Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 31


__ADS_3

Sorry Sebentar kalau ceritanya ngalor ngidul kemana-mana Sinyalnya lagi tidak mendukung, maaf juga jika Berapa hari ini Sedikit molor kegiatannya soalnya lagi kurang fit buat memaksakan otak untuk berpikir.


Kenzo yang memastikan semua orang sudah tertidur memilih untuk duduk manis di depan kamarnya Asya, agar saat ada kesempatan yang pas dirinya bisa menggunakannya.


Memang sih perbuatan yang memaksa masuk ke dalam kamar anak gadisnya orang tanpa izin itu sangat tidak sopan, akan tetapi ketika akal sehat mengalahkan segala-galanya maka bisa dipastikan orang tersebut tidak akan dapat berpikir dengan jernih lagi.


karena yang ada dalam pikiran Kenzo sekarang yaitu harus bisa memastikan keadaan Asya dan syukur-syukur diberi bonus tambahan, karena jika dirinya memaksa bertahan di dalam kamarnya bisa dipastikan tidurnya tidak bakalan tenang.


" semoga saja Nanti kalau aku masuk kedalam dia sudah tidur dan juga tidak menimbulkan kehebohan seperti yang sudah-sudah, karena jika tidak entah nanti apa yang bakalan dikatakan oleh paman dan bibi?" batin Kenzo.


sedangkan Aisyah yang sudah merasa mengantuk memilih untuk langsung tidur, sebab tubuhnya lagi sedang tidak mendukung untuk dirinya harus begadang lagi malam ini .


sedangkan di Manchester City, Gery sedang kebingungan sebab Asya tidak ada kabarnya sama sekali. padahal dirinya merasakan bakal ada hal buruk yang bakalan terjadi, entah apa itu dirinya juga sedang memastikannya.


" aku tahu memang salahku membuat dia menjauh dariku, hanya saja Salahkah bila aku mencemaskannya yang berada di sana? kesalahan ku tak bisa ditoleransi tetapi aku hanya manusia biasa yang butuh diampuni, biarpun sejauh mana Aku berlari aku bakalan kembali kepadamu!" Lirih Gerry merasa stres karena Berapa hari ini tidak bertemu dengan Asya membuat dirinya seperti orang yang kebingungan menentukan arah hidup.


selama beberapa hari di situ Gerry sama sekali tidak bergerak bahkan untuk mendaftarkan kuliah di Universitas nya yang baru dirinya tidak ada niat untuk melakukannya, membuat kedua orang tuanya menjadi kebingungan sedangkan Sikap yang ditunjukkan oleh anak mereka itu.


" Kamu itu kenapa sih katanya datang kesini karena mau pindah kuliah, kok sekarang malah bengong duduk saja seperti orang yang tidak punya semangat hidup? kalau memang tidak sanggup berjalan dari Asya Ya sudah tidak usah pakai acara pindah segala, akhir-akhirnya kan kami sebagai orangtua bakalan pusing sendiri dengan sikap kamu yang seperti anak kecil begini? "tanya Norah yang tak paham dengan arah pemikiran anak semata wayangnya itu.


" Iya betul sekali apa yang dikatakan oleh Mama kamu, Kenapa kamu jadi orang sikapnya selalu berubah-ubah dalam hitungan jam? Memangnya kamu pikir hidup kesini itu tidak perlu segala-galanya jadi kamu seenak jidatnya saja mengikuti kemauan, kalau memang dari awal sudah berencana pindah ya sudah pindah jangan pakai drama segala!" Rama menimpali perkataan istrinya itu.


Gerry mendengus kesal melihat Sikap kedua orang tuanya yang terlihat begitu kompak dalam menasehatinya, padahal dirinya sekarang sedang ingin menikmati suasana yang aman tenang dan damai.


" kalian kalau datang jauh-jauh hanya untuk memarahiku lebih baik kembali saja, karena bukannya membuat pikiranku lebih rileks yang ada bertambah kacau? jadi orang tua kok tidak peka sekali dengan kemauan anak, kalau model begini terus lama-lama aku bakalan minggat tanpa kabar lagi!" kesal Gerry lalu memilih pergi dari situ tetapi langsung ditahan tangannya oleh Norah.

__ADS_1


" mama sama papa lagi ngomong lho sama kamu, setidaknya kamu hargai Kami sampai selesai ngomong baru boleh kamu pergi! Mama itu hanya ingin mau tanya sama kamu jangan bilang kamu kesini karena punya masalah sama Asya, Soalnya dari kemarin siang Mama juga tidak melihat Asya sama sekali di rumahnya?" tanya Norah memastikan dengan tatapan menyelidik ke arah putranya itu yang berusaha menghindari tatapan mamanya.


" maksud Mama ngomong seperti begitu apa ya, ya mungkin saja Asya nya lagi pergi ke kampus jadinya tidak kelihatan seperti biasanya kan?" tanya Gerry padahal sebenarnya hatinya sedang dagdigdug takut jangan sampai Asya melakukan hal yang tidak-tidak.


" kamu bisa tidak jadi orang jangan terlalu mengelak karena kamu itu sebagai anaknya Mama tidak pantas berbohong karena mama sudah tahu semua dari gestur Tubuh kamu, Lain kali kalau sampai kamu melakukan kesalahan fatal dan tidak bisa ditoleransi sama sekali kamu yang bakalan tanggung jawab sendiri Papa sama Mama bakalan lepas tangan!" tegas Norah tidak menyukai Sikap Gerry yang tidak menghargai mereka sama sekali.


" Terus maunya aku harus ngomong seperti apa biar kalian mengerti, Kalau sebenarnya jika menyangkut soal Asya Aku tidak tahu menahu sama sekali. Lain kali itu jangan mengatakan hal yang belum tentu kebenarannya terbukti, percuma lho Setelah menuduh tidak jelas Eh tau-taunya aku tidak salah sama sekali!" Ketus Gerry kesal.


" jadi menurut kamu mama sama papa itu menuduh kamu tanpa bukti, Hei yang melahirkan kamu itu Ya kita berdua Bro Masa iya perubahan pada anaknya sendiri orang tua tidak tahu?" sungut Norah tak terima dengan perkataan Gerry tadi yang salah mengelak dari masalah yang ada.


" Kamu tahu tidak kemarin sebelum Mama sama Papa datang ke sini ada seorang wanita yang bentuknya tidak jelas mengaku sebagai calon menantu mama sama papa, sudah begitu orangnya angkuhnya minta ampun percaya dirinya di atas tingkat dewa membuat Mama ingin sekali Sleding dia biar tobat sekalian nggak bisa ngomong seumur hidup? ternyata kamu diam-diam sudah punya pacar ya di belakang Mama sama Papa tanpa kami ketahui sama sekali, Terus menurut kamu kamu bakalan setuju juga menantu yang kamu bawa itu bukan Asya?" tanya Norah sinis membuat Gerry langsung bungkam tidak tahu harus menjawab apa lagi karena dirinya yakin wanita yang dimaksud itu adalah Mona.


" maksud Mama ngomong seperti begitu apa ya bisa lebih dijelaskan lagi tidak perlu ambigu seperti tadi, Emangnya aku Sejak kapan berhubungan dengan seorang wanita selain Asya?" tanya Gerry yang berbuat seolah-olah memang dirinya itu selama ini jomblo kekal abadi tak tersentuh.


" Wah Papa ternyata keluarga kita sepertinya ada yang berbakat untuk akting, Soalnya kalau lagi ngebohongin orang alami banget wajahnya tanpa beban begitu?" Sindir Norah sebenarnya ke arah Gerry tapi pura-pura menatap kearah suaminya.


" Jadi gimana Masih mau bohong atau mengakui kesalahan kamu, soalnya kami berdua itu bingung sebagai orang tua kamu tiba-tiba anak gadis orang yang datang mengaku sebagai calon menantu? enak saja mengatakan hal yang tidak pernah kami harapkan sama sekali, calon menantu dari Hongkong?" kesal Norah mengingat sikap Mona yang ditunjukkan kepada mereka kemarin yang jauh dari kata sopan dan santun.


" Yaelah mah mungkin orang iseng saja kali mau datang ke rumah, Aku tidak pernah merasa berhubungan dengan manusia dari planet manapun? Jadi besok-besok kalau ada yang datang mengakui hal yang tidak tidak tinggal di usir saja, masalahnya kan jadi beres tidak runyam lagi kan?" saran Gerry membuat Norah menatap gemas kearah putranya itu yang mengatakan sesuatu dengan begitu entengnya seolah tidak ada beban sama sekali.


" Kamu jadi anak Kok bisa ya ya selalu bikin orang tua kesal, padahal mama sama papa tidak pernah mengajarkan kamu menjadi anak yang lepas dari tanggung jawab?" tanya Norah yang tidak paham dengan arah pemikiran putranya itu yang seolah menjadikan sebuah masalah itu begitu santai tidak perlu diambil pusing.


" ya ngapain juga dipikir pusing kalau sebenarnya suatu masalah itu kalau dibawa santai tidak akan menjadi beban, makanya aku dari tadi biarpun mama sama papa mau marah sebagaimana rupa aku mah santai aja!" jelas Gerry membuat Norah hanya menghembuskan nafasnya kasar dan memilih untuk masuk dalam kamar sudah cukup dirinya berdebat dengan pemuda yang tidak ada rasa mengalah dengan orang tua.


" tau ah suka-suka kamu saja mau ngomong apa Mama sudah malas pusing, Soalnya dari tadi ngomong panjang kali lebar sepertinya mumet masuk dalam otak kamu tidak ada faedah nya sama sekali?" Ketus Norah lalu pergi dari situ sambil menghentakkan kakinya ingin sekali menghajar Putra semata wayangnya itu dengan selop yang sedang dipakainya.

__ADS_1


melihat mamanya yang sudah pergi dengan rasa kesal Geri pun menatap kearah papanya yang juga Tengah menatap ke arahnya, dirinya sebenarnya ingin tertawa melihat Sikap kedua orang tuanya yang kompak setiap kali memarahinya.


" Kenapa Papa diam terus lihatin aku kalau mau marah Bilang aja, Soalnya aku kan anak baik jadi tidak pernah membantah kata orang tua?" tanya Gerry membuat Rama pun merasa kesal dan memilih untuk menyusul sang istri.


" oke fix anak muda kamu hari ini selamat besok lusa jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang tidak pernah kami inginkan, kamu bakalan mama sama papa hajar berjamaah biar kapok sekalian supaya tidak sombong lagi!" ujar Rama tegas jalan menuju ke kamar tempat Norah berada.


" aku memang sudah melakukan kesalahan papa mama, entah nanti bagaimana respon kalian ketika mengetahui hal ini ? maafkan putramu ini yang sudah menjadi orang yang tidak punya Attitude yang baik, kalau memang sebuah hukuman yang berat harus aku dapatkan tak masalah?" Lirih Gerry yang wajahnya sudah berubah sendu tidak seperti tadi yang pura-pura memasang wajah cerianya.


dirinya mencoba untuk menutupi semuanya dari kedua orang tuanya karena biar bagaimanapun ia tak mau mereka cemas bahkan merasa bersalah kepada Asya, cukup dirinya saja yang mengalami hal itu merugi kebodohannya sepanjang hidupnya tetapi orang tuanya jangan.


di lain tempat Vina sedang kesal kepada Asya Kok bisa ya sahabatnya itu tiba-tiba menghilang tanpa kabar sedikitpun, sehingga di kampus sekarang itu Mona yang menjadi Primadona menggantikan Asya. padahal sebenarnya dirinya tak ikhlas sama sekali jika hal itu terjadi, sebab menurutnya wanita seperti Mona itu tidak pantas untuk dihargai pantasnya itu dibuang ke laut.


" Wah kampus sekarang terasa membosankan semenjak Asya sama Kak Gerry menghilang, apa mereka sedikitpun tidak memikirkan diriku yang bakalan merana sendirian kesepian karena tidak ada yang menemani?" ujar Vina pelan meratapi nasib yang tengah dirinya alami sekarang ini tanpa sahabat dekatnya sama sekali.


" sudah begitu sih nenek lampir itu tebar pesona kesana kemari membuat mataku terasa begitu sakit karena pemandangan yang sudah rusak, kenapa sih ada orang yang seperti begitu bisa hidup didunia ini? apa jangan-jangan dulu waktu pembagian sikap seorang manusia dirinya kebagian sikap titisan dewi ular, makanya gaya jalannya saja seolah dibikin lentur padahal sebenarnya keras nya kayak kan Ibu kering?" sambung Vina lagi yang merasa tidak menyukai tempat belajarnya sekarang ini karena semua orang penghuni yang didalamnya satu pun tidak ada yang cocok untuk diajak ngobrol.


Andi yang juga Tengah kebingungan dengan keberadaan Gerry memilih untuk mendekati Vina yang tengah melamun di belakang kampus, raut wajah wanita itu terlihat begitu frustasi entah apa yang dipikirkannya Andi pun tidak tahu.


" Woi bengong aja jadi orang nanti kalau kesambet Setan duduk baru nyaho? "ujar Andi yang membuat Vina begitu terkejut karena kedatangannya begitu tiba-tiba.


" Aselole tambah boleh, Kamu itu kenapa sih datang datang terus kasih Kaget aku? Memangnya kamu pikir aku ini balon jadi sewaktu-waktu tinggal digeprek aja langsung meletus, Lain kali itu kalau bersikap pikir-pikir dulu dong untung juga jantung aku kuat jadi tidak copot dari tempatnya?" kesal Vina sambil mengusap pelan dadanya yang begitu bergemuruh Karena rasa terkejutnya tadi.


" Yaelah manjalita banget sih jadi orang, makanya lain kali itu kalau lagi duduk sendirian di bawah pohon yang besar bisa tidak jangan pakai melamun segala? makanya tadi aku sengaja kasih kaget kamu biar jangan sampai hantu yang lagi bergentayangan hendak masuk ke kamu langsung lari terbirit-birit, soalnya kesian Lho kamu kalau sampai kerasukan mukanya sudah tidak ada bentuknya yang ada nanti tambah parah kan mengerikan dilihatnya?" ini sebenarnya Andi sedang bosan karena tidak ada Gerry atau memang ada niat mengganggu Vina yang sedang kesepian seperti begitu?


" kamu kalau datang ke sini hanya buat meledek aku lebih baik pergi saja deh, aku itu lagi ingin merenung sendirian meratapi nasib yang entah kapan bagusnya tapi karena kedatangan kamu kayaknya nasib aku sudah bisa terbaca dengan jelas yaitu bakalan runyam hari ini! "sungut Vina sambil menatap tajam kearah Andi yang malah tersenyum tanpa berdosa kearahnya.

__ADS_1


" Eh kamu kalau ngomong jangan sembarangan ya begini begini Itu aku manusia pembawa hoki lo, kamu nggak tahu saja di rumah kalau aku belum pulang bapak sama ibu aku bakalan nungguin aku di ujung Gang karena ingin memastikan bahwa rezeki mereka sudah pulang!" tegas Andi begitu percaya diri membuat Vina ingin sekali muntah mendengarkan narsis pria itu.


__ADS_2