
Semuanya bingung harus bagaimana merespon sikap yang di tunjukan oleh Kenzo itu,karena tanpa paksaan ataupun juga karena kesengajaan mereka semua.
"Kamu yakin?" Tanya Dewi memastikan.
Kenzo menatap penuh keseriusan ke arah Semua yang tengah menatap kearah nya,terlebih kearah Asya yang dari tadi tidak ingin menatap kearah siapapun.
"Aku yakin dari dulu sekarang dan nanti,jika di tanya kenapa maka aku bakal menjawab tidak tahu karena itu semua karena rasa dari Tuhan dan di serahkan untuk ku!" Ujar Kenzo penuh keyakinan..
'Mah aku mau sendiri boleh?" Tanya Asya dengan wajah nya penuh harap membuat Dewi dan Rio saling tatap.
Hati orang tua mana yang tidak bakal takut atau gelisah ketika anak nya yang sedang susah hati pergi sendiri,apalagi dengan keadaan yang begitu sangat tidak di harapkan.
"Kamu mau kemana,kenapa tidak pulang kerumah saja dan menyendiri dalam kamar? Karena nanti kalau kamu keluar yang ada kami bakal pusing memikirkan semua nya,tolong Nak pikirkan dengan kecemasan kami?" Pinta Dewi memelas.
"Aku ingin sendiri. Memikirkan hal yang tidak terduga yang sedang aku alami,jujur ini sangat berat aku sampai ingin teriak dan minta tolong!" Ujar Asya dengan kedua air mata yang tak henti mengalir.
"Aku temani kamu sampai kapan pun dan di manapun,apalagi ini sudah mau dini hari!" Tegas Kenzo dan jangan bertanya kenapa dini hari masih bisa bebas keluar masuk rumah sakit itu semua karena kehidupan sultan yang kadang sulit untuk di cerna.
"Itu lebih baik!" Tegas Rianti yang sengaja mengatakan hal itu karena ingin agar sang putra berguna di saat yang tepat.
"Tapi Ti." Rio hanya bisa menghela nafas nya kasar karena melihat tatapan memelas dari Adik nya itu.
"Aku bakal jagain Dia sampai nafas terakhir ku!" Tegas Kenzo membuat Asya mau tidak mau menatap kearah Kenzo.
"Boleh tapi tolong jangan menggangu ku!" Setelah mengatakan hal itu Asya langsung berjalan secara perlahan mendahului Kenzo yang mengekor diri nya dari belakang.
"Semoga Asya tidak nekat dan juga Kenzo bisa menjaga dirinya." Lirih Dewi yang sangat tidak tenang dengan sikap Asya yang memilih lebih banyak diam.
"Mbak harus kuat agar Asya punya semangat untuk melalui semuanya,tolong jangan bebani pikiran nya dengan apapun. Oleh karena sikap wanita hamil yang sangat sensitif dan cepat tersinggung,apalagi ini semua pasti tidak ingin di lalui oleh dirinya." kata kata itu saja yang di keluarkan oleh Rianti agar Dewi tidak salah lagi dalam mengambil sikap yang menurut Rianti itu terlalu berlebihan untuk di cerna.
Perhatian dan juga cemas dengan apa yang bakal terjadi pada Anak yang kita lahirkan itu boleh,hanya saja jika semakin besar tolong hargailah dengan pemikiran mereka yang mencoba untuk mengambil suatu keputusan agar lebih dewasa dan bisa di andalkan.
"Mas,kalau Asya mau menggugurkan Bayi yang tidak berdosa itu bagaimana?" Tanya Dewi cemas sampai sampai tidak bisa lagi berpikiran jernih.
"Semoga saja dia tidak pernah berpikiran sampai di situ,karena itu sama saja dengan berbuat dosa yang secara sengaja dan tidak dapat di maafkan!" Sahut Rio lalu mengajak semuanya pergi dari situ karena Kenzo dan Asya yang sudah menghilang di balik mobil dan semakin menjauh.
Apa yang kita kehendaki terkadang lama sekali kita dapatkan,namun apa yang sangat kita hindari malah semakin mendekat dan tidak mau pergi sesuai harapan.
Itu pertanda Tuhan sedang menguji kira kira sampai di mana kesabaran umatnya,yang terkadang lebih memilih jalan pintas untuk menyelesaikan masalah daripada menghadapinya.
Sementara kedua orang tua nya sedang harap harap cemas dengan keadaan nya,berbeda dengan Asya yang malah terlihat hanya memejamkan mata sambil memegang perutnya.
Anak yang sangat tidak di inginkan sedang berada di dalam rahim nya,padahal ini adalah hasil sebuah kecelakaan dan yang sangat di benci oleh Asya seumur hidup nya.
"Apa yang harus aku lakukan ya Tuhan,aku sungguh tidak ingin melahirkan bayi ini tapi aku juga tidak tega harus membunuh nya sebelum melihat matahari!" Lirih Asya bahkan air matanya sampai menetes pun dirinya tidak menyadari hal itu.
Kenzo merasa gusar dan memilih membawa Asya ke Apartemen nya,Terserah nanti respon Asya seperti apa yang penting dirinya harus membuat wanita itu nyaman dan tidak kenapa napa.
__ADS_1
"Kamu baik baik saja kan?" Ingin sekali berjuta pertanyaan yang di lontarkan pria itu namun hanya tercekat di leher nya hingga hanya 5 kata itu saja yang akhirnya keluar.
"Menurut kamu,Apa sekarang aku baik baik saja?" Tanya Asya pelan sambil terus memejamkan matanya tidak ingin merespon apapun.
"Tidurlah,nanti kalau sudah sampai baru aku panggilkan!" Bujuk Kenzo sambil mengusap pelan kepala wanita cantik yang masih saja pucat itu.
"Bisa tidak jangan melakukan hal itu karena aku bukan anak kecil lagi,atau kamu mau aku bakal menghajar kamu dahulu?" Tanya Asya ketus membuat Kenzo tersenyum karena dirinya yang sudah membuat wanita itu tersenyum.
"Kenapa malah senyum senyum tidak jelas begitu?" Tanya Asya bertambah kesal karena sikap tidak jelas milik Kenzo itu.
"Aku bahagia!" Sahut Kenzo santai tanpa beban.
"Aku tidak peduli dengan dirimu mau bahagia atau menangis bila perlu sleding pun Terserah!" Sungut Asya kesal tapi dengan nada yang begitu sinis.
"Bahagia ku karena kita bakal menjadi orang tua,tangis ku karena kehadiran kami yang tidak bisa membuat kamu bahagia!" Sahut Kenzo lirih membuat Asya langsung bungkam karena tidak tahu harus berbuat apa lagi.
"Kenapa diam,apa yang aku katakan tidak itu benar atau salah?" Tanya Kenzo lagi.
"Bisa diam tidak atau aku bakal bikin kamu yang bakal diam selama nya!" Sinis Asya kesal.
"Wah kamu bakal bikin aku diam pakai apa ya,apa bakal di Sun begitu?" Tanya Kenzo menggoda Asya yang dari tadi selalu jutek padanya.
Asya memilih diam dan tidak ingin bicara panjang lebar lagi karena yang ada nanti dirinya yang bakal emosi sendiri,lebih baik bungkam agar dunia lebih aman damai dan sentosa.
Tak lama kemudian keduanya sampai di Apartemen milik Kenzo yang jarak nya lumayan jauh hanya saja berada di jantung kota Den Haag.
"Tidur lah Sayang,agar saat kamu bangun nanti sudah melupakan beban pikiran yang sedang kamu alami.Aku ada untuk kamu selamanya dan ingat jangan pernah merasa sendiri,karena mulai sekarang yang ada hanya lah kita bertiga mulai sekarang!" Lirih Kenzo sambil memeluk erat tubuh Asya yang berada di gendongan nya bahkan sambil terus mengecup pelan puncak kepala gadis itu.
Asya yang sudah terbangun dari tadi hanya bisa menitikan air mata nya dari tadi hanya bisa diam saja tanpa komentar banyak,ia tak tahu harus berkata apa lagi kepada pria yang selalu saja tidak pernah mengeluh kepada dirinya.
Kenzo begitu kesulitan ketika hendak memasukan Password pintu Apartemen nya,hendak membangun kan Asya tapi dirinya tidak tega..
Kebetulan ada petugas kebersihan yang sedang lewat membuat Kenzo segera meminta tolong untuk membuka kan pintu,dirinya percaya pada pria paruh baya itu yang selalu saja membersihkan Apartemen nya itu.
"Pak,bisa tolong buka kan pintu nya?" Tanya Kenzo pelan takut membangun kan Asya yang padahal hanya pura pura saja.
"Wah wanita beruntung mana ya,yang akhirnya di bawa oleh Tuan Kenzo kesini karena selama ini selaku saja datang sendiri dan ini adalah pertama kali?" Tanya Pria itu menggoda Kenzo.
"Dia adalah wanita beruntung yang akan menemani saya disini sampai selama nya,doakan saja agar dia selalu sehat dan tidak pernah menangis karena saya!" Pinta Kenzo sambil tersenyum begitu tulus.
"Oh Tentu karena orang baik pasti bakal mendapat jodoh yang baik pula,karena dengan begitu hidup bakal terasa lebih nikmat tidak ada yang kekurangan sedikitpun!" Ujar Pria itu lalu segera mengundurkan diri.
Asya merasa diri semakin minder dengan apa yang ia dengar sekarang,karena rasa rasanya dirinya hanya lah butiran pasir yang tidak berharga di paksa bersanding dengan Kemegahan dunia.
"Aku Tahu kamu sudah bangun hanya saja aku juga tak tega membuat kamu berjalan,jadi karena kita sudah sampai bisakah kamu turun sekarang soalnya aku ingin buang air. Atau kalau kamu ingin menjadi orang baik aku juga tidak keberatan kalau kamu membantu ku untuk melepas sesuatu yang mengganjal sekarang,biar kita bisa impas dan juga aku merasa bahagia?" Kenzo menggoda Asya membuat wanita itu yang dari tadi memaksakan diri untuk tidur langsung mengurungkan niat nya itu karena percuma saja Akting jika akhirnya ketahuan juga.
"Eh siapa bilang aku sudah bangun dari tadi,kamu saja yang ingin modus dasar pria mesum!" Sungut Asya kesal.
__ADS_1
Kenzo mengecup bibir Asya tanpa permisi karena wanita itu yang memanyunkan bibir ny tadi,dan itu sangat menggoda iman nya,maka tidak salah dong kalau dirinya tergoda sedikit.
Cup
"Jangan Berbuat seperti ini lagi jika tak ingin ku cium!" Ujar Kenzo memilih masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Asya yang berdiri mematung karena terkejut.
"Sayang,jangan bengong seperti itu karena nanti kesambet setan Bule itu bisa berabe urusan nya. Kamu kan tahu kalau para wanita Bule itu suka Naked jadi aku belum siap jika kamu melakukan hal itu,soalnya tidak ada pengaman kasihan kan kalau Baby Dee kenapa napa di dalam sana!" Goda Kenzo membuat Asya sadar jika dirinya dari tadi sedang menjadi korban dari kekurang ajaran pria itu.
"****,aku dari tadi kenapa mendadak jadi bego ya kalau ketemu dia?" Sungut Asya.
"Terus ini kan di Apartemen nya,wah pria ini tambah kurang ajar ya padaku?" Sungut Asya lagi ketika sadar dengan tempat yang ada sekarang.
Dirinya memilih untuk duduk di sofa yang berada disitu sambil memasang wajah cemberut nya,karena lagi dan lagi dirinya mendadak seperti menjadi orang lain dan ia tak menyukai hal itu.
Kenzo yang sudah selesai melakukan tugas alami nya langsung kembali menyusul Asya,sebab hati nya sebenarnya was was takut nya wanita itu nekat dan melakukan hal yang tidak diinginkan.
"Oh Tuhan terima kasih karena kamu baik baik saja!" Ujar Kenzo yang setengah berlari sambil mengusap pelan dada nya karena merasa lega.
"Siapa bilang aku baik baik saja,dasar pria penuh percaya diri tapi tidak ada yang benar!" Ketus Asya membuat Kenzo mengerutkan keningnya karena bingung dengan perkataan Asya itu.
"Apa yang membuat kamu tidak baik baik saja,bisa katakan padaku agar aku segera mengurus nya?" Tanya Kenzo cemas.
"Aku kalau dekat kamu it8 tidak pernah baik baik saja!" Sungut Asya sambil menatap tajam kearah pria itu.
"Oh begitu ya,kalau begitu syukurlah!" Sahut Kenzo santai seolah apa yang dikatakan oleh Asya itu adalah hal yang biasa saja dan tidak perlu di pikirkan sama sekali.
🤨🤨🤨🤨
Asya hanya bisa menatap heran ke arah Kenzo yang sepertinya urat malu nya sudah putus,karena bagaimanapun dirinya memarahi pria itu tetap saja tidak keras malu sedikitpun.
"Kamu itu masih punya urat malu tidak sih?" Tanya Asya kesal dengan sikap Kenzo yang terlihat tidak terlalu peduli dengan nya.
"Masih ada kok urat malu yang aku punya,kalau kamu mau aku bisa tunjukan. hanya saja kalau dia berdiri kamu juga yang bertanggung jawab untuk meredakan nya!" Ya Tuhan Asya tidak ingin lagi merespon apa yang di katakan Kenzo karena tidak ada satu pun yang bakal masuk dalam pikiran pria itu.
"Kamu lapar?" Tanya Kenzo pelan.
"Aku mulai dari sekarang tidak ingin makan,biar doa cepat pergi dan tidak menyusahkan diriku lagi!" Ketus Asya sambil menunjukan kearah perutnya itu.
Kenzo menatap lirih keraah Asya tidak ada niat untuk memarahi dirinya,karena menurut pria itu wajar saja Asya melalukan hal itu karena biar bagaimanapun ini semua begitu cepat untuk di cerna.
Namun pria itu yakin jika pendekatan yang benar pasti pikiran gadis itu bakal lebih terbuka dan mengakui hal yang ada,karena kekerasan bukan lah jalan yang benar untuk menyelesaikan masalah.
"Aku boleh minta sesuatu ke kamu?" Tanya Kenzo pelan sambil berlutut di hadapan Asya yang tidak mau menatap kearah nya sama sekali.
"Aku Tahu kamu pasti mendengar apa yang aku katakan,jadi dengar dan pahami setelah itu kamu boleh berkomentar apapun!" Pinta Kenzo.
"Aku Tahu ini berat ketika apa yang tidak pernah kamu duga dan ingin kan terjadi begitu saja tanpa bisa di tolak,hanya saja bukan kah Tuhan itu tidak pernah memberikan cobaan yang melebihi batas kemampuan Umat nya jika ia tak mampu. Coba kamu lihat kedua orang tua kamu,bagaimana perasaan mereka jika kamu menggugurkan Bayi yang selama ini bahkan mereka tidak pernah merasakan nya secara langsung?" Sudah dulu ya nanti sebentar baru lanjut🙏🙏.
__ADS_1