Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 98


__ADS_3

Kenzo yang baru sampai mengusap pelan bahu istrinya itu agar lebih rileks,sebab ia tahu bagaimana perasaan seorang wanita yang melihat bayinya sedang sakit seperti itu.


"Kamu kalau tidak kuat lebih baik di luar saja biar aku yang temani Adek disini,soalnya kasihan kalau dia mencari keberadaan kita tapi malah tidak ada!" Bujuk Kenzo membuat Asya mendengus kesal.


Bagaimana tidak emosi ketika dirinya sedang mencemaskan sang anak malah mengatakan hal yang tidak tidak,padahal orang tua mana yang bakal tega membiarkan anak nya sendirian saja padahal belum mengerti tentang semua nya.


"Kamu itu kalau bicara sembarangan saja,memangnya aku tidak bisa menemani dia di sini? Aku itu bukan lemah hanya tidak tega kepadanya saja,tapi untuk tetap ada disini merupakan keinginan ku!" Jelas Asya tegas tanpa ingin mendengar ada bantahan dari siapapun.


"Ya sudah kalau begitu,itu tolong Kakak jangan banyak bicara biar aku lebih fokus memeriksa keadaan si kecil!" Pinta Lorrin karena memang sangat hafal dengan sikap dan kebiasaan Kenzo yang selalu saja marah marah jika dirinya melakukan kesalahan.


" kamu sekarang Sudah berani menyindirku dan juga berani bersungut di hadapan ku tanpa rasa takut lagi,atu memang kamu sengaja mengulur waktu agar putri ku kenapa napa?" Tanya Kenzo sinis.


Asya menepuk kuat bahu suaminya itu agar berhenti berbicara,sebab yang ada hal itu bisa membuat Elnara terlambat ditangani.


"Stop cerewet nya,kalau kamu mengoceh terus nanti kapan El bakal diperiksa?" Tanya Asya dengan tatapan tajam nya.


Kenzo akhirnya sadar setelah Asya mengingatkan dirinya,karena memang selama ini dirinya sangat tidak menyukai jika keluarga dari Tantenya Paula berada di dekat Baby El yang membuat ia lebih posesif terhadap gadis kecilnya itu.


"Ya sudah kalau begitu kamu silahkan lakukan tugas dengan benar,ingat jangan sampai putriku ada lecet sedikit saja!" Ujar Kenzo dengan tatapan mengintimidasi.


Lorrin hanya bisa bernafas secara terpaksa sebab ia sangat tidak menyukai apa yang di katakan oleh Kenzo barusan,sebab ia adalah seorang dokter yang sudah lama berkecimpung di dunia itu jadi mana mungkin dengan sengaja menyakiti pasiennya apalagi keponakan nya sendiri.


"Bisa diam dan jangan terlalu berisik?" Tanya Lorrin kesal.

__ADS_1


Baby El yang merasa sudah tidak bersama Mami nya langsung mulai bergerak tidak nyaman,membuat Asya mendekati nya dan mengusap pelan rambut nya.


"Kak,sepertinya ini hanya panas pertumbuhan saja sebab tidak ada masalah serius dengan tubuhnya. Palingan mungkin setelah dikasih obat turun panas dalam beberapa hari bakal sembuh!" Jelas Lorrin membuat Kenzo mengerutkan kening karena merasa kurang paham.


Sedang Asya yang memang mahasiswa kedokteran tapi sedang cuti,merasa sudah paham dan juga melupakan hal itu mungkin karena saking panik nya.


Asya yang melihat wajah suaminya merasa yakin jika sebentar lagi pasti ada pertanyaan konyol dari pria itu,dirinya langsung menarik tangan suaminya itu agar bisa mendekat kearahnya dan tidak berbicara yang hanya memperkeruh keadaan.


"Mas,sini mendekat soalnya di cariin tuh sama anak kamu!" panggul Asya.


Buyar sudah apa yang ada dipikirkan Kenzo sesuatu yang ingin ia tanyakan,hanya saja ketika mendengar hal yang lebih penting dari sang Istri dirinya memilih untuk menunda setiap pertanyaan.


"Ya sudah kalau begitu,apa El bisa langsung dibawa pulang?" Tanya Asya memastikan.


Kenzo mendengus kesal sementara itu Asya hanya tersenyum saja,sebab wanita itu lebih rileks sekarang setelah mengetahui dengan pasti apa yang sedang di alami putrinya kecilnya itu.


Terkadang rasa panik nya seorang Ibu itu terasa sangat berlebihan,dan juga dirasakan orang lain itu sangat menggangu.


Padahal yang harus mereka ketahui bahwa hati seorang Ibu itu sangat sensitif jika menyangkut sang buah hati,maka dari itu setiap pikiran dan juga kecemasan tidak akan pernah hilang dari benaknya.


"Kak Asya aku boleh tanya sesuatu tidak?" Tanya Lorrin penasaran.


Kenzo menatap tidak suka kearah Lorrin yang terlihat sok akrab dengan istrinya,padahal dirinya sangat tidak menyukai hal itu terjadi.

__ADS_1


"Kamu mau bicara apa,ingat jangan macam macam!" Sahut Kenzo yang memang langsung to the point tanpa basa basi lagi.


"Aku itu mau bicara dengan Kak Asya bukan dengan Kak Kenzo,jadi Jangan sambar menyambar seperti ikan yang makan umpan!" Sungut Lorrin tidak menyukai sikap Kenzo itu.


"Ya sudah kalau begitu tidak usah berbicara dengan istriku soal nya aku melarang hal itu terjadi,karena dia itu adalah milikku dan otomatis tidak ada yang boleh melanggar hal itu!" Jelas Kenzo dengan nada yang tidak ingin dibantah.


"Astaga Kak,Jangan berlebihan seperti itu dong! Aku kan hanya mau bicara tentang jurusan yang diambil oleh Kak Asya,jadi ceritanya kapan mau melanjutkan kuliah?" Tanya Lorrin penasaran.


Kenzo menatap tidak suka kearah Lorrin yang mencari tahu tentang Asya,padahal dirinya yang notabene sebagai suaminya saja tidak ada pemikiran seperti itu karena mengingat Elnara yang masih kecil.


Asya tersenyum mendengar apa yang di tanyakan oleh adik iparnya itu,sebab ia merasa sebenarnya wajar sih ada pertanyaan seperti itu karena dirinya yang sudah merupakan mahasiswa tingkat akhir.


"Mungkin kalau nanti El sudah besar dan juga bisa ditinggal baru aku bisa berpikiran kearah sana,tapi kalau untuk sekarang sepertinya belum dulu!" Jelas Asya.


"Aku ikut senang mendengar nya dan juga berharap semoga Nara cepat besar dan menjadi anak yang manis ,soal nya dia itu sangat imut dan juga sangat manis!" puji Lorrin tapi tidak menyadari jika Kenzo sedang menatap tidak suka kearah nya.


Soalnya bagi Kenzo,apa yang ditanyakan oleh Lorrin adalah hal paling ia benci.


Sebab dirinya merasa cemas jika nanti Asya kembali kuliah bakal ada banyak pria yang mengganggu dirinya,sebab selain istrinya itu masih muda dan juga terlihat sangat cantik seperti wanita yang belum bersuami.


"Sayang,kita pulang sekarang ya! Soalnya kalau terlalu lama berada di tempat ini kamu lama lama kena penyakit,yaitu penyakit yang suka mencari tahu dan juga menggangu kehidupan orang lain." jelas Kenzo.


Asya hanya bisa mengiyakan saja karena memang wajah suaminya itu sedang tidak bisa diajak kompromi,seperti sedang memendam dendam kesumat yang sudah lama dirasakan.

__ADS_1


Ketiganya pun pergi dari tempat itu sebab harus menebus obat El di apotek,dan juga bayi mungil itu tidak bagus kalau terlalu lama dirumah sakit.


__ADS_2