
Lilian yang melihat dari tadi Hera tidak menjawab apa yang dia tanyakan membuat dirinya akhirnya sadar jika sebenarnya Gadis itu tidak nyaman dengan keberadaannya karena takut nanti kalau Dev tahu bakal lebih panjang urusannya, hanya saja Kapan lagi bisa menyeleksi calon menantunya sendirian jika tidak ada yang menemaninya.
" pokoknya kamu tenang saja nanti saya akan usahakan agar dia tidak ada satupun orang yang tahu jika sebenarnya kamu itu sedang membantu saya, Dan intinya hanya satu yaitu Kamu tidak akan pernah dibuang dari perusahaan ini hanya karena masalah sepele seperti itu!" jelas Lilian membuat era sedikit bernafas lega.
kini keduanya sudah sampai di pintu samping perusahaan dan terlihat di taman itu berbagai macam orang ada di situ mulai dari pria wanita yang masih muda dan yang sudah beruban, ada yang duduk sambil bekerja dan ada yang juga mengobrol santai tetapi sambil memeriksa berkas yang berada di hadapan mereka.
begitu Mereka melihat Siapa yang datang dari pintu masuk secara serempak langsung berdiri dan membungkukkan badan, membuat Lilian hanya bisa mendemas kesal karena sebenarnya Maksudnya tadi itu datang ke tempat itu hanya diam-diam sampai memperhatikan dari kejauhan eh tahu-tahunya semuanya sudah malah menyadari kedatangannya.
" Selamat siang nyonya, Apa Anda datang ke sini untuk bertemu dengan Tuan Dev? soalnya dia tidak ada di sini tetapi sedang berada di dalam ruangannya, jika tidak keberatan nanti Hera yang bakalan Mengantar ke sana!" ujar salah satu staf yang lebih tua daripada yang lain itu.
mendengar apa yang dikatakan oleh pria yang ada di hadapannya itu membuat Lilian tidak bisa menahan kekesalannya, jika sebenarnya dirinya datang ke tempat itu untuk bertemu dengan Dev yang untuk apa ya harus bersusah payah keluar dari pintu samping Bukankah ada lift khusus yang disiapkan untuk presdir.
__ADS_1
" saya ke sini itu hanya karena ingin menikmati udara yang lebih bebas bukan untuk bertemu dengan siapa-siapa, Lagian kalau untuk bertemu dengan anaknya saya untuk apa harus capek-capek datang ke sininya tinggal langsung ke ruangannya saja kan gampang!" jelas Lilian dengan wajah yang tidak begitu bersahabat membuat semua orang hanya bisa menatap heran ke arah Hera yang juga hanya bisa menggelengkan kepala soalnya tidak tahu harus menjawab apa.
" Maafkan saya Nyonya tadi jika lancang Sebenarnya saya hanya tidak ingin anda capek karena tempat ini sangat panas, tetapi jika anda ingin duduk lebih lama di sini silakan saja karena tempat ini adalah milik anda sepenuhnya!" bukannya mereda rasa emosi yang ia rasakan melainkan tambah parah karena secara tidak langsung orang-orang tersebut menyatakan bahwa dirinya merupakan orang yang pamer.
" kalian bisa tidak jangan membahas sesuatu yang tidak perlu dibahas pada tempatnya, saya ke sini itu hanya murni untuk duduk dan tidak ingin mengganggu siapa-siapa Jadi silakan Lanjutkan pekerjaan kalian karena nanti kalau kalian sampai molor otomatis risiko bakal tanggung sendiri!" setelah mengatakan hal itu Lilian menarik tangan Hera membuat semua orang sebenarnya merasa kasihan dengan resepsionis itu yang terlihat seperti korban yang begitu teraniaya atau sikap semena-mena yang dilakukan oleh Lilian.
Intan kebetulan baru muncul tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya sekarang, dirinya merasa bahwa hari ini yang merupakan hari keberuntungannya karena bisa bertemu dengan orang-orang penting dan mungkin bakal mengajak mereka ngobrol.
" Ya Tuhan Intan Mariana Kamu kenapa hari ini begitu beruntung sekali sih, jika tadi sudah bisa berbicara dengan Tuan Dev selama lebih dari setengah jam dan sekarang malah ketemu sama mamanya! Wah ini yang bisa dibilang jodoh tidak akan pernah ke mana, karena susah mendapatkan anaknya Mari kita coba untuk mengambil hati mamanya siapa tahu jodoh!" gumam Intan begitu antusias sampai-sampai langkah kakinya begitu cepat sehingga tidak sadar bahwa di depan matanya itu ada kursi yang sedang melintang sehingga membuat dirinya menabrak benda mati tersebut dan akhirnya terjungkal ke depan.
"Awww, Kenapa sih barang ini ada di sini Padahal sudah tahu kalau aku lagi buru-buru?" omel Intan sambil berusaha bangun tetapi sepertinya kakinya itu terkilir.
__ADS_1
Lilian yang berada tidak jauh dari Gadis itu mana tetap percaya jika ada seorang pekerja kantoran yang begitu ceroboh, kalau saat terjatuh dalam posisi berpakaian yang sopan dan tidak terbuka Ya tidak masalah tapi kalau posisinya seperti Intan bisa rusak mata Nurani.
" Kamu kenapa malah duduk di situ, harusnya orang yang berpakaian seperti kamu itu kerjanya di dalam kantor bukan di luar? karena yang ada kamu membuat mata orang lain Jadi tidak fokus dan alhasil pekerjaan jadi terlambat membuat perusahaan Putraku menjadi rugi, Ayo cepat bangun dan Ada hal penting yang ingin saya tanyakan ke kamu?" mendengar apa yang dikatakan oleh Lilian tadi Bukannya merasa malu melainkan Intan tambah semangat karena dipikirannya wanita paruh baya itu sedang menunjukkan rasa kepedulian atas apa yang terjadi kepadanya saat ini.
" Terima kasih Nyonya Bos karena sudah mau peduli dengan saya, sebenarnya keadaan saya itu baik-baik saja tetapi mungkin hanya butuh perhatian saja bisa sembuh!" ujar Intan merendah tapi berbeda dengan Lilian yang malah menatap heran ke arahnya.
" Maksud kamu apa ya bicara seperti begitu tadi, Memangnya kamu pikir saya peduli kalau kamu jatuh? kalau kamu terjatuh saat sedang bekerja ya saya anggap itu sebagai insiden dan otomatis harus tanggung jawab, tetapi jika cara jatuhnya seperti kamu Ya bisa dibilang itu karena kamu yang terlalu ceroboh tidak tahu berhati-hati!" semua orang yang berada di situ hanya bisa menutup mulut mereka soalnya ingin sekali tertawa karena tak percaya melihat wajah cemberut milik Intan tadi.
wanita yang biasa dianggap paling cantik dan juga merupakan Primadona di tempat itu malah kini kena semprot dari sang mama pemilik perusahaan, Kalau sudah seperti ini otomatis turun sudah pamor wanita itu.
" Kenapa nasibku selalu sialan ya setiap kali bertemu dengan ibu dan anak ini, apa mereka memang satu server terus memiliki kesamaan yang tidak bisa dibedakan?" tanya Intan dalam hati tetapi mendadak tambah kesal ketika melihat Lilian yang begitu dekat dengan Hera.
__ADS_1
" itu resepsionis yang kucel dekil dan juga berantakan Kok bisa sih akrab gitu dengan Nyonya Bos, Padahal aku yang sudah berdandan kece badai membahana seperti begini saja tidak dianggap sama sekali!" gumam Intan sambil mengepalkan tangannya karena tidak terima jika dirinya harus punya saingan.
" Maafkan saya tadi jika sudah mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, tetapi intinya Izinkan saya membantu Anda selama berada di sini!" ujar Intan penuh percaya diri sambil menawarkan bantuan dan juga tidak sadar juga sebenarnya kakinya itu terkilir dan akan membuatnya susah untuk berjalan.