenzo sembari mencubit gemas pipi Chuby milik Asya itu.


"Aku itu calon Bunda bukan Mommy,jadi jangan asal mengarang sesuatu yang sangat aku tidak sukai!" Ketus Asya karena tidak menyukai panggilan yang diberikan oleh Kenzo itu.


"Bunda kita itu cuman satu satu nya di Bumi yaitu yang di surga,jadi kamu tidak boleh menyalahi aturan itu karena kamu tetap Mommy tidak ada panggilan yang lain,paham kan?" Tanya Kenzo agar Asya tidak terlalu keras kepala dan menyalahi aturan yang ia mau.

__ADS_1


"Baik lah terserah kamu saja aku malas berdebat panjang lebar,karena pasti nya semua hasil harus ikut dengan aturan aneh kamu yang tidak jelas itu!" Jelas Asya dengan tatapan sinis nya karena siapa sih yang tidak emosi ketika apa yang ia ingin kan tidak terjadi sedikitpun dengan apa yang ia mau.


"Kalian itu jangan terlalu menempel nanti bisa bahaya,terus kamu kapan masuk minta anak orang jangan hanya di modusin saja?' Tanya Rianti dengan tatapan sinis kearah putranya itu.


Kenzo yang sedang makan langsung terbatuk karena sangat terkejut,begitu juga Asya yang tak kalah kaget dengan apa yang di katakan oleh Rianti.


Karena dirinya dan Kenzo sudah melakukan kesepakatan,jika suatu saat Kenzo bisa membuat jantung Asya berdebar saat dekat dengan pria itu maka ia akan menerima perasaan pria itu tanpa tapi.


"Kamu mau kan menerima perasaan ku,agar aku bisa melamar kamu secara resmi dan juga Baby El lahir dengan status yang jelas?" Tanya Kenzo ketika dirinya dan Asya sedang berada di Apartemen pria itu.


"Kamu tidak takut dan malu atas tanggapan orang orang,tentang aku yang hamil tanpa sosok suami bahkan mungkin hasil dari pergaulan bebas?" Tanya Asya memastikan.


"Untuk apa memikirkan orang lain jika nanti yang bakal memberikan kalian makan dan uang itu adalah hasil kerja keras ku,bukan kah kita itu hidup harus sekali kali menulikan telinga agar orang lain bakal capek sendiri kalau kita tidak merespon sama sekali?" Tanya Kenzo dengan nada yang penuh kepastian tanpa ada nya keraguan dari gerak tubuh nya dan juga sorot matanya.


Kenzo mengambil tangan Asya yang sedang berada di wajah nya itu lalu mengecup nya secara perlahan,karena dirinya sebenarnya ada rasa was was takut nya Gerry hadir disaat Asya mulai menerima kehadiran nya.


Asya yang menyadari hal itu langsung tersenyum,karena ternyata Kenzo mencemaskan sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan sama sekali.


"Apa aku segitu keren nya sampai kamu takut aku bakal di ambil Orang?" Tanya Asya dengan tersenyum mengejek.


"Sudah tahu kok pake tanya,lagian jadi orang lok tega sekali tanpa beban menyuruh ku untuk bersabar?" Sungut Kenzo.


"Heii cinta itu butuh pengorbanan bukan pengorbanan butuh cinta,karena kasus kamu ini berbeda tahu tidak?" Tanya Asya dengan wajah nya yang di buat begitu manis.


"Ya Awas saja kalau sampai kita sudah menikah nanti,kamu bakal aku bawa kemana mana bila perlu isi di dalam saku celana ku agar kamu tidak berani kabur." Goda Kenzo dengan menaik turunkan alis nya membuat Asya bergidik ngeri karena membayang kan saja sudha membuat ia sedikit mawas diri apalagi kalau sampai benar benar terjadi bisa bahaya urusan nya nanti..

__ADS_1


"Aku bakal kabur dong sebelum kamu sadar kalau aku itu bukan anak kecil lagi,yang bisa saja kamu perlakukan sesuka hati." Ujar Asya sambil tertawa bahkan wajah nya sampai memerah membuat fokus Kenzo.kini beralih kearah bibir pucat milik Asya yang menurut nya sangat menggoda.


"Sya,Sayang?" Panggil Kenzo dengan nada pelan membuat Asya mengerutkan kening nya karena merasa heran.


"Ada apa?" Tanya Asya .


"Aku boleh cium kamu tidak?" Tanya Kenzo dengan menahan malu nya karena biar bagaimana pun rasa itu begitu menyiksa dirinya.


"Hah,kamu bilang apa tadi itu....


Jleb


Netra Asya membulat sempurna ketika melihat apa yang di lakukan Kenzo padanya,pria itu bahkan sampai mengulum benda kenyal itu menurut ritme Yang begitu kaku Karena ini adalah hal pertama yang ia lakukan.


Karena Kenzo biarpun hidup di negara yang menganut paham bebas sebebas nya,dirinya tetap mempertahankan harga diri agar tidak salah memilih pasangan.


Lebih parah Asya yang juga merupakan hal pertama yang ia rasakan tanpa penolakan atau pun paksaan,dirinya pun menikmati apa yang di lakukan oleh Kenzo bahkan secara refleks langsung mengagungkan tangan di leher pria itu ketika Kenzo mendudukan dirinya di pangkuan pria itu tanpa melepas parutan kedua nya.


Asya hanya bisa memejamkan mata seraya menahan nafas membuat Kenzo tersenyum bahagia Karena tidak ada penolakan,hanya saja ia juga tidak ingin egois dan menyebabkan Asya kenapa napa.


"Sayang,jangan lupa bernafas nanti kalian kenapa napa!" perintah Kenzo membuat Waj ah Asya bersemu merah karena malu dan memilih memeluk pria itu tanpa mau menatap kearah nya lagi.


"Kenapa malah diam apa tidak mau melanjutkan sesuatu yang enak seperti tadi?' Tanya Kenzo membuat Asya memukul pelan bahu nya.


"Kamu ih,bisa tidak stop mesum seperti itu?" Tanya Asya kesal.

__ADS_1


__ADS_2