Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 38


__ADS_3

kini semuanya sudah berada di meja makan untuk menikmati serapan yang di masak para wanita di rumah itu, hanya tersisa 1 orang saja yang belum muncul ya itu Kenzo yang dari tadi ketika keluar dari kamarnya Asya pria itu belum nomor sama sekali.


" mama, Kenzo nya Udah dipanggil belum biar kita sarapan sama sama?" tanya George memastikan'


" belum Pah, Mungkin sedikit lagi dia bakalan keluar soalnya Nanti telat ke kantor, Soalnya kamu tahu kan anak Kamu itu seperti apa kalau mau pergi ke kantor tidak pernah mau terlambat! " jelas Rianti.


sedangkan Asya memilih untuk tidak peduli dengan perkataan om dan tante nya itu, karena menurutnya dirinya tidak ada hubungan apa-apa dengan Putra mereka Jadi untuk apa menimpali perkataan mereka yang sedang mempertanyakan keberadaan anak mereka satu-satunya itu.


" kamu hari ini mau pergi lihat kampus kamu yang baru atau belum, Tante ada lho rekomendasi kampus yang paling elit di sini tapi tidak begitu jauh dari rumah? "tanya Rianti memastikan jadwal dari keponakannya itu siapa tahu dirinya bisa menemani agar Asya tidak bosan sendirian.


" sepertinya nanti saja deh soalnya aku masih pengen jalan-jalan di sini karena Percuma saja datang jauh-jauh kalau belum mengenal tempat ini langsung main daftar kuliah saja, aku ingin menikmati semua pemandangan setelah pesan dulu baru aku bakalan daftar kuliah! "sahut Asya dan tidak dibantah sama sekali oleh Dewi dan Rio karena menurut mereka memang pantas hasil ingin refreshing kan pikirannya agar tidak terlalu pusing.


" Oh gitu ya Kenapa tidak kamu pergi ke kantor nya Kenzo saja siapa tahu kamu di sana tidak merasa bosan seperti di rumah, dan juga bisa melihat cara kerja para karyawan agar besok lusa kamu lebih maju daripada tante sama mama kamu yang bisanya cuma drakor doang!" tawar Yanti Sambil tertawa karena mengingat kebiasaan dirinya dan Dewi yang kalau sudah tidak punya pekerjaan mau tidak mau melihat yang oplas.


" Ih kamu mah tidak setia kawan masa iya membuka Aib di depan semua orang, sudah tahu bahwa menonton mereka itu kita pasti bakal diejek habis-habisan tapi kamu malah membahas di hadapan mereka semua! "Sungut Dewi tak terima tapi Riyanti memilih tak peduli karena memang sesuai kenyataan.


ketika mereka sedang makan tiba-tiba ponsel Asya berdering, nada deringnya itu begitu terdengar merdu membuat siapa saja tidak ingin terlalu begitu saja.


Can I call you baby? Can you be my friend? can you be my lover apa? Let me show you love, oh, I don't pretend stick By My Side even when the world is givin'in,yeah


Asya karena takut mengganggu semuanya memilih untuk mengangkat ponselnya itu tapi segera dicegah oleh Rianti, Karena Wanita itu begitu menikmati nada dering yang terdapat di ponsel hanya Asya itu.


maka dari itu Asya membiarkan saja karena dirinya juga tidak ingin dibilang tidak tahu sopan santun karena mengangkat ponsel di jam makan, jika hanya ada Rio dan Dewi sih tidak masalah karena mereka tidak pernah menetapkan aturan apapun tapi di sini berbeda ada chorus dan juga Riyanti yang bagaimana gaya hidup mereka Asya tak tahu menahu.


oh, oh oh, don't,don't you worry I'll Be there Whenever you want me

__ADS_1


I need somebody Who can love me at my worst


Know i'm not perfect, but i hope you see me worst


'Cause it's only you, Nobody new, I put you first


and for you girl, I Swear I'd to the worst


ketika panggilan itu sudah terhenti ASI akan melihat kepada ID pemanggil ingin memastikan sebenarnya siapa yang menelponnya, dirinya begitu terkejut ketika melihat yang telepon adalah Vina sahabat yang dirinya pergi tanpa berpamitan dulu padanya.


Dewi menangkap perubahan dari mimik wajah putrinya itu, dirinya merasa cemas jangan sampai menelpon Asya adalah Gerry dan dirinya tidak ingin Gadis itu kembali berpikiran yang tidak tidak.


" Siapa yang menelpon kamu tadi Nak, Kalau kamu tidak ingin mengangkatnya tidak masalah diabaikan saja bila perlu blokir sekalian Biar dia sadar diri dan tidak kembali menghubungi kamu? "tanya Dewi penasaran.


Asya hanya bisa menghela nafasnya kasar karena dirinya juga bingung sih apa merespon Vina atau tidak karena biasanya Gerry bakalan menanyakan keberadaannya pada wanita itu, tapi sebisa mungkin aja tapi sepemikiran itu karena dirinya yakin jika Gerry pasti sedang mengurus pernikahannya dengan Mona yang memberikan syarat sebelum menikah yang sangat konyol.


" mbak siapa itu Vina soalnya selama ini aku nggak pernah denger Asya bercerita tentang orang dengan nama itu, pasti hanya yang diceritakan itu pria Kurang ajar dan selalu saja mengatasnamakan persaudaraan itu?" tanya Riyanti penasaran.


" Oh Vina itu merupakan teman satu kampus nya Asya dulu Mungkin dia pasti bertanya kenapa Asya nggak masuk hari ini dan kemarin, tidak masalah orangnya baik kok selama ini buktinya dia tidak pernah mengajak Asya berdebat ataupun memamerkan keadaan!" jelas Dewi yang dari dulu sampai sekarang selalu tidak pernah berpikiran buruk kepada orang dan alhasil anak gadisnya satu-satunya menjadi taruhannya.


Rianti mendengus kesal mendengar kata-kata polos dari kakak iparnya itu padahal dirinya dan susah mempercayai orang lain, tapi entah kenapa sekarang Dewi malah berubah menjadi pribadi yang begitu lembek dan tidak menyaring dulu siapa yang pantas dan tidak berhubungan dengan Putri semata wayang mereka itu.


" Mbak Dewi kalau setiap hari berpikiran seperti itu maka otomatis penjahat di luar pun Mbak Dewi pasti nganggap dia sebagai orang nggak baik, Soalnya orang yang jahat dikatain sebagai orang baik terus orang yang lebih jahat lagi dikatain apa dong? " tanya Riyanti menatap gemas ke arah kakak iparnya itu.


" Loh kenapa kamu malah marah-marah Memangnya tadi saya salah ngomong atau apa sih, Lagian apa yang saya katakan benar kan kalau Vina itu merupakan temannya Asya di kampus dan selama ini selalu menemani Asia dalam melakukan apapun?" tanya Dewi yang tidak dengan maksud tujuan dari perkataan Riyanti barusan.

__ADS_1


"aku itu bukannya ingin mencurigai siapapun, hanya saja mulai dari sekarang bukankah kita harus lebih waspada lagi tentang pergaulan Asya kedepannya dengan siapapun itu?" tanya Rianti menjelaskan.


" sepertinya aku setuju Mbak dengan apa yang dikatakan oleh Rianti tadi, lain kali harus lebih memperhatikan Siapa yang pantas dan tidak untuk dekat dengan Asya jangan seperti yang dulu lagi!" George menimpali perkataan istrinya itu.


Dewi hanya bisa menganggukan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh pasangan suami-istri itu karena apa mereka katakan itu sebenarnya juga tidak salah sih jika waspada itu adalah hal yang harus menjadi utama untuk sekarang ini.


sedangkan Asia memilih untuk menelepon Vina kembali karena dirinya yakin sahabatnya itu sudah menunggu kabar darinya, karena Biar bagaimanapun pergi tanpa pamit itu adalah sesuatu yang sangat tidak sopan sama sekali mengingat kedekatan mereka berdua selama ini.


" Halo Asya kamu itu ke mana saja sih ayang Bebeb kok bisa bisanya kamu menghilang tanpa memberi kabar lebih dahulu padaku, Apa kamu sudah tidak menganggapku sebagai seorang sahabat lagi? "tanya Vina beruntun ketika Asya sudah kembali menghubunginya sesaat tadi.


" Ya ampun kamu bisa tidak jangan langsung cerewet seperti begitu setidaknya kasih salam dulu lah, jadi orang aku tidak punya sopan santun sama sekali belum kasih salam langsung main terobos?" tanya Asya memastikan.


" Ya habisnya serangan panik mana bisa Sempat berpikir ke arah yang seperti begitu, lagian kamu ngapain juga sih pakai acara kabur segala tanpa kasih kabar sedikitpun?" tanya Vina memastikan.


" Maaf aku juga jalannya buru-buru jadi tidak sempat mengabari kamu, tapi sekarang kan aku sudah menelpon kamu jadi Sudah impas dong tidak ada yang perlu kamu tanyakan lagi?" jelas Asya membuat Vina mendengus kesal.


" mana bisa begitu di mana-mana itu kalau mau pamitan harus berbicara secara langsung tidak perlu menggunakan telepon, Memangnya selama ini aku tuh hidup di gunung jadi tidak bisa dicangkok sama sekali oleh Kamu akhirnya memilih pakai menelpon saja?" tanya Vina yang masih tetap pada pendiriannya tidak ingin Asya berbohong sedikitpun.


" Aku kan sudah bilang sama kamu kalau aku tidak sempat untuk memberi kabar ke kamu jadi tolong dipahami saja dong, Jadi orang kok tidak pengertian sekali sih dengan keadaan cs-nya sendiri?" bujuk Asya agar Vina tidak memarahi secara langsung sebab kupingnya rasanya ingin lepas ketika mendengar nada cempreng dari wanita itu'


" Ya sudah aku maafin tapi kamu kasih tahu aku sekarang kamu ada di mana biar nanti kalau ada kesempatan aku bakalan menyusul, ingat ya jangan ada yang kamu tutup-tutupi lagi atau aku bakalan marah besar ke kamu!" pinta Vina dengan nada yang begitu tegas tidak ingin Asya membohonginya lagi.


" Aku ada di suatu tempat yang masih banyak tersedia oksigen dan juga makanan jadi jangan khawatir aku bakalan mati sekarang, tapi untuk letak pastinya di mana Sorry aku belum bisa menjelaskan karena aku kan orang baru mana paham!" bohong Asya yang tidak ingin Vina tahu di mana dia sekarang karena pasti bakalan terjadi kehebohan.


" kalian itu kenapa sih menghilang secara kompak, kemarin malam Gerry menghilang dadakan terus kamu entah nanti besok lusa siapa lagi." perkataan Vina itu membuat Asya kebingungan harus berbicara apa.

__ADS_1


Gerry menghilang??


" sepertinya aku Matikan ponsel dulu ya soalnya aku dipanggil tuh sama mama, nanti lain kali bakal hubungi kamu lagi ya kalau ada kesempatan!" pamit Asya kalau sekarang matikan panggilan itu sebelum Vina bertanya aneh-aneh lagi.


__ADS_2