Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 16


__ADS_3

Mona menatap tajam kearah Vina yang sudah berani berkata yang aneh aneh kepadanya,padahal semuanya yang berada disitu merasa segan karena dirinya yang berhubungan dengan Gerry.


"Apa kamu bilang tadi,wah tambah ngelunjak ya kamu jadi orang?" Tanya Mona sambil menatap tajam kearah Vina.


"Heh terus kamu mau apa,jangan pikir aku takut ya ke kamu? Karena sampai kapanpun itu tak kan pernah terjadi,bahkan dalam mimpi pun aku tak ada niat sama sekali!" Sindir Vina membuat Mona memilih pergi dari situ sebelum tambah kesal pada Vina.


Sedangkan Vina menatap penuh kemenangan kearah Punggung Mona yang semakin menjauh,dirinya merasa bahagia karena sudah berhasil membuat wanita angkuh itu pergi.


di dalam ruangan dosen, Rio sedang kebingungan. pasalnya dosen pembimbing Asya menolak jika wanita itu pindah kuliah, karena Biar bagaimanapun Asya merupakan murid yang sedang mengikuti lomba untuk seluruh kampus di seluruh Indonesia.


tapi Rio tidak peduli dengan segala Perlombaan yang diikuti Asya jika akhirnya bakal membuat keponakannya itu merasa tak nyaman, karena baginya tidak ada keuntungan yang besar dan merugikan siapapun jika nanti Asya tidak mengikuti lomba itu sampai habis.


" Saya minta maaf Jika keputusan ini diambil mendadak tapi yang saya inginkan Bapak tahu bahwa keponakan saya tidak ingin melanjutkan kuliah Disini, jadi saya minta dengan sangat untuk menghormati keputusannya dan tidak mempersulit dengan segala ***** bengek yang terjadi!" ujar Rio dengan tampang yang begitu serius karena memang dirinya tidak ingin membuat Asya menjadi kepikiran jika kepindahannya sangat merepotkan.


" saya Mohon pengertiannya karena kalau Asya pindah secara tiba-tiba nanti Bagaimana dengan rekannya yaitu Gerry Wijaya, pasti dia bakal Pusing harus mencari partner yang baru untuk melanjutkan lomba yang ada?" tanya dosen tempat Asya kuliah.


Rio tambah yakin untuk membawa Asya Persetan dengan segala macam Perlombaan yang ada, apalagi jika nanti rekannya itu adalah Gerry yang jelas-jelas orang yang menjadi alasan kuat Kenapa Asya memilih untuk menghindar.

__ADS_1


" itu urusannya anda dan saya minta tolong jangan mempersulit keponakan saya, karena dia juga tidak pernah menyusahkan tempat ini ataupun melakukan hal yang diluar dari peraturan yang ada. Jadi tolong lakukan segala sesuatu dengan tujuan awal saya datang ke sini, tanpa harus menyampaikan keberatan anda karena saya juga bakal menyampaikan keberatan jika sampai kedatangan saya disini dipersulit!" tegas Rio karena memang dirinya sudah merasa yakin untuk membawa Asya pergi dari tempat yang sudah membuat keponakan itu merasa tidak nyaman.


dengan raut wajah yang penuh penyesalan segala sesuatu yang berkaitan dengan Asya sudah diurus membuat wanita cantik itu secara sah dan resmi tidak terdaftar lagi sebagai salah satu mahasiswa di kampus itu, padahal secara akademis adalah salah satu Primadona kampus yang selalu saja mengharumkan nama tempat itu di manapun ketika dirinya dipercaya menjadi peserta lomba.


setelah mengurus semuanya Riau pun langsung menuju ke kantor imigrasi untuk mengurus paspor izin tinggal di negara tujuan mereka, tentu saja semuanya itu ia dapatkan dengan begitu susah karena dirinya yang mempunyai kenalan di dalam kantor itu.


di rumah Asya yang sedang membereskan semua barang-barangnya langsung menitikkan air mata ketika melihat pigura dirinya dan an Gerry yang sedang berfoto di pinggir pantai.


Siapa yang tidak bakalan sedih ketika semua yang terasa indah hancur dalam semalam Siapa yang tidak bakalan kecewa ketika hidup yang dirasa bakal baik-baik saja ternyata tidak sesuai dengan harapan, Pantaskah dirinya disebut seorang gadis Jika sesuatu yang sedang ya jaga sudah diambil Pantaskah dirinya disebut bahagia ketika harga dirinya secara tak langsung diinjak bahkan terasa begitu sakit namun tak berdarah terasa begitu mengiris namun tak terluka'


" kamu kenapa jahat kepada aku, apa selama ini ketulusan kamu itu hanya kebohongan? kamu tega menusukku dari belakang, kalau memang tidak menyukai kehadiranku ya tinggal pergi saja tidak perlu harus merusak masa depanku kan? " Tangis Asya Dalam diam.


sambil berusaha untuk tetap tegar Asya kembali menyusun barang-barangnya karena takut nanti Dewi masuk ke dalam kamarnya dan melihat keadaannya seperti begitu, pasti wanita paruh baya itu bakalan kepikiran karena hal yang menimpanya ini merupakan sesuatu yang tidak pernah dirinya harapkan selama hidupnya.


Manchester City


sebuah kota yang dipilih oleh diri untuk melanjutkan hidup melarikan diri dari rasa bersalah, dan juga berusaha mencerna apa yang bakal ia lakukan dalam menjalani hidup agar rasa bersalah yang menghantui nya bisa sedikit demi sedikit menghilang.

__ADS_1


Gerry menatap nanar ke arah ponselnya yang memajang foto Asya sebagai wallpaper ponselnya, sebuah wajah yang sedang tersenyum manis ke arah kamera senyuman yang bisa membuat setiap orang yang melihatnya merasa tenang karena Tatapan yang begitu Teduh.


" Bagaimana keadaan kamu di sana, kamu sekarang Pasti sedang menangis kan merutuki kebodohan yang telah kulakukan? maafkan aku karena sudah membuat kamu menangis dan malah pergi bukannya menghentikan tangisan mu itu, kalau memang kita berjodoh Aku janji tidak bakalan melepaskan kamu sampai kapanpun!" batin Gerry Sambil mencoba untuk tersenyum berharap bahwa keputusannya datang kekota ini tidak salah.


ketika dirinya sibuk bernostalgia dengan foto Asya sebagai wallpapernya, tiba-tiba ada panggilan masuk dari Mona dan parahnya itu berupa video call.


" Astaga ini Mona Kenapa menelepon ku seperti begini, jangan bilang dia ingin mencari tahu keadaan ku dan keberadaan ku sekarang?" tanya Gerry dalam hati.


" Iya kenapa?" tanya Gerry singkat padat dan jelas.


" kamu kok malah bertanya seperti itu, aku telepon kamu itu pernah khawatir dari tadi tidak melihat kamu sama sekali lo di kampus? emangnya sekarang kamu ada di mana kok bisa menghilang tanpa memberitahukan sedikitpun kepadaku, jangan bilang kalau kamu menyesal karena sudah mengikuti semua saran dariku?" tanya Mona dengan tatapan menyelidik membuat Gery hanya bisa menghela nafasnya kasar.


" kamu jangan pernah menghubungiku lagi, dan ingat satu hal kalau kita sudah tidak mempunyai hubungan apapun lagi Mulai detik ini! karena aku menyesal selama ini terlalu termakan dengan hasutan Bodohnya kamu itu, dan alhasil orang yang seharusnya aku lindungi malah kuhancurkan hanya karena mendengarkan setiap perkataan kamu!" setelah mengatakan hal itu tanpa banyak bicara Gerry segera mematikan ponselnya karena sudah cukup dirinya merasa di komando terus hidupnya oleh Mona.


Mona menatap tak percaya ke arah ponselnya yang dimatikan secara sepihak oleh Gerry , padahal dirinya sedang membutuhkan uang dari pria itu untuk party nanti malam.


" lho panggilannya kok dimatikan begitu saja, Padahal aku lagi membutuhkan bantuan nya sekarang ini! tega sekali ini orang Membuatku menjadi gembel dadakan, Awas aja kalau Ku Cari sampai ketemu bakal membuat dia bertekuk lutut kembali kepada aku!" gerutu Mona gusar akibat dari perkataan Gery yang menginginkan hubungan mereka berakhir.

__ADS_1


pelajaran kampus pun tak dihiraukan lagi karena ingin menuju ke kediamannya Gerry untuk mencari tahu keberadaan pria itu, ini semua pasti disebabkan oleh Asya yang hari itu juga kebetulan tidak masuk ke kampus.


__ADS_2