Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 132


__ADS_3

Kini keduanya sudah dalam keadaan Na*ed,membuat Kenzo lebih leluasa mengeksplor seluruh bagian tubuh istrinya itu.


Jangan ditanya lagi ekspresi Asya Kini,sungguh sangat tersiksa seperti orang yang hendak di kasih barang berharga tapi sengaja dibuat menunggu lebih dahulu.


"Yang,ayo cepetan masukin aku !" Pinta Asya..


Kenzo tertawa sekilas karena tingkah apalagi wajah sang istri yang begitu tersiksa,padahal biasanya Asya sangat tenang dan kalem tapi kali ini sangat liar sampai sampai tidak menyangka jika Asya bisa seperti itu.


"Sabar Sayang!" Ujar Kenzo.


Pria itu masih saja melakukan foreplay diseluruh tubuh Asya,membuat sang empunya tidak bisa berkata apa apa lagi selain mengeluarkan suara yang begitu khas.


Kini pria itu mulai memposisikan diri tepat ya tepat di bagian yang itu,kalau dijelaskan lagi alamat nanti tidak lolos Review GUYS.


So yang sudah berumah tangga pasti paham dong kira kira kalau diajak berantem enak diranjang itu cara pukulnya gimana,apa dibanting atau maju mundur bila perlu jungkir balik sekalian terserah anda bahkan sampai sepuas anda lah.


Kenzo pastinya sedang menunjukan keperkasaannya yang selama ini menjadi bakat terpendam,dan pastinya Asya adalah korban pertama sekaligus merupakan yang terakhir baginya.


kehidupan rumah tangga seperti itulah yang diinginkan oleh semua pasangan yang menikah,saling membutuhkan dan juga saling memuaskan agar tidak ada yang namanya tergoda oleh hati yang lain.


Rumah tangga yang saling melengkapi kekurangan pasangan masing masing merupakan rumah tangga yang diharapkan oleh semua orang,hanya saja terkadang orang orang tidak pernah berpikiran sampai di situ.


Mereka selalu menuntut lebih pada pasangan mereka namun seolah melupakan apa yang bisa mereka berikan,terkadang lebih banyak meminta daripada memberi apa yang bisa di beri.


Setelah keduanya mencapai puncak terlihat Asya sudah tepar tapi berbeda dengan Kenzo yang malah masih semangat,bahkan sepertinya tanda tanda untuk ronde lanjutan bakal ada membuat Asya Ingin sekali pingsan.


"Mas,ayo tidur!" Ajak Asya.


"Ya kok malah tidur,katanya mau ada adegan selanjutnya masa sekarang langsung tidur? Apalagi jam baru begini kan sayang,mestinya harus sampai beberapa kali dulu baru tidur!" Jelas Kenzo dengan tatapan yang begitu memelas.


"Tapi pinggang aku mau patah nih,yang sakit kemarin saja belum sembuh tapi sekarang malah tambah lagi!" sungut Asya.


"Kan memang nya harus begitu sakit sakit dahulu baru enak enak kemudian,nanti kalau sudah ada hasilnya barulah sedikit jaga jarak !" jelas Kenzo.


Asya hanya bisa menghela nafasnya kasar mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya itu,sebab hanya akan membuat dirinya merasa emosi.


"Mas,semuanya itu harus di waspadai dulu dari sekarang jangan sudah terjadi baru jaga jarak ya sama saja bohong kan?" Tanya Asya Ingin membuat agar Kenzo paham.


Tapi yang namanya Kenzo mana mau mengakui hal itu sebab ia hanya ingin meraih kesenangan nya semata tak peduli dengan apapun itu,karena baginya apa yang ada sekarang harus di gunakan daripada nanti bakal hilang atau di ambil Orang kan rugi akhirnya.


"Yang,aku rugi dengan kalau makanan enak yang ada didepan mata malah di anggurin begitu saja!" jelas Kenzo sambil terkekeh dengan wajah Asya yang seolah tak percaya dengan apa yang ia katakan.


"Ya sudah terserah kamu saja yang penting jangan pernah menggangu ketenangan ku,atau aku tidak akan pernah tinggal diam dan mencubit kamu dari ujung kaki sampai ujung kepala !" Omel Asya dengan tatapan matanya yang begitu tajam.


"Sekali saja Yang,aku janji setelah ini bakal langsung istirahat !" Bujuk Kenzo lagi dengan tatapan memelas sambil menunjuk kearea yang itu sebab sudah siap On Fire.

__ADS_1


"Hahhh....


Asya menarik nafas panjang dan merubah dalam posisi pasrah,sedangkan Kenzo tersenyum penuh kemenangan karena akhirnya si Joni bekerja lagi tidak langsung tidur.


Tak peduli ini sudah jam berapa dan harus melakukan apa,karena bagi pasangan itu apa yang terjadi harus segera di tuntaskan agar tidak menggantung begitu saja di atas permukaan.


Gerry malah tengah galau ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Vina tadi,sebab semua orang sudah berbahagia sedangkan dirinya masih saja terjebak oleh masa lalu yang kapan bisa berlalu.


Kalau bilang kenapa sih jadi orang itu susah Move on padahal orang yang di ingat belum tentu mengingat dirimu,terkadang setiap orang punya ingatan masing masing tentang orang yang perlu di ingat.


Jangan sampai apa yang membuat kamu terpaku pada sebuah kenangan tertentu,padahal kenangan itu merupakan hal yang paling menyakitkan dan membuat kamu menjadi pribadi yang lebih tertutup dan juga tidak peka dengan sekitar,padahal orang sekitarmu adalah orang yang bakal selalu menemani kamu sampai kapan pun..


Gerry tak pernah memikirkan keadaan dan juga perasaan Norah bakal seperti apa jika ia bersikap begitu,sebab yang ia pikirkan adalah perasaan nya yang tengah merana seperti ini.


Dito masih berusaha membujuk istrinya agar tidak terlalu keras dan juga mendiamkan Gerry terlalu lama,karena takutnya Gerry bakal mengambil jalan pintas dan terjadi hal hal yang sangat tak di inginkan.


"Mah,apa tidak sebaiknya kita berbicara kepada Gerry dan tidak hanya saling diam begini ?" Tanya Dito pelan ketika mereka sudah berada di dalam kamar untuk istirahat.


Norah yang hendak terlelap langsung bangun dan menatap tajam kearah Suaminya itu,sebab dirinya sedang tak ingin memikirkan apapun itu apalagi membahas hal yang tidak perlu dibahas.


"Mas,bisa tidak jangan di bahas sekarang soal yang itu? Karena Mama lagi tidak ingin memikirkan apapun,sebab yang ada kita mengharapkan dia menjadi anak yang baik padahal dia tak pernah melakukan hal itu sama sekali diluaran sana !" jelas Norah tapi masih berusaha menjaga intonasi nada bicaranya sebab biar bagaimanapun apa yang di katakan oleh Dito tidak ada yang salah..


"Tapi sampai kapan kalau hanya diam saja begini,mau kita bersikap seperti apapun hal itu sudah terjadi dan kita sudah terlambat kan untuk memperbaiki semuanya?" Tanya Dito yang merasa jengah dengan sikap orang orang didalam rumah itu yang tidak ada namanya mau mengalah.


"Pah kesalahan yang dilakukan memang sudah terjadi tapi kalau di bicarakan dari awal pasti kita bakal bisa memperbaiki dan tidak membuat Asya begitu terluka,tapi kalau sudah seperti ini jangankan memaafkan kesalahan yang di lakukan oleh anak kuta memberi maaf pun pasti dia enggan melakukan hal itu!" jelas Norah dengan nada yang bergetar karena begitu merasakan kekecewaan yang begitu besar kepada Gerry.


" Ya sudah nanti kalau Mama sudah merasa lebih tenang dan sudah berkurang rasa kecewanya,nanti Mama bakal bilang ke dia untuk minta maaf secara langsung kepada keluarga Dirgantara yang entah ada dimana sekarang!" Norah benar benar tidak ingin membuat sang Suami merasa kecewa padanya.


Dito pun tak ingin menambah beban pikiran yang sedang dialami oleh Norah semakin bertambah,oleh karena itu dirinya memilih untuk tidak terlalu mempermasalahkan hal yang sudah lewat.


Gerry hanya bisa menatap sendu kearah foto Asya yang ada di Wallpaper ponselnya,Ingin ia berbicara langsung dengan orang yang sedang di lihatnya itu namun sepertinya percuma saja karena tak akan pernah bisa.


"Kamu lagi apa di sana,jangan bilang kalau kamu sedang tidur dan sambil di peluk oleh pria lain? Karena jika sampai hal itu terjadi,sungguh aku tidak ikhlas sama sekali!" lirih Gerry bahkan sampai tak sadar jika air matanya sudah menetes tanpa ia sadari sama sekali.


"Aku sangat merindukan kamu Sya,tolong kembalilah padaku demi apapun itu! Kamu tahu sendiri kan kalau aku itu selalu saja ingin kamu selalu sehat dan tidak kenapa napa ,hanya saja entah setan apa yang merasuki aku sampai mau melakukan dosa yang sangat tidak aku pikirkan sebelumnya!" Sambung Gerry lagi biarlah di bilang stres yang penting intinya dirinya bisa mengeluarkan apa yang ia pikirkan walau tidak ada yang bakal menjawab atau memberikan respon yang membuat pria itu bakal puas.


Hanya intinya satu saja jika memang beban pikiran mu sedang begitu tak bisa di ungkapkan kepada orang sekitar,maka biarlah bergumam sendirian dalam kamar atau di manapun itu yang penting beban bisa berkurang.


Percayalah beban pikiran itu sampai sekarang tidak ada obatnya selain menimbulkan penyakit lain yang akan bermunculan,dan juga bisa menyebabkan ganguan jiwa yang tidak bisa dianggap remeh.


"Aku tidur dulu ya,nanti jangan lupa memimpikan aku ya disana,percaya lah kalau kita berjodoh apapun dan dengan siapapun kamu kini kita akan tetap bersatu !" Lirih Gerry lalu tertidur sambil memeluk potret Asya yang sedang berlibur di pantai.


Mona ..


Wanita yang merupakan orang yang menyuruh Gerry melakukan hal yang tidak terpuji kepada Asya kini tengah berada di salah satu hotel,dirinya sedang di booking oleh salah satu pria beristri yang sedang ingin merasakan daun muda.

__ADS_1


"Om,nanti bayarnya yang lebih ya soalnya tadi sampai dua kali lho!" Bujuk Mona sambil berusaha merayu Bandot tua itu dengan menggambarkan abstrak di atas perut buncit pria itu.


Pria itu malah tersenyum sinis mendengar apa yang dikatakan oleh Mona itu,karena menurutnya apa yang ia rasakan tidak sebanding dengan apa yang harusnya ia kasih ke Mona.


Sebab ia mencari daun muda yang masih Virgin bukan nya yang sudah menjadi makanan pria lain sebelumya,jadi Mona meminta lebih menurutnya itu merupakan hal yang sangat tidak masuk akal.


"Apa kamu bilang,mau minta bayaran lebih? Wah kamu sepertinya tidak sadar jika pelayanan kamu tadi sangat mengecewakan,jadi sangat tidak masuk akal kalau harus meminta lebih begitu!" Ujar pria itu sinis membuat Mona meradang karena tak terima.


Sebab menurutnya pria itu seolah ingin sekali lari dari perjanjian awal,kalau seperti begini percuma saja jika tadi ia berusaha memuaskan nya jika hasilnya malah mengecewakan diri sendiri.


"Eh kok gitu sih,perasaan aku tadi melakukan seperti apa yang Om bilang,tolong jangan membuat aku jadi emosi dong!"Kesal Mona.


Pria itu terlihat mengambil sesuatu dibawah bantal yang ia gunakan,membuat Mona sangat penasaran sebab ja pikir mungkin orang tersebut berubah pikiran.


"Yes!! Dia pasti mengambil uang yang menjadi milikku,nah kalau begini kan lebih asyik biar bisa dipakai untuk belanja!" Batin Mona yang terlihat begitu bahagia.


"Kamu segera pergi atau aku tembak!" Ancam pria itu yang ternyata mengambil p*st*l miliknya dari balik bantal.


Mona langsung terlonjak kaget dan sangat menatap tak percaya kearah Pria yang berkumis tebal serta memiliki perut buncit bak wanita hamil memasuki trimester ketiga.


"Tapi kan aku....


Pria itu terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh Mona tadi,dan dirinya sangat tahu apa yang membuat wanita itu tak pedulikan nyawanya sedikitpun.


"Kamu mau uang?" Tanya pria itu memotong pembicaraan Mona tadi.


"Iya lah,masa iya aku pulang dengan tangan hampa tanpa mendapatkan apapun!" Sahut Mona tak takut mati karena menurutnya percuma saja hidup jika tak punya uang sama sekali.


"Aku punya uang tapi kamu harus keluar dari sini tanpa memakai apapun,maka aku akan membayar lebih dari yang kamu inginkan!" perintah pria itu sinis karena mau melihat kira kira sampai dimana Harga dirinya untuk dipertahankan.


"Om gimana kalau aku melakukannya didepan Im saja!" Pinta Mona.


"Ya sudah kalau tidak mau maka aku tak akan memaksa ,jadi lebih baik kamu pergi saja karena aku sedang menunggu wanita yang lain!" usir Pria membuat Mona mau tak mau pergi dari situ dengan menelan kekecewaan..


Terkadang harapan tak sesuai dengan kenyataan membuat orang atau sesuatu yang kita harapkan berubah jadi kekecewaan,lebih baik bersikap biasa saja agar jika tak sesuai harapan responnya bakal biasa saja dan juga tidak akan berlebihan.


Mona ingin sekali menangis ketika keluar dengan tangan hampa,sudah begitu perutnya dalam keadaan lapar tanpa uang sepeserpun ditangan.


Ya jelas sudah tak ada uang,karena tadi dirinya sudah membayar salon yang mahal sebab Ingin tampil sempurna.


"Sial,kok bisa sih ketemu manusia kurang ajar seperti begitu? Mana pulang jalan kaki lagi,kalau ada yang bisa dijual maka sudah kulakukan !" Kesal Mona akan nasib nya hari ini.


Terlihat semua orang yang bertemu dengan Mona hanya menatap sinis kearahnya ,sebab bekas kissmark terlihat jelas di leher jenjang nya itu.


Belum lagi penampilannya yang kusut didukung oleh wajah cemberut nya ,membuat semua orang yakin jika wanita bayaran itu tidak mendapatkan apa yang ia inginkan.

__ADS_1


"Nggak dibayar Neng?" Tanya salah satu wanita paruh baya yang berpapasan dengan Mona.


"Bukan urusan mu wanita tua!" ketus Mona.


__ADS_2